
Dengan penuh kasih sayang Alena membawa Arsel keluar dari dalam kamar Rendra, meskipun Alena mengetahui jika Rendra melakukan hal itu untuk mengusir dirinya dan Anak-Nya agar tidak banyak meminta dan berbicara tentang suatu hal yang membuat Rendra tidak akan mampu memberikan jawaban yang tepat dan benar.
Untuk itu Rendra memilih aman dengan menyuruh Alena dan Arsel segera keluar dari dalam kamarnya dengan alasan hari sudah malam dan Arsel harus cepat tidur untuk beristirahat.
Tanpa sepengetahuan Rendra maupun Alena ada Sepasang Mata Yang Melihat percakapan dan perbincangan mereka, orang itu tidak lain adalah Robi yang kala itu hendak keluar dari dalam kamarnya untuk menemui Rendra langkah kakinya dia tahan ketika mendengar percakapan antara Rendra dan Alena.
Bahkan Robi sempat berdecak kagum ketika mendengar beberapa pertanyaan dari Arsel yang sangat polos dan juga cerdas di mana tidak mampu membuat Rendra banyak berkutik.
Meskipun pandangan dan pendengarannya mulai terhalang oleh dinding di mana Arsel meminta Rendra dan Alena untuk segera masuk ke dalam kamarnya hal itu tidak membuat Robi mudah mendengar dan mengetahui apa yang dilakukan Rendra dan Arsel di dalam kamar, akan tetapi Robi bisa memahami dan mengetahui bisa menerka-nerka jika apapun yang dilakukan anak kecil itu tidak akan pernah mampu membuat hati Rendra tergoyah dan apa yang menjadi prasangka hatinya ternyata benar.
Dimana Tidak lama kemudian Arsel dan Mamanya keluar dari dalam kamar Rendra itu artinya Rendra sudah melakukan pengusiran secara halus yang mana sudah bisa diterka dan di duga oleh Robi.
Dengan bibir tersenyum Robi menggaleng-geleng kanan kepalanya melihat keteguhan dan kecerdasan dari sahabatnya yang sangat berlebihan di mana semua orang berlomba-lomba mendapatkan perhatian sedangkan dia mendapatkan perhatian secara gratis dari Alena akan tetapi dengan sangat angkuh dan dingin Rendra menolak dan menepis semua tawaran yang Alena berikan meskipun secara tidak langsung Robi mengakui kecantikan Alena sangat memikat siapapun yang melihatnya Karena kecantikan Alena dan Vanessa tidaklah jauh berbeda dimana keduanya juga memiliki postur dan tinggi tubuh yang sama kulit yang sama dan hidung hampir sama.
"Kasian sekali Alena dia berusaha untuk bisa mendekati Dokter dingin itu tapi dasar Rendra hatinya hanya untuk Vanessa mau bagaimana pun cantiknya orang yang mengoda Rendra tidak akan pernah tertarik.
" Den Robi mau dibuatkan minum kah? "
"Oh Tidak. Mbok Yem, beristirahat saja, ini kan sudah malam saya juga mau segera tidur." ucap Robi seraya kembali masuk ke dalam kamarmu untuk beristirahat.
Karena Robi tidak mau akhirnya Mbok Yem juga masuk ke dalam kamarnya.
Malam semakin larut dengan pikiran yang melayang Alena memilih tidur di samping Putranya.
"Anak Cerdas, Aku harap Mas Rendra benar-benar tulus menyayangimu dan mau menerima Mama, pastilah hidup kita akan bahagia jika semuanya bisa terjadi Papamu itu orang yang paling baik yang Mama temui dan Mama tidak akan menyerah untuk mendapatkannya, karena Mama yakin kita akan sangat bahagia jika Papamu benar-benar mau menjadikan kita keluarganya. "
Alena terus bermonolog sendiri hingga dirinya akhirnya tertidur.
****
Seperti biasanya Vanessa bangun lebih pagi dari pada Bara yang kala itu masih tertidur dengan pulas, Vanessa yang sengaja bangun dengan sangat perlahan karena tidak ingin membuat Bara terbagun menaruh guling sebagai pengganti dirinya dimana Bara selalu tidur dengan memeluknya, agar tidak terbagun dan tidak terganggu sengaja Guling yang Vanessa jadikan penganti dirinya.
