DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 42.MASIH CINTA


__ADS_3

Melihat sikap Rendra yang aneh Robi sedikit was-was dan merasa bingung, Rendra kali ini begitu tenang dan santai, akan tetapi pancaran matanya menyiratkan sebuah duka yang dalam, kekecewaan yang sengaja dia tahan dan pendam.


Robi berjalan mengamati setiap gerak gerik dari Boss sekaligus teman dekatnya, ada satu yang hilang dari Rendra, keceriannya mulai pudar.


Sering diam dan tidak lagi suka bercanda bahkan bicara pun hanya seperlunya.


Robi menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan.


"Ren, lo yakin besok lusa mau balik ke Jakarta? " Apa lo ngak mau tinggal sedikit lama agar lo bisa lebih lama dengan Anak lo, "


"Tidak Rob, di jakarta Aku kan juga punya banyak pekerjaan, jadi kita harus selesaikan pekerjaan kita bukan, Mikha kan ada Mama dan Papanya jadi Aku mana perlu. "


"Rendra, bicara mu itu lho kenapa begitu, sudah pasti perlu wong kamu itu bapak kandung nya Mikha, "


Rendra tersenyum kecut.


"Sudah jangan di bahas lagi Aku mau tidur kepala ku masih sedikit sakit, jadi Aku harus banyak beristirahat bukan, "


"Kau benar, beristirahat lah, Aku sebentar lagi, Aku mau lihat dan cek semuanya jika lusa kita jadi balik ke Jakarta."


Rendra mengulum senyum melihat sahabat nya sok sibuk padahal Rendra yakin, semua tinggal angkat karena semua masih tertata rapi.


Perlahan-lahan Rendra memegangi kening nya yang masih ada sedikit perban.


"Kenapa Aku tidak Amnesia saja, biar Aku tidak mengalami kepahitan ini, rasanya sangat sakit, mungkin inilah takdir yang harus Aku Terima. " gumam Rendra dalam hati sambil memejamkan kedua bola matanya sementara pikiran nya melalang buana entah kemana, cuma mata saja yang terpejam tapi seluruh pesendian saraf, otak dan pikiran tidak bisa terpejam.


"Mikha putri ku apakah kita akan bisa bersama Nak, kamu pasti juga lebih mencintai Papa Bara mu dari pada Aku sama halnya seperti Mama mu yang dia lebih mencintai Papa Bara kamu, Smoga kamu dan Mama bahagia selalu Nak, andai kan ada sedikit cinta mu untuk Papa mu ini kelak carilah Papa di jakarta, Papa akan selalu menunggu, smoga ada takdir yang lebih baik untuk kita, "


Malam yang semakin larut setelah Bara berpamitan dengan salah satu teman kerjanya yang meminta bertemu di kantor Perusahaan Bara dimana membuat Bara mau tidak mau harus datang akhirnya selesai sudah.


Berkali-kali Bara melihat ponsel hpnya yang terlibat masih tenang dan tidak ada pergerakan.


"Ada apa ini, kenapa HP Vanessa tidak aktif dan ketika aktif panggilan telepon ku tidak dia jawab, Apa Vanessa berada di luar kamar Hotel dan belum balik ke kamar, ataukah ponsel HP nya sedang di cas, kenapa Aku jadi kepikiran begini seharusnya Aku bawa Vanessa pergi bersamaku agar Aku tidak resah begini, "


Bara mempercepat laju mobilnya berharap agar bisa sampai di hotel tempat nya menginap dengan segera.

__ADS_1


Di dalam kamar Vanessa duduk termenung tatapan matanya kosong bibir nya terkatup rapat,


"Bagaimana, Aku mengatakan pada Mikha jika Mas Rendra itu Papa nya dan apa Aku sanggup harus bertemu lagi, kehadiran mu membuat pening kepala ku saja Mas, apa kamu tau, Aku sudah hampir bisa melupakan mu tapi kenapa disaat Aku mau menata lembaran kehidupan baru bersama dengan Mas Bara, kamu harus datang apa kamu tau, Aku harus memulai dari Nol lagi untuk bisa belajar mencintai Mas Bara dan hal itu tidak muda, sekarang Aku bisa apa, besok pasti ada banyak permintaan mu tentang Mikha dan Aku apa iya, Aku harus menuruti ke egoisanmu, bagaimana ini, Mikha pasti akan terkejut dan bisa jadi Marah, Aku hafal sekali Mas Rendra pasti mengatakan dengan egois kalau dia Papanya dan pasti juga meminta Mikha untuk mau tinggal bersama nya dan jika Aku tidak datang pasti Mas Rendra akan berbuat Nekad, Aku hanya khawatir Mikha akan Syok dan tidak siap menerima ini sedangkan Aku ingin Agar Mas Rendra tidak mengatakan kalau dia adalah Papanya sudah pasti Mas Rendra akan menolak dan marah dia pasti bilang, jangan mengambil Hakku sebagai Papanya, huuuffp, bikin pusing saja. "


"Cklekk..!


