
Arum yang merasa sangat bahagia karena mendapatkan lampu hijau dari sang mertua bersorak senang menari dan bernyanyi sambil sesekali memutar tubuhnya ke kanan dan ke kiri sangat terlihat jelas jika Arum sangat bahagia.
"Yes, akhirnya tidak perlu Aku bersusah payah Aku bisa dekat dengan Suamiku sekalian Aku juga ingin tau seperti Apa sih Wajah Istrinya itu, kenapa Mas Bara begitu terlihat sangat mencintainya Bahkan seolah-olah dia tidak memperdulikan Aku hanya karena istrinya atau jangan-jangan sebenarnya istri Mas Bara, itu adalah seorang Wanita yang seperti monster di mana dia suka sekali memarahi suaminya sehingga Mas Bara sangat takut padanya, bisa jadi seperti itu jangan khawatir Mas, ketika Aku datang Aku akan buat istrimu untuk tidak lagi sok mengatur dan membuatmu tidak berani berbuat apa-apa, kita lihat saja nanti permainan apa yang akan aku lakukan, pantas saja Ibu mertua tidak suka ternyata Istri Mas Bara memiliki kelakuan seperti Monster.
Aku sudah tidak sabar untuk segera berada di Rumah itu bisa dekat dengan Mas Bara dan selalu menyiapkan dan memenuhi semua kebutuhannya, Aku sangat mencintainya dan Aku juga sangat menyayanginya, Aku akan menjadi istri yang baik Semoga saja benih yang Mas Bara tanamkan padaku segera tumbuh dan akan menjadi ikatan di antara kami, agar kami bisa lebih dekat dan semakin baik.
Aku berharap istri monster dari Mas Bara belum memiliki seorang anak agar kasih sayang dari Mas Bara hanya untukku tidak terbagi-bagi, huuufp menyebalkan kalau harus berbagi apapun caranya Aku mau Mas Bara hanya akan menjadi milikku, jika Aku punya anak Nanti Aku akan menyingkirkannya agar kasih sayangnya hanya untuk Aku dan Anakku. "
Arum terus menari dan bermonolog sendiri.
Di luar Mama Bara yang sudah sampai di depan mobil hitamnya segera membuka pintu dan masuk kedalam.
"Sukma, lama sekali apa yang kamu lakukan disana, Jangan katakan jika dirimu baru saja melabrak wanita itu dan memarahinya, "terka Yuli teman Arisan dari Sukma.
__ADS_1
Wanita itu terlihat sangat curiga karena sahabatnya Sukma berada di dalam Rumah cukup lama Hal itu membuat dirinya sangat lelah dan beberapa kali ingin tidur, tapi karena tidak bisa akhirnya Yuli memutuskan untuk mendengarkan musik melalui ponsel hp-nya dan ketika Sukma sudah masuk dan datang barulah Yuli menanyakan tentang apa yang dilakukan Sukma di dalam sana karena Sukma sangat lama.
Tampak wajah Sukma memperlihatkan rasa tidak suka ketika sahabatnya Yuli menuduh dirinya memarahi wanita yang ada di dalam sana, hal itu terlihat dari wajah Mama Bara yang terlihat sangat masam dengan bibir maju kedepan dan bisa di kuncir.
"Apaan sih, Yul sudah Ayo jalan ini sudah mulai malam kita harus cepat pulang, "
"Hmmm, terang saja aku mengemudikan mobil dengan sangat bagus dan pintar jadi jangan khawatir aku akan bisa sampai rumah dengan cepat sekarang Katakan padaku apa yang kamu lakukan di dalam sana apa kamu memarahi gadis itu? "
"Tidak, "
Mendengar perkataan sahabatnya Yuli Mama Bara segera menoleh ke samping kemudian menatap Mama Yuli dengan tatapan horor di mana kedua bola matanya seolah-olah hendak keluar, Hal itu membuat Mama Yuli bukannya takut tetapi justru membuatnya tertawa.
