DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 35 BAHAGIA


__ADS_3

Melihat raut wajah kebahagiaan terpancar dari sang Suami membuat Vanessa merasa haru ada rasa bersalah jika selama ini dia sudah bersikap egois, yang mana tidak memberikan hak suaminya.


pagi ini tidak sama dengan pagi pagi dan hari hari sebelum nya dimana Bara hanya mengertaknya dan menakutinya akan tetapi tidak pernah melakukan hal yang lebih, tapi kali ini Bara benar-benar meminta hak nya sebagai seorang Suami.


Setelah beberapa saat mengajak sangat istri berputar dalam lautan rasa suka cita karena akhirnya mendapatkan ijin.


Perlahan lahan Bara merebahkan tubuh sang istri diatas Ranjang awal yang canggung karena Vanessa sedikit passive, tapi pada akhirnya mereka berdua mengarungi bahtera cinta.


Terdorong ingatan kala Rendra bersama gadis foto model membuat hati Vanessa sakit, dan hal itu membuat Vanessa kini memberikan pelayanan pada sang Suami melakukan dengan sepenuh hati.


"Beberapa kali Vanessa harus meringis menahan sakit ketika Sang Suami mulai menerobos nya.


"Sayang, sakit, ya!


" Sedikit, "


"Di tahan ya,"


Bara melakukan dengan sangat lembut hingga keduanya mencapai puncaknya.


Dengan sangat lembut Bara mengeecup puccuk kepala Vanessa.


"Trimakasih, ini nikmat sekali, Aku bagaikan meniduri gadis perawan dan itu pasti karena milikmu sudah lama tidak di pakai jadinya sempit lagi, "


"Plaak...! Vanessa memukul gemas suaminya karena telah membuat nya merasa malumerona, sementara Bara hanya terkekeh.


melihat kedua pipi istrinya mulai berwarna merah merona.


Perlahan lahan Vanessa mulai bangkit dan hendak melangkah.


" Sayang kau mau kemana? "


"Mandi lah, memang mau kemana lagi, "


"Tunggu..!


"Kenapa, mau mandi bareng, " tantang Vanessa yang kini juga mulai berani mengoda Suaminya.


Bara berdiri mensejajarkan diri.


"Mandi bareng nya Nanti saja, Aku mau lagi. '


" Apa?


"Nambah dikit aja boleh ya, ayok,"


tanpa menunggu persetujuan seperti awal pertama kini Bara mulai berselancar sesuka nya dan Vanessa hanya bisa mengimbangi kemauan sang Suami.


Vanessa memaklumi karena ini adalah awal pertama kali Sang Suami menikmati indahnya sebuah cinta dalam penyatuan dan sebagai istri yang baik haruslah menuruti semua keinginan dari sang Suami.


Bara termasuk tipe cowok yang berhati lembut dan tidak suka egois, untuk itu dia hanya minta Vanessa melayani nya tiga kali saja tidak sampai membuat Sang istri lemase karena kelelahan.


"Sayang kamu mandi dulu saja, Aku khawatir kalau ikut Nanti tidak bisa nahan diri kalau si Junior minta lagi."


"Sapa juga yang mau mandi bareng, "

__ADS_1


Vanessa segera masuk ke dalam kamar mandi kurang lebih tigapuluh menit Vanessa membersihkan tubuh nya sementara Bara tiduran di atas Ranjang sambil senyum senyum.


"Akhirnya Aku bisa memiliki dirinya, Aku tau kamu pasti masih mencari dan mengejar mantan istrimu Ren, tapi kamu lupa dia sudah jadi istri ku sudah jadi milikku, sekuat apapun cinta mu kau tidak akan bisa mendapatkan nya kembali."gumam Bara dalam hati.


" Mas, cepat mandi!


"Oh, iya sayang..!


Dengan cepat Bara melompat dari Ranjang melangkah ke dalam kamar mandi tapi ketika berpapasan dengan sang istri yang baru keluar dari dalam kamar mandi tangan jahil Bara menyentil kecil dagu sang istri sebelum kemudian masuk ke dalam kamar mandi.


Vanessa menggelengkan kepala nya melihat sikap konyol Suaminya.


"Mulai saat ini Aku harus bisa melupakan Mas Rendra, Aku ini istri orang dan sudah seharusnya Aku mencintai Suamiku, jika Mas Rendra saja bisa mudah melupakan Aku kenapa Aku tidak Aku pasti juga bisa. " gumam Vanessa dalam hati.


"Cuup..! sebuah kecuupan mendarat di punggung Vanessa membuat Vanessa terkejut dan ketika hendak membalikkan badan Vanessa sudah merasakan pelukan dari belakang dan Vanessa bisa merasakan jika kini Bara suaminya sudah menenggelamkan wajahnya pada punggung sang istri.


" Mas, lepas, gerah nih, "


"Kenapa melamun terus apakah yang aku beri tidak memiliki rasa sedikitpun, jangan abaikan cintaku, