DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 81.Tidak bisa tidur


__ADS_3

Meskipun dengan wajah cemberut dan terpaksa akhirnya Alena menerima semua perintah dari Rendra.


Alena merasa sangat kesal dan geram bahkan hampir putus Asa, tujuh tahun lebih hidup bersama dengan Rendra tapi hati pemuda itu tetap tidak tergoyahkan, bahkan Alena juga pernah mencoba dengan cara yang kurang benar tapi tetap hasilnya sangat mengecewakan, Rendra tidak tertarik sama sekali.


Awalnya Alena berpikir jika Rendra punya kelainan dimana dia seorang Dokter yang tidak memiliki rasa ketertarikan pada Wanita tapi nyatanya dugaan Alena salah, Rendra sangat mencintai Mantan Istri nya bahkan masih berharap suatu saat masih bisa bersama, suatu hal yang sangat menyakitkan dan hal itu tanpa sadar Alena dengar sendiri dari percakapan antara Rendra dan Robi yang tanpa sengaja Alena dengar.


Sangat penasaran dan ingin tau seperti apa Wanita yang mampu membuat hati seorang Dokter yang sesungguhnya sangat baik itu kini bersikap dingin pada seorang Wanita.


"Non, ini kamarnya Maaf Den Rendra tidak mengizinkan Bibi untuk membantu Non dalam membersihkan kamar, tapi Non Alena jangan khawatir kamar ini sebenarnya tidak kotor karena setiap hari di bersihkan cuma, Dengan Rendra selalu meminta pada kita semua untuk membersihkan kembali ketika hendak tidur. "


"Iya, Bik, "


"Baiklah Non, kalau begitu saya permisi dulu, "ucap Bik ijah seraya pergi dari dari dalam kamar itu, tapi sebelum Bik ijah sampai di depan pintu, Alena manggilnya.


"Bik..! "


"Iya, Non, "


"Sebenarnya apa alasan dari Istri Dokter Rendra pergi meninggalkan nya? "


"Maaf, Non, Bibi tidak bisa bercerita soal ini, karena ini sudah menyangkut urusan pribadi Den Rendra, maaf Non saya permisi dulu, "


"Baiklah Bik, "


Bik ijah segera pergi meninggalkan ruang kamar, yang mana Alena hanya bisa menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar.


"Pasti ada sesuatu yang buruk sehingga Dokter tampan itu ditinggalkan istrinya, Ah ya pasti istri nya ada main dengan laki-laki lain kemudian ketahuan dan Mas Rendra murka kemudian menghempaskan nya keluar dari Rumah itu dan akhirnya dia menjadi trauma karena cinta, duh kasian sekali ya, " gumam Alena bermonolog sendiri.


Apa yang dikatakan Bik ijah semuanya benar kamar tidak begitu kotor sehingga Alena tidak membuang Waktu lama untuk membersihkannya.


Di ruang makan Rendra sudah menunggu kedatangan Alena dan Bik ijah Rendra sudah membiasakan untuk selalu makan bersama tanpa membedakan antara dirinya dan pembantu semua diajak makan bersama.


Hening tidak ada satu suara pun ketika semua berasa di ruang makan. Rendra memang memberikan peraturan ketat tentang makan tidak ada satupun yang boleh berbicara kecuali itu sangat penting sekali.


Alena yang ingin mempertanyakan mengapa mereka harus tinggal di rumah baru yang lebih kecil dibandingkan dengan Rumah lama, Alena tahan karena dia tidak ingin membuat Rendra marah karena larangan nya tidak didengar.


Bik ijah selalu menjadi orang pertama yang selesai makan terlebih dahulu entah karena kurang nyaman atau memang Bik ijah suka makan dengan cepat sehingga dia selalu selesai lebih dulu kemudian di susul oleh Rendra dan yang paling akhir pasti Alena dan putranya.

__ADS_1


Karena Alena harus menyuapi putranya juga dikarenakan Rendra tidak terlalu mengijinkan Bik ijah untuk membantu menyuapi Rendra selalu meminta Alena sendiri yang harus menggurus Arsel putranya.


Kurang lebih satu jam Alena dan Arsel baru bisa menyelesaikan makan, Alena meminta Bik ijah untuk menemani Arsel karena dirinya ingin bicara penting dengan Rendra, itu yang Alena katakan pada Bik ijah.


Tanpa membantah Bik ijah mengaggukan kepala, Alena segera pergi ke Ruang kerja dimana Rendra sedang bersantai di ruangan itu, karena Rendra tidak terlalu memiliki banyak kesibukan di dalam kantor nya yang mana semua sudah ditangani oleh Robi sepupu sekaligus teman dan orang kepercayaan dari Rendra.


Sementara tugas-tugas nya dari Rumah sakit sudah ada Dokter Bambang yang selalu menyelesaikan nya sehingga Rendra banyak sekali waktu untuk bersantai.


"Tok..!


" Tok..!


"Tok..!


" Masuk! "


Dengan perlahan-lahan Alena membuka pintu ketika Rendra sudah mengizinkan dirinya untuk masuk setelah mengetuk pintu.


"Mas, apa Aku boleh bicara sebentar dengan Mas Rendra, "


"Duduklah, kau mau bicara apa?