Kurang lebih dua puluh menit Vanessa melakukan Ritual mandi kemudian melakukan Sholat Subuh sendiri dimana Bara sering kali bangun terlambat dan Vanessa tidak pernah membangunkannya untuk mengajak Bara sholat berjamaah, sehingga mereka melakukan Sholat sendiri sendiri.
Vanessa tersenyum ketika melihat Suaminya masih tertidur dengan sangat pulas ketika dirinya sudah menyelesaikan sebuah kegiatan, kini Vanessa berjalan dengan perlahan hendak turun untuk membuat sarapan pagi bersama dengan Mba Sri pengasuh Putrinya.
Ketika Vanessa membuka pintu kamarnya Vanessa terlonjak mundur karena sedikit terkejut, tiba-tiba di depan kamarnya sudah berdiri Arum dengan sebuah kantong kresek putih berlogo dari Nama sebuah Mall.
"Arum, bikin kaget saja, ada apa? kenapa pagi-pagi kamu kesini, apa kamu mau menumpang Mandi? "tanya Vanessa yang merasa heran karena hari masih sangat pagi dan Arum sudah berdiri di depan pintunya dengan menenteng tas
kresek putih berlogo dengan Nama sebuah Mall yang bisa saja isi di dalam nya adalah peralatan mandi.
" Tidak, Mba. Aku ingin bertemu dengan Mas Bara, "
__ADS_1
"Apa, bertemu dengan Mas Bara sepagi ini memangnya ada apa? "
"Saya mau memberikan ini baju yang Mas Bara beli lupa tidak dia bawa dan tertinggal di dalam kamarku, "
"Oh, kirain ada apa ya sudah sini biar Nanti Aku berikan pada Mas Bara. "
"Maaf, Mba. memangnya Mas Bara belum bangun? "
"Iya belum makanya berikan padaku Nanti akan Aku berikan padanya. "
"Nesa..!kamu turun bantu Pembantu kamu itu untuk masak Mama tidak mau masakannya, tidak enak, jadi kamu saja yang masak dan biarkan Arum menunggu Bara bangun, ayo kamu turun cepat, lagi pula kamu harus membantu Anak kamu untuk sekolah bukan? "
Suara sangat Mama mertua yang tiba-tiba juga ikut Naik ke kamar nya.
"Iya, Ma, "
Karena perintah dari sang Mama mertua Akhirnya Vanessa turun dengan membiarkan Arum menunggu Bara bangun.
"Arum kamu masuk saja, "
"Baik, Tante, "
Vanessa langsung menghentikan langkah kakinya yang hendak menuruni tangga dengan menoleh ke arah Arum dan Mama mertuanya.
" Ma, kalau Arum masuk Mas Bara bisa marah sebaiknya Arum menunggu Mas Bara bangun di luar saja, Nanti sedikit siang Arum bisa Naik lagi untuk melihat Mas Bara sudah bangun apa belum. "
"Maksud Mama bagaimana? "tanya Vanessa sedikit bingung dengan maksud dari mertuanya.
Vanessa menatap sang Mama mertua dengan pandangan yang sangat bingung.
" Mama juga akan menunggu Bara bangun disini cepat sekarang kamu turun dan urus semua keperluan Anak kamu dan juga sarapan pagi untuk kita semua. "
"Oh, baik Ma, "
Tanpa ragu-ragu lagi Vanessa segera turun menuju ke dapur sementara Mama Bara yang tiba-tiba Naik ke atas dan sekarang berada di samping Arum tersenyum miring menatap kepergian Vanessa.
"Tante hebat Aku benar-benar tidak menyangka Tante begitu cerdas. "
"Tentu saja Aku hebat, Wanita itu harus kita buat tidak krasan di rumah ini karena Tante sudah muak kepada nya, sekarang kamu masuklah dan tunggu Bara di dalam jangan lupa tutup pintunya Mama pergi dulu, "
"Tapi Tante, kalau Wanita itu tiba-tiba Naik keatas dan Tante tidak ada bagaimana dia pasti akan marah padaku, "
"Jangan khawatir Vanessa akan sibuk di dapur dan juga Anaknya jadi dia tidak akan Naik ke atas lagi sampai sarapan pagi dimulai, pergilah jangan takut bukankah Bara juga Suamimu jadi kamu juga berhak untuk melayani semua kebutuhannya, sudah Tante pergi dulu, buat Bara takluk kepada mu, "
__ADS_1
"Baik, Tante, "
Mama Bara tersenyum puaas mendengar jawaban dari Arum.
