
Robi yang ingin menemui Rendra dengan melacak keberadaan Rendra dengan menggunakan Google Map pada ponsel hp-nya merasa sedikit heran karena rute yang tertera di dalam ponsel hp-nya menunjukkan suatu jalan yang sangat aneh di mana Robi terkadang diarahkan ke kanan, terkadang diarahkan ke kiri terkadang berbelok kanan, berbelok kiri bahkan yang saat ini lebih mengherankan Robi diarahkan ke arah hutan di mana di hutan tidak ada Perumahan ataupun keramaian,
"Busyet, ini Rendra ngapain membawa Aku ke arah hutan begini, benar-benar Rendra itu sangat aneh ngapain di hutan seperti ini tapi tidak apa-apa lah aku ikuti saja kemauan dan juga arah yang ada kebetulan Paman hari ini bersikap sangat baik sehingga tugas yang diberikan kepadaku paman tunda dan membiarkan Aku untuk pergi menemui Rendra dan Rendra sungguh sangat aneh ketika aku telepon tidak diangkat dan juga tidak ada telepon balik dan aku berpikir pasti Rendra sangat sibuk dengan mantan istrinya untuk itu dia tidak mengangkat telepon dariku karena Aku merasa penasaran dan aku merasa ingin tahu maka aku menggunakan Google Maps untuk melacak keberadaannya setelah telpon dari satu jam lalu kemudian Rendra tidak mengagkat telpon lagi.
Karena Aku sangat penasaran dengan keadaannya maka, melalui ponsel hp-nya yang kebetulan pasti masih menyala Aku melancarkan keberadaan nya melalui Geogel Maps yang biasa orang gunakan, meskipun terkadang tidak benar-benar tepat dan berhasil tapi Aku tetap yakin, pasti benar." gumam Robi yang terus bermonolog sendiri.
Robi terus melajukan mobilnya mengikuti petunjuk dari ponsel hp yang dia gunakan untuk melacak keberadaan Rendra sementara mobil yang membawa Rendra melaju dengan kencang menuju hutan.
"Kita berhenti disini Aku rasa di sini adalah tempat yang tepat untuk kita melakukan apa yang menjadi perintah Bos kepada kita Bagaimana menurutmu adek, "
"Aku setuju saja dan aku rasa semakin cepat kita melakukan tugas yang diberikan Bos kepada kita maka semakin baik dan semakin bagus karena pekerjaan kita akan segera selesai."
"Baiklah Ayo kita turun. "
"Hei, Ayo Turun..!"seru salah satu laki-laki yang meminta kepada Rendra untuk segera turun di tangannya terdapat satu buah timah panas yang sengaja diarahkan kepada Rendra, rupanya kedua laki-laki suruhan dari Bara sudah persiapkan diri dengan menggunakan senjata api, patas aja Hal itu membuat keduanya merasa yakin dan percaya diri jika Rendra hari ini pasti akan mati seperti apa yang sudah diperintahkan oleh Bos mereka.
Rendra tersenyum miring ketika dirinya mendapatkan ancaman dengan dua timah panas mengarah kepadanya seperti apa yang telah diperintahkan oleh kedua anak buah Bara, Rendra langsung turun dengan tenang tidak ada raut Wajah ketakutan disana.
Kedua laki-laki yang mengarahkan timaah panas kepada Rendra tertawa dengan sangat keras dan lebar.
"Bersiaplah, kami tidak ingin membuang-buang Waktu lagi, kami berikan kesempatan padamu Waktu 10 menit untuk bisa menikmati sisa hidupmu karena setelah itu kami akan segera mengirim mu terbang tinggi ke langit biru.
"Bos, kamu itu hanya laki-laki pengecut dia tidak memiliki kemampuan apa-apa selain melakukan tindakan pengecut. "
"Diam dan jangan banyak bicara kau, sudah mau mati saja masih banyak tingkah."
"Waktmu kini tinggal lima menit lagi bersiaplah untuk terbang dari Dunia ini."
Rendra tersenyum mendengar ancaaman dan gertaakan dari kedua orang laki-laki yang ada di depan nya.
