
" Peluang kesembuhan pasien sangat tergantung dari keparahan penyebab dan respons pasien terhadap pengobatan. Kapan pasien sadar dari koma tidak bisa diprediksi oleh dokter,
namun semakin lama koma berlangsung, peluang penderita untuk sadar umumnya makin kecil apalagi jika pasien lambat merespons rangsangan yang kami berikan "
" AKU GAK MAU DENGAR! PERGI KALIANN PERGI! " teriak Sheila menutupi telinganya dengan kencang
Sontak Rio yang datang membawakan beberapa kantong plastik menghampiri Sheila dengan cepat " Ada apa hey? "
" Kak ayo dong kak kasih tau mereka Dirga bakal bangun! " teriak Sheila
Rio mencoba menenangkan Sheila yang menangis histeris, tak lama setelah Sheila mulai tenang,Rio dan dokter yang menangani Dirga berbincang mengenai kondisi Dirga diluar pintu
Sheila berjalan ke arah Dirga yang masih tertidur tanpa mengetahui apa yang akan terjadi pada dirinya, Sheila mengenggam jemari jemari Dirga
" Gaaa..heyy....Dirga kamu dengar aku kan sayang?Dirga.....tunjukin ke mereka kalau yang mereka bilang itu salah! " suara Sheila bergetar dengan air mata yang menetes
" Kamu harus bangun! kamu nggak boleh ningalin aku...buka matanya Gaaa buka dong " tangisan Sheila pecah seketika
Sheila mengenggam tangan Dirga menempelkan nya di pipi Sheila " Ingat apa janji kamu ke aku? kamu janji bakal selalu ada buat aku kamu janji gak bakal ningalin aku....jadi tolong bangu hey "
Rio masuk ke dalam kamar Dirga " Kata dokter uda gak ada harapan " ucap Rio lemas
" Kita masih bisa tunggu lagi! sampai kapan pun 2 tahun gak masalah 7 tahun menunggu juga gak masalah asalkan Dirga bangun kak! " tangisan Sheila bergetar
" Kamu harus sadar Sheila! kalau kamu begini...Dirga juga yang bakal ngerasa sakit hati! jadi kita relakan aja ya " ucap Rio memegang bahu Sheila
Sheila menipis bahu Rio, menggengam erat tangan Dirga " Gak gak bisa kak... "
" Dirga... Dirga hey bangun dong sayang bangun dong! kamu dengar aku kan hey! "
" Dirga BANGUN! heyyyy bangun dong! aku gak bisa tanpa kamu! " teriak Sheila dengan tangisan yang pecah
" Plisss....aku bakal ngelakuin apapun asalkan kamu bangun...menukar nyawa ku pun aku bakal ngelakuin itu tapi kamu harus bangun " tubuh Sheila merosot lemas
" Kamu harus bangunnn bangun dong, aku bener bener kangen sama kamu, kangen suara kamu, kangen dengan perhatian kamu, sikap kamu...jadi tolong bangun " Sheila menatap Dirga dengan suara bergemetar
Sheila menangis sejadi jadinya....tangisan Sheila yang menjadi jadi
Sontak terasa ada yang bergerak di tangan Sheila, Sheila langsung menatap sesuatu yang mengganjal tersebut
" Dirga? " ucap Sheila dengan suara bergemetar
__ADS_1
" Dirga? " Sheila menatap jari Dirga yang bergerak perlahan
" DOKTER! DOKTER! " teriak Sheila
Sontak dokter dan perawat yang menjaga pergi ke ruangan Sheila membawa beberapa alat medis dengan tangan yang masih menggengam tangan Dirga, Sheila melihat Dirga yang perlahan membuka matanya
" Tolong keluar dulu ya kak " ucap salah satu perawat melepaskan gengaman tangannya dan Dirga
Sheila meronta menolak melepaskan tangan Dirga, tapi apa daya Rio menarik Sheila keluar agar dokter dapat memeriksa dan memberikan tindakan lebih lanjut
Sheila menunggu di depan pintu dengan terisak isak sambil memeluk Rio yang menelpon kedua orang tua mereka memberitahu kan kabar bahagia
Tak lama kemudian dokter keluar dari ruangan bersama dengan para perawat
