CINTA SMA

CINTA SMA
extra part 5


__ADS_3

maaf, sampai saat ini aku masih menunggu mu. entah kamu akan datang atau tidak.


"Namaku Tara, dan maafkan aku karena tadi sudah menuduhmu yang tidak-tidak bahkan aku sampai berani menamparmu," ucap wanita itu yang tak lain adalah Tara.


Tara menundukkan kepalanya karena ia benar-benar melakukan kesalahan karena sudah menuduh Seno yang tidak-tidak.


"sudah tidak apa, aku juga tadi tidak sengaja menyerempetmu hingga kau terluka seperti ini," ucap Seno.


"dimana rumahmu?, aku akan mengantarmu pulang," ajak Seno.


"tidak perlu, aku bisa pulang sendiri," ucap Tara menolak halus ajakan Seno.


"apa kau menolakku mengantarmu karena aku hanya membawa sepeda gunung ini?," tanya Seno dengan mengangkat satu alis.


"ti-tidak juga, aku hanya tidak ingin merepotkan mu. lagipula rumahku juga tidak jauh dari tempat ini," ucap Tara gugup karena Seno terus memandangnya.


"baiklah, jadi ayo ku antarkan kau pulang. dan jangan menolak," ucap Seno lalu ia pun menaiki sepedanya yang terparkir, lalu Seno pun menyuruh Tara untuk duduk di frame sepeda. Seno menuntun Tara ke arah sepeda karena aku melihat ia berjalan dengan sedikit pincang. setelah Tara duduk di frame, aku pun melajukan sepedanya menuju ke arah yang telah di beritahu Tara.

__ADS_1


Seno memberhentikan sepedanya ketika ia sampai di depan rumah Tara. Seno memperhatikan bangunan di depannya yang berbentuk minimalis.


"mampirlah dulu ke rumahku," ucap Tara menawarkan Seno untuk mampir di rumahnya dulu.


"tidak usah, biar aku langsung pulang saja. ini sudah malam, dan sangat tidak pantas sekali kalau pria malam-malam mampir ke rumah wanita," tutur Seno.


"eumm, iya baiklah. terima kasih dan hati-hati di jalan," ucap Tara sembari tersenyum.


setelah Seno membalas senyuman Tara, ia pun mulai mengayuh sepedanya menuju ke rumah.


"aku seperti pernah mendengar nama Tara, tapi entah dimana," gumam Seno saat ia di jalan.


Seno tak bisa melihat ketiga wajah mereka karena tubuh mereka membelakangi Seno. kedua pria itu tengah asik memukul pria yang mereka Sudutkan itu.


"apalagi ini?," batin Seno.


"apa yang kalian lakukan?," ucap Seno pada kedua pria itu. lalu kedua pria itu memberhentikan aktifitasnya dan sontak memutar badannya untuk melihat suara yang mereka dengar dari belakang.

__ADS_1


ketika mereka bertiga melihat ke arah Seno, dengan leluasa Seno melihat ketiga wajah tersebut, dan hanya satu pria yang benar-benar ia kenali.


"sendi," gumam Seno pelan.


"apa kalian sudah gila?," ucap Seno emosi dan rahangnya mulai mengeras menahan amarah.


tanpa ba bi bu Seno menghajar kedua pria itu dengan brutal sampai kedua pria itu gelagapan.


bugh


brukk


"dasar sinting" ucap Seno masih terus melayangkan beberapa pukulan pada kedua pria itu bergantian dan tak lupa Seno melibas habis kepala salah satu pria itu.


mereka berdua ambruk seketika dan mulai berlari terbirit-birit meninggalkan Seno dan Sendi.


Seno terlihat mengatur ritme nafasnya hingga terlihat normal kembali, lalu Seno melihat Sendi dengan tatapan tajam.

__ADS_1


love


m a u l a n i s a f i t r i


__ADS_2