
Di dalam kamar mandi seorang gadis sedang menangis tersedu hingga tidak memperdulikan Air Shower yang terus menguyur tubuh nya.
"Aaaaa....hizk....hizk..mengapa Aku begitu bodoh Aku begitu yakin jika Pak Bara akan bertanggungjawab padaku tapi lihat apa yang terjadi sekarang, jangan kan untuk bertanggungjawab menolehkupun tidak, Aku bagaikan wanita malam yang bisa dia pakai, dia buang dan dia tinggalkan sesuka nya, sekarang ap yang harus Aku lakukan dia telah merengut mahkota ku dia sudah mengambil apa yang menjadi kebanggaan dari seorang Wanita sekarang Aku harus bagaimana? "
Hampir dua jam lamanya Arum terus menguyur tubuh nya dengan Air Shower yang dingin, setelah merasa lelah akhirnya Arum keluar dari dalam kamar dengan gontai dan dengan langkah yang tertatih akibat malam panaas yang dilakukan Bara kepada nya membuat Arum sedikit kesulitan untuk berjalan.
"Drrrt....
" Drrrt..
"Drrrrt... !
Perlahan-lahan Arum mengambil benda pipih yang ada diatas narkas ketika ponsel hpnya berbunyi.
Dengan perasaan malas dan dengan rasa yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata Arum menggangkat telpon nya.
" Halo..!
"Arum, kapan kamu pulang, Abang sudah dari semalam ada didepan rumah kontakan kamu seperti gelandangan, dan ya kenapa telpon kamu tidak kamu angkat semalam menangnya kamu ada dimana cepat pulang Aku lapar, "
"Abang, sudah datang. "
"Pakai Nanya lagi, cepat pulang Aku lapar apa kamu mau Aku mati kelaparan hah, cepat pulang, " bentak suara dari sebrang yang kemudian langsung mematikan sambungan telpon nya.
Seolah lupa dengan apa yang terjadi pada dirinya Arum bergegas meraih tas selempang kemudian keluar dari kamar hotel dan memanggil taksi dan ketika Arum hampir sampai dan dekat dengan rumah kontakan nya Arum meminta pada sopir taksi untuk berhenti .
Arum membeli tiga kotak nasi geprek masakan orang Indonesia yang ada di kota London.
Setelah semuanya selesai Arum segera masuk kedalam taksi kembali dan meminta pada sopir taksi untuk segera mengantarkan dirinya pulang ke rumah kontakan nya.
Arum segera mengulurkan uang kepada sopir taksi sebelum Arum turun.
"Trimakasih, Pak, " ucap Arum kepada sopir taksi.
Arum berjalan sedikit terseok memasuki halaman rumah nya.
"Arum..? dari mana saja kamu kenapa semalam tidak pulang hah? "
"Abang, Faisal sampai di London pukul berapa? "
"Haiss, kamu kalau ditanya itu Di jawab bukan malah balik bertanya, "bentak laki-laki yang ada di depan nya.
"Maaf, Bang, Arum nginap di rumah teman jawab Arum dengan menunduk, sungguh Arum tidak akan berani bilang jika dirinya habis di perkosa, karena bagi Arum mengadu pada laki-laki yang ada di detnya akan sama saja dengan bunuh diri, karena sifat laki-laki yang ada di depan nya sangat teramental.
" Sungguh Arum merasa sangat takut jika sampai Abangnya tau jika Arum bukan nginap di Rumah teman tapi justru habis di perkosa Bos majikan.
"Sudah cepat buka pintunya sudah pegal kakiku dan sudah lapar perutku, "
"Baik, Bang, "
Dengan cepat Arum membuka pintu rumahnya dengan kunci yang ada di tangannya setelah pintu terbuka Faisal segera masuk lebih dulu kemudian duduk di sofa dengan bersilang kaki.
"Cepat berikan makanannya Aku sudah lapar, "
"Baik, bang, "
__ADS_1
"Dengan sedikit tergesa-gesa Arum masuk ke dalam dapur untuk mengambil piring.
Faisal yang memperhatikan langkah kaki Arum sedikit terseok seok sedikit merasa curiga akan tetapi Faisal mencoba untuk tidak bertanya karena yang terpenting saat ini perutnya segera di isi.
