
Tidak berdaya dengan perintah Rendra Robi masuk dan duduk di dalam mobil berwarna Putih milik Rendra yang kalau itu datang ketempat dimana Robi berada.
Setelah mendorong kasar Robi masuk dan duduk di dalam Mobil, Rendra segera menutup pintu mobilnya dengan sedikit keras, kemudian Rendra mengeluarkan ponsel HP-nya sepertinya Rendra sedang menghubungi seseorang.
"Halo, cepat datang ke alamat yang akan Aku kirim, kamu ambil Mobil, Aku dan Robi masih ada urusan, cepatlah jangan lama-lama. "
"Tit..!
Rendra langsung mematikan ponsel hp-nya ketika dia sudah menyelesaikan ucapannya dan memberikan perintah kepada salah satu kepercayaannya untuk mengambil mobil Robi.
Dengan sedikit terburu-buru Rendra segera membuka mobil dan masuk ke dalamnya duduk di samping Robi yang kala itu menatap Rendra dengan pandangan mata penuh tanya.
"Ren, Mobilku bagaimana Aku kan bisa pergi dengan membawa mobilku untuk mengikuti kamu, "
"Sudah, diam Nanti juga ada yang akan ambil Mobilmu, "
Rendra segera melajukan Mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Kenapa telpoku tidak kamu angkat dan bagaimana apakah kamu mendapatkan buktinya atau jangan jangan mereka lepas kamu tidak berhasil menahan mereka kan dan kamu juga tidak mendapatkan buktinya kan? "
"Enak saja nganggep Aku gagal Aku tidak gagal dan Aku juga mendapatkan buktinya lihat ini, Aku bahkan berhasil memotret mereka, Nih lihat, "
ikan bangga Robi menyodorkan ponsel hp-nya yang sudah dibuka dan memperlihatkan sebuah foto di sana.
" mana bisa aku melihat Jika dengan menyetir seperti ini Tunggu aku akan cari tempat untuk kita bersantai."
Rendra segera menepikan mobilnya dia ingin melihat hasil bukti dari perselingkuhan antara Bara dan wanita lain.
Melihat Rendra hendak menghentikan laju mobilnya Robi mencegah dan menghalangi Rendra yang ingin berhenti karena bagi Robi tidak enak dan tidak nyaman jika berhenti di pinggir jalan, karena Robi menginginkan jika berhenti di tempat yang sangat nyaman dan santai adalah di sebuah restoran di mana di depannya pasti akan ada banyak hidangan dan cemilan makanan yang bisa dia makan, tidak seperti saat ini di mana Rendra akan menghentikan Mobilnya di tepi jalan itu artinya Robi hanya akan makan angin karena tidak ada apapun di tempat itu.
"Jangan berhenti disini tidak enak, Nanti kamu akan mendapatkan teguran dan kena pasal, " ucap Robi asal yang sesungguhnya Robi juga tidak tau apa yang dia ucapkan itu benar atau salah, yang jelas intinya Robi hanya mau berhenti di Restoran agar dirinya bisa makan.
Mendengar perkataan Robi Rendra mengeryitkan dahinya, menatap heran dan menatap tajam kepada Robi yang kala itu justru tersenyum ketika pandangan mata Rendra seolah-olah sedang mengintrogasi dirinya.
"Sudah jangan menatapku seperti itu ayolah kita pergi dari sini kita bisa berhenti dan melihatnya di Restoran saja lebih nyaman dan tenang."
"Kamu lapar? " tanya Rendra dengan pandangan mata tak berkedip sementara Robi yang mendapatkan pertanyaan itu hanya menyunggingkan sebuah senyuman dengan menunjukkan barisan giginya yang putih bersih.
"Dasar perut saja yang dipikirkan baiklah pegangan Aku akan bawa kamu ke Restoran terdekat. "
__ADS_1
kurang lebih 20 menit Rendra mengemudikan mobil kemudian tampaklah olehnya sebuah Restoran yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, Rendra segera memarkirkan Mobilnya di depan halaman Restoran.
Dimana di halaman restoran tidak ada tempat parkir sehingga semua kendaraan berhenti dengan begitu saja dan ditaruh dengan sembarang arah dan tempat.
Kebetulan suasana Restoran kala itu tidak terlalu ramai meskipun hari sudah mulai malam, dimana sudah hampir pukul 09.00 Robi dan Rendra Masih berada di luar Rumah.
Rendra segera memesan makanan untuk mereka berdua karena sudah malam dan menu makanan di Restoran itu tinggal soto babat dan Nasi lodeh maka Rendra memesan dua porsi soto babat dengan cemilan makanan Ringan pisang goreng isi choklat.
Sebenarnya Robi menginginkan Makan malam dengan sate Ayam, Akan tetapi karena satenya tidak ada dan semua sudah habis tinggal Nasi lodeh dan soto Babat, maka mau tidak mau Robi terpaksa menerimanya.
"Sudah tuh makan, selagi masih panas, " ucap Rendra ketika seorang pelayan Restoran datang dengan membawakan dua porsi Soto Babat dan cemilan pisang Goreng Isi Coklat.
