DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 32.HUKUMAN


__ADS_3

Bara yang kecewa dengan sikap Vanessa yang tidak mau jujur kepada nya, tidak lantas membuat Bara menunjukkan kekesalan nya pada Vanessa dengan senyum tersungging di bibir Bara mendekati Vanessa, kemudian tangannya melingkar pada pingang sang Istri.


"Baiklah, kita lupakan masalah ini, hari ini Aku akan menunjukkan kejutan hadiah yang sudah Aku beli untuk Mikha Ayo turun kita lihat apa responnya setelah melihat hadiah yang Aku belikan. "


Tanpa penolakan Vanessa mengaggukan kepala, Bara dan Vanessa segera berjalan ke kamar Mikha yang ternyata saat itu Mikha masih sedang tidur dengan pulas.


Melihat sang Putri masih tertidur pulas akhirnya Bara menutup kembali pintu kamar sang putri dan mengajak Vanessa untuk Duduk di ruang tamu menunggu Mikha bangun dari tidur nya.


"Kita duduk disini, kau mau lihat film apa hari ini, sambil menunggu Mikha bangun karena akan jenuh jika tidak ada yang kita nikmati, "


"Apa saja, "


"Yakin Apa saja, " tanya Bara sambil tersenyum nakal.


Vanessa bisa merasakan senyum nakal Bara akan tetapi semua itu seolah hilang tak terlihat yang ada di dalam pikiran Vanessa hanya Rendra dan Rendra bahkan dalam hati Vanessa bergumam.


"Smoga Mas Rendra tidak mencari tau tentang keberadaan ku, smoga Mas Rendra tidak merampas Mikha dariku, Aku tidak mau semua ini terjadi, kenapa sih manusia satu itu pakai datang ke kota London segala, apa jangan jangan memang tujuan nya mencari Aku dan Anakku, bagaimana ini, bagaimana jika semua itu benar dan bagaimana jika tiba-tiba Mikha diambilnya, tidak..tidak Mas Rendra tidak boleh membawa Mikha untuk itu Mas Rendra tidak boleh bertemu dengan Mikha karena bisa gawat Nanti."gumam Vanessa yang terus bermonolog sendiri.


Bara yang memberikan penawaran pada Vanessa mau melihat film apa dan Vanessa mengatakan apa saja itu artinya film apapun yang akan Bara putar Vanessa pasti setuju dan tiba-tiba terbesit sebuah ide jahil yang melintas dalam benak Bara, di mana dengan senyuman nakal Bara memilih satu film dewasa di mana film itu sedikit biru, untuk sesaat Bara melirik pada Vanessa yang kala itu masih duduk di sampingnya tetapi pikirannya Entah kemana, karena Bara melihat Vanessa beberapa kali mengusap dengan kasar wajahnya, Bara bisa memahami jika Vanessa kali ini sedang resah dan juga sedang dalam keadaan cemas, untuk itu dengan pilihan film yang sedikit pasti membuat Vanessa marah akan mampu mengalihkan pikiran Vanessa yang saat ini sedang kalut.


"Ehemm.. film nya sudah mulai ayo lihat sayang ini bagus, "seru Bara lirih pada telinga Vanessa.


Vanessa sedikit heran dengan sikap Bara yang tiba-tiba bicara dengan berbisik Hal itu membuat Vanessa menoleh ke arah Bara sementara Bara menaikkan satu alisnya sambil mengedipkan sebelah mata, membuat Vanessa menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan sambil menggelengkan kepalanya melihat sikap lucu dan menggemaskan dari suaminya.

__ADS_1


Ketika Vanessa menatap ke layar televisi sontak saja kedua bola matanya mendelik seketika, kemudian Vanessa berbalik menatap ke arah Bara dengan Tatapan yang sangat tajam dan Intens sementara Bara yang ditatap dengan begitu sangat intens hanya menyunggingkan sebuah senyuman.


"Mas, kamu itu apa apaan sih, kenapa harus melihat film begituan, ganti itu sangat memalukan, "


"Memangnya kenapa, Nanti kalau kamu sudah siap Aku mau praktekin,"


"Aduh, jangan giilaa deh Mas, sini remot nya biar Aku ganti chanel yang lebih sehat dan lebih bermanfaat, apaan melihat begituan, sini kemarikan Remot nya, "


"Tidak bisa tadi kan sudah izin katanya apa saja boleh, jadi suka suka Aku dong, " ucap Bara sambil menjauhkan remot dari jangkauan istrinya.


