
Hai para reader, simak terus ya detik-detik episode terakhir. Author merasa hubungan Sinta dan Dito sudah sangat kuat. Dan yakin kalau Sinta sudah benar-benar sayang, dan cinta sama Dito. Jadi saksikan dan simak terus ya, bagaimana akhir dari Kisah CINTA SMA
...❤️❤️🌹🌹❤️❤️...
..._________________...
" Kau mau apa?" tanya Dito yang sudah membuka separuh kaca mobilnya.
" Aku hanya ingin meminta maaf pada kau dan juga,,, " ucap Rio seraya melirik Sinta, " Sinta..."
" Sebaiknya kita bicarakan di dalam " kata Dito yang sudah menutup kaca mobilnya dan langsung berlalu meninggalkan Rio.
Kemudian Rio menyusul mereka masuk ke dalam, dengan berlari kecil menyusuri taman.
" Wah, diluar dugaanku. Dito benar-benar seorang miliarder. Pantas Mira ingin sekali merebut hatinya." ucap Rio yang terkagum melihat sekeliling rumah Dito.
Dito sudah memarkirkan mobilnya di garasi. Dia menuntun Sinta masuk ke dalam rumahnya. Disusul Rio yang mengikuti mereka dari belakang.
Mereka sudah berkumpul di ruang tamu, yang ukurannya cukup luas. Dito duduk di samping Sinta, sedangkan Rio duduk di sofa yang berhadapan dengan mereka.
" Maafkan aku, Dit." ucap Rio yang langsung bersimpuh di lutut Dito.
" Hey jangan seperti ini, kau kan lebih tua dariku." jengah Dito yang lalu menggeser kakinya.
__ADS_1
Sinta hanya membuang muka, tak ingin melihat wajah Rio.
" Dit, aku ke tempat bi Inah ya...!!" kata Sinta yang langsung menuju dapur.
" Iya, " jawab Dito.
" Sin, aku juga ingin minta maaf sama kamu." kata Rio yang memegang tangan Sinta.
" Hey, gak usah kamu pegang-pegang tangan Sinta." hardik Dito.
" Oh maaf, maaf." kata Rio yang telah menundukkan kepalanya.
Sinta langsung berjalan menghampiri bi Inah.
" Aku ingin kau mengembalikan bisnis ku, perusahaan. Aku punya banyak pegawai, kalau mereka semua tahu kebangkrutan ku. Maka mereka tidak akan mempunyai pekerjaan." kata Rio yang masih duduk di lantai.
" Kenapa kau tidak memikirkannya, sebelum melakukan hal bodoh kemarin?" cibir Dito.
" Maafkan aku, aku khilaf. Sungguh pesona Sinta sangat memikat hatiku, dan aku cemburu melihat kalian selalu bersama." ucap Rio sambil menundukkan kepalanya.
" Lalu setelah perusahaan mu kembali pulih, apakah akan mengganggu hubungan kami lagi?" tanya Dito dengan tatapan sinis.
" Aku berjanji tidak akan menganggu hubungan kalian. Aku tidak akan mengusik Sinta, begitu juga dengan Mira." kata Rio yang telah mengeluarkan air mata.
__ADS_1
" Kau bisa menangis juga?" ejek Dito.
Lalu Rio mengusap bulir air mata yang sudah menetes di pipinya.
" Maaf, aku hanya gak sanggup melihat karyawan ku jadi pengangguran. Hanya karena kesalahan bodoh bosnya." kata Rio
" Akan aku rundingkan dengan Sinta, apakah dia akan memaafkan mu atau tidak. " ucap Dito yang sama sekali tidak memberikan harapan.
" Aku mohon bujuk Sinta, aku berjanji tidak akan mengusiknya lagi." kata Rio memohon sambil menempelkan kedua tangannya.
" Nanti akan aku bicarakan, sebaiknya kau pulang dan jangan menggangguku yang ingin berduaan dengan Sinta." ucap Dito dengan memalingkannya wajahnya.
" Baiklah, aku pulang dulu. Tapi aku mohon, lakukan demi karyawan ku." pesan Rio yang sudah meninggalkan Dito.
Dan Dito menghampiri Sinta yang berada di dapur.
" Lho Den, temannya yang satu lagi kok uda pergi aja " kata Bi Inah yang sedang mengaduk sendok ke dalam gelas yang berisi air sirop.
" Dia ada urusan mendadak." kata Dito yang melirik ke arah Sinta.
-
-
__ADS_1
Silahkan like dan berikan komentar mu.