DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 45 MENYAYANGI


__ADS_3

Rendra menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan. Rasanya sakit dan sesak karena untuk memeluk anak sendiri tidak bisa, ada rasa iri dimana putrinya sangat patuh dan taat pada apa yang dilarang oleh Papa Bara, Rendra semakin yakin jika Mikha lebih menyayangi Bara dan meskipun Rendra akan mengatakan jika Bara bukan papa kandungnya hal itu seperti nya akan percuma saja, untuk itu Rendra memilih diam dan bersabar.


Rendra tidak bisa melakukan protes dan komplin pada Mikha akan tetapi Rendra melakukan Protes dan komplin pada Mantan istrinya Vanessa.


Rendra menatap tajam pada Vanessa dan dengan menggunakan bahasa isyarat mata Rendra meminta pertanggungjawaban Vanessa agar dirinya bisa membuat putri nya bisa lebih dekat dengan nya.


Ditatap dengan sangat intes yang mana Vanessa sangat memahami maksud dari Rendra membuat Vanessa sdikit bingung.


"Mikha, sayang sama Om tampan dulu ya, Mama mau pesan makanan. "


"Baik, Ma!


Mendengar perkataan Vanessa buru-buru Rendra menulis pesan singkat ke HP Vanessa.


"Ting...


bunyi satu pesan masuk, dengan gerakan refleks Vanessa meraih ponsel hpnya dan membuka.


" Jangan menghindar dan macam macam kalau kamu pergi Apa kamu tidak takut jika Mikha Aku bawa pergi. "


sontak saja hal itu membuat Vanessa mendelik langsung menatap pada Rendra.


Dengan santai Rendra membalas tatapan mantan istri sambil mengulum senyum.


Mengetahui pesan itu ancaman dari Rendra Vanessa kembali memasukkan ponsel hpnya tapi belum ada semenit kembali ada pesan masuk.


"Ting..


Lagi-lagi Vanessa membuka dan lagi lagi dari Rendra.


"Jangan lama lama, "


Vanessa kembali memasukkan ponsel hpnya dengan sedikit geram.


"Om, Tampan kenapa tidak main ke Rumah Mikha Nanti Om Tampan akan Mikha kenalin sama Papa Mikha nama Papa Mikha Papa Bara Om,"


"Apa Mikha sayang dengan Papa Bara? "


"Tentu saja, "


"Kalau Om boleh tau Mikha lebih sayang sama Om tampan apa Papa Bara? "

__ADS_1


"Tentu saja lebih sayang Papa Bara."


perkataan Mikha yang poloos benar benar membuat Rendra sesak, rasanya Rendra seperti habis kena tamparan keras. Rendra mencoba tersenyum manis meskipun rasa di hatinya sangat kecewa.


"Oh, iya Papa Bara yang istimewa ya, "


Dengan mimik wajah yang lucu Mikha mergaggukan kepala.


Tidak lama kemudian Vanessa datang dengan seorang pelayan yang membawa beberapa makanan untuk mereka.


"Mari kita makan. "


Vanessa memesan ikan bakar dan sate untuk minuman nya Jus Alpukat kesukaan Vanessa dan jus durian kesukaan Rendra dan Mikha, mereka berdua memiliki bayak kesukaan yang sama.


Karena takut kena duri Vanessa sengaja menyuapi Mikha makan sementara Rendra pun tidak mau kalah diapun ikut menyuapi Mikha akan tetapi Rendra tidak serta merta langsung comot dan menyuapi anaknya.


Rendra meminta ijin dulu pada Mikha apa dia mau atau tidak, boleh apa tidak Rendra ikut menyuapinya.


"Mikha sayang, Apa Papa Boleh menyuapi Mikha juga? "


Mikha langsung menatap tajam ke arah Rendra yang sengaja menyebutkan dirinya sebagai Papa.


"Maaf, sayang Makasudnya Om Tampan." ucap Rendra meralat ucapan nya ketika melihat tatapan mata yang tajam dari Mikha, sementara Vanessa cepat cepat menbuang muka menghilangkan rasa ingin tertawa karena Putri nya diam diam tegas dan galak juga.


"Oh, iya Boleh, " jawab Vanessa cepat.


