
Rendra melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, menembus jalanan yang sangat ramai.
Di pusat kota di sebuah Hotel mewah Bara berserta dengan keluarganya sudah masuk ke dalam mobil, hari ini mereka akan berangkat ke Rumah orang tua Bara.
Penuh riang dan ceria Wajah Mikha ketika dia diberitahu jika hari ini akan pergi ke Rumah Nenek, meskipun sikap dari sang Nenek sangat dingin Mikha tidak peduli, Mikha sangat sayang pada Neneknya.
Sedangkan Vanessa sedikit was-was khawatir jika putrinya tidak betah.
Perjalanan kurang lebih dua jam akhirnya mereka tiba di depan Rumah yang sangat mewah dan besar.
Vanessa turun dan menatap Rumah Megah yang ada di depannya, Entah mengapa Vanessa merasakan takut suatu perasaan yang tiba-tiba muncul begitu saja.
Satu perasaan Aneh dan Perasaan Aneh ini pernah Vanessa rasakan ketika dirinya bertemu dengan Sky dimana Sky meminta dan memohon padanya untuk mau menjadi istri pura-pura disaat Mama Sky sedang kritis yang akhirnya membuat Vanessa tidak mampu untuk menolak yang akhirnya menjadi jalan hancurnya kehidupan Rumah tangganya.
Diam-diam Vanessa menarik napas panjang dan mengusap pelan wajahnya sambil memejamkan kedua kelompok matanya.
Bara yang merasa lega karena sudah sampai dan keluar dari dalam mobil menatap heran pada Istrinya yang seolah olah sedang berkabung Wajahnya terlihat sedih dan nampak ada kecemasan disana.
"Sayang kamu kenapa? "
Vanessa buru-buru membuka kedua bola matanya ketika mendengar suara Bara memanggilnya.
"Mas Bara, "
"Kamu kenapa, apa kamu tidak suka kita sudah sampai dan akan tinggal di Rumah Mama untuk beberapa hari, "
Vanessa menarik napas panjang kemudian menghembuskan dengan kasar kewajah sang Suami membuat Bara mendelik karena kelakuan istrinya yang jahil.
Hembusan angin yang keluar dari bibir istrinya membuat Bara gemas dan langsung menangkup Wajah sang Istri.
"Berani melakukan lagi Aku habisi kamu di Ranjang mau? "
Bara bertanya sambil menangkup wajah Istrinya dengan memainkan sudut alis matanya terangkat keatas dengan bibir tersenyum. Mbak Sri yang sangat cerdas segera menutup mata Mikha agar tidak melihat Papa Mamanya yang sepertinya selalu dimabuk cinta dan buru-buru mengajak Mikha untuk masuk kedalam.
"Ngak Takut, "
"Benarkah, "
"Ya, ____
Detik ketika Vanessa mengatakan Ya dengan bibir terbuka Bara sudah lebih cepat menutup dengan bibirnya membuat Vanessa mendelik, untuk beberapa saat Vanessa kemudian mendorong pelan Suaminya.
__ADS_1
" Jangan main trobos saja tau tempat dikitlah, "
Bara terkekeh apa yang dilakukan Bara pada Vanessa tak lepas dari tatapan dingin dari sepasang mata yang menatapnya dengan tatapan mata penuh kebencian.
"Gadis yang malang Nikmati saja kebahagiaanmu yang hanya sesaat karena sebentar lagi Aku pastikan senyum diwajahmu akan menghilang."
Bara yang masih terkekeh memeluk gemas Istrinya.
"Suka-suka Aku sayang, mau dimana dan kapanpun, karena kamu hanya milikku, "
"Sudah masuk yuk,"
Bara menganggukkan kepala berjalan dengan melingkarkan tangannya pada pingang ramping istrinya.
Dengan pintu Sudah dibuka dan sudah sisambut kedatangan mereka.
"Selamat sore Den Bara, Nona selamat datang. "
"Trimakasih, Bik, Mama mana? "
"Nyonya ada di lantai Atas Den, "
"Ya sudah bawa semua koper kami ke kamar dan oleh-oleh yang ada dibagasi bawa ke dapur. "
" Sayang kita duduk dulu kamu capek kan, "
"lumayan, "
"Duduk sini, "
Ketika Vanessa hendak mendudukkan bokongnya dikursi Bara sudah menarik tubuhnya hingga terduduk dipangkuannya.
"Mas, lepas jangan begini malu dilihat orang, "
"Malu apaan Aku bebaslah ngelakuin apa saja sama istriku, "
"Iya,, tapi, ___
" Ehem..!
Belum selesai Vanessa melanjutkan ucapannya sudah terdengar suara orang berdehem dan ketika mereka menoleh kepintu Wajah Vanessa langsung memerah sementara Bara langsung menunjukkan barisan giginya yang putih dan mulai melepaskan pelukannya pada sang Istri.
__ADS_1
"Mama..!
" Hmmm, kalian ini sudah menikah lama tapi masih seperti pengantin baru saja, terutama kamu Bara, kontrol semua Naaaf suumu, gunakan didalam kamar jangan ditempat umum. "
"Ah Mama, dulu Papa juga begitu kan sama Mama, "
"Kau berani membantah perkataan Mama Hah, "
Mama Bara langsung mendekati putranya dan menjewer telinga Bara sampai Bara meringis meminta Ampun.
"Aduh Ma sakit, bisa putus Nanti telinga Bara, "
Vanessa tersenyum melihat Mama Bara marah pada Putranya, mereka terlihat sangat bahagia.
"Bagaimana kabarmu Nes? "
"Alhamdulillah baik, Ma, " jawab Vanessa setelah menciuum tangan Ibu mertuanya.
"Kamu tunggu Bara di kamar saja Mama kan sudah lama tidak bertemu dengan putra Mama izinkan Mama bicara berdua, boleh kan, "
"Iya, Ma, Silahkan,"
Vanessa segera bangkit dari duduknya dan berjalan keluar untuk pergi ke kamarnya, sementara Bara memilih duduk dengan berseloonjor kaki.
"Mama ini kayak ada yang penting saja pakai ngusir Nesa segala, memangnya Mama mau bicara apa? "
"Sikapmu itu keterlaluan Bara beruntung Vanessa bukan gadis cerdas sehingga dia tidak tau, "
Mendengar perkataan Mamanya yang Aneh Bara langsung menurunkan kakinya.
"Maksdnya Mama apa sih, Bara ngak ngerti deh, "
Terlihat sang Mama menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan kasar, kemudian bibinya tersenyum, membuat Bara semakin merasa Aneh.
"Untuk apa kau tutupi kecemasanmu dengan selalu bersikap Aneh seperti itu Bara, "
"Menutupi, menutupi apa Ma, Bara tidak mengerti deh, Mama ini membicarakan apa? "
"Kalau kamu tidak mengerti coba kamu berpikir biar bisa mengerti, sudah Mama pergi dulu jangan terlalu cemas Mama Mendukungmu dan kamu sudah benar. "
Setelah mengatakan hal itu Mama Bara langsung keluar dari Ruangan Kini tinggalah Bara dalam kebingungan.
__ADS_1
"Maksudnya Mama apa ya, kenapa Aneh begini Ah sudahlah Aku lebih baik menyusul Istriku, tauk Mama bicara Apa bingung." desis Bara dalam hati.