"Kenapa pusing sayang? seharusnya Aku yang pusing kenapa Kamu tidak menerima telpon dariku dan kemudian kenapa ponsel HP kamu tiba-tiba mati dan tidak bisa Aku hubungi."


"Mas Bara..!"


"Kenapa tidak mengetuk pintu bikin kaget saja."


"Memangnya istriku lagi memikirkan apa, kok bisa sampai kaget begitu,"


Bara mendekati istri nya sambil mrngecup kening sangat istri.


"Tidak ada Mas, "


"Tadi belum menjawab pertanyaan ku, kenapa ponsel HP kamu mati? "


"I-itu, karena Batrenya habis,"


"Itu, Aku tidak tau ada panggilan masuk, "


"Kamu tidak tau, memangnya waktu itu kamu lagi dimana? "


"A-aku..! "


Bibir Vanessa terasa tercekat ingin membuat alasan akan tetapi tidak ada alasan yang muncul di dalam pemilkirannya,Vanessa sengaja mematikan ponsel hpnya agar Bara tidak menelpon dan mengaggu dirinya kalau mengobati luka Rendra.


Waktu itu Vanessa sedikit panik karena darah yang ada di kening Rendra menetes cukup banyak, sehingga dirinya malas untuk menerima telpon ataupun diganggu dalam telpon.


"Sayang, kenapa diam, memangnya kemana kok tidak menganggap telponku dan setelah itu kamu matikan, "


"Aku kan pergi ke Restoran bawah untuk makan jadi Aku lupa tidak membawa ponsel HP kemudian HP batrenya habis "

__ADS_1


"Baiklah, sayang, ayok..!


"Apa?


" Itu, masak ngak tau, enak masih kurang Ayok, "


Tanpa menunggu jawaban Bara langsung mengendong tubuh Vanessa dan membawanya Naik ke atas Ranjang.


Tanpa menunggu jawaban apapun Bara mulai mencium dan bergrilya, akan tetap tangan halus Vanessa dengan sigap menahannya.


"Mas Aku lagi ada tamu untuk saat ini, "


"Apa, ada tamu artinya kamu lagi datang bulan? "


"Iya Mas, Maaf '


Perlahan lahan Bara bangkit dari mengkungkung istri nya.


" Tumben cepat, tadi pagi kan belum, "


"Iya, baru sore tadi Mas, "


"Ok, baiklah, tidak jadi deh bulan madunya." lirih Bara dengan perasaan kecewa.


Bara yang sudah merasakan nikmatnya bercinta dan ingin mengulang lagi terpaksa hassrat itu harus dia pendam untuk beberapa hari kedepan.


Sedangkan Vanessa membetulkan letak kancing baju yang hampir lepas.


"Baiklah, sekarang Ayo kita tidur, "ajak Bara pada sang istri.


" Maaf, Mas Aku mau ke kamar mandi dulu, Mas Bara tidur saja dulu. "


Meskipun ada perasaan kecewa Bara tidak bisa berbuat apa-apa selain mengijinkan sangat istri dan dia harus tidur sendiri.


Jika harus jujur ada perasaan kecewa karena keinginan nya gagal, akan tetapi Bara tidak bisa berbuat apa apa.

__ADS_1


Sementara di dalam kamar mandi Vanessa menatap wajahnya di cermin.


"Maafkan Aku, Mas. Aku tidak bisa Aku ingin membuat mu senang dan bahagia tapi entah kenapa rasanya sulit, kehadiran Mas Rendra benar benar membuat Aku tak bisa menghianati dirinya Aku benar-benar bukan istri yang baik, Aku tidak tau apakah ini artinya Aku Masih Cinta Pada Mas Rendra, beri Aku Waktu sedikit lagi, untuk hari ini Aku belum bisa tapi lain Waktu Aku akan berusaha untuk lebih mencintai mu. "lirih Vanessa dalam hati.


__ADS_2