
Wariing.
Di baca malam saja Autor tidak bertanggungjawab kalau ada apa ay dengan hati, karena di bab ini ada plus nya
Perasaan Bara begitu gugup bingung dan was-was sampai sampai Wajah tampannya sedikit berkeringat, Bara begitu gugup dan was-was pasalnya dia belum sempat menghapus Foto Arum yang super Sekksi.
"Mas, ini ruangan ber AC lho kenapa kamu berkeringat begitu Nih, hapus, "
Vanessa segera menggulurkan tisu pada Suaminya. Bara menerima dengan tersenyum kecut.
Kini mereka seluruh keluarga Bara sudah berada di Bandara mereka sedang menunggu jadwal penerbangan dengan duduk santai tapi Bara begitu tidak tenang karena hati Bara was-was jika tiba-tiba Vanessa mengambil ponsel hpnya dan melihat foto Arum, Bara tidak ingin semua terjadi akan terapi Bara tidak bisa berbuat apa-apa.
"Smoga Mikha rewel dan Minta di temani Vanessa biar Aku bisa cepat menghapus foto ini, benar-benar Arum keterlaluan ngapain juga dia ngirim foto gambar seperti itu padaku, Apa jangan-jangan Gadis itu mulai berani ingin menggodaku, apa dia pikir aku bisa tergoda Andai waktu itu bukan karena mabuk juga bukan karena dokter sialan itu, Aku tidak akan terjebak seperti ini, tapi mau bagaimana lagi semua sudah terjadi dan bila Arum sampai mengandung anakku, mana mungkin Aku akan tega meminta Arum untuk menggugurkan nya, dan sudah pasti Apapun akan menikahinya meskipun dengan cara sembunyi-sembunyi dan diam-diam tanpa sepengetahuan Vanessa, karena Bagaimanapun juga Aku tidak menginginkan Perpisahan dengan Vanessa biarlah Aku di katakan sebagai cowok yang egois dan mau menang sendiri, tapi yang jelas aku tidak akan pernah Melepaskan Vanessa, "
Waktu penerbangan tiba Bara memilih duduk di dekat jendela di ruangan yang bisa dikatakan kelas Eksklusif, atau VIP kira-kira seperti itu tempat duduk yang di pilih Bara dan keluarga nya.
"Mas, kok ngelamun saja ponsel kamu mana coba lihat sekarang sudah pukul berapa, "
"Aduh, sayang Batre Aku habis, maaf banget tuh di depan ada jam dinding gede banget, '
" Haiss sejak kapan di dalam kapal ada jam dinding nya, Bara terkekeh dalam hati karena kebohongan nya sungguh tidak masuk akal.
" Habis, batre. Mas Bara tumben Aneh begini, masa kita belum terbang sudah batre habis ini bahkan baru menunggu Waktu tinggal landasnya, " gumam Vanessa dalam hati.
"Lupa ngak Aku cas sayang, "
"Ya, sudah."
meskipun Vanessa sedikit curiga dan merasa aneh karena Bara tidak bersikap seperti biasanya apabila dia meminta ponsel suaminya kali ini Bara benar-benar seperti tidak mengizinkan Vanessa untuk memegang ponsel hp-nya.
Tidak lama kemudian penerbangan pun akhirnya tiba dimana Vanessa dan Bara langsung duduk manis sedangkan Mikha bersama dengan Mbak Sri pengasuhnya.
Vanessa meminta izin kepada Bara untuk pergi ke kamar mandi setelah kapal sudah terbang dengan sempurna, sementara Bara yang ingin mengantar Vanessa menolaknya akhirnya Bara mebiarkan Vanessa pergi sendiri dan ketika Bara Sedang Sendiri bergegas Bara mengambil ponsel hp-nya.
"Akhirnya Ada kesempatan juga, Aku harus cepat menghapus nya sebelum Vanessa Menggerahui.
ketika Bara sibuk dengan ponsel hp-nya dan berniat menghapus tiba-tiba sebuah suara mengejutkan dirinya membuat Bara, laki-laki itu segera menolleh ke sumber suara dan Alangkah terkejutnya dia ketika mengetahui siapa yang sedang memanggil dirinya, tiba-tiba Bara merasakan kerongkongannya kering mendadak hingga harus berkali-kali Bara meneguk ludahnya dengan kasar, Hal itu membuat bara tidak lagi berkonsentrasi tentang keinginannya untuk segera menghapus foto yang ada di ponsel hp-nya.
"Astaga ini anak mengapa ada disini, bagaimana ini, "
dengan cepat Bara bangkit dari tempat duduknya kemudian mendekat ke arah sosok gadis yang telah memanggil dirinya yang tidak lain dia adalah Arum.
