
Rendra yang baru saja mendapat telepon dan informasi jika wanita yang mendapatkan donor darah dari Vanessa adalah ibu Sukma di mana wanita itu adalah Mama dan orang tua dari Bara Wijaya atau suami Vanessa.
kedua tangan Rendra mengepal kuat dengan wajah terlihat sangat merah padam Rendra segera berjalan keluar menuju halaman rumah sakit tempat beberapa mobil di parkir.
Robi yang melihat Rendra berjalan dengan tergesa-gesa menuju ke arah luar tempat parkir berlari-lari kecil menghampiri.
"Ren lo mau kemana? "
"Mau mengambil Mikha dari Bara, apa kau mau ikut? "
"Boleh, Ayo Aku temani," ucap Robi menerima ajakan dari Rendra.
Dengan sedikit tergesa-gesa dan berlari-lari kecil Bara segera masuk ke dalam mobil dan menutupnya kemudian tanpa menunggu lagi Rendra segera melajukan mobilnya menembus jalan dan yang kala itu tidak begitu ramai.
Di jalan yang berbeda Wajah Faisal tersenyum senang ketika melihat Wanita yang diikutinya mulai melewati jalanan yang sepi.
"Ini kesempatan Aku untuk menghadangnya dan membereskannya. " gumam Faisal dengan tersenyum miring.
"Tunggu, ada sesuatu yang jatuh sepertinya ini milikmu, " seru Faisal pada seorang Wanita yang berjalan di depannya.
Karena teriakan dan seruan dari Faisal Wanita yang ada di depannya langsung berhenti dan menoleh ke arah Faisal yang kala itu langsung melotot.
Kedua bola mata Faisal mendelik seketika menatap nanar ke depan di mana sangat terlihat jelas jika Faisal sungguh terkejut bukan kepalang, sementara Wanita itu berjalan mendekati Faisal yang berdiri Diam Terpaku seolah-olah dirinya tidak bisa menggerakkan kaki.
"Anda memanggil saya, ada apa? "
"Eng, Anu... Eng.. Itu maaf saya salah tidak ada apa-apa Maaf saya permisi dulu, "
Tampak terlihat wanita itu merasa heran dan bingung dengan sikap Faisal yang tiba-tiba membalikkan badan kemudian berlari Pergi seolah-olah Dia baru saja melihat hantu.
"Dasar Orang Aneh, bikin waktuku terbuang saja, " Sungut Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan muda.
Faisal yang berlari pergi dengan tergesa-gesa Akhirnya berhenti di dekat tempat Stopan Bisa berhenti.
"Gilaa, ini benar-benar gilaaa bagaimana mungkin Aku bisa tertipu dan salah orang lalu dimana Wanita yang menjadi Mama Mertuanya Arum sial, rupanya Aku salah Orang dan Rupanya Nasib bagus masih berpihak pada Wanita itu sehingga dia lolos dari incaranku, bagaimana ini apa yang harus Aku katakan pada Arum jika dia bertanya, masa bodoh Arum kan bodoh kenapa Aku harus cemas dan khawatir cukup Arum Aku bohongin dengan bilang jika Wanita itu sudah sekaraat pasti percaya dan tidak akan bertanya-tanya. "
Faisal segera Naik Bus ketika ada Bis yang berhenti di depan nya.
Di dalam Rumah Bara merasa kesal dan mulai resah karena sudah cukup lama menunggu kedatangan dari Vanessa tapi sampai saat ini Vanessa belum juga muncul.
Berkali-kali Bara berjalan melangkah menuju ke dekat jendela mengintip keluar halaman berharap di halaman rumah berhenti sebuah mobil yang membawa Vanessa, akan tetapi sudah ditunggu dengan sangat lama di dalam Rumah, akan tetapi di halaman tidak ada satu mobil pun yang berhenti bahkan terlihat suasana di luar halaman cukup legam dan sunyi.
__ADS_1
"Kenapa Nesa lama sekali, apa dirinya berubah pikiran sehingga dia tidak datang, Aku harus bagaimana jika hanya menunggu yang tidak pasti itu hanya akan membuat Aku semakin resah lebih baik Aku lihat dan Aku cek di ponsel HP agar Aku tau sudah sampai dimana Vanessa sekarang. "
Bara segera melangkah hendak menaiki tangga ketika tiba-tiba dirinya mendengar Bel pintu Rumah nya berbunyi.
"Ting tong, Ting Tong...!
Dengan gerakan cepat para membalikkan badannya bibirnya menyungkirkan sebuah senyuman yang lebar hatinya mulai berbunga dan merasa sangat senang karena dirinya yakin yang datang adalah Vanessa.
" Akhirnya Istriku pulang juga," gumam Bara dalam hati sambil tersenyum.
"Iya, Sayang tunggu sabar sebentar..! "
Dengan langkah sedikit tergesa-gesa Bara langsung membuka pintu Rumah.
"Sebentar sayang jangan terburu-buru. "seru Bara ketika tombool dari bel pintu Rumah nya di bunyikan berkali-kali dan pintu di ketuk dengan keras.
