
Melihat pemandangan yang sedikit aneh salah satu Mbak karyawan yang menjemput Mikha merasa terkejut dan bingung, pasalnya Mikha yang selama ini tidak terlalu suka memeluk orang lain ataupun dekat dengan orang lain tiba-tiba memeluk laki-laki asing yang ada di depannya. Hal itu membuat Mbak karyawan segera menarik lembut tangan Mikha untuk menjauh dari laki-laki yang ada di depan nya.
"Mikha, ngak boleh begitu, Mikha tidak boleh peluk orang Asing yang baru kita kenal, Ayo masuk Nanti Papa dan Mama bisa marah."
" Maaf Tuan tolong jangan sembarangan memeluk kalau bisa tolong Tuan pergi menjauh saja, Ade Mikha masih labil, saya harap Tuan memaklumi karena Nanti saya yang kena marah karena saya yang mendapatkan tugas untuk menjaga Ade mikha."
Dengan tersenyum kecut Rendra mengaggukkan kepala entah mengapa larangan yang lembut dan halus terasa menyakitkan baginya seakan ada ribuan jarum menusuk ke dalam hatinya. Rendra kemudian bangkit dari berjongkok nya.
"Ayo Mikha kita masuk."
"Iiih, Si Mbak... Om Tampan itu kan teman Mikha, kenapa melarang Mikha dan Asal Mbak tau Mama dan Papa tidak akan Marah, mereka sudah kenal kok sama Om Tampan." seru Mikha sambil menunjukkan jari-jarinya ke depan Mbaknya bagaikan seorang guru yang sedang mengajari muridnya, kemudian menaruh kedua tangannya di pinggang, mirip seorang Ibu Ibu yang sedang memarahi Anaknya, sementara Rendra mengaruk kepala nya sambil tersenyum, melihat tingkah lucu dari gadis kecil yang ada di depan nya Rendra semakin merasa gemas dan terharu, baru kali ini dia ketemu dengan Anak kecil yang mati matian membelanya.
Mendengar perkataan dari Mikha Si Mbak meneguk ludahnya, kemudian tersenyum?
"Jadi Papa dan Mama Ade Mikha sudah kenal sama OM ini? "
"Om Tampan Mbak...! "seru Mikha menjelaskan.
"Oh, Iya, Om Tampan, " ulang Si Mbak sambil nyengir kuda sementara Rendra juga tersenyum malu malu.
"Mikha sayang, Om namanya Om Rendra bukan Om Tampan jadi panggil Om, Rendra ya? "
"Baik, Om tampan. Eh, Om Rendra, " seru Mikha sambil nyengir karena sadar dirinya telah salah bicara.
"Ya, sudah sekarang Ade Mikha ayo masuk dulu, Mama meminta Ade Mikha untuk menunggu Mama di ruangan nya, Ayo cepat Nanti keburu Mama datang Ade Mikha ada disini Nanti Si Mbak yang kena Marah.
" Hmmm, Baiklah, Om Tampan Eh salah Om Rendra Mikha masuk dulu ya, Om Mau beli baju disini kan? "
Dengan cepat Rendra mengaggukan kepala.
"Daaaa, Om Rendra Nanti Mikha cari Om di dalam." seru mikha yang mana dia langsung masuk ke dalam Butik, kemudian disusul di belakangnya Mbak pegawai karyawan yang menjemput Mikha.
kepergian Mikha yang berlari kecil membuat Rendra menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Sungguh Anak yang cantik dan pintar anak siapa dia benar benar menggemaskan." lirih Rendra dalam hati yang kemudian melangkahkan kakinya juga masuk ke dalam butik, di dalam Butik Rendra sedikit terkejut karena dari luar terlihat kecil akan tetapi di dalam ternyata Butik itu sangat besar dan luas di mana berjajar Barisan gaun dan baju yang ternyata sangat bagus dan indah, terlebih ketika Rendra melihat bagian belakang gaun yang tertera harga, hampir saja Rendra dibuat Spot jantung karena nominal harga yang cukup fantastis hanya untuk satu gaun, keterkejutan Rendra tanpa sadar terlihat oleh seorang gadis yang sedang memilih baju di depannya yang mana membuat gadis itu tertawa karena Rendra yang terkejut dianggap nya lucu.
"Hahahaha...
" Mendengar suara tawa Rendra segera menatap lurus kedepan, tampak olehnya seorang gadis sedang tersenyum dan tertawa sambil mengedipkan mata kepadanya membuat Rendra lagi lagi dibuat terkejut dan heran dibuatnya.
"A-anda menertawakan saya, A-apa ada yang lucu Nona? "
Perlahan-lahan Gadis itu melangkah mendekati Rendra sambil menganggukkan kepala, Rendra sedikit risih dan Rikuh karena tiba-tiba seorang gadis masih muda cantik mendekati dirinya bikin salting, bukan salting karena suka Akan tetapi karena terkejut atas sikap kenekatan gadis yang ada di depan nya. hingga gadis itu berani mendekat padanya.
"Haisss... bukan hanya mendekat akan tetapi Nekad menempelkan tangannya pada lengannya juga, seakan akan mereka berdua adalah teman lama bahkan lebih terlihat seperti sepasang kekasih.
" Maaf, Nona tangannya."
Lagi lagi gadis itu cuma tersenyum, mendengar teguran dari Rendra.
"Oh, Maaf kenalkan Nama saya Alice Roberto Maron." ucap Gadis itu sambil menggulurkan tangannya yang mana mau tidak mau terpaksa Rendra menerima nya, meskipun dalam hati Rendra sedikit geli dengan nama panjang gadis yang ada di depan nya, nama belakang Maron baginya sejenis peralatan rumah tangga yang di gunakan di dapur.