"Ini Bang..!
Arum meletakkan Nasi bungkus di depan meja dengan dua piring sebagai alas temptnya.
" Untuk apa piring ini, tidak perlu, ambilkan saja Air untuk cuci tangan Aku mau makan dengan tangan. "
"Oh, iya Bang tunggu sebentar, "
Buru-buru Arum masuk ke dapur dan mengambil baskom yang suka di isi dengan Air.
"Ini Bang. '
" Hmmm, Ayo makan..!
Arum menatap haru sosok laki laki yang ada di depannya dimana Abangnya makan dengan sangat lahap geprek yang dia pesan, tidak menunggu lama satu kotak geprek sudah habis .
"Yang ini juga buat Aku kan? "
"Iya, Bang, itu untuk Abang, "
Dengan cepat dan dengan lahap kembali Faisal menikmati geprek.
"Ini sangat enak, Arum, oh ya kamu sudah gajian kan?
" Iya, Bang sudah,"
"Bang kan ini jatah bagian Arum, punya Abang kan sudah dua, "
"Alaa brisik, lo, Nanti lo bisa beli lagi Apa lo ngak sayang sama Abang mu ini hah, '
" I-Iya bang,'
"Nah begitu kamu harus nurut sama Aku ingat kalau tidak ada Aku kamu sudah mati. '
" iya Bang. "
Akhirnya Arum hanya makan geprek sambelnya sedangkan Abang nya Faisal makan tiga potong Ayam geprek dengan dua kotak bungkus Nasi.
Arum juga sangat menikmati makamnya meskipun hanya dengan sambal geprek.
Faisal langsung bergelegek ketika selesai makan.
"Kamu kalau makan jangan lelet begitu cepat setelah itu cepat ambilkan uangnya, Aku juga mau buru-buru pulang. "
"Iya, Bang, "
Arum sedikit buru-buru menyuapkanmenyuapkan Nasi dan sambal geprek kedalam mulut nya, kemudian mencuci tangan dan bangkit masuk ke dalam kamar setelah membersihkan bekas makanan mereka.
Faisal memperhatikan Arum dengan tidak berkedip.
"Arum, berhenti kamu? "
__ADS_1
"Iya, ada apa Bang?
" Kenapa jalanmu bisa keook begitu? "
"Ja-jalanku, ah tidak apa-apa Bang ya memang begini jalanku.
" Arum...???
Faisal yang temperamen langsung menarik rambut Arum sehingga Arum menjerit kesakitan.
"Abang.. kenapa Rambut Arum ditarik sakit bang. "
"Berani kamu ya, jawab kenapa jalan mu seperti itu, kamu pikir Aku bodoh, itu jalan orang yang habis melakukan hubungan, sekarang jawab semalam kanu habis jual diri ya..? "
"Ti- tidak Abang.?
" Tidak... Hahaha.. mau jadi Wanita gatal rupanya kamu , kurang ajar... Plaaak... plaak..
'Ah, Ampun Bang sakit..!
"Beraninya kamu jual diri hah dasar Wanita sialan, "
Dengan garang Faisal kembali menarik rambut Arum.
"Bang... sakit..! teriak Arum sambil menangis.
"Apa seperti ini didikan yang kamu dapat dariku hah... kamu memang pantas di hajar dan di nunuy Arum...?
" Abang.. Ampun..!
Faisal yang kalap tidak mendengar teriakan dari Arum dia terus memukul dan menyeret dan menjambak Rambut Arum.
Arum berteriak-teriak kesakitan.
"Ampun Abang...!
" Tidak ada Ampun untuk wanita murahan dan pelaaa cuur seperti kamu trima ini...
"Arum bukan palaaaa cuuurr , Aku diperkosa....
" Deg...
Fait segera menghentikan siksaan nya mendengar wanita didepan nya menguatkan jika dia telah diperkosa.
"Siapa... siapa bajinggan itu Arum..
karena Arum diam saja Faisal mengoyangakn bahu Arum.
" Jawab...!
"Boss, Arum."
"Kurang ajar biar Aku selesaikan dia..
" Abang.. jangan Abang mau kemana...?
__ADS_1
Faisal tidak memperdulikan teriakan Arum dia bergegas keluar , sementara Arum bangkit dengan tertatih tatih.