DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 85.EMOSI


__ADS_3

Sukma tersenyum sambil meminta Yuli temannya untuk duduk, sementara Yuli teman Arisan dari Mama Bara menatap tak percaya dengan apa yang diucapkan Wanita paruh baya yang masih menyisahkan Wajah cantik nya.


"Apa Aku tidak salah dengar dengan apa yang baru saja kamu katakan? "


"Tidak, Aku bicara dengan serius, "


"Tapi kelakuan kamu ini salah Sukma masa iya, kamu mendukung perselingkuhan dari Putramu apa kamu ngak kasiani dengan menantumu itu, atau barangkali diantara kalian tidak pernah saling akur, apakah menantumu sangat berani padamu sehingga kamu tidak menyukainya? "


"Tidak, menantuku cukup baik tapi Aku tetap tidak bisa Terima dan jika saat ini putraku berselingkuh di belakangnya pasti wanita itulah penyebabnya. "


"Kenapa kau begitu yakin?


" Karena Aku sangat menggenal putraku, sudahlah jangan mempertanyakan itu lagi ini sangat menyakitkan, kita lihat saja apa yang mereka lakukan, kamu bantu Aku mencari obyek yang pas untuk Aku Potret, "


"Kau benar-benar gilaa Sukma, Nanti apa yang akan kau lakukan dengan semua ini? "


"Kamu jangan terlalu kepo biar Nanti Aku yang urus semuanya kamu diam dan tonton saja dari jauh. "


"Kau itu cantik lembut, ramah tapi ternyata mengerikan juga sikapmu, Aku hanya bisa berdoa semoga gadis malang itu tidak terlalu menderita karena sepertinya dirimu ingin membalas dendam dengan menyiksa batinnya, "


"Hhhhhh, tenang Yuli, Aku bukan monster Akupun akan pura-pura tidak tau, Aku juga hanya ingin menonton drama kehidupan mereka, Aku ingin melihat Wanita itu menyesal dan semua yang terjadi atas kecerobohannya, "


"Sukma kau yakin sekali dengan putramu dan kau juga sangat yakin semua karena kesalahan dari menantumu itu, "


"Aku ini Mamanya Bara sudah pasti Aku tau Putraku itu seperti apa, sudah kita lihat saja akan seperti apa mereka Nanti, Putraku sudah datang dari London dua satu hari lalu tapi dia tidak langsung menemui kami mungkin alasannya karena ingin menikahi Wanita itu barangkali sehingga dia beralasan sibuk dengan teman lama."


"Oh, jadi begitu Nanti kira-kira istri muda dari putramu di perkenalkan padamu atau tidak ya? "


"Kemungkinan Tidak, putraku tidak akan menunjukkan sisi buruknya pada keluarga tapi Aku ini kan Mamanya Aku ada rencana yang bagus untuk mereka, "


"Rencana bagus, maksud kamu apa? "


"Sudah kamu tunggu saja kabar dari Aku bagaimana sudah dapat gambar fotret gadisnya yang lebih jelas dan bagus? "


"Tenang, nih lihat cukup kan dua foto ini? "


"Cukup, Ayo sekarang kita pergi, "


"Pergi? " apakah kamu tidak ingin menunggu mereka? "


"Tidak, Aku mau ke petugas yang menangani pernikahan mereka, "


"Mau apa lagi? "


"Sudah ikut saja Nanti kau juga akan tau,"


Tampak Teman Arisan Mama Bara menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan.


"Baiklah Ayo, "


Bergegas keduanya kini melangkah pergi keluar dan langsung menuju ke lantai atas tempat pendaftaran suatu pernikahan.


"Tok..!

__ADS_1


" Tok..!


"Masuk...!


" Trimakasih, Pak. Ayo Yul masuk, " ajak Mama Bara pada teman Arisan nya.


Setelah mengambil posisi untuk duduk tanpa basa-basi lagi Mama Bara langsung mengatakan niat dari kedatangannya sebelum orang yang ada di depannya bertanya.


"Maaf, Pak. saya ingin tau benarkah Wanita ini menikah dengan laki-laki ini disini? "


"Oh, ini benar Bu mereka baru saja melangsungkan pernikahan, "


"Sekali lagi maaf, kalau boleh tau siapa Nama dari gadis ini, "


"Sebentar saya lihat dulu di jadwal pendaftaran. "


Laki-laki itu segera membolak-balikan buku mencari Nama dari pasangan foto yang ditunjukkan Mama Bara kepadanya.


"Ini sudah ketemu, untuk pihak laki-laki dia bernama Bara Wijaya dan untuk yang perempuan pasangannya bernama Arum indarsari. "


"Oh jadi Nama mempelai Wanitanya Arum Indarsari, baik trimakasih atas Informasinya kami permisi dulu, Ayo Yul kita pergi, "


Mama Bara dan Teman Arisannya mulai melangkah menuju ke tempat parkir mobil dan tidak menunggu lama mobil merekapun akhirnya berjalan meninggalkan tempat itu.


Di dalam ruangan Restoran Arum tersenyum dengan sangat sumringah sangat terlihat jelas raut Wajah kebahagiaan yang sedang terpancar dari Wajahnya dan hal itu sungguh berbeda dengan raut Wajah Laki-laki yang ada disampingnya terlihat masam.


