DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 31.BIMBANG Hati


__ADS_3

Ida sebagai partner kerja Vanessa merasa sangat heran karena Vanessa tiba-tiba mematikan sambungan telepon tanpa bicara dan hal itu tidak biasa dia lakuka, mungkin karena ada masalah itulah yang ada dalam pikiran IDA akan tetapi Ida sendiri merasa heran dan Aneh bagaimana mungkin Vanessa sepanik itu jika tidak ada sesuatu pun yang dia Rahasia kan.


Ida Menarik napas panjang dan menggerakkan nya dengan perlahan.


"Apakah Mbak Ida merasakan sesuatu yang Aneh pada sikap Mbak Vanessa hari ini, "


Ida yang kala itu merebahkan kepala nya bersandar pada kursi sambil memejamkan mata merasa sangat terkejut dan langsung membuka kedua bola matanya.


"Asti ternyata kau masih disini? "


"Maaf, Mbak habis nya kepo sikap Mbak Vanessa hari ini benar-benar membuat saya binggung, apa jangan jangan diantara mereka berdua ada hubungan khusus, dan Mbak Vanessa takut ketahuan Mas Bara? "


"Husss... maksud kamu apa Asti, "


"Dengan tersenyum nyengir kuda Asti bicara dengan sangat lirih pada Mbak Ida yang ada di depan nya.

__ADS_1


" Mungkin laki-laki itu adalah selingkuhan nya Mbak Vanessa, "


"Husss..! bicara mu makin kesini makin kesono saja ngelantur. "


"Ini bisa saja terjadi kan terlebih Mbak Vanessa langsung pulang begitu pasti dia ketakutan dan pastinya besok Mbak Vanessa tidak akan datang. "


"Omong kosong apa yang sedang kau ucapkan ini Asti, kamu secara tidak langsung telah menuduh Vanessa selingkuh. "


"Bukan menuduh, kita saja yang seperti nya lagi dibutakan dengan sikap santun dan pendiamnya dimana kita berpikir Mbak Vanessa gadis yang baik-baik tapi ternyata diam diam dia suka bermain api. "


"Sudah-sudah Aku tidak mau dengar omong kosongnya, sekarang kembali lah bekerja jangan mencampuri urusan orang lain, "


Dengan perasaan tidak suka dan dengan rasa sedikit kesal akhirnya Asti pergi kembali ke ketempat kerja nya.


Kepergian Asti membuat Ida mulai bertanya tanya.

__ADS_1


"Apa iya, Vanessa selingkuh dan dia buru buru pulang karena takut ketahuan, jika hal itu benar apakah Anak yang bersama Vanessa itu bukan anak Bara kasian Bara dia diselingkuhin begitu, kalau semua itu benar brengseek sekali Vanessa dan ini tidak bisa di biarkan, kasian Bara di permainkan Aku akan kasih tau Bara jika semua sudah terbukti dan Aku rasa Asti benar kita lihat besok jika besok Vanessa tidak datang itu artinya dugaan kami benar, Vanessa takut ketahuan perselingkuhannya terbongkar. "


Di tempat yang berbeda Vanessa yang terduduk lemas di Ranjang dengan pandangan matanya yang kosong tidak menyadari jika pintu kamar sudah dibuka dari luar, dimana Bara telah masuk kedalam kamarnya.


"Nesa apa yang terjadi kenapa tiba-tiba kamu ingin pulang dan kenapa telpon ku tidak kamu angkat, apa kamu tau kamu membuat Aku begitu panik, "


"Maafkan, Aku. dan Aku tidak apa apa hanya ingin cepat pulang saja. "


"Benarkah, Nes. apa kamu masih tidak bisa terbuka padaku, apa pernikahan kita ini tidak berarti bagimu, "


"Bukan begitu, Aku memang lagi sedikit pusing saja, "


"Baiklah, kalau begitu sekarang bagaimana? "


"Sudah baikkan, "jawab Vanessa dengan cepat, Vanessa benar-benar tidak ingin Bara tau jika dirinya sedang ketakutan, takut bertemu dengan Rendra dan takut Rendra membawa pergi putrinya jauh darinya.

__ADS_1


" Baguslah, Aku harap kamu sudah bicara jujur padaku, "ucap Bara mengatakan dengan sedikit penekanan sebenarnya Bara sangat kecewa dengan sikap Vanessa meskipun Vanessa tidak berbicara akan tetapi bara bisa memahami dan merasakan jika Sebenarnya ada sesuatu yang sedang Vanessa sembunyikan darinya, akan tetapi Bara tidak memiliki hak untuk mempertanyakan lebih jauh di mana Vanessa sendiri tidak ingin mengatakannya.


Vanessa tersenyum kecut mendengar perkataan Bara yang mana sebenarnya Vanessa sangat mengerti apabila Bara sedang merasakan sesuatu ketidakpuasan atas sikap dirinya


__ADS_2