DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 196.PINGSAN


__ADS_3

Wajah laki-laki yang bertugas menjaga Mikha dan Mba Sri langsung berubah menjadi merah, dirinya benar-benar merasa kesal dan geram ternyata Mikha dan Mba Sri kabur melarikan diri.


"Tunggu kalian tidak akan bisa lari dariku..! "


Dengan sangat cepat laki-laki itu berlari mengejar hingga membuat jarak antara Mba Sri, Mikha dan laki-laki itu kini semakin lebih dekat.


Mba Sri yang melihat hal itu semkin gusar dan Panik di mana salah satu laki-laki penjaga yang kala itu bertugas untuk mengawasi dirinya dan Mikha sedang mengejar dirinya, bahkan jarak antara dirinya dan laki-laki yang sedang mengejarnya sudah mulai dekat, Hal itu membuat Mbak Sri berlari lebih kencang sambil menarik tangan Mikha.


"Mikha sayang ayo lebih cepat..!


" Iya Mba."


Mikha dan Mba Sri berlari dengan sangat kencang mereka tidak mau tertangkap untuk yang kedua kali.


"Kurang Ajar Wanita pengasuh itu cukup gesit pula larinya, Aku harus membuat kejutan buat Mereka berdua mereka pikir apakah Aku ini bodoh dan bisa dikalahkan hanya dengan seorang pengasuh yang pekerjaannya hanya memasak saja, kita lihat kejutan apa yang akan Aku berikan kepada kalian." Gumam laki-laki yang mengejar Mba Sri dan Mikha.


laki-laki sang pengajaga yang mengejar Mbak Sri dan Mikha menghentikan langkah kakinya kemudian dengan gerakan sangat cepat memutar balik arah sehingga dirinya tidak lagi mengejar berlari di belakang Mbak Sri dan Mikha akan tetapi laki-laki itu memilih jalan lain.


Mbak Sri yang berlari di mana dia sesekali menoleh ke belakang dan kalau tidak mendapati laki-laki sang penjaga yang mengejar dirinya Mbak Sri segera menghentikan langkah kakinya.


Mbak Sri menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan sangat perlahan.


"Berhenti Non, sepertinya laki-laki penjaga itu sudah tidak mengejar kita lagi Buktinya dia tidak ada di belakang kita lagi sekarang Non Mikha bisa bernafas dengan lega dan tenang, kita bisa pergi dengan aman karena sepertinya laki-laki itu sudah kehilangan jejak kita dan Tertinggal jauh di belakang. "


"Apa benar Mba, " seru Mikha yang juga langsung ikut menghentikan langkah kakinya kemudian menoleh ke belakang, Mikha tersenyum senang karena apa yang dikatakan Mba Sri pengasuhnya adalah benar, dibelakangnya sudah tidak ada lagi laki-laki sang penjaga yang telah menawaan dirinya.


"Wah benar Mba Sri benar orang itu sudah tidak ada mungkin dia memang sudah ketinggalan jauh Ayo Mba kira lari lagi biar makin jauh. "


"Memangnya Non Mikha tidak capek, kalau capek tidak apa-apa kita beristirahat sebentar."


"Tidak apa-apa Mba, Mikha tidak capek Mikha ingin segera bertemu dengan Papa dan Mama pasti mereka cemas terutama Papa Bara, kasian pasti sangat cemas dan khawatir karena Mikha sudah dua hari tidak pulang. "

__ADS_1


Mba Sri yang mendengar celotehan poloos dari Non Mikha hanya tersenyum simpul sambil menggelengkan kepalanya kemudian mengikuti langkah Kaki Mungil Mikha yang berlari lebih dulu di depannya, meskipun sesungguhnya hati Mbak Sri begitu sangat kesal dan geram karena dia sangat mengetahui dan memahami Siapa yang telah membuat dirinya dan Nona pengasuhnya berada di tempat itu, bahkan tertawan hingga dua hari lamanya, semua terjadi karena perintah dari Tuan Bara Papa dari Non Mikha yang selalu dibangga-banggakan oleh Putri angkatnya.


"Kena kau..!


" Aaaaah....!Tolong...!Mba Sri Tolong Mikha...!


Mikha yang berlari lebih dulu dan tidak menyadari ternyata di depannya sudah berdiri seorang laki-laki bertubuh tinggi tegap menangkap dirinya di mana laki-laki itu adalah sang penjaga yang ternyata tidak mengejar lari dari Mikha akan tetapi menunggu di depannya dengan jalan memutar arah dan hal itu tidak disadari oleh Mbak Sri maupun Mikha, suara jeritan dan tangisan Mikha yang berteriak meminta tolong membuat Mbak Sri terkejut dan tertegun dengan spontan Mbak Sri berteriak.


"Lepaskan Non Mikha, jangan lukai dia awas saja jika berani melukainya. "


Teriakan dan seruan Mbak Sri agar laki-laki sang penjaga melepaskan Mikha sepertinya tidak didengarkan oleh sang penjaga dia justru tertawa dan berjalan mendekati Mbak Sri.


