DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 75 HERAN


__ADS_3

Bara yang menawarkan diri untuk membantu Vanessa membersihkan tubuh ya di dalam kamar mandi ditolak mentah-mentah oleh Vanessa, Entah kenapa meskipun sudah lama menjadi istri dari Bara akan tetapi Vanessa sama sekali tidak pernah mengizinkan Bara untuk ikut mandi bersamanya berbeda ketika Vanessa bersama dengan Rendra di mana Rendra selalu bisa membuat Vanessa tidak bisa menolak semua keinginan dari Suaminya.


Bara bernyanyi kecil ketika keluar dari dalam kamar mandi, hatinya sangat senang dan bahagia karena Bara yakin Vanessa istrinya sudah mulai menerima kehadiran nya dan sudah mulai mencintai nya.


Kurang lebih 20 menit Bara melakukan ritual mandi kemudian keluar sambil bersiul-siul kecil sementara Vanessa yang masih berada di atas ranjang dengan selimut menutup tubuhnya hanya bisa menggelengkan kepala, melihat tingkat suaminya yang sangat lucu dimana Bara terlihat seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan sebuah hadiah besar sehingga membuatnya sangat bahagia.


"Ini di kamar Mas kenapa kamu bersiul siul begitu, "


"Memangnya orang bersiul di dalam kamar tidak boleh, Sayang cepat mandi Aku bantu masuk kedalam kamar mandi ya Aku gendong. "Bara berniat mengendong Vanessa ke kamar mandi akan tetapi lagi-lagi Apa yang akan dilakukan Bara di tolak oleh Vanessa.


Dengan cepat Vanessa langsung berjalan ke dalam kamar mandi.


" Tidak usah Mas Aku bisa sendiri, " jawab Vanessa sambil ngeloyor masuk kedalam kamar mandimandi, sementara Bara hanya bisa menggelengkan kepala.


"Istri ku ini Aneh sekali, bukan kah Aku sudah melihat semua yang ada padanya kenapa juga masih terkesan canggung dan malu hemm, butuh kesabaran untuk bisa mendapatkan cinta nya seratus persen entah pelet apa yang diberikan Rendra padanya sehingga Vanessa sulit sekali membuka hati untuk ku, Aku tau dia sudah mau melakukan tugasnya sebagai seorang istri tapi hatinya masih ada si cowok sialan itu, "geram Bara dalam hati.


ketika barang sibuk berbonolog sendiri tiba-tiba terdengar ponsel hp-nya berbunyi dengan cepat para mengambil ponsel hp-nya yang terletak di atas Narkas.


Wajah Bara yang tadinya ceria dan bahagia kini tiba-tiba menjadi masam dan kesal.

__ADS_1


"Arum apalagi sih ini anak menggaggu saja lebih baik Aku matikan, "


Bara segera Matikan ponsel hp-nya.


" Nah kalau ponsel hp-ku sudah mati begini dia tidak akan bisa menggangguku lagi," gumam Bara dalam hati sambil tersenyum senang karena dia akan terbebas dari gangguan Arum yang sangat membuatnya kesal dan tidak nyaman di mana kehadiran Arum sangatlah membuat Bara was-was dan khawatir, dikarenakan harum saat ini sangat berani terhadap dirinya bahkan Arum tidak lagi merasa malu dan sungkan untuk memeluk dirinya di tempat umum dan Hal itu membuat bara semakin kesal dan khawatir.


Bara ingat sebuah pepatah mengatakan sepandai-pandainya kita menyimpan sesuatu rahasia cepat atau lambat pasti akan tercium juga baunya dan Bara tidak ingin semua itu terjadi, untuk itu Bara berusaha keras untuk selalu bersikap dan berbuat dengan sangat hati-hati karena Bara tidak ingin mempertaruhkan rumah tangganya demi seorang wanita yang bernama Arum.


Anisa menata barang dengan pandangan yang sedikit Intens ketika Vanessa keluar dari dalam kamar mandi melihat Bara tersenyum sendiri sambil meletakkan ponsel hp-nya di atas Narkas.


"Kenapa Mas Bara senyum senyum sendiri begitu setelah memegang ponsel hpnya, apa dia baru di telpon Papa dan Mamanya sehingga Mas Bara terlihat senang, jadi kepo Nanti akan Aku cek, " gumam Vanessa dalam hati.


"Sudah Mas,Oh ya Nanti Aku mau lihat Mikha di kamar nya Mas pesankan makanan ya Nanti kita makan bersama di kamar Mikha dan Mbak Sari,


" Ok, siap. Nyonya Bara mau makan apa?


"Apaan sih Mas, "


"Kenapa malu bukan kah Aku benar yang ada di depan ku ini Nyonya Bara, "

__ADS_1


"Ya, apa saja lah asal jangan terlalu pedas untuk Mikha, "


"Ok, Nyonya siap, Aku pergi pesan makan dulu Nyonya tunggu disini ya, Nanti kita pergi Bareng ke kamar Mikha. "


"Ya, cepat sana sudah lapar Nih, "


Bara segera berlari turun ke bawah untuk memesan makanan, sementara Vanessa yang masih penasaran dengan ponsel HP Bara yang kebetulan Bara lupa tidak membawa nya, Vanessa segera meraih benda pipih itu dan melihat nya.


"Ponselnya mati, kenapa dimatikan, Ah ya Aku tau, Pasti karena Mas Bara mau ngerjain Papa dan Mamanya agar tidak bisa menghubungi dirinya makanya ponsel hpnya dimatikan dasar suami bandel sudah tau Papa menunggu dan sangat penting masih juga ngajak bersantai di hotel ada-ada saja, coba Aku bidupkan ponsel hpnya, biar kalau Papa dan Mama Mas Bara mau menghubungi tidak kecewa. "


Vanessa segera menghidupkan ponsel HP milik Bara yang kebetulan Bara tidak menggunakan sandi apapun untuk mengunci ponsel hpnya.


Setelah menghidupkan ponsel HP suaminya Vanessa segera duduk dan meletakkan ponsel HP Bara kembali diatas Narkas.


Tidak lama kemudian ponsel HP Bara berbunyi.


"Tuh kan apa Aku bilang, Papa pasti bingung mau menghubungi Mas Bara gara-gara Mas Bara mematikan ponsel hpnya.


Vanessa segera berjalan mendekati meja tempat ponsel HP Bara berada dan ketika Vanessa meraih ponsel HP Bara dan hendak melihat dan menggakat ponsel hp itu tiba-tiba Bara berteriak dari depan pintu dengan keras membuat Vanessa sdikit terkejut.

__ADS_1


"Sayang jangan diangkat ponsel hpku? "seru Bara sambil berlari masuk kedalam dan langsung meraih ponsel hp miliknya, membuat Vanessa merasa heran dan terkejut, karena Bara datang dengan tiba-tiba dan langsung merampas ponsel hp yang ada di genggaman tangannya.


__ADS_2