"Mas mau makan apa Aku sangat lapar sekali, "


"Karena siang ini cuacanya sangat panas kita pesan makanan lalapan Ayam bakar saja bagaimana? "


"Terserah kamu, "


Entah mengapa Arum merasa sangat kesal dengan sikap Bara yang begitu dingin dan kaku, terlihat beberapa kali Arum mendengus kesal, tapi beberapa menit kemudian dia tersenyum.


"Baiklah Aku akan pesan lalapan Ayam Bakar. "


Arum segera bangkit dari duduknya dan berjalan kedepan untuk menekan makanan.


Tampak Bara menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan kasar, tangannya berkali-kali menekan satu nomor yang sedari tadi dia hubungi tidak tersambung.


"Ini Nesa kenapa sih, kenapa sudah siang begini ponsel hpnya mati, apa dia ngak mikir Aku bakal bingung ngubunginya, Araaaaang.. menyebalkan, mana ini cewek semakin ngelunjak lagi, benar-benar bikin muak. " geram Bara dengan tangan menggepal kuat di bawah meja.


"Mas, Aku sudah pesan dan Aku minta kita di dulu kan karena sudah lapar dan akan bayar lebih. "


Melihat Bara diam saja akan tetapi raut wajahnya menampakkan suatu kemarahan membuat Arum bertanya.


"Mas kamu kenapa? "


"Kamu itu bodoh apa, sudah tau Aku kesal masih juga bertanya, "


"Mas, kenapa kamu mesti kesal kan seharusnya Mas Seneng punya dua Istri, Nah itu makanan kita ayo kita makan. "


"Aku tidak lapar. " tolak Bara dengan sangat dingin.

__ADS_1


"Mas apa mau Aku suapin, "


"Sudah Aku bilang Aku tidak lapar, " teriak Bara dengan suara keras yang tanpa sadar langsung menjadi pusat perhatian dari seluruh pengunjung restoran.


"Maaf, jangan paksa Aku tidak lapar, " ucap Bara mencoba bicara dengan sedikit lembut.


Arum menundukkan kepala sungguh serasa malu dibentak di tempat Umum.


Tiba-tiba dari arah bangku yang lain bangkit seorang Wanita yang sedikit gendut mendekati tempat duduk Bara.


"Baby.. kau mau kemana? " cegah salah satu pria berbadan kurus pada Wanita yang sedikit gendut, rupanya mereka berdua adalah sepasang Suami-istri.


"Kau diam disitu, Aku mau kesana, "


"Hei, jangan itu urusan orang lain, "


"Diam, kalau berani melarang Aku pecat kau dari jabatan Direktur di perusahaan Papaku, "


Laki-laki kurus yang malang akhirnya dia diam setelah mendapatkan Ancaman dari Wanita bertubuh gendut yang baru beberapa jam lalu sudah resmi menjadi Istrinya.


Dengan langkah yang tegap Wanita itu berjalan mendekati meja tempat Bara dan Arum makan


"Braaaakkk..!


Tanpa basa-basi Wanita itu tiba-tiba menggebrak meja tempat makan Bara dan Arum sontak saja ulah dari Wanita gendut ini langsung jadi sorotan para pengunjung, bahkan Bara yang kalau itu duduk melamun dengan wajah masam dan Arum duduk dengan Wajah menunduk karena malu dengan sikap Bara yang baru saja membentaknya di tempat umum menjadi terkejut keduanya langsung tengadah dan parahnya Wanita itu langsung marah-marah pada Bara sambil menunjuk nunjuk dengan jari.


"Dasar laki-laki brengsek...! Laki-laki kurang ajaar, laki-laki tidak tau diri bisa-bisanya lo bersikap kasar pada pasangan lo, otak lo dimana, sebagai laki-laki apalagi suami itu harus tanggungjawab, dan cowok model begini bisa dipastikan dia sudah ambil dan rampas kehormatan istrinya lebih dulu, makanya sekarang bisa bentak dan marah marah seenak perutnya."


"Hei, Nona gendut jaga bicaramu? "


"Apa, beraninya lo ngatain gue gendut, kurang ajar, trima ini, "


Wanita itu sudah mengangkat tinggi tinggi tangannya dan hendak dilayangkan ke wajah Bara akan tetapi ditahan seorang laki-laki kurus yang tdi duduk bersamanya.


"Baby... sudah kita pulang ngapain lo ikut campur urusan mereka?


" Tapi dia itu, sudah, ___


"Sudah-sudah itu bukan urusan kita, Maaf Mas Maafkan istri saya dia memang kurang dari 100℅, "


"Enak saja kanu ngatain Aku gilaa, "


"Baby bukan gilaa cuma kurang 100% saja, ucapnya sambil menarik tangan Wanita itu pergi.


Bara yang sudah dibuat malu ditempat umumpun langsung menarik tangan Arum.


" Kita pergi...! "


"Tapi Mas Makananku bagaimana, Aku balum makan? "


Bara tidak memperdulikan perkataan Arum setelah meletakkan beberapa lembar uang untuk makanan yang belum sempat mereka makan Bara langsung menarik tangan Arum untuk pergi dari tempat itu.


Meskipun serasa kecewa dan sedih karena makanan lalapan Ayam bakar yang menggiurkaan itu belum sempat dia makan akan tetapi diam-diam Arum tersenyum dalam hati karena Bara berjalan sambil menegang tangannya.

__ADS_1


__ADS_2