Dengan tenang mengusap lembut Wajahnya,
"Ini, Robi datang apa tidak dasar bocah tengil kalau dia tidak datang terpaksa Aku harus menghadapi orang ini sendiri dan Aku harus menggunakan akal agar bisa menjatuhkan mereka.
Perlahan-lahan Rendra menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan waktunya yang hanya tinggal 5 menit Rendra berpikir keras apa yang akan dia lakukan untuk menghalangi kedua timah panas yang mengarah kepadanya.
Setelah satu ide muncul Rendra mengulum senyum.
" Rupanya si Bocah Tengil Robi belum datang juga apa dia tidak peka, tapi sudahlah aku sudah menemukan satu ide untuk menghadapi mereka berdua mungkin tidak terlalu berhasil akan tetapi setidaknya aku bisa keluar dari dua benda yang ada di tangan mereka itu yang sangat berbahaya dan untuk yang pertama kali aku akan membuat dua benda itu jatuh.
"Waktumu sudah habis sekarang bersiaplah Aku akan mengirimmu ke Neraka. "
"Aku tidak pernah takut dengan ancaman kalian lakukan pekerjaan kalian jika kalian memang bisa mungkin selama ini kalian berpikir ketika kalian mendapatkan dan memiliki timah panas yang berada di tangan maka kalian kalian bisa merobohkan dan melumpuhkan lawan kalian, Tapi kalian lupa kalian bukan berhadapan dengan sembarangan orang majulah Aku sudah siap untuk melayani kalian. "
__ADS_1
"Busyet sudah mau mati masih juga berlagu dan sombong Dia pikir dia berhadapan dengan pistol mainan anak-anak benar-benar bodoh Ayu Adik jangan buang-buang waktu kita kerjakan sekarang juga aku sudah tidak sabar untuk menyelesaikan semuanya dan memberikan kabar berita kepada bos Jika pekerjaan kita sudah selesai."
" kau benar Kakak kita tidak perlu membuang-buang waktu hanya orang bodoh yang berpikir jika benda yang kita pegang ini adalah sebuah mainan sehingga dia tidak merasa takut Dan menganggap remeh tapi Biarkan saja itu mungkin cara dirinya menghibur hati karena sesungguhnya pastilah di dalam hatinya sangat ketakutan, Hahaha..! "
"Kau benar, Hei kamu, bersiaplah Pemuda Tampan ketampananmu, akan kami lenyapkan hari ini juga, "
"Doooooorrr...!
" Doooooorrr...!
Rendra yang mengamati arah dari kedua timah panas yang mengarah padanya dengan cepat menjatuhkan diri ke tanah seperti orang yang sedang tiarap sehingga kedua timah panas melesat mengenai Ruang kosong.
Gerakan seperti orang yang sedang puuss uup kemudian dengan gerakan yang cepat sebelum kedua laki-laki yang ada di depan nya menyadari serangan dari tembakannya mengenai Ruang kosong, Rendra segera melakukan saltoo depan dua kali hingga tubuhnya berada dekat dengan kedua laki-laki yang memegang timah panas dan dengan gerakan cepat kaki Rendra menendang kanan dan kiri menggarah pada kedua tangan dari laki-laki yang memegang Timah panas, akibatnya timah panas yang ada di tangan mereka jatuh terpental.
Hal itu membuat kedua orang laki-laki itu sangat terkejut karena dirinya tidak menyangka jika laki-laki yang menjadi tawanannya yang sudah diyakini pasti akan segera mati ternyata mampu melawan dan menepis semua serangannya dengan sangat cerdas sebelum kesadaran penuh mereka muncul Rendra kembali memberikan serangan pukulan yang cukup keras dan tepat sehingga keduanya tidak bisa menjangkau timah panas yang terlempar dari tangan mereka masing-masing.
merasa geram dan kesal karena timah panas milik mereka yang mereka jadikan senjata terlempar salah satu diantara mereka berusaha mengambil dan salah satu diantara mereka memberikan serangan kepada Rendra Rendra dengan cepat membalas Serangan yang diberikan oleh salah satu laki-laki yang ada di depannya sementara laki-laki yang lain mengambil tema panas yang terlempar.