"Hahaha, sudah tidak mempan bagiku karena Aku tidak akan takut dengan tatapan horormu itu Sukma, Seharusnya kamu bicara jujur dan berteru terang kepadaku Bukankah aku ini adalah temanmu kamu datang ke sini menyuruhku meminta aku menunggu tetapi kamu masih mau main rahasia tidak mau jujur kepadaku dan tidak mau berterus terang padaku, jika begini lalu apa artinya Aku, lebih baik lain kali kamu jangan mengajakku karena Aku tidak kamu percaya dan tidak memiliki arti apapun bagimu, "ucap Yuli kecewa yang kemudian memasang wajah muram dan masam.
__ADS_1
Sukma mengulum senyum melihat sahabat Arisannya ngambek marah padanya.
" Bukan begitu Yul, Aku khawatir kamu akan membully Aku dan tidak setuju dengan rencanaku, untuk itu Aku tidak ingin kamu tau tapi baiklah jika kau ingin tau Akan kuberi tau kau, dengar baik-baik Aku meminta Gadis itu untuk tinggal di Rumah ku, "
"Apa? hei apa kau sudah gillaa menyuruh Gadis itu tinggal di Rumah mu, Wah gawat itu bisa menimbulkan perang besar Nanti selain itu Putramu pasti akan marah padamu, "
Sukma tersenyum miring mendengar perkataan dari Yuli sahabatnya yang mana dia memberikan penjelasan jika Apa yang dilakukan Sukma itu tidak benar dan akan membuat keributan di dalam rumahnya bahkan Putra satu-satunya akan sangat marah kepadanya.
"Aku belum selesai bicara kamu sudah main potong saja, apa Kau pikir aku ini bodoh apa Kau pikir aku juga mau dimarahi oleh Putraku serta mendapatkan image yang buruk di hadapannya.
Tentu saja Aku tidak mau Aku tidak sebodoh itu jadi Harusnya kamu bertanya Bagaimana cara Aku agar Aku terlepas dari semua tuduhan itu kamu pikir Aku mau dimaki dan dimarahi anakku sendiri, Aku tidak mau untuk itu Aku berpura-pura tidak akan tahu jika Gadis itu datang ke rumahku Aku hanya menemukan dia dan menawari dia pekerjaan dan kebetulan di rumah Aku membutuhkan seorang pembantu rumah tangga karena Aku Nanti akan menyuruh Bibi pulang ke kampung, karena dia sudah lama bekerja di tempatku dan belum pulang kampung dan Aku memberikan jeda waktu istirahat kepadanya selama 1 tahun dan selama itu sang Bibi bisa bersenang-senang dengan keluarganya di kampung sedangkan Aku mendatangkan pembantu baru yaitu Gadis itu, Bara tidak akan pernah tahu jika Gadis itu sebenarnya adalah suruhhanku dan sengaja Rencanaku untuk memasukkan dia di dalam rumah.
Aku akan berpura-pura tidak tahu karena Bara juga tidak pernah bercerita kepadaku Jika dia sudah memiliki istri kedua untuk itu Aku yakin sekali Bara pun tidak akan berani bicara macam-macam kita lihat saja nanti permainannya seperti apa. "
__ADS_1
"Busyet tidak kusangka kamu mertua Yang Licik Sukma, ternyata otak kamu cukup cerdas kamu melakukan semuanya dengan sangat sempurna Bara tidak pernah tahu jika Gadis itu adalah gadis yang sengaja kamu minta datang ke rumahmu, kamu berpura-pura Bertemu Dengannya di jalan dan memberikan penawaran pekerjaan sungguh luar biasa idemu Cemerlang sekali dan kamu memang benar-benar berbakat menjadi mertua yang kejaam, " ucap Yuli sambil terkekeh.
Mama Bara langsung memukul gemas bahu temannya karena dirinya dikatakan sebagai mertua yang kejaam.