Sudah mendapatkan Izin dari Mikha Rendra segera bangkit dari duduknya dan tiba-tiba berdiri di samping Vanessa dengan gerakan refleks meminta Vanessa untuk menyingkir agar Rendra bisa leluasa menyuapi Mikha.


"Biar Aku yang Suapin Anakku, kamu duduk saja sana, "


Mendengar Clotehan Rendra Vanessa membulatkan kedua bola matanya.


"Sini, sayang Om Suapin, anak pinter makan yang bayak ya, "


Rendra terus bicara tanpa memperdulikan Vanessa yang mendelik menatap tajam ke arahnya bagi Rendra ini adalah kesempatan agar dia bisa lebih dekat dengan Mikha.


Tidak mau berebut dan sengaja membiarkan Rendra bisa dekat dengan anaknya Vanessa memang memberikan kesempatan kepada Rendra untuk bisa lebih dekat dengan putrinya.


"Baik, sehabis makan Mikha mau kemana? "


"Kemana ya? sehabis makan kita mau kemana Ma..? "

__ADS_1


Mikha yang ditanya Rendra justru bertanya balik kepada sang mama Vanessa yang ditanya pun langsung menjawab karena Vanessa tidak ingin melihat Mika menunggu jawabannya terlalu lama.


"Habis ini kita langsung pulang Sayang, "


"Tidak, hari ini Mikha dan Mama akan Om ajak pergi untuk melihat Taman Safari dan tempat bermain Om ingin mengajak Mikha bermain apa Mikha mau? "


"Wah, mau sekali, Mama kita pergi tempat taman bermain ya? Om tampan mau ajak kita, "


"Tidak, sayang. kita harus pulang, Nanti Papa Bara marah kalau tau kita belum pulang. "


"Tidak boleh Om, Mama bilang harus pulang takut Papa Bara marah, "ucap Mikha sambil mengerucutkan bibirnya.


"Baiklah biar Om yang bicara dengan Mama, "


.


Rendra berjalan mendekati Vanessa kemudian meraih lengan Vanessa sedikit menjauh dari Mikha, hal itu Rendra lakukan agar Mikha tidak mendengar percakapan antara dirinya dan Vanessa.


"Besok, hari ini Aku tidak mau ada penolakan, kita pergi ke taman bermain, "


"Tidak, Bisa. Mas Bara bisa marah dan bingung mencari apabila dia tidak menemukan kami di Rumah."


"Aku tidak mau tau, yang jelas hari ini Aku ingin membawa anakku ke taman bermain."


"Mas, kamu tidak boleh egois seperti itu, bukan kah kamu hanya ingin bertemu dengan Mikha saja dan sekarang kamu sudah bertemu dengan Mikha, Mengapa kamu ingin mengajaknya pergi lagi, jangan-jangan kamu berniat ingin menculik Mikha dan membawa Mikha pergi dariku Aku tidak mau pokoknya Aku tidak akan izinkan Mas Rendra membawa Mikha pergi aku akan membawa Mikha pulang sekarang juga. "


Mendengar perkataan Vanessa Rendra mencengkram erat tangan Vanessa.


"Ingat, Aku ini Papa nya Aku juga memiliki hak untuk mengajaknya bersenang-senang, Aku tidak perduli kamu mau ikut atau tidak yang jelas hari ini Aku akan membawa Mikha untuk bersenang-senang, meskipun tanpa kamu dan jika kamu berani melarang Aku pasti kan kamu tidak akan bertemu Mikha lagi, "


"Kau mengancamku, Mas?


" Terserah, apapun penilaian mu yang Jelas hari ini, Aku akan bawa Mikha untuk bersenang-senang. "


Rendra segera melepaskan cengkraman tangannya kemudian, melangkah mendekati Mikha.


"Mikha sayang, Ayo kita pergi ke taman bermain,Mama sudah mengizinkan. "


"Hore, hari ini Mikha bisa bermain sama Om tampan.


" Ayo, Om panggil taksi dulu, "

__ADS_1


Dengan sangat bersemangat dan antusias Mikha mengagguk dan Vanessa mau tidak mau mengikuti langkah Rendra di belakang nya.


__ADS_2