DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 51.PENYESALAM


__ADS_3

Mobil yang membawa Vanessa terus melaju meninggalkan tempat di mana Rendra kala itu sedang berdiri sambil berteriak memanggil-manggil nama Vanessa.


Rendra tidak menyangka jika pertemuannya kali ini pun dia juga akan membuat masalah dan akan membuat orang yang dicintainya semakin marah dan membencinya, karena sikap bodoh dan juga kehilafan dalam perasaannya yang tidak bisa mengendalikan diri.


Penyesalan Selalu Datang dan hadir di belakang dan terkadang untuk menghapus rasa penyesalan itu pun sangat sulit, bahkan bisa jadi penyesalan itu akan selalu ada dan selalu membayangi di setiap langkah semua insan yang melakukannya.


Dengan perasaan hancur dan juga dengan langkah yang gontai Rendra memanggil toksi online kemudian kembali ke hotel di mana Dirinya menginap.


Bukan pertemuan yang indah yang dia ciptakan untuk keluarga ya kecil yang sesungguhnya sangat dia impikan, akan tetapi justru pertemuan yang menyakitkan di mana kebencian dari orang yang dia cintai lebih mendalam lagi.


Kesal dan menyesal terlihat beda tipis karena keduanya sangat menyakitkan kemudian menghembuskannya dengan perlahan mobil taksi yang membawanya kembali ke hotel sudah sampai di halaman hotel dengan cepat Rendra mengeluarkan lembaran uang merah kepada sopir taksi kemudian turun dan melangkah masuk ke dalam hotel.


Rendra tidak ingin bersantai ataupun menghabiskan waktu di restoran hotel bawah karena hati dan pikiran Rendra sedang kacau, untuk itu Rendra segera naik ke lantai atas.


Membuka pintu dengan sangat perlahan-lahan agar Robi tidak mendengar nyanya.


Malam ini benar-benar sangat kacau dan juga sangat meresahkan, ini kali kedua dirinya menyakiti dan membuat Vanessa membenci dirinya kini Rendra benar-benar bertekad untuk tidak lagi mengganggu dan menampakkan diri di hadapan Mantan istrinya, karena sesungguhnya apabila bertemu dengan Vanessa jujur hati Rendra tidak bisa menahan perasaan hatinya sehingga kehilafan dan kekhilafan akan terus berulang dan terulang.


"Kamu baru pulang Ren, seharian ini Aku tidak melihat mu kamu habis dari mana?"


Rendra berpikir Robi tidak ada di kamar karena ketika pintu dibuka kamar terlihat begitu sepi dan sangat legam akan tetapi ternyata Robi berada di dalam kamar mandi dan sekarang Robi lagi lagi sedang mengganggu dirinya, dengan bertanya tentang sesuatu hal yang ingin sekali Rendra lupakan dimana perasaan menyesal itu kini sedang berkecamuk di dalam hatinya,


" Hari ini aku tidak ingin menjawab pertanyaan apapun darimu, Aku ingin beristirahat kalau kamu ingin keluar makan keluar makan sendiri lah, Aku mau beristirahat dan Tolong jangan ganggu aku, "


Robi mendelik mendengar perkataan dari Rendra kini Robi baru menyadari jika Rendra sedang memiliki masalah karena tidak biasanya Rendra bersikap dingin dan acuh dan Robi yakin semua berhubungan dengan Vanessa.


" Apa kalian Bertengkar Lagi Memangnya Apa yang kamu lakukan pada Vanessa sehingga kali kamu kembali bersikap seperti ini, apakah kamu memaksa dirinya, Bukankah sudah ku bilang Jangan bersikap kasar dan maksa Vanessa karena hal itu akan berakibat Kamu tidak akan bisa melihat Anakmu lagi dan Aku yakin setelah ini Vanessa akan menjauhkanmu dari putrimu tidak bisa kamu temui lagi, "


"Sudah terlambat, sudahlah jangan dibahas lagi, Aku mau tidur Aku capek, "


Rendra segera merebahkan tubuhnya di atas ranjang kemudian menarik selimut sampai ke atas dada, Robi yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepala kemudian perlahan Robi pun naik ke atas ranjang di mana Rendra sedang beristirahat.


