CINTA SMA

CINTA SMA
Pencarian Sinta part 4


__ADS_3

Rio di bawa ke lantai satu untuk di interogasi oleh Malik dan Fadli.


" Kau tuh, kayak orang gak laku aja sih!" ejek Malik yang menatap tajam ke arah Rio.


" Katanya cinta, tapi kenapa harus memaksa sampai-sampai ingin menghancurkan kehormatan nya." cibir Fadli yang merasa jijik melihat tubuh Rio bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana boxer.


Rio hanya terdiam membisu, karena terpergok ingin meniduri Sinta. Tangan Rio di ikat, menggunakan tali ikat pinggang miliknya.


Sementara Sinta masih syok dengan kejadian yang dia alami. Sinta masih memeluk Dito di atas tempat tidur.


Sepertinya sudah larut malam, mereka terpaksa menginap di villa milik Rio. Rio di masukkan ke kamar mandi dan di kunci. Itu merupakan hukuman untuk perbuatan yang dilakukan nya terhadap Sinta. Mungkin besok akan lain, jika sudah masuk dalam catatan kepolisian.


Rio harus pasrah menerima hukuman yang di berikan oleh Malik dan Fadli. Karena Dito punya hukuman tersendiri untuk nya.


" Sin, kamu sudah makan?" tanya Dito.


" Belum, " jawab Sinta dengan isakan tangisnya.


" Kamu mau makan?" tanya Dito yang kebetulan memang mempunyai makanan di dalam mobilnya.


" Iya, " jawab Sinta.


" Aku ambilkan roti dan susu ya." kata Dito yang mengusap air mata di pipi Sinta.

__ADS_1


Sinta hanya mengangguk, karena dia saat ini sangat malu dengan Dito.


" Kamu tunggu disini, akan aku ambilkan roti dan susu." ucap Dito.


Lalu Dito berjalan menuju pintu dan ke lantai bawah. Dia melihat Fadli dan Malik sudah tertidur pulas di sofa. Sedangkan Aril berjaga di depan toilet.


" Ril, kamu ngapain disitu?" tanya Dito.


" Menjaga tahanan bos." jawab Aril dengan posisi beristirahat di tempat.


" Tahanan? Rio kalian masukkan ke dalam toilet?" tanya Dito.


" Iya, Bos. Itu ide dari Malik." jawab Aril.


" Sebaiknya kamu istirahat, gak usah lebay dengan nurutin perintah mereka." perintah Dito, " Oh iya bantu aku mengeluarkan makanan yang ada di mobil." kata Dito.


" Baik bos." kata Aril yang memang seumuran dengan Melly.


Aril merupakan satpam di rumah Dito, Dito sengaja membawanya karena badan nya yang terlihat kekar.


Aril membantu Dito menurunkan stok makanan, yang memang sengaja di bawa nya untuk mencari keberadaan Sinta.


" Ril, kalau kamu lapar masak mi instan ini. Aku ingin mengantarkan susu dan roti untuk Sinta." ucap Dito yang memberikan bungkusan makanan kepada Aril.

__ADS_1


Lalu Dito menuju lantai atas, untuk memberikan makanan kepada Sinta.


Aril langsung menuju ke arah dapur. Diambilnya mi instan lalu dia memasaknya. Saat akan menuang bumbu, tercium aroma soto yang menggugah selera. Tiba-tiba kedua kaki tangan Dito, langsung mengendus asal aroma yang tercium di hidung nya.


Dengan menahan air liurnya, " Ini bau soto, asalnya darimana ya?" gumam Malik yang masih memejamkan kedua matanya.


" Di hutan ini mana ada penjual soto. " balas Fadli dengan nada malas, yang masih memejamkan kedua matanya.


Aril mengaduk mi instan yang sudah di tuang ke dalam mangkuk. Membuat aroma soto semakin terasa, lalu dia menghampiri meja.


Bau nya sangat menyengat, tercium di hidung Malik dan Fadli.


" Asli Fad, ini aromanya enak banget." ujar Malik sambil memejamkan kedua matanya dan mengendus ke arah meja.


Malik dan Fadli pun membuka matanya, dan melihat ada semangkuk mi rebus yang ada di atas meja dan masih mengeluarkan hawa panas.


" Kalau mau makan, masak tuh." ucap Aril seraya mengalihkan matanya ke arah bungkusan yang berada di sebelah meja.


" Ih, Dito kok punya makanan gak ngomong-ngomong?' gerutu Malik yang langsung merogoh bungkusan tersebut.


-


-

__ADS_1


Silakan like dan berikan komentar mu.


__ADS_2