
" Kukuruyuk..."
Suara alarm alam berbunyi, ayam jantan membangunkan seluruh manusia yang sedang tertidur lelap.
" Sin, kamu uda bangun?" panggil mama Sinta yang sedang mengetuk pintu kamarnya.
Waktu masih menunjukkan pukul lima pagi, Sinta mulai membuka kedua matanya.
" Sudah, Ma!" jawab Sinta yang langsung menghampiri mamanya, lalu dia membukakan pintu.
" Solat dulu. " kata mama Sinta.
" Iya, Ma!" jawab Sinta yang langsung menuju kamar mandi.
Mama Sinta yang sudah mengerjakan solat subuh, langsung memasak untuk sarapan keluarga nya.
" Ma, bikin kuenya di rumah apa di toko?" Tanya Sinta yang sudah selesai mengerjakan solat subuh.
" Terserah kamu, mama uda beliin bahan-bahan nya." kata mama Sinta yang sedang mengaduk nasi goreng di atas wajan.
" Aku bikin sekarang aja ya, Ma!" kata Sinta yang langsung mengambil mixer dan peralatan yang di butuhkan.
" Ma, siapa yang memesan kue?" tanya Sinta yang telah menyiapkan beberapa bahan dan di letakkan di atas meja.
" Semalam ada pemuda yang keren dan ganteng pokoknya. Lihat-lihat kue di toko, eh dia nyari brownies. Kan yang bisa bikin brownies ya kamu." ucap mama.
" Mama, masih diinget aja sih pemuda ganteng." ucap ayah yang sedikit cemburu.
" Ayah, kan mama cuma ngasih tahu Sinta." kata mama yang mendekati ayah seraya membawa sebaskom nasi goreng.
__ADS_1
" Hmmmm, harum banget baunya." kata ayah sambil menyium aroma nasi goreng buatan istrinya.
" Sin, bangunkan Pasha. Suruh sarapan, dan olahraga." kata mama.
" Iya, Ma!" jawab Sinta yang langsung menuju kamar Pasha.
"Pas, Pasha kamu uda solat?" panggil Sinta.
" Sudah, Kak. " Pasha yang kembali tidur sehabis sholat subuh.
" Bangun, ayo bangun." kata Sinta yang menggoyang-goyang tubuh Pasha.
" Ih, kakak. Aku masih ngantuk, sekarang kan hari minggu." kata Pasha yang langsung menutup mukanya dengan bantal.
" Mama uda masak nasi goreng, hmmm.... Enak banget, nanti jatah kamu kakak abisin ya!" kata Sinta yang mendengus kan hidung nya.
" Dasar tuh anak, kalo makanan aja nomor satu." kata Sinta seraya menggelengkan kepalanya.
Mereka pun sarapan bersama di ruang makan.
Selesai sarapan Sinta langsung mengerjakan tugasnya. Membuat sepuluh box brownies.
" Sin, kamu uda takar semua bahannya?" tanya mama Sinta.
" Sudah, Ma!" jawab Sinta.
" Ya, udah! Mama yang masak dark coklat." kata mama yang ingin membantu Sinta.
Lalu mereka membagi tugas, Sinta langsung mengocok adonan menggunakan mixer. Dan memasukkan ke microwave. Satu persatu adonan sudah masuk microwave dan oven tangkring.
__ADS_1
Waktu menunjukkan pukul sembilan, Sinta sudah menyelesaikan delapan box brownies.
" Sin, kamu mandi dulu. Sesudah ini langsung berangkat ke toko." kata mama yang menyuruh Sinta.
" Aku ngadonin dua lagi, Ma!" kata Sinta, " Tanggung. " lanjutnya.
" Ya udah, kalau gitu mama packing dulu ya." ujar mama Sinta.
Sepuluh menit lagi menuju jam sepuluh siang. Sinta langsung bergegas menuju kamar mandi.
Sepuluh box sudah terselesaikan, Sinta sudah rapi mengenakan bajunya dan jilbabnya. Tak lupa dia memakai bros mawar pemberian Dito.
" Ma, aku jalan dulu ya!" kata Sinta yang langsung mencium punggung tangan mamanya, " Assalamu'alaikum." ucapnya memberi salam.
" Wa'alaikum salam." jawab mama Sinta.
Sinta pun langsung naik ke motor ayahnya, dan ayahnya sudah menunggu di halaman depan rumah nya.
" Kamu siap?" tanya ayah.
" Siap, ayah!" jawab Sinta yang membawa lima box di tangan kanan dan lima box di tangan kiri.
Motor ayahnya mulai melaju menuju toko kue. Tepat waktu menunjukkan pukul sepuluh lewat lima menit Sinta membuka tokonya.
-
-
Silakan like dan vote ya!
__ADS_1