DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 33.TAKUT


__ADS_3

Vanessa cukup tertegun mendengar perkataan Bara Entah mengapa perasaan hatinya serasa sakit dan tidak rela jika Rendra dinilai sangat buruk terhadap dirinya Karena sesungguhnya Vanessa sendiri juga menyadari apa yang dilakukan Rendra apabila melakukan suatu hal yang sangat kasar semua pasti karena Vanessa melakukan kesalahan, Karena pada dasarnya Rendra adalah seorang laki-laki dan dokter yang sangat lembut dan baik bahkan hatinya kerap sekali Merasa iba dan kasihan pada sesama.


Vanessa menampar mulut nya sendiri karena tanpa sadar membandingkan Rendra dan Bara, jelas jelas itu adalah suatu hal yang salah yang mana seharusnya sebagai seorang istri itu harus menyayangi Suaminya bukan membandingkan dengan mantan suaminya.


"Sayang masih belum mau keluar juga, masih betah disitu! "


Teriakan Bara yang sudah berada di luar sungguh membuat Vanessa terkejut dan dirinya baru menyadari jika dia masih berada di dalam ruang tamu pribadi yang ada di rumah itu..


Menyadari hal itu buru-buru Vanessa pergi keluar , sampai di luar Bara menggelengkan kepala nya melihat istrinya baru muncul setelah dia tegur.


"Den, Non Mikha sudah bagun, "ucap salah satu pembantu yang ada di rumah itu.


Bara segera mengagggukkan kepala.


" Bantu Mikha bersiap Bik Aku mau ajak dia makan di luar, "


"Baik, Den."


Bergrgas Bik Sri segera masuk ke dalam kamar untuk membantu Mikha bersiap siap.


"Mas Bara, tadi bilang apa mau menerima mengajak kita makan di luar? "

__ADS_1


"Iya, Nes, kan kita sudah lama tidak pergi makan di luar pasti Mikha suka, kamu mau kita makan malam di Restoran apa?


" Tidak, Aku tidak mau dan Aku juga tidak mengijinkan Mikha keluar Apalagi makan malam di luar, tidak..tidak boleh Mikha keluar Rumah, "seru Vanessa berapi-api bahkan Vanessa menolak keinginan dari Bara dengan cara menggerakkan tangannya sebagai tanda tidak ingin makan di luar rumah, Hal itu membuat Bara sedikit bingung dan merasa aneh karena Vanessa terlihat sangat ketakutan dan juga sangat panik terlihat dari caranya menolak sampai menggerakkan kedua tangannya dalam bahasa tidak ingin keluar.


Ada sedikit rasa heran dan juga IBA yang mana wajah istrinya pun terlihat sangat tegang, sungguh terlihat sekali Jika dia dalam keadaan ketakutan, Bara menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan dan dengan perlahan-lahan Bara berjalan mendekati istrinya kemudian meraih tangan sang istri, Bara sedikit terkejut karena tangan itu kini terasa dingin bahkan Vanessa sedikit berkeringat.


"Tenanglah sayang kamu kenapa, kita hanya akan makan di luar setelah itu kita pulang kenapa kamu seperti ketakutan begini, " tanya Bara dengan lembut.


Dengan gerakan kasar Vanessa melepaskan genggaman tangan Bara kemudian Vanessa melangkah mundur.


"Kamu tidak tau apa yang terjadi, kamu ngak ngerti betapa takutnya Aku di luar sana Aku bisa bertemu dengan nya kemudian... kemudian dia akan bawa anakku pergi dariku tidak.. tidak Aku tidak mau itu, Aku tidak mau dia merampas anaku."


Bara melangkah mendekati Vanessa dan memeluknya dengan erat.


"Iya, tapi Mas Rendra tidak akan takut padamu, " seru Vanessa berapi-api yang mana langsung membuat Bara mendelik seketika.


"Apa? Rendra! '


" Iya, dia disini dan tadi siang ada di Butik Aku tidak Mau Mas Rendra membawa mikha pergi jauh dariku, dan Aku tidak mau jika bertemu dengan Mas Rendra pokoknya Aku tidak mau Mikha sampai ikut dengan mas Rendra, anakku hanya harus ikut Aku, " ucap Vanessa dengan sedikit emosi.


Perlahan-lahan cara melepaskan pelukannya kemudian barang mengambil tempat duduk di kursi.

__ADS_1


"Duduklah Nes, jangan tegang dan Emosi, tenang lah jadi Rendra ada disini, dia ada di kota ini, "


"Iya, Mas dan Aku tidak mau Mikha dibawa nya."ucap Vanessa yang mulai duduk di samping Bara Vanessa meminta agar Bara tidak lagi memaksa dirinya untuk makan di luar dan kali ini Bara tidak menolak keinginan sang istri, dikarenakan sang istri sedang ketakutan dan merasa sangat khawatir dan was-was Vanessa benar-benar tidak rela jika anaknya bertemu dengan Rendra atau sampai dibawa oleh Rendra.


"Mbak Sri..! teriak Bara memanggil Pengasuh Putri nya.


Dengan sedikit tergopoh Mbak Sri sang pengasuh Mika keluar menemui panggilan dari bara yang entah mengapa tiba-tiba barang memanggil Mbak Sri dengan begitu keras seolah-olah ada yang penting,


" Iya, Den ada apa? "


"Tidak jadi makan di luar tolong Mbak Sri berikan Mikha makan malam kemudian temani Mikha sampai tertidur, "


"Baik, Den, " bergegas Mbak Sri segera pergi ke kamar Mikha untuk membantu dan memberikan Mikha makan malam, sementara bara mengajak Vanessa untuk masuk ke dalam kamar setelah membawa beberapa makanan untuk dimakan di dalam kamar.


Tanpa menolak Vanessa menerima ajakan Bara, di dalam kamar Bara mengajak Vanessa duduk dan menikmati makan malam mereka, ketika barang melihat Vanessa sudah sedikit tenang di sela-sela makan itulah bara mulai mengeluarkan pendapatnya.


Bara menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan.


"Nes, bukan maksudku mau membela Rendra akan tetapi bagaimanapun juga Rendra itu adalah ayah kandung dari Mikha kamu tidak bisa selamanya memisahkan hubungan darah antara ayah dan anak, untuk kali ini aku mengizinkanmu tidak keluar dan tidak ingin bertemu dengan Rendra akan tetapi untuk hari kedepannya Aku tidak ingin kamu menghalangi hubungan antara anak dan bapak bagaimanapun juga Rendra berhak atas anaknya, Rendra juga berhak memberikan kasih sayang dan cintanya kepada buah hatinya, kamu tidak bisa menghalangi hal itu apalagi kamu ingin memisahkan mereka."


"Oh, jadi maksud mu Aku harus memberikan Mikha kepada Mas Rendra . Tidak Aku tidak mau itu, Aku tidak biarkan Mas Rendra membawa Mikha. "

__ADS_1


"Kamu tidak bisa egois Nes, Mikha juga membutuhkan kasih sayang Papa kandung nya, untuk Hari ini aku membiarkan dan mengizinkan kamu tidak bertemu dengan Rendra karena meskipun kita keluar juga belum tentu bertemu akan tetapi untuk kali ini aku mengizinkan, tapi untuk hari esok aku tidak akan menghalangi hubungan antara bapak dan anak dan kamu juga harus membiarkan semua terjadi sesuai dengan garisnya Jangan pernah halangi hubungan antara bapak dan anak karena Rendra juga berhak atas putrinya."


__ADS_2