"Hei, Robi, ngapain lo Naik kesini sana tidur di atas Ranjang mu sendiri,"handrik Rendra kesal karena Robi justru ikut Naik ke atas Ranjang Rendra.


" Aku ingin menemani Bossku Agar dia tidak sedih lagi, "


"Ciiih, sok perhatian lo, Aku ngak apa-apa sudah sekarang turun dan jangan mengagguku, "

__ADS_1


"yakin lo ngak butuh teman curhat Boss? ucap Robi sambil mengedip ngedip kan matanya, Wajah Robi terlihat jenaka membuat Rendra menjentikkan jarinya pada jidat Robi hingga menimbulkan bunyi suara cetak, semua Rendra lakukan agar Robi berhenti bersikap konyol dan sok perhatian.


" Ren, Kenapa lo menjitak kepala ku sakit tau, "protes Robi yang langsung merebahkan tubuh nya di samping Rendra dan ikut menarik selimut yang di pakai oleh Rendra.


Merasa Robi sudah kelewatan Rendra segera menendang kan kakinya pada punggung Robi hingga jatuh kelantai.


" Awwh, Ren tega lo sama teman sendiri, sakit tau, "


"Cepat lo kembali tidur ketempat lo, kalau masih berani Naik kesini jangan salahkan Aku jika Aku pangkas habis gajimu. "


"Yaaa, si Boss kenapa galak dan kejam begini, baiklah dari pada gajiku hilang Aku coba mengalah. "


"Sudah jangan banyak drama cepat tidur besok kita sudah harus terbang ke Indonesia kita balik lagi krn jakarta.


" Apa kamu yakin tidak ingin berlams lama disini biar bisa dekat dengan anak dan istri muda, "


" Mereka sudah memiliki kehidupan sendiri lagi pula Vanessa tidak menyukaiku dan sangat membenciku lebih baik aku menjauh darinya, daripada kebenciannya akan semakin bertambah padaku dan untuk Mikha, Aku yakin Vanessa adalah ibu yang baik dia akan merawat Mikha dengan sangat baik Bukankah kelak jika Mikha sudah dewasa dia akan mencari sendiri siapa Ayah-nya dan Aku akan menunggu hari itu, sekarang ayo kita tidur lupakan yang sudah terjadi kita tatap hari esok dengan lebih bersemangat lagi. "


Robi menatap Rendra dengan tatapan tak percaya Rendra yang begitu egois keras kepala dan juga sangat emosional kini tiba-tiba menjadi seorang yang Sok bijaksana, lembut dan juga pengertian dengan kata lain hari ini Rendra sudah mengikhlaskan dan membiarkan Vanessa menjalani kehidupan bahagianya.


*****


Hingga larut malam Bara belum pulang ke rumah sementara Vanessa yang menunggu kedatangan Bara mulai tertidur di sofa yang ada di Ruang tamu.


Bik Sri sang pengasuh yang melihat itu tidak berani membangunkan nya dia hanya mengambil selimut dan dengan perlahan menyelamatkan ke tubuh Vanessa.


"Kasian Nyonya sampai ketiduran seperti itu, menunggu Tuan Bara, sebenarnya Tuan Bara ke mana, kenapa sampai larut malam seperti ini belum pulang, biasanya dia sudah pulang Apakah hari ini karena banyak pekerjaan sehingga Tuan Bara lembur di kantor, orang Kaya memang pekerjaannya sangat banyak tapi tumben juga Nyonya menunggu Tuan Bara di ruang tamu, biasanya Nyonya menunggu di kamarnya mungkin karena nyonya ingin menyambut langsung kedatangan dari Tuan Bara sehingga Nyonya memilih menunggu Tuan Bara di ruang tamu.


