
keesokan harinya sendi bangun dan siap-siap untuk pergi ke sekolah. mulai dari mandi, lalu ganti baju, menyiapkan buku untuk ujian, lalu turun ke bawah untuk sarapan. dia melihat catatan di meja makan dari mei. di dalam surat itu mei mengatakan kalau hari ini dia pergi duluan ke sekolah karena sekarang adalah jadwal mei piket. di samping catatan itu terdapat telor ceplok, nasi, jus mangga, dan ikan bumbu merah.
"hm anak baik," batin sendi tersenyum.
lalu sendi pun memakan sarapan yang mei masakkan untuknya.
"semakin lama kau semakin pandai memasak," gumam sendi. tidak salah ia memilih mei untuk berada di hatinya.
di dalam kelas mei tidak melihat siapapun. karena memang mei berangkat sangat pagi. lalu mei pun bersiap-siap untuk Merapikan kelas. saat itulah Tara datang dan membantu mei dengan kekuatan nya.
"terima kasih Tara, kau memang sangat membantu. besok besok kau boleh membantuku lagi, hehehehe," ucap mei sambil nyengir.
"ini punyamu," ucap Tara kemudian menyodorkan buku hitam seperti milik mei yang waktu itu hilang.
"terima kasih kau telah menemukannya," ucap mei girang.
"itu bukan milikmu, tapi itu adalah milik malaikat lain yang dengan ikhlas memberikan padaku karena dia ingin menjadi seperti manusia," ucap Tara.
"Setelah berjanji dan bersumpah lagi, maka catatan hitam ini akan menjadi milikmu mei. Maka kau akan bisa menjadi malaikat lagi," lanjut tara.
Wajah mei entah mengapa menjadi sedih dan dia bertanya apa itu tandanya dia bisa kembali ke kehidupannya yang semula? Tara melihat ekspresi mei dan bertanya apakah mei tidak senang bisa kembali menjadi malaikat? mei menjawab jelas saja dia senang. Walau raut wajah mei menampilkan hal yang bertolak belakang dari perkataannya.
mei lalu bertanya kenapa malaikat yang memiliki catatan hitam ini mengembalikan catatannya dan lebih memilih menjadi manusia? tara tidak menjawab, mungkin dia takut jika mei mendengar jawaban itu maka mei juga ingin jadi manusia. tara hanya berkata agar mei segera bersumpah di catatan hitam itu. Seminggu setelah mei menandatangi catatan hitam tersebut maka mei akan kembali menjadi malaikat.
__ADS_1
"aku merindukan mu mei, aku ingin kau menjadi malaikat lagi. jangan jatuh cinta pada manusia, kau mengerti?," ucap Tara yang membuat mei sontak kaget.
"terima kasih untuk semuanya Tara, aku menyayangimu," ucap mei mengalihkan.
"manusia itu Rumit, jangan terlalu percaya pada manusia karena hatinya mudah di bolak-balikkan. ketika mereka mencintai seseorang, kemungkinan itu tidak akan berlangsung lama," ucap Tara lalu menghilang pergi.
mei menelaah semua yang tadi Tara ucapkan. tapi hati mei berkata lain, ia yakin cintanya hanya untuk satu orang dan sampai kapanpun akan begitu.
lama-kelamaan para siswa itu mulai masuk ke dalam kelas. memang hari semakin siang.
dan ujian pun di mulai ketika bel masuk berbunyi. beberapa jam kemudian pengawas ujian pun menyuruh mereka untuk mengumpulkan soal dan jawabannya di atas meja. ujian pun sudah selesai, lalu semua siswa dianjurkan untuk tidak keluar dari dalam kelas sebelum bel istirahat berbunyi.
"anak-anak, setelah jam istirahat tiba, kalian bisa kembali ke bangku masing-masing seperti semula. karena ujian sudah selesai," ucap pengawas itu.
"baik pak," jawab para siswa serentak.
sendi menyenggol mei dan menyuruh mei fokus di kelas.mei pun mengangguk, dan memasukkan catatan hitam itu di kolong meja. sendi kemudian berterima kasih atas sarapan pagi yang mei buat. mei bertanya apa sarapan yang dia buat rasanya enak? Jika iya dia akan membuatkannya lagi untuk sendi
sendi langsung menjawab tidak usah, dia lah yang akan membuatkan makanan untuk mei, jadi mei tidak usah bermain-main dengan makanan lagi.
"hei itu kan memang tugas wanita. jadi biarkan saja aku yang memasak lagi," ucAp mei pelan agar teman lainnya tidak mendengar percakapan antara mei dan sendi.
"siapa bilang mesti wanita yang masak?. itu juga akan berlaku dalam pernikahan. kalau kewajiban suami itu memberi makan istri, bukan memberi bahan mentah pada istri dan menyuruhnya untuk masak," ucap sendi panjang lebar.
__ADS_1
"ohh, kau memang pria baik hati. aku juga pernah melihatnya di tv ketika dalam pernikahan itu tidak hanya wanitanya saja yang memasak, tapi juga pria. berarti apa yang ada di tv itu semuanya benar?," ucap mei tersenyum.
ingin sekali sendi menjitak jidat mei itu supaya otaknya rada cair.
bel istirahat pun berbunyi, lalu mereka semua pindah ke tempat masing-masing dengan memindahkan tasnya di bangku semula. seno duduk dengan sendi, mei dengan Sinta dan lainnya juga kembali ke tempat semula. setelah itu semua siswa berhamburan keluar kelas. ada yang ke kantin, ke toilet, atau ke taman. tapi tidak dengan Miko, atas perbuatan Miko kemarin karena telah memfitnah Seno, ia di suruh untuk membersihkan sampah di sekitar taman. tapi miko malah menyuruh Pungky dan Dika yang mengerjakan hukuman itu. sedangkan Miko asyik dengan ponselnya di bangku taman. mei pun menghampiri Miko yang sedang asyik duduk itu.
"janganlah kau mengganggu sendi lagi. dan jangan menyakitinya lagi," ucap mei ketika sudah ada di hadapan Miko.
"apakah kau ingin aku menyakitimu seperti apa yang ku lakukan terhadap sendi kemarin?," tanya Miko dengan menyeringai siap memakan mangsanya.
"aishh, kujitak jidatmu itu ya. atau kau mau aku menjedotkan jidatmu itu ke tembok biar otakmu cair?," ucap mei.
"apa kau berani melakukannya?," pancing Miko.
"kenapa aku harus takut? tapi sayangnya aku tidak ingin terus-terusan berdebat denganmu," ucap mei.
"ada rumor yang beredar bilang kalau sebenarnya kau dan sendi itu bukan sepupu kan?," tanya miko.
"iya aku bukan sepupu sendi," ucap mei jujur.
"lalu? kalian ini bukan siapa-siapa tapi berani tinggal satu atap," tegas Miko.
"memang aku dan sendi bukan sepupu, tapi meskipun kami tinggal serumah, ada kakaknya sendi juga kok yang tinggal bersama kami. jadi jangan di jadikan alasan untuk kalian ajang bergosip," ucap mei tenang.
__ADS_1
"tidak peduli kau itu anak nakal ataupun tidak, tapi rasa sakitnya itu akan tetap sama. jadi jangan berkelahi lagi demi kebaikan wajahmu itu agar tetap tampan. tidak seperti sekarang yang di penuhi dengan luka lebam," ucap mei panjang lebar.
"dadaaa aaaaa aaaaa, aku pergi dulu," ucap mei dan berlalu pergi.