" Itu apa bicara yang jelas, kalau masih bingung dan lupa dengan apa yang ingin kamu bicarakan kamu boleh pergi untuk mengingat ingat terlebih dahulu, setelah ingat kamu boleh kembali lagi kesinii, "


"Haisss, masak Aku dikira sudah pikuun sih, " gumam Alena sedikit kecewa. "


"Pergilah Kamu Nanti boleh balik lagi kesini, "


"Tidak Mas, Aku ingat kok, Aku tidak lupa cuma Aku merasa sulit sekali untuk mengungkapkan nya. "


"Ya sudah tidak perlu bicara, pergi kembali lah ke kamarmu untuk beristirahat "


"ssh, Mas kok bicara begitu, Aku itu cuma mau bertanya Mengapa kita harus pindah ke rumah yang kecil seperti ini, '


" aku rasa rumah ini tidak terlalu kecil rumah ini juga memiliki banyak kamar dan juga tempat bersantai yang lainnya, "


"Iya, tapi rumah kita yang lama itu lebih besar dan lebih bagus daripada rumah ini dan sebenarnya Untuk apa kita harus pindah aku yakin Mas Rendra, Rumah itu bukan mengontak dan sudah menjadi Rumah sendiri dan aku rasa Mas Rendra juga bukan sedang bangkrut lalu Mengapa kita harus pindah? "

__ADS_1


"itu karena Rumah itu bukan milik kita itu rumah milik istriku, jadi karena dia tidak ada di sana kita pun tidak berhak untuk tinggal di rumah itu, untuk itu aku mengajak kalian pindah ke rumah ini karena rumah itu hanya milik istriku dan rumah itu akan berpenghuni Setelah dia kembali, "


"Istri, bukankah Mas sudah berpisah kok masih, ____


" Iya itu Rumah mantan istriku dan selamanya akan menjadi miliknya. "


"Tapi Mas, _____


" Sudah keluarlah, Aku ingin sendiri, "


Dengan Berat hati akhirnya Alena pergi keluar meninggalkan ruangan itu,


Alena keluar dengan perasaan kecewa dan tidak merasakan kepuuasan atas jawaban dari Rendra tapi mau bagaimana lagi, Alena sendiri masih orang luar dalam kehidupan Rendra jika dia kini bisa satu Rumah itupun karena Rendra datang sebagai penolongnya saja, Alena berpikir akan mudah menaklukkan hati Rendra karena dirinya sendiri masuk dalam jajaran gadis yang cantik tapi sayangnya Rendra tidak mudah untuk ditaklukkan, bahkan sampai detik ini tidak sekalipun Rendra masuk dalam perangkap cinta nya.


Masuk kamar dengan sedikit membanting pintu karena kesal.


"Braaakk..!


" Jika dengan cara baik-baik sulit dan susah apa salahnya Aku mencoba dengan cara yang sering ada di dalam sinetron atau Buku-buku novel, Elsa benar Aku harus secepatnya membuat hubungan Aku dengan Mas Rendra menjadi resmi agar Aku memiliki hak atas segala kekayaannya dan juga masa depan dari putraku akan bersinar terang. " gumam Alena bermonolog sendiri sambil menarik selimut nya.


Di sisi lain di dalam sebuah kamar hotel tempat Vanessa dan Bara bermalam.


Vanessa tidur dengan membelakangi Bara sementara Bara dengan santai nya memeluk sang istri dari belakang, bahkan beberapa kali Bara menciuumi punggung sang istri.


"Mas, Aku sudah mengatuk sekali, "


"Tidur saja sayang tidak apa-apa, "


"Maksudnya jangan di ganggu Aku mau tidur dengan tenang, Maaf malam ini Aku lagi tidak, ____


Belum selesai Vanessa bicara ketika dirinya membalikkan badan berhadapan dengan sang Suami Bara sudah memotong pembicaraan sambil meletakkan satu jari di bibir Vanessa.


" Ssssstttt....!Tidak apa-apa sayang tidur lah dengan nyaman Aku tidak akan menggangu lagi kamu pasti lelah, "


Vanessa menganggukan kepala, Bara segera memberikan kecupan ringan di kening sang istri.


"Tidur lah, Aku lihat TV sebentar Aju khawatir kalau di dekatmu bawaannya pingin memeluuk terus, jadi tidurlah lebih dulu Nanti Aku menyusul. "

__ADS_1


Bara segera turun dari Ranjang duduk diruang tamu sambil menyalakan TV. Vanessa menatap kepergian suaminya sambil tersenyum kecut.


"Maafkan Aku Mas, Kenapa otakku jadi kepikiran dengan mobil hitam itu, Aku hafal benar itu kan mobilnya Mas Rendra, dia juga ada di hotel ini kah dan sudah cek out pergi, itu artinya Mas Rendra juga sedang Honey moon dengan pasangannya, tentu saja dia kan sudah punya istri dan Anak mana ingat dia punya anak dariku, " keluh Vanessa dalam hati sambil tersenyum kecut, Vanessa beberapa kali berpindah posisi tubuh nya membalik ke kanan dan ke kiri karena merasa tidak bisa tidur dan semua karena hatinya sedang kesal mendapati mobil mantan dari suaminya yang juga telah selesai honeymoon dengan pasangan nya.


__ADS_2