"Ini memalukan hentikan, Nanti ada yang lihat gimana apalagi sebentar lagi Mikha pasti bangun dan kalau melihat begini bisa gawat. '


" Tenang tidak ada yang akan melihat, coba lihat ke sekeliling."


Bara menyalakan tombol remot kunci pintu otomatis yang mana Ruang tamu itu menjadi tertutup dan terkunci secara otomatis.


Bara semakin geli dan tertawa melihat Vanessa yang kini panik karena nya.


" Idihh, kalau marah ngak Panggil Mas ya? " ledek Bara mengingatkan istrinya.


"Iya, Mas Bara cepat berikan remot kontrol nya Aku mau keluar, " teriak Vanessa tidak sabar.


"Apa sudah basah sayang, kok sudah keluar,"

__ADS_1


"Astaga ini cowok kenapa jadi mesuum begini, hei mau apa dia Ke-kenapa tatapannya mengerikan begitu, Mas Bara sadar ka-kamu mau apa? "


Kini Vanessa berdiri dengan perasaan takut karena Bara semakin maju mendekati dirinya dengan tatapan seolah olah ingin menerimanya.


"Duuug...! sial sudah mentok ke dinding ini trus Aku harus bagaimana, Bara sadar dong jangan begini bikin takut tau," teriakan dan seruan Vanessa tidak sedikit pun Bara dengar, dia terus maju dan maju hingga pada akhirnya kedua nya berduruy dengan sangat dekat dengan jarak hanya limapuluh sentimeter saja.


"Mas Ba- Bara kau mau apa? "


"Kenapa mesti takut begini, tentu saja Aku menginginkan mu sayang, "


"Apa mengginkanku? "


"Iya, menginginkan mu, apa kamu lupa kamu bilang Aku bisa meminta hakku kapan saja. "


Mendengar perkataan Bara Vanessa langsung meneguk ludahnya, seakan akan tenggorokan nya sedang kering.


Dirinya memang sudah memberikan ijin kepada Bara untuk mendapatkan haknya sebagai seorang suami tapi cara Bara meminta di Ruang tamu sungguh membuat nya syok meskipun Ruang tamu yang ada di dalam rumah nya tidak seperti ruang tamu pada umumnya yang terbuka, Ruang tamu keluarga Bara sangat unik dan antik bhkan sangat nyaman dimana bisa ditutup kapan pun bagaikan sebuah kamar yang mana perbedaan yang Ruang tamu cukup luas dan tidak ada Ranjang atau kamar mandi.


"Haiss mengingat nama kamar mandi Vanessa segera mendelik.


" Mas kalau mau minta jatah itu pakai aturan, malang benar Nasibku, mau dapat perjaka tapi tidak ada kamar mandi nya dan jika di gempur habis habisan bagaimana, Nasibku, "


Mendengar celotehan istrinya Bara tertawa gemas tapi dia tahan dalam hati.

__ADS_1


"Perduli, " ucap Bara yang langsung menikmati dan mengurung benda berwarna merah delima, untuk sesaat Vanessa tidak bisa berbuat apa-apa selain mengimbangi dan mencoba memberikan balasan, ketika Bara merasa cukup Bara melepaskan psng hutannya dey gemas jari telunjuk nya menyentil kecil kepala Vanessa.


"Memangnya Aku Rendra kalau mengempur istri habis habisan, sudah ayo kita keluar mungkin Mikha sudah bangun, " seru Bara yang kemudian mematikan layar TV dan membuka pintu ruang tamu dengan remote controlnya. " Itu tadi sedikit hukuman karena kamu mengacuhkan Aku hanya dengan terus melamun jadi jangan lakukan lagi jika tidak ingin ada hukuman kedua yang pertama ringan hanya ciuuman saja tapi yang kedua pasti akan berbeda tingkatannya, " ucap Bara yang kemudian melangkah pergi lebih dulu.


__ADS_2