"Kau...! mau apa kau disini, " bentak Bara dengan keras.
"Mengapa kamu marah marah Mas, "
mendengar jawaban dari gadis yang ada di depannya Bara seketika mendelik.
"Mas.. Mas.. Mas kamu pikir Aku ini Mas kamu, Aku ini Bos kamu panggil yang sopan, " sinis Bara dengan geram.
seolah-olah kebal telinga Gadis itu bukannya marah tapi justru tersenyum kemudian bangkit berdiri mensejajarkan dirinya dengan Bara yang kala itu berdiri di depannya.
"Iya, Bos yang sudah meniduri ku, Bos yang sudah merampas kehormatan ku dan Bos yang sudah menikmati tubuhku berkali-kali dalam satu malam, "sinis Arum sambil tersenyum.
Mendengar perkataan Arum yang begitu tenang dan menusuk ke dalam hati Bara tidak mau bicara apa-apa, memang Bara mengakui betapa bodohnya dan dia sangat bersalah karena malam itu sebenarnya antara sadar dan tidak Bara masih sempat mendengar Renggekan dan permintaan agar Bara menghentikan gadis itu merintih sakit tapi dia juga menikmati dimana dirinya juga justru mengimbangi Apa yang dia lakukan dan hal itulah yang membuat Bara bersemangat berkali kali mereguk kenikmatan, Apa yang dia lakukan memang benar-benar Bodoh Bara berpikir itu adalah Renggekan dari istrinya Vanessa untuk itu Bara tidak mau melepaskan Gadis itu hingga dia melakukan berkali-kali sampai Bara merasa puaas, memang ada sedikit perbedaan antara ketika dirinya meniduri gadis yang ada di depannya dengan meniduri Vanessa istrinya di mana ketika dia meniduri istrinya Bara tidak mendapatkan respon yang tinggi karena Vanessa cenderung bersikap pasive.
__ADS_1
Sementara Bara yang masih berdarah muda dia menginginkan yang lebih bahkan Vanessa kerap sekali menahan suaranya sehingga desaahaaan itu hanya bisa di hitung dengan jari, Vanessa seolah olah tidak ingin dirinya mendengar suara merdunya ketika di Ranjang dan karena hal itulah yang membuat Bara khilaf.
"Bagaimana Mas masih menggingat malam panaas kita itu kan, apa Mas tidak ingin menggulang kembali? "
"Shii iiitt, jaga bicara mu Arum, waktu itu Aku mabuk jadi jangan berpikir yang macam-macam kamu kenapa kamu memilih kapal ini dan ini kamu juga meminta tempat duduk yang exclusive, memangnya kamu punya uang, "
"Kan Mas yang akan bayarin, "
"Kau, _____
Bara buru-buru menghentikan suara keras dan Marahnya ketika pintu kamar mandi tiba-tiba terbuka, dengan sangat buru-buru Bara kembali duduk kembali ketempat duduknya dan langsung menyambar satu buku bacaan yang ada di sana.
" Mas, hahaha kamu baca apa?
"Baca Buku lah sayang ini tata cara pengunaan lampung dan sebagainya.
" Mas, gimana kamu bisa baca itu kertasnya kebalik tuh, "
"Gleekk..!
Bara langsung menurunkan bukunya yang terbalik dan ketika padangan nya lurus menyamping terlihat dengan jelas Arum sedang duduk sambil tersenyum.
Bara buru-buru mengalihkan perhatian nya.
" Nes, itu bibir kamu kenapa kok ada hitam hitamnya coba lebih dekat sini dan buka sedikit. "
"Ada apa sih, "
Vanessa berusaha mengusap bibir nya mencari sesuatu jika ada kotoran.
Akhirnya Vanessa mendekatkan dirinya lebih dekat kearah suami dan seperti perintah dari Bara Vanessa membuka sedikit bibir nya.
jari telunjuk Bara mengusap lembut bibir sang istri seolah olah dia sedang mengusap dan menghilangkan sesuatu yang kotor disana tapi pada detik berikutnya Bara langsung menyatukan Bibir nya dengan dengan sang istri membuat Vanessa mendelik karena sedikit terkejut, karena Bara melakukan di tempat umum, meskipun kala itu Bara sudah menyewa tempat Exclusive, hanya ada dia dan keluarga nya, karena dia yang borong tempat duduk nya Sementara Mikha dan Mbak Sri duduk jauh di depan, Mbak Sri cukup cerdas dan pintar karena dia tau Bosnya akan bermesraan kapan saja, untuk itu dia memilih paling depan sehingga tidak akan menganggu bosnya.