Setelah memberikan selimut kepada Vanessa Bi Sri sang pembantu memilih masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat.


Malam semakin larut udara dingin semakin menusuk ke dalam tulang sumsum dan akhirnya pagi pun menjelang.


Bara yang pusing Akibat terlalu banyak minum kini mulai terjaga dari tidurnya. kedua bola matanya mulai mengerjap ngerjap dengan sedikit memancingkan mata Bara melihat ke sekeliling bibirnya menyungingkan sebuah senyuman ketika melihat di sampingnya terdapat sosok tubuh yang masih berselimut tebal.


"Tumben Nesa belum bangun, biarkan saja Aku mandi dulu, " Bara langsung membuka selimut penutup tubuhnya, Bara sedikit terkejut ketika mendapati tubuh nya yang polos.


"Semalam Aku menudurinya pantas saja dia masih tertidur, " lirih Bara sambil mengulum senyum.

__ADS_1


Dengan cepat Bara langsung masuk kedalam kamar mandi kurang lebih duapuluh menit Bara melakukan ritual mandi, Wajahnya tampak lebih segar.


Ketika Bara keluar dari dalam kamar mandi dengan rambut yang basah.


"Bapak, sudah mandi? "


" Deg..!


"Ada suara wanita lain dikamarku, "


Bara segera menoleh ke sumber suara tampaklah seorang gadis sedang duduk ditepi ranjang sambil tersenyum.


"Siapa kau ?"mengapa kau ada di dalam kamar ku, pergi sana jangan berlaku tidak sopan dengan masuk ke dalam kamar orang, " bentak Bara dengan keras.


Gadis itu bukan nya marah tapi dia justru berjalan mendekati Bara dengan melilitkan selimut ditubuh nya.


dan ketika Gadis itu sudah dekat dan berjarak satu meter dihadapkan Bara.


"Apa Bapak lupa dengan apa yang kita lakukan semalam, Bapak sungguh hebat. "


"Stop... kamu itu bicara apa, jangan bicara ngawur dan sembarangan, keluar dari kamarku..!


" Pak, Bapak yang memaksa saya tetap berada di dalam kamar ini dan Bapak juga sudah mengambil kehormatan saya apa bapak lupa, Bahkan Bapak berkali-kali melakukan nya, "


"Tidak, itu tidak benar. .!Aku melakukan dengan istri ku, "teriak Bara emosi.


"Istri yang mana disini tidak ada istri Bapak, yang ada hanya Aku dan lihat Ranjang ini masih ada sisa sisa darah semalam disini, Apa Bapak mau mengelak lagi, Bapak yang sudah memperkosa dan meniduri ku, "


"Diaaamm.. ! Aku tidak mau mendengar apapun lagi, kita bicarakan hal ini Nanti, "ucap Bara sambil bergegas melangkah menuju pintu.


" Pak.. apa Bapak akan lari dari tanggungjawab Bapak, apa Bapak mau menjadi laki-laki pengecut "teriak Arum kesal bercampur dengan Air mata.


barang yang melangkah menuju pintu berhenti mendadak kemudian menoleh ke belakang.


" Sudah kubilang itu kita bicarakan Nanti."sinis Bara yang kemudian melangkah pergi.


Bara melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


"Araaaaaagh.. Kenapa Aku harus Mabuk dan tidur dengan Wanita lain, sial... tapi apapun yang terjadi, Aku tidak akan melepaskan Vanessa tidak akan pernah dan satu-satunya jalan Vanessa harus cepat hamil anakku, agar dia tidak bisa pergi dariku, Araaaaaaraaaagh... semua gara-gara kedatangan Dokter sialan itu."teriak Bara sambil memukul stir mobil berkali-kali.


__ADS_2