"Aku tidak akan sungkan, Aku makan dulu Bos, "
"Hmmm, eih tunggu mana Fotonya Aku belum lihat, "
"Oh, sorry lupa sebentar, "
"Robi segera merogo sakunya dan Menggulurkan Ponsel HP-nya pada Rendra dengan cepat Rendra meraih Ponsel HP Robi dan mulai mengamati foto yang ada di sana.
" Oh, jadi ini selingkuhan dari si brengsek itu, lumayan juga tapi tetap jauh dari Nesa dasar laki-laki bodoh, sudah punya berlian masih mencari yang perak dasar bodoh dengan seperti ini itu sama halnya kamu akan mengembalikan milikku yang kamu rampas, kita lihat saja sampai dimana Nesa akan bertahan, Aku sangat menggenalnya dia tidak akan menolerni suatu penghianatan, dasar bodoh kalau memang sudah tidak mau lepaskan saja tidak perlu berselingkuh dasar Bodoh, "
"Ren, makan dulu keburu dingin, Soto Babat itu kalau dingin tidak enak rasanya sudah Letakkan itu foto kita makan dan habiskan, jangan hanya membuang-buang waktumu hanya untuk gambar rongsokan itu, Nanti kalau semua masalah sudah selesai aku juga mau buang foto rongsokan ini, sudah Neg Aku melihatnya. "
"Bara itu laki-laki yang Bodoh masak selingkuhannya tidak lebih cantik dari Nesa, "
"Isssh, kamu itu Ren, kayak tidak pernah muda saja, Bara kan laki-laki brengsek mana puas dia punya Istri sudah tidak bersegel pastilah dia nyari yang bersegel, Bara itu orang yang serakah dia mau coba yang bersegel tapi tidak mau melepaskan yang lama parah kan itu, Aku yakin Wanita itu bersegel, "
"Sudah-sudah, tidak penting kita bahas Seperti ini sekarang yang terpenting bagaimana caranya kita bisa memberi bukti ini pada Nesa, dia harus tau kalau Bara sudah selingkuh. "
"Ya, benar Bara cari yang bersegel, "
"Husst, berseegel berseegel mulu otak kamu itu, "
"Mau bagaimana lagi kenyataannya memang begitu, "
"Sudahlah habiskan makanmu kemudian kita pergi, oh ya bagaimana apa sudah dapat info dimana Putriku bersekolah? "
"Belum, "
__ADS_1
"Lelet dan lama amat sih, Aku tidak mau tau besok semua informasi sudah harus ada jika tidak Aku tidak segan-segan akan memotong gajimu atau Jika perlu untuk bulan ini Kamu tidak usah menerima gaji Biar tahu rasa kau. "
"Bos, tega Amat sih, kalau Aku tidak kamu kasih gaji bagaimana Nasib Pacarku, ini saja dia sudah ngancam untuk Aku harus ganti rugi tiga kali lipat karena Aku tinggalkan dia di Mall dan Aku suruh bayar sendiri belanjaannya, semua demi kamu, untuk bisa mendapatkan bukti dari su Brengsek Bara yang selingkuh, pokoknya kalau kamu tidak membayar gajiku, Aku tidak mau membantu mu lagi, "ancam Robi pada Rendra yang justru mendapatkan tanggapan yang sangat membuat hati Robi kesal.
Rendra justru menertawakan dirinya.
" Kok kamu ketawa sih Ren? "
"Habisnya kamu lucu terlihat panik sekali, baiklah Aku tidak akan memotong gajimu dan karena kamu tidak membayar belanjaan pacar kamu, itu artinya uang kamu masih utuh kan? "
"Tentu saja, orang tidak jadi membayarkan pacar pasti utuhlah, "
"Baguslah, "
Rendra bangkit berdiri untuk Melambaikan tangan kepada pelayan restoran tidak lama kemudian pelayan restoran pun berjalan menghampiri meja tempat di mana Rendra dan Robi duduk.
"Iya Mas ada yang bisa saya bantu? "
"Berapa semuanya? "
"Oh, sebentar, "
Setelah menuliskan Nominal dari harga pesanan yang mereka makan, pelayan itu segera mengulurkan kepada Rendra.
"Ini Mas, "
Rendra segera mengambil kertas bill pemberian dari sang pelayan, setelah membaca untuk beberapa detik Rendra segera meletakkan kertas tagihan di depan Robi.
"Teman saya ini yang akan membayar semuanya Mba, saya permisi dulu, "
Robi yang terkejut kala Rendra meletakkan biaya tagihaan makan mereka belum hilang kini semakin dibuat terkejut karena dirinya yang harus membayar semuanya.
"Silahkan Mas, " ucap sang pelayan dengan senyum tersungging di bibir.
"Mba, Bos nya bukan saya tapi dia, Ren tunggu bayar dulu! "teriak Robi.
Karena Rendra tidak menghentikan langkah kakinya bahkan berjalan semakin cepat dan sudah hampir mendekati pintu keluar membuat Robi mau tidak mau mengeluarkan Dompetnya dan dengan terpaksa Robi mengambilkan uangnya kemudian diberikan kepada sang pelayan restoran setelah itu Robi berlari mengejar Rendra yang kala itu sudah pergi lebih dulu.
"Rendra tunggu..!"tanggungjawab lo, Ah sial kok ada Bos pelit seperti ini, " sungut Robi kesal karena merasa Apes dan sial.
__ADS_1