"Berhenti, Aku akan meneembaakkan, benda ini kepada mu sekarang juga. "
"Bagus kakak tembakkan saja biar pemuda Sombong ini mampusss. "
"Ayo lakukan maka Dia yang akan merasakan, '
"Kakak jangan lakukan Aku bisa celakaa..!
" lepaskan brengsek, jika tidak Aku tetap akan memuntahkan timah panas ini karena ini perintah dari Bos, dan aku tidak peduli jika diantara kalian ada yang cidera Karena bagiku Aku akan lebih mengutamakan Tugasku daripada keselamatan dia jadi bersiaplah kalian karena kalian berdoa yang harus berhati-hati."
"Kau brengsek kau penghianat kau, __
" Maaf Adek selamatkan dirimu sendiri karena Aku akan melakukan tugasku. "
"Doooorrr...! Dooooorr... Doooorrr!
Rendra yang penyandera satu orang laki-laki menarik kekanan dan ke kiri untuk menghindari serangan peluru yang dilemparkan ke arah mereka dan dengan terpaksa laki-laki itupun berusaha menghindar.
" Brengsek Awas saja kalau Aku bisa lepas Aku bunuuuh kau, beraninya mau mencelakakan Aku juga. "Geram satu laki-laki yang menjadi Sandra Rendra.
" Ciiiiiitttt....! sebuah mobil berhenti dengan mendadak ketika melihat di depannya ada perkelahian dengan menggunakan senjata timah panas di mana berbahaya bagi dirinya apabila terus melaju bisa-bisa ban dari mobilnya kempes mendadak di tengah hutan.
"Gilaaaa, itu kan Si Bos pelit Rendra ngapain dia berkelahi, ini tidak bisa Aku biarkan salah satu laki-laki itu menggunakan senjata, baiklah kita olahraga raga siang dulu Rupanya. "
Robi segera turun dari Mobil dan mengambil sebuah ranting kayu dengan panjang satu meter dan cukup tebal, dengan tersenyum miring Robi berdiri menatap lurus kedepan, pandangan matanya tertuju pada Timah panas yang ada di tangan satu orang laki-laki yang sepertinya siap untuk di bidiikan.
__ADS_1
Robi menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan setelah mengatur pernapasan Robi mulai memutar kayu yang panjangnya 1 meter ke atas, seperti memainkan sebuah gangsing diatas kepala.
Untuk beberapa saat tepat pada saat tangan laki-laki yang ada di depan nya itu hendak membiidiikan Timah panasnya ke arah Rendra dengan gerakan cepat penuh dengan tenaga yang kuat ranting kayu sepanjang satu meter dengan tebal sekitar 5 dilemparkan ke arah laki-laki yang ada di depannya, mengarah lurus ke tangan tempat untuk memegang Timah panas.
Karena laki-laki yang ada di depannya sedang fokus ingin membisikkan timah panasnya ke arah Rendra meskipun apa yang akan dia lakukan bisa melukai dan mencelakakan temannya yang kini disandera oleh Rendra, tidak menyadari dan tidak mengetahui keberadaan Robi yang berada di belakangnya sehingga gerakan kayu yang sangat cepat ke arahnya langsung membuat timah panas yang ada di tangannya terlempar jatuh belum sempat keterkejutan di dalam hatinya hilang, mengenai Siapa yang berada di belakangnya sebuah pukulan dari arah belakang langsung mengarah kepadanya bahkan pukulan itu seolah-olah tidak memberikan kesempatan kepada dirinya untuk memberikan perlawanan karena Robi melakukan penyerangan berkali-kali dengan membabi buta, tidak cukup sampai di situ Robi yang kesal dan memiliki emosi cukup tinggi dengan satu kakinya menendang kayu keatas dan menangkap dengan tangannya yang kemudian digunakan untuk memukul laki-laki yang ada di depannya.