Di lantai bawah Mba Sri yang saat itu baru saja keluar dari dalam kamar Mikha dan tanpa sengaja menatap ke lantai atas kanar tempat Bara dan Vanessa beristirahat melihat Nyonya Sukma dan Arum berada diambang pintu Mba Sri merasa Aneh dan heran.
Mba Sri memicingkan matanya menatap keatas.
"Ngapain itu Nenek Lampir sama Ulet Bulu ada di sana apa mereka ingin bertemu dengan Non Nesa, Oh iya pasti Si Nenek Lampir dan Ulet Bulu mau ngadu sama Non Nesa karena kelancangaan Aku kemarin dan Nantangin mereka, lakukan saja Aku tidak takut, " sungut Mba Sri yang langsung masuk ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi buat seluruh keluarga yang ada disana.
"Ngadu aja sepuaas kalian memangnya Aku akan takut, huuu Aku lebih mengenal Bos ku dari pada kalian dan kalian sia-sia saja ngadu pada Non Nesa dan Tuan Bara, untuk membalas sikap kalian padaku Aku akan buatkan masakan spesial untuk kalian berdua, rupa boleh sama tapi rasa Aku jamin kalian akan langsung mencak mencak dan lebih marah padaku dan Aku tidak takut untuk itu, " geram Mba Sri bermonolog sendiri sambil berjalan menuju bkeng dapur.
Dimana di sepanjang jalan ke dapur tidak henti-hentinya Mba Sri mengumpat dan memaki-maki sikap dari Mama mertua dari Bosnya dan salah satu pembantu baru yang sebenarnya Anak dari temannya Mama mertua Vanessa.
Ketika Mba Sri sampai didepan pintu dapur Mba Sri sangat terkejut ketika mendapati Bos Nyonya nya ada di dapur.
"Non, Nesa, kenapa Non ada disini dan jika Non Nesa disini itu artinya Non Nesa tidak tau jika didepan kamarnya ada Ulet Bulu, rasain mungkin mereka mau mengadu tapi Non Nesa sudah di dapur mereka tidak tau rasain dan syukurin, mereka gagal untuk mengadu. " gumam Mba Sri dalam hati.
Vanessa yang melihat kedatangan dari pengasuh Putrinya merasa heran dengan sikap Mba Sri yang tiba-tiba senyum-senyum sendiri. "
"Hmmm, apa ada yang membuat kamu bahagia Mba Sri kok senyum senyum terus, "
"Sangat bahagia Non, itu Arum dan Nyonya Sukma lagi apes, "
"Apes, Apes kenapa Mba? "
"Itu Non kemarin si Ulet Bulu menamparku, maksdnya Arum dia menamparku kami bertengkar kemarin dan dia bilang mau ngadu ke Non Nesa, dan apes nya Non Nesa tidak ada di kamar karena Non Nesa berada di dapur, kan apes mereka karena tidak bertemu dengan Non Nesa jadi tidak bisa memgadu, "ucap Mba Sri sambil tertawa.
" Oh, Arum dan Mama mereka bukan mau mengadu mereka memang sengaja ke kamarku untuk menemui Mas Bara karena Mas Bara tidur Arum akan menunggunya di dalam kamar bersama dengan Mama."
"Apa Aruy menemui Tuan dan menunggunya di dalam kamar. "
"Iya bersama Mama kok, "
Mba Sri manggut-manggut.
"Ini gawat pasti Ulet bulu itu mau berbuat yang tidak benar, Aku harus mencegahnya dia pikir bisa melakukan sesukanya kita lihat apa yang akan Aku lakukan. "gumam Mba Sri dalam hati.
" Non saya sedikit pusing apakah boleh saya beristirahat sebentar dan Non Nesa masak sendiri, "
"Tentu saja pergilah beristirahat, biar Aku selesaikan semuanya. "
"Trimakasih Non, saya permisi dulu, "
__ADS_1
Vanessa menganggukkan kepala dan Mba Sri langsung pergi setelah diizinkan.
"Nenek Lampir dan Ulet Bulu kita akan bertemu lagi, Aku juga bisa mengikuti permainan kalian jangan harap selama ada Aku kalian bisa berbuat sesukanya terlebih Ulet Bulu calon pelakor, kamu akan selalu menghadapiku, karena Aku akan pasang badan untuk melindungi keutuhan keluarga Bosku. " geram mba Sri dengan langkah cepat menuju ke kamar Vanessa.