Mbak Sri kala itu merasa sangat tegang Dan Panik melangkah mundur yang tanpa dia sadari kakinya menabrak sebuah ranting kayu yang cukup besar dan panjang meskipun ukurannya tidak terlalu tebal akan tetapi cukup kuat jika digunakan untuk memukul lawan yang ada di depannya.


Menyadari dirinya hampir terjatuh karena kakinya menabrak ranting yang ada di belakangnya diam-diam Mbak Sri mundur dengan sedikit melangkah ke belakang sambil sedikit membungkuk dan dengan gerakan cepat tangan Mba Sri langsung meraih ranting panjang yang ada di belakang kakinya dengan pandangan mata lurus tajam ke depan, akan tetapi kaki dan tangannya bergerak sangat cepat dan dengan sangat cepat pula Mbak Sri segera Mengayunkan ranting panjang yang sedikit tebal ke arah pinggang Sang laki-laki penjaga dengan sangat kuat, sehingga laki-laki itu dengan gerakan spontan mengaduh kesakitan dan tanpa sadar melepaskan genggaman tangannya yang sedang mencengkram Mikha.


Melihat hal itu Mba Sri tidak menyia-nyiakan kesempatan dirinya segera meraih tangan Mikha dan membawanya lari.


Menyadari dirinya telah terkecoh dan dipermainkan oleh Mba Sri sang Laki-laki penjaga itupun segera mengejar dengan sangat kencang.


Mbak Sri yang menyadari hal itu sangat panik dan terus berusaha berlari sambil menarik tangan Mikha agar lari mereka kencang.


laki-laki sang penjaga yang mengetahui Mbak Sri sangat panik berlari dengan sangat kencang menyunggingkan sebuah senyuman miring kemudian dengan gerakan sangat cepat agar bisa menjaga itu mempercepat larinya dan tangannya langsung menyambar tangan Mbak Sri.


"Kena kau...!


Mendengar suara itu Mikha menghentikan langkah kakinya dan menatap Mba sri dengan sangat panik dan takut Mikha menangis sambil berteriak.


"Huaaaa, huaaaa, lepaskan Mba Sri jangan ganggu dan sakiti dia..!


" Anak manis ayo mendekatlah dan ajak Mba pengasub kamu pergi. "

__ADS_1


Mikha yang sangat tegang Dan Panik mulai melangkah maju tapi belum ada satu langkah Mbak Sri sudah berteriak menghentikan langkah kaki dari Mikha.


"Non Mikha lari jangan mendekat, lari Non...!


" Tapi Mba Mikha takut, "


"Lariiiii.... jangan hiraukan Mba Sri cepat lari..!


Seruan Mbak Sri untuk yang kedua kali akhirnya membuat Mikha mendengarkan dan langsung dengan gerakan spontan berlari menjauh Apa yang dilakukan Mbak Sri membuat laki-laki penjaga merasa sangat geram dan kesal hingga memberikan pukulan kepada Mbak Sri karena telah menggagalkan dan membuat Mikha pergi menjauh sementara dirinya tidak bisa mengejar dikarenakan kakinya digenggam dengan sangat kuat oleh Mbak Sri yang kala itu terjatuh akibat pukulan dari kaki sang penjaga yang sedang marah.


laki-laki sang penjaga semakin marah dan murka dengan sikap Mbak Sri yang menghalangi langkah kakinya untuk berlari mengejar Mikha hingga Mikha tidak lagi terlihat dari pandangan mata.


"Kurang ajar burung kecil itu lepas karena ulahmu untuk itu trima hukuman dariku ini, "


"Buugh, Buugh Duuuuz Duuuuz... Duuuuz.. ;


Pukulan demi pukulan Mbak Sri terima dengan bibir yang terus menjerit dan mengeluarkan rintihaan suara kesakitan hingga akhirnya Mbak Sri terjatuh pingsan.


" Benar-benar kurang ajar kau, "


"Duuuuuzzz... Duuuuzz. . . !


" Aaaaah...!


sementara Mikha yang berlari tidak tahu arah mulai menangis sambil meminta tolong di mana suasana yang sudah mulai gelap membuatnya semakin ketakutan.


"Tolong... Huaaaa... Huaaaaa Papa, Tolong Mikha, Huaaaa, huaaaaa. "


Hening dan sepi tidak ada jawaban apapun hal itu semakin membuat Mikha merasa ketakutan, karena Mika berlari sambil menangis dan tidak bisa melihat jalan dengan sangat jelas tanpa sengaja Mikha menginjak tanah yang terlalu ke pinggir dimana tanpa Mikha sadari hal itu membuat kakinya tergelincir.


"Aaaaaaaaaaahhh....!

__ADS_1


Tubuh Mikha limbung dan langsung jatuh akan tetapi tepat pada saat yang bersamaan sebuah tangan kekar menangkapnya sehingga Mikha tidak jadi jatuh tergelincir di pinggir jalan yang pinggir tepinya sangat miring dan dalam ke bawah.


"


__ADS_2