" Vanessa ini benar-benar tidak sabaran, " desis Bara sambil mengulum senyum.
"Halo Sa-yang, ___
Ucapan Bara mengantung di udara kedua bola matanya menatap Nanar ke depan.
" Apa, kamu lagi kecewa karena yang datang ternyata bukan Vanessa?
Dengan tersenyum sini Rendra masuk dan langsung melangkah maju ke depan dengan mencengkram krah baju milik Bara.
" Katakan dimana Mikha kau sembunyikan? "
"Apa, kau bicara apa? "
"Cepat Katakan, dimana kau sembunyikan putriku hah? "Rendra yang sudah sangat geram bicara dengan sangat kasar dan penuh dengan emosi.
"Hei, lepaskan Dokter gilaa, Aku tidak tau Putrimu Putri yang mana, Mikha itu anakku dan apa kamu bilang putrimu sejak kapan Mikha menjadi putrimu, kamu tidak berhak mengatakan dan mengaggap Mikha itu Putrimu pergilah sebelum Aku melemparkan kamu dengan tidak terhormat dari Rumah ku, apa kamu ingin babak belur lagi seperti dulu, cepat lepaskan cengkramanmu, karena jika tidak Aku tidak akan segan-segan melemparkan dirimu keluar dari Rumahku! "
Mendengar ancaman dari Bara, Rendra tersenyum miring kemudian dengan sangat kuat Rendra memperkuat cengkraman nya pada Bara yang kemudian langsung melayangkan sebuah pukuulan.
"Buugh..!
"Tidak perlu mengancaam lakukan saja jika kau bisa, "ucap Rendra setelah memberikan pukulan pada Bara Rendra kemali
Tanpa bicara lagi Rendra kembali langsung mencengkram krah baju Bara.
__ADS_1
Bara tersenyum miring meskipun tubuhnya baru saja merasakan pukulan.
"Kau tidak akan mendapatkan apa-apa, Mikha dan Vanessa akan tetap menjadi milikku, "
"Kau, ____
" Buuuugh....!
"Buuuugh..!
Bara yang mendapatkan pukulan dari Rendra tidak tinggal diam lagi dengan cepat Bara pun memukul Rendra dengan kekuatan yang cukup tinggi, maka terjadilah saling pukuul, Bara yang memiliki kemampuan karate cukup mampu menepis semua pukulan dari Rendra.
bahkan bisa dengan mudah Bara melumpuhkan Rendra dan berikan pukulan balik yang cukup bertubi-tubi dan pada saat yang tepat ketika berada memberikan pukulan telak pada Rendra tiba-tiba tangannya tertahan di udara di mana tangan Bara ditahan oleh Robi.
"Akulah lawanmu yang sebenarnya, trima ini, "
"Buuugh... Buuugh... Duuuuzzz..!
Robi memukul Bara beberapa kali kemudian memberikan tendangan kaki hingga membuat tubuh Bara terjatuh dan terdorong hingga membentur dinding.
Robi yang juga sangat geram dan tersulut emosi dengan cepat meraih tubuh Bara dan kembali memukulnya.
"Katakan dimana Mikha kau sembunyikan? "
"Hahaha, Tidak akan Aku katakan, kalian tidak akan menemukannya. "
"Kurang ajaar, brengsek kau, "
"Buuugh... ; Rendra yang emosi langsung bangkit dan memukul Bara yang kala itu di cengkram dengan kuat oleh Robi.
" Ren cepat pergi ke kamarnya cari ponsel hpnya dan temukan orang orang yang si suruh Bara untuk membawa Mikha pergi biar Aku menahan Bara disini cepat, "
"Baik, "
Dengan cepat Rendra berlari naik ke kamar atas di mana Dirinya sering mendengar dari Mikha jika kamar dari Mamanya berada di lantai atas.
Rendra segera membuka pintu kamar dan langsung menemukan benda yang di carinya karena Ponsel HP Bara berada di atas Narkas yang kebetulan ponsel HP Bara mati dan Rendra segera menyalakannya.
rupanya keberuntungan berpihak pada Rendra di mana ponsel hp bara tidak menggunakan kunci sandi untuk membuka sehingga layar dari ponsel hp bara bisa dibuka dengan mudah.
Dengan cepat Rendra segera memutar-muter dan mencari kotak masuk ataupun kotak panggilan yang mencurigakan dirinya dan tidak menunggu waktu yang lama Rendra sudah menemukan beberapa nama dan nomor telepon dari orang-orang asing yang baru saja dihubungi oleh Bara yang sepertinya orang asing dan baru di kenal oleh Barat itu artinya orang itu adalah orang yang baru masuk dan dikenalnya.
__ADS_1
"Pasti ini nomornya, " gumam Rendra bermonolog sendiri. Rendra segera turun dan tampak olehnya Bara terlihat memberontak dan Sepertinya dia sangat khawatir dan cemas terlebih ketika melihat Rendra sudah turun dari dalam kamarnya dengan membawa satu ponsel hp miliknya.