" Pasien sudah kita tangani tidak...sungguh sebuah keajaiban Tuhan bahwa pasien dapat bangun dari komanya dengan kondisi seperti itu "
" Apa ada cidera pada pasien setelah mengalami bangun dari komanya? " tanya Rio
" Tidak...pasien bangun dengan kondisi yang baik..kalian boleh masuk ke dalam " ucap dokter paruh baya tersebut meningalkan Rio dan Sheila
Dengan cepat Sheila bergegas masuk ke dalam ruangan Dirga dengan perasaan campur aduk
Dirga menoleh ke arah Sheila dengan pelan sambil tersenyum
" Kamu beneran uda bangun kan?kamu gak bakal ningalin aku lagi kan? " ucap Sheila meneteskan air mata
" A..aku minta maaf aku benar-benar salah, gara gara aku kamu begini " ucap Sheila terisak
Dirga dengan pelan memegang kepala Sheila dan mengelus nya
Sheila menatap ke arah Dirga sambil menangis " Kamu bisa kan maafin aku? " tanya Sheila
Dirga menganggukkan kepalanya dengan pelan, Sheila tersenyum bahagia sambil memeluk Dirga dengan kondisi yang masih menangis sekeras nya
Rio membuka pintu, bersama dengan kedua orang tua mereka yang berdatangan dengan tergesa-gesa bu Mita menangis sehebat nya memeluk putra nya
" Dokter bilang dia masih harus banyak istirahat...karena baru bangun Dirga masih belum bisa berinteraksi dengan normal " ucap Rio
Disana semua orang tampak bahagia karena bangun nya Dirga, selang setelah kedua orang tua Sheila dan Dirga mengunjungi Dirga
Sahabat-sahabat Dirga datang menjenguk dengan keringat yang bercucursn sudah bisa dipastikan bahwa mereka datang berlari dari kampus ke rumah sakit mungkin karena jarak rumah sakit dan kampus dekat?
__ADS_1
Sheila tersenyum bahagia melihat Dirga yang sudah dapat tersenyum " Kenapa kamu gak mau ngedeketin Dirga? " tanya Mia yang datang akhiran
" Aku masih agak takut Mi...Dirga baru bangun kesalah pahaman kami belum lurus...walau uda minta maaf pasti masih ada yang mau dia bilang kan..aku takut " ucap Sheila mengepal bajunya
" Takut dia ngebatalin tunangan " tanya Mia tersenyum
" Semacam itu? " ucap Sheila tersenyum
" Pake acara senyum segala, udah samperin aja....dianya uda ngeliatin kamu dari tadi " ucap Mia menujuk Dirga yang melirik Sheila
Sheila berjalan dengan pelan menghampiri Dirga dengan senyuman yang di buat buat
Sheila menggengam tangan Dirga dan menempelkan nya di pipi Sheila " Aku sayang sama kamu " ucap Sheila menahan air matanya yang siap jatuh
Dirga memegang tangan Sheila dan membuka tangannya menuliskan sesuatu di telapak tangan Sheila dengan jarinya
Sheila membaca gerakan jari yang terasa di telapak tangan nya
" A-K-U J...U-G-A " ucap Sheila menyambung kalimat tersebut
" Aku juga? " tanya Sheila Dirga mengangguk pelan mengiyakan jawaban Sheila
Sheila tersenyum bahagia meneteskan air mata " Maafin aku " ucap Sheila dengan suaranya yang bergetar
Semua orang disana merasa terharu melihat kedua pasangan yang kembali menyatu...kenapa tidak?
Hari yang biasanya seolah-olah kelabu akhirnya membuka sebuah cahaya.
cahaya yang bersinar menerangi sebuah ruangan, ruangan yang membuatku merasa terasa hampa kosong hancur bagaikan tak bernyawa kini bercahaya, berisikan pancaran kebahagiaan dengan berita bangunnya dirimu tak dapat banyak ku berkata, yang bisa aku katakan hanyalah ' aku mencintaimu, dan akan mencintaimu dengan setulus hati '.
.
.
.
BERSAMBUNG 🌻
JANGAN LUPA VOTE,LIKE DAN FAV NOVEL AUTHOR🌻
JAGA KESEHATANYA YA💜
__ADS_1