Rendra meneguk ludahnya sebelum dia menerima uluran tangan dari gadis yang ada di depannya, Rendra pun menyebutkan namanya Meskipun tidak menyebutkan nama panjang bagi Rendra tidak penting menyebutkan nama panjang di tempat umum.
"Oh, Mas Rendra apakah Mas Rendra baru disini? "
"Iya, saya baru datang dari Jakarta dua hari lalu, "
"Oh, pantas tadi Aku lihat Mas Rendra terlihat sangat terkejut sekali melihat nominal harga baju yang Mas Rendra pegang, Memang sih di sini bajunya harganya sangat mahal akan tetapi jaminan dan kualitasnya itu sangat bagus ini adalah butik nomor dua yang terkenal di London Kalau Mas Rendra ingin mencari baju yang harganya sekitar antara satu juta sampai 10 juta ke bawah jangan di tempat ini, karena di tempat ini rata-rata hampir di atas 20 juta hanya untuk satu potong baju tapi bajunya benar-benar sangat luar biasa dan bagus sekali aku pelanggan di sini karena aku sering mengambil baju untuk syuting di butik ini."
"Oh, jadi Nona ini seorang model. " lagi lagi gadis yang ada di depan Rendra itu menyunggingkan sebuah senyuman sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Benar sekali, Nanti saya kasih Alamat untuk Butik yang harga bajunya tidak begitu mahal. "
"Iya, trimakasih, tapi ini Butik kan baru dibuka bagaimana bisa dikatakan sebagai Butik nomor dua di kota London, kan ini masih awal pembukaan. "tanya Rendra yang benar-benar dibuat tidak mengerti.
" Hahaha, ini cabang nya Mas, yang baru di resmikan di kota ini, kalau pusatnya ada di kota A, karena terlalu banyak pengunjung dan peminat dari butik ini maka didirikan cabang di tempat ini dan kami yang sudah mengetahui bisa datang di sana bisa datang ke sini sesuai dengan keadaan kita dekat yang mana, bahkan kalau kita ingin melihat baju yang ada di butik Pusat juga tinggal kita lihat aja di layar monitornya apa saja yang terbaru di tempat itu, kita bisa pesan tapi aku sendiri lebih suka datang sendiri dan melihat sendiri terkadang memesan juga lewat internet, untuk hari ini Bagaimana jika aku traktir satu baju buat Mas Rendra, Mas Rendra boleh pilih apa saja biar nanti saya yang bayarin sebagai Salam perkenalan kita tapi saya ada satu permintaan. "
__ADS_1
"Apa, Nona Alice mau membelikan saya satu baju dan Nona yang bayarin, "
"Iya, bagaimana? "
"Wah menyenangkan sekali tapi saya tidak mau membuat kantong Nona menjadi kempees karena saya lagi pula saya juga tidak akan bisa memenuhi permintaan Nona. "
"Hmmm, Uang saya banyak, Mas Rendra tidak perlu khawatir dan saya cuma mau meminta Mas Rendra mau menjadi Patner main saya dalam sebuah iklan di London, Mas Rendra memiliki wajah yang menarik saya yakin ini akan membuat orang lebih tertarik lagi, selain itu Mas Rendra juga bisa mendapatkan bayaran untuk itu bagaimana? "
Hampir saja Rendra tersedak gara-gara diajak untuk menjadi pemeran dalam satu iklan yang ada di kota London bersama gadis yang ada di depannya dalam hati Rendra tertawa geli Bagaimana mungkin seorang dokter menjadi seorang pabrik figur iklan dan Sebenarnya Rendra sendiri terkejut bukan karena dia tidak memiliki uang untuk membayar akan tetapi dia tidak menyangka Jika harga butik yang baru dibuka sangat fantastis dan kini Rendra baru menyadari dan mengerti ternyata butik ini adalah cabang dari bukit pusat yang memiliki prestasi nomor 2 di kota London untuk itu Rendra Maklumi jika harga nya sangat mahal.
Di ruangan Mikha berkali-kali uring uringan membuat Vanessa tidak mengerti dengan sikap putri nya yang tiba-tiba di rasa Aneh.
"Mikha bosan disini Mama, Mikha mau turun Mikha takut Om Tampan itu sudah pergi, "
"Sayang di bawah lagi Rame pengunjung, sudah Mikha duduk saja disini Nanti Mama yang akan carikan Om Tampan. "
"Memangnya Mama tau Om Tampan itu seperti apa?
" Mama tidak tau, Nanti Mikha yang kasih tau Mama ya, "
"Ya udah, ayok...! "
Mikha segera menarik tangan Vanessa untuk turun, akan tetapi Vanessa menggelengkan kepalanya.
"Sayang, kita tidak perlu turun, nih kita bisa lihat di layar monitor ini, nah Mikha perhatikan yang cermat ya Om Tampan Mikha yang Mana itu, Nanti kalau sudah ketemu kita samperinsamperin bersama."
Kali ini Mikha menurut tidak membantah apa yang di katakan Vanessa.
"Sayang sebentar Mama ke kamar kecil sebentar Mikha lihat Baik baik saja itu, Nanti baru kasih tau Mama, "
"Baik, Ma, "
Setelah menciuum dan mengusap lembut pucuuk rambut Putri nya Vanessa masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
Tinggal lah Mikha yang masih melihat layar dengan tatapan mata yang tajam.
"Huuuuh, lama Mana Om Tampan nya gak ada kelamaan, lebih baik Aku cari sendiri kan Mama tidak tau, " Dengan hati hati dan perlahan-lahan Mikha membuka pintu kemudian keluar dengan menuruni tangga tanpa sepengetahuan Vanessa.