DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 61.GELISAH


__ADS_3

Kedatangan dari beberapa karyawan kantor yang tiba-tiba masuk ke dalam sebuah ruangan setelah mereka melihat Arum beserta dengan laki-laki yang dianggap oleh mereka adalah orang yang tidak waras keluar dari ruangan isolasi, dimana ruangan ini memang sengaja dipergunakan untuk memberikan hukuman kepada para karyawan yang melakukan pelanggaran dan para karyawan itu mengatakan jika ruangan itu adalah ruangan isolasi.


"Pak apa bapak baik baik saja dan mengapa Bapak membiarkan Arum pergi dengan laki-laki yang sangat berbahaya itu, jika terjadi sesuatu padanya bagaimana bukan kah laki-laki tidak Waraas itu dia sangat kejam dan jahat, "


"Kenapa kalian masuk kesini pergilah dan kembali ketempat kerja kalian masing-masing, "


Mendengar perintah dari Bara, beberapa para karyawan saling berpandangan sebelum kemudian mereka berjalan mendekati Bara dan meminta pertanggungjawaban Bara terhadap salah satu karyawan yang sudah dibawa pergi oleh seorang laki-laki yang mereka anggap adalah laki-laki yang tidak waras, di mana laki-laki itu sudah membuat keonaran dan juga huru-hara di kantor perusahaan itu.


"Pak Kenapa Bapak terlihat santai dan tenang begitu saja, bukan kah seharusnya Bapak bertanggung jawab terhadap Arum yang dibawa pergi oleh laki-laki tidak waras itu apakah memang Bapak sengaja menjadikan Arum sebagai jaminan agar laki-laki tidak waras itu mau pergi dari perusahaan ini sehingga Bapak tidak perlu lagi menghentikan Amukan dan kemarahan laki-laki tidak waraas itu? "


Bara mengernyitkan dahinya mendengar perkataan yang mengucapkan dirinya di mana dia dianggap sebagai seorang pimpinan yang sengaja menjadikan Arum sebagai jaminan untuk keamanan dari perusahaannya.

__ADS_1


Bara sedikit heran karena Gilang terlihat sangat murka dan marah terhadap dirinya, meskipun kemarahan itu masih dalam tahap yang santun di mana tidak begitu berambisius dan kasar akan tetapi halus namun menusuk ke dalam jiwa dimana secara tidak langsung Bara dicap sebagai Bos yang tidak bertanggung jawab, serta Bos yang sangat egois hanya mementingkan keadaan dirinya sendiri tanpa memperdulikan nasib dan keadaan karyawannya.


Bara menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan Dia bangkit dari duduknya kemudian melangkah ke dekat jendela membuka pintu jendela agar suasana di ruangan itu terlihat segar dan memiliki udara yang bisa keluar masuk dengan leluasa sehingga tidak pengap dan tidak juga terlihat suram.


" jangan khawatir Arum pergi bukan dengan orang lain tetapi laki-laki itu adalah Abangnya sendiri sehingga kita tidak perlu mengkhawatirkan mereka tidak akan ada seorang apa yang tega menyakiti hati Adiknya sendiri kan jadi santai dan tidak perlu terlalu memikirkan baru karena aku yakin anu baik-baik saja, " ucap Bara memberikan penjelasan kepada Gilang.


Gilang sedikit terkejut dan merasa aneh dan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh bosnya yang bernama bara di mana laki-laki yang terlihat sangat kumal dan juga sangat kejam itu ternyata dia adalah Abang dari Arum.


cara menata tajam kepada Gilang yang Bara sendiri bisa memahami jika Gilang tidak begitu mempercayai dirinya.


" tidak perlu diragukan lagi karena aku tidak pernah suka berbohong laki-laki itu bernama Faisal dia Abang dari Arum ,Faisal tinggal di Indonesia dia berada di desa xx yang kebetulan datang ke London untuk menemui adiknya mungkin hanya ingin sekedar bersilaturahmi dan juga ingin tahu keadaan adiknya aku rasa seperti itu. "

__ADS_1


Gilang banget mendengar perkataan dari bara karena Gilang bukan akibat orang yang mudah percaya dan dia memiliki kecerdasan otak yang cukup tinggi kembali laki-laki hilang bertanya kepada para yang kala itu pertanyaannya sungguh membuat baras kelabakan dan bingung untuk menjawabnya.


"Jika benar laki-laki itu adalah saudara dari Arum lalu mengapa dia sampai datang ke kantor perusahaan kita inii dan mengamuk sedemikian rupa, Apa yang menyebabkan kakak harum begitu murka, '


" Deg..! satu pertanyaan Gilang yang pastinya tidak akan pernah bisa Bara berikan jawabannya di mana dia tidak mungkin mengatakan jika Abang Arum yaitu Faisal datang untuk meminta pertanggungjawaban darinya di karena kan sang, Adik telah dia rengut kesucian nya.


"Sudah ini tidak penting dan kamu tidak perlu mengkhawatirkan Arum lagi karena lelaki itu benar-benar Abangnya Arum. sekarang Pergilah ke tempat kerja kalian masing-masing dan jangan pernah bertanya tentang apapun kepadaku kecuali tentang pekerjaan Aku sudah pusing jangan kalian menambah beban ku lagi apa kalian mrngert,, oh ya jangan lupa bersihkan juga kekacauan ini. " ucap Bara seraya pergi meninggalkan ruangan itu.


Bara terus keluar menuju ke tempat dimana mobilnya dia parkir kemudian dengan perasaan kacau Bara mengemudikan mobilnya pulang menuju Rumah nya.


Di sepanjang perjalanan Bara betul-betul resah dan gusar.

__ADS_1


"Apa yang akan terjadi Nanti jika Vanessa mengetahui semua ini dan bagaimana jika Arum benar-benar hamil, tidak Aku tidak siap kalau Aku harus ditinggalkan Vanessa tapi bagaimana dengan sikap nya Nanti kepada ku, Araaaaagghhh, unu semua gara-gara kebodohan ku kenapa mesti mabuk juga Aku. " geram Bara dalam hati sambil sesekali mengusap kasar wajahnya.


__ADS_2