"Vanessa berusaha melepaskan diri tapi tangan kanan Bara begitu kuat menahan tengkuknya sehingga mau tidak mau membiarkan Bara melakukan apa yang dia inginkan.
Cukup lama Bara menikmati manisnya dan setelah merasa puuaas Bara melepaskan pangutannya.
Vanessa yang kesal karena tiba-tiba diserang dengan begitu ganas dengan gerakan spontan menampar kecil wajah suaminya.
"Plaaaakk..!
" Kenapa melakukan di tempat umum, "
Bara hanya tersenyum menyeringai sambil mengusap wajahnya.
"Aku berhak melakukan dimanapun Aku mau, "
"Tapi ini tempat umum Mas, "
Bara tersenyum.
"Baiklah kita akan lanjutkan di hotel setelah kita mendarat Nanti. "
"A-apa? kok gitu katanya kita ke langsung ke Rumah Papa, "
__ADS_1
"Tidak jadi Aku mau batalkan satu hari Aku lagi ingin dan kali ini Aku tidak menerima sikap pasive mu, "
"Apaan, sih, "
Bara tersenyum kemudian mulai menyadarkan kepala nya pada bahu sang istri.
Vanessa sedikit merasakan jika hari ini Bara terlihat aneh, Vanessa berusaha memaklumi sikap suaminya dan dia berniat untuk memejamkan kedua bola matanya tapi tiba-tiba tangan Bara menyusup masuk ke balik baju dan memainkan apa yang tersentuh tangan nya.
"Mas, kondisikan tanganmu geli ini, "
"Diam dan Nikmati Aku tidak mau di bantah, " ucap Bara cuek masih dalam keadaan kepalanya bersandar di bahu sang istri sementara tangannya merajalela kemana mana.
"Rasakan oleh mu istri cantik ku yang nakal, kali ini Aku akan buat kamu kepanasan, tahan saja jika kamu bisa, " gumam Bara sambil tersenyum miring melihat sang istri berusaha menahan suara terindah nya agar tidak lolos keluar, yang sudah sangat ingin Bara dengar dan Sesekali Bara Duduk dengan kepala tegak sambil melirik pada gadis yang ada di depan barisan ujung yang sudah pasti apa yang dia lakukan pasti gadis itu juga tau.
"Mas...!lirih Vanessa dengan suara tertahan dimana dia juga sedang menahan rasa yang sangat membuat nya panas.
"Iya sayang, "Bara menjawab dengan tatapan mata sendu tapi tidak menghentikan aksi tangay nakalnya.
" Hentikan, jangan disini, "
"Baiklah, tapi ada syaratnya, "
"Apa? "
"Aku mau si joni kamu belai bagaimana, "
melihat Vanessa melotot Bara tersenyum penuh kemenangan.
"Sudah tidak mau kan kalau begitu nikmati saja apa yang Aku beri. "
Awalnya Vanessa tetap kekeh menahan tapi lama kelamaan Bara semakin menjadi jadi.
"Mas hentikan, baik Aku mau, "
Bara sedikit terkejut karena istrinya mengatakan mau, selama menikah dan selama melakukan penyatuan Vanessa tidak mau memanjakan si joni miliknya, jangankan mengulumnya memegang pun tidak mau dan Bara selalu memanjakan istrinya sehingga tidak pernah Bara komplin dengan sikap sang istri tapi kali ini dia akan bisa menikmati lembutnya tangan sang istri membelai Si joni miliknya.
"Baiklah, cepat lakukan, "
Meskipun sedikit ragu Vanessa mulai membuka resleting penutup si joni dan dengan ragu ragu mulai menggengam dan memainkan nya.
"Shiii iitt... en nak sekali belaian kamu sayang, teruskan, " Bara terus nyerocos tidak karuan.
Sudah jangan di tanya lagi Bara menjadi kelimpungan dibuatnya membuat Bara ingin lebih dari sekedar di belai, otak Bara sudah mulai merencanakan jika Nanti dia ingin si joni nya di jadikan Es Krim istri nya pasti rasanya akan lebih dari ini.
"Sudah Sayang cukup, "
Akhirnya Bara sendiri yang tidak tahan dan akhirnya meminta istrinya untuk menghentikan nya.
Vanessa tersenyum mengejek.
"Baru begitu sudah, _____
" Jangan merasa menang dulu Nanti kita lanjutkan di hotel Aku mau lihat seberapa mampu kamu melawanku, "
Vanessa langsung terdiam, dia tidak lagi bicara, Bara tidak pernah tau jika Vanessa mampu melakukan itu karena Vanessa membayangkan dirinya dengan Rendra tanpa itu Vanessa tidak akan bisa memberikan yang terbaik.
__ADS_1