Karena tidak ada kesiapan dan juga tidak menyadari Serangan yang datang dengan tiba-tiba dan bertubi-tubi Hal itu membuat laki-laki yang tadi memegang timah panas menjadi terdesak, bahkan berkali-kali harus jatuh tersungkur dengan mencoba menutupi wajahnya dengan tangan agar kayu yang digunakan Robi untuk memukulnya tidak sampai mengenai wajahnya bahkan dirinya sampai berguling-guling di tanah.
"Stoop... stop berhenti kamu siapa kamu jangan macam-macam, Aku bisa membunuhmu, "
"Jangan banyak bicara lakukan saja jika kamu bisa, "
"Sialan Mahkluk dari mana ini dia seperti orang yang kesetanan memukulku tiada henti dan Jeda jika terus begini aku bisa-bisa mati karena kehabisan tenaga dan pukulannya benar-benar sangat membuat remuk tubuhku, Ah itu senjaataku ada disana Aku harus terus berguling kesana agar bisa mengambilnya. "
laki-laki itu akhirnya berguling menuju ke arah tempat jatuhnya timah panas yang dia pegang Rendra yang melihat hal itu segera mendorong laki-laki yang menjadi sanderanya dengan cepat melompat dan menginjak timah panas yang hendak diraih oleh laki-laki yang ada di depan Robi sementara Robi yang tidak menyadari kehadiran Rendra karena dia memukul dengan membabi buta tanpa melihat Siapa yang ada di depannya tidak ada lagi pula satu pukulan mengenai punggung.
"Buuughh... Awaauuu.. Robi....! mata kamu taruh dimana sakit tauuuuu...! "
"Hahaha, Aduh Ren Sory sory.... kamu sih ngapain melompat ke sana, "
"Ini tangkap.. Rendra segera melemparkan benda Timah panas ke arah Robi setelah itu memberikan pukulan pada salah satu laki-laki yang hampir babak beluur Akibat pukulan dari Robi.
Sementara satu laki-laki sandraan yang tadi disandera oleh Rendra mengetahui temannya tertangkap dan terdesak langsung berlari Pergi Robi yang melihat hal itu langsung membidiiikan Timah panasnya ke samping laki-laki itu tepat di sebelah kakinya, sehingga membuat laki-laki itu terkejut.
"Dooooorr...! diam disitu atau timah panas ini akan menembus kepalamu ingat Aku tidak main-main..! seru Robi dengan suara yang lantang.
karena sudah melihat keganasan dan kesaaadisan dari Robi yang menghajar temannya tanpa ampun akhirnya laki-laki itu diam tak bergerak.
Robi memerintahkan laki-laki itu untuk angkat tangan dan Robi segera membuka ikat pinggangnya dan menggikat tangan laki-laki itu kebelakang."
dengan tersenyum miring Robi menepuk-nepuk wajah laki-laki yang ada di depannya di mana Tangannya sudah diikat ke belakang sambil menodongkan timah panasnya ke leher agak gitu sehingga membuat pagar itu mendongak sedikit.
"Bagaimana mau coba-coba bermain-main dengan kami hahaha, ayo masuk kedalam mobil. "
Sambil terus mengarahkan timah panas ke dekat laki-laki yang ada di depannya Robi menyuruh laki-laki itu segera masuk ke dalam mobil dan tanpa membantah karena memang sudah kalah akhirnya laki-laki itu menurut masuk ke dalam mobil dengan tangan terikat ke belakang.
Rendra sendiri yang menghadapi satu orang yang sudah babak belur akhirnya juga bisa membekunya karena laki-laki itu sudah tidak memiliki kekuatan dan tenaga untuk melawan Rendra,
Rendra juga meminta laki-laki itu untuk masuk ke dalam mobil setelah keduanya masuk Robi dengan cepat menarik ikat pinggang sabuk milik Rendra Hal itu membuat Rendra mendelik dan merasa heran dengan apa yang dilakukan oleh Robi.
"Woi... mau apa kamu? "teriak Rendra yang melihat kelakuan Robi yang Aneh.
"Diam Boss pinjam sabuknya sebentar, " ucap Robi yang langsung menggunakan sabuk Rendra untuk menggikat satu orang laki-laki yang sudah babaak beluur di sampingnya.
__ADS_1