
" Assalamu'alaikum, " ucap mama Sinta memberi salam.
" Wa'alaikum salam." jawab Dito yang langsung berdiri menyambut kedatangan mama Sinta, lalu mencium tangan nya.
" Dit, katanya kamu akan pergi seminggu?" tanya mama Sinta bingung.
" Kami gak jadi ke Yogyakarta, Sinta minta ke pantai." jawab Dito sembari melirik ke arah Sinta.
" Iya, Ma. Aku lagi ingin ke pantai." jawab Sinta.
" Kan di Yogyakarta ada Parangtritis." kata mama.
" Aku mau yang deket aja, kalau jauh capek Nanti badan'ku pada pegal semua." ucap Sinta yang langsung menuntun mamanya duduk di kursi.
" Sin, mama mau mandi dulu."kata mama yang baru pulang dari toko kue.
" Oh ya udah." kata Sinta.
" Eh ada Dito." kata ayah yang langsung membuka jaket kebanggaan nya.
" Ma, Ayah ada yang ingin aku bicarakan." ujar Dito.
Ayah dan mama Sinta pun duduk di sofa, mereka berhadapan.
" Kamu ingin bicara apa Dit?" tanya mama.
" Dito ingin melamar Sinta, Ma." ucap Dito dengan jantung yang berdetak kencang.
" Apa? apa tidak terlalu cepat, kan Sinta masih sekolah." kata mama.
" Maksudnya Dito ingin tunangan dulu, ma." jelas Dito.
" Oh, " jawab mama.
" Kalau mama terserah Sinta aja, kalau ayah gimana?" tanya Mama Sinta.
" Kalau ayah gimana baiknya." jawab ayah.
" Gimana denganmu Sin?" tanya mama Sinta.
" Kalaupun ayah dan mama setuju, aku mau." jawab Sinta dengan pipi yang memerah.
" Ya sudah, kami setuju." jawab ayah.
" Kalau ayah dan mama setuju, Dito akan mengadakan acara nya besok." kata Dito.
" Apa tidak terlalu terburu-buru? Kami belum ada persiapan." kata mama yang langsung melihat ke ayah Sinta.
" Ayah dan mama tidak usah khawatir, biar Dito yang mengurus." kata Dito, " Karena ini hanya acara tunangan, jadi keluarga inti dan teman-teman saja." ucap Dito.
" Oh ya sudah, kalau begitu ayah mau mandi dulu ya." kata ayah Sinta.
" Iya, yah." kata Dito.
Kemudian ayah dan mama Sinta pergi menuju kamar.
__ADS_1
" Sin, besok aku akan membelikan cincin. Pagi aku jemput ya." kata Dito.
" Iya, " jawab Sinta menyetujui.
Lalu Dito pamit pulang, dan Sinta pun masuk ke dalam kamarnya.
Hari sudah malam, Sinta sangat bahagia sekali. Seperti nya dia sudah melupakan kejadian kemarin.
*****
Sinta menghubungi semua sahabat nya, Puput, Wahyuningsih, Terry, Fadli, Malik, dan Rendi. Sedangkan Dito menghubungi Mira, dan Rio. Kedua orang tua Dito pun di hubungi olehnya agar cepat sampai di Jakarta.
Acara pertunangan dia adakan secara sederhana, mengingat Sinta masih sekolah. Dito hanya ingin, Sinta tidak di ganggu lagi. Jadi Sinta fokus dalam belajar, dan juga Dito tenang menyelesaikan studinya di Inggris.
Rumah Sinta di dekorasi ala kadarnya, sesuai keinginan Sinta. Dia tidak ingin terlalu mewah, karena memang Sinta adalah tipe gadis yang sederhana.
Waktu menunjukkan pukul delapan malam, semua undangan hadir satu persatu. Puput datang di boncengi oleh Malik, sedang kan Wahyuningsih di jemput oleh Fadli.
Selang beberapa menit kemudian, datanglah Rendi yang berjalan kaki dari depan gang rumah Sinta bersama Selvi.
Setelah ke empat sahabat berkumpul, datang lah Terry. Yang terlihat masih sendiri, dan belum membawa pasangan.
Jam sembilan, Dito beserta ayah dan mamanya pun datang.
" Ini nih pangeran yang ditunggu-tunggu." ledek Malik pada Sinta yang sedang duduk di sofa bersama teman-temannya.
" Malik, bisa gak sih mulut kamu gak comel?" sikut lengan Puput ke lengan Malik.
Malik hanya nyengir kuda, karena hanya dia yang mulutnya berisik.
" Assalamualaikum, " ucap Dito memberikan salam.
Dito dan ke dua orang tuanya pun duduk di sofa.
Acara pun di mulai, dengan Terry yang bertugas sebagai MC. Ucapan salam pembuka, dan maksud dari kedatangan Dito telah di uraikan oleh Terry.
Berlanjut acara pemakaian cincin keduanya saling berdiri. Saat ingin berdiri, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.
" Tok, tok, tok..." terdengar suara ketukan tiga kali.
" Pasha coba kamu buka pintunya." perintah sang mama.
Lalu Pasha membukakan pintu, " Maaf dengan siapa? " tanya Pasha yang memang baru pertama kali melihat tamu yang sudah di depan pintu.
" Rio dan Mira, " ucap Mira yang memang diundang sebelumnya oleh Dito.
" Oh iya, masuk kak." kata Pasha yang mempersilahkan masuk.
Keduanya pun masuk, dan duduk di bangku yang sudah di sediakan.
Semua teman-temannya Sinta hanya memandang sinis ke arah mereka. Tapi acara tetap di mulai, karena tidak ingin membuat keributan.
Dito dan Sinta saling menatap, di ulurkan nya jemari tangan Sinta. Lalu Dito memasukkan cincin yang tadi pagi di beli oleh nya. Perlahan Dito memasukkan cincin ke jari manis tangan sebelah kiri. Saat sudah masuk, semua teman-temannya bertepuk tangan. Menandakan mereka sudah terikat tali pertunangan. Acara berjalan lancar, semua tamu termasuk kedua insan yang melangsungkan acara terlihat bahagia.
Rio dan Mira pun meminta maaf kepada Dito dan Sinta. Juga pada teman-teman yang hadir. Mereka berjanji, untuk tidak lagi mengganggu Sinta. Dan akan menjadi teman yang bisa menjaga Sinta. Kedua orang tua sepasang kekasih itu pun berbincang-bincang.
__ADS_1
Selesai acara pemakaian cincin, semua tamu pun makan bersama.
Mereka berharap hubungan Sinta dan Dito berlangsung sampai ke jenjang pernikahan.
Satu persatu memberikan ucapan selamat, dan saling bersalaman.
Sinta dan Dito terlihat bahagia, karena hubungan mereka di restui oleh keluarga masing-masing.
-
-
...TAMAT...
..._____________...
Sekian dulu ya para, semoga kalian tidak pernah bosan membaca karya author. Maafkan author yang sering lama update nya. Dikarenakan author harus berbagi kerjaan rumah tangga dan mengurus anak.
Untuk cerita CINTA SMA khusus kalian pembaca yang masih remaja, pelajaran yang baik bisa kalian contoh.
" Dalam Islam memang tidak di perbolehkan pacaran. Namun sebagai manusia pastilah ada perasaan suka, sayang dan cinta kepada lawan jenis. Author hanya mengingatkan, jika kalian yang suka pada seseorang maka sayangin sepenuh hati. Jika kalian yang sudah punya pacar, atau pujaan hati maka jagalah dia. Karena author melihat pergaulan jaman sekarang sudah memperihatinkan. Untuk kalian yang masih sekolah, pertahankan prestasi karena pendidikan lebih utama. Dan untuk kalian para remaja, jangan sungkan untuk membantu perekonomian orang tua. Karena itu wujud bakti kita terhadap kedua orang tua. Sayangilah kedua orang tua kita selagi mereka ada.
Jika ada kalimat yang kurang berkenan, mohon maaf. Karena author masih tahap belajar menulis.
Salam sayang untuk kalian pembaca setia CINTA SMA.
PARA READER BISA CEK KARYA AUTHOR 👇
Karya :
- ORANG KETIGA ( TAMAT)
- CINTA TERHALANG RESTU ( Tamat)
- BOLEH AKU MENCINTAIMU ( tamat)
- AYAHKU ADALAH BOS KU ( TAMAT)
- SANG BALERINA CILIK PUTRI TUAN ALDO
- CINTA YANG HILANG
Mohon maaf bila ada kesalahan penulisan kata, atau kesamaan cerita. Sesungguhnya semua hanya imajinasi author saja.
Terimakasih
Wasallam mualaikum wr.wb
FEBTI SELA SANTI
😘😘😘❤️❤️❤️❤️🌹🌹🌹🙏🙏🙏
***NB:
Hey Kakak, maaf author gak pernah update. Author mau kasih tahu untuk saat ini masih fokus menulis di Fizzo.
__ADS_1
Yang ingin baca karya author klik di pencarian "Febti selasanti"
Baca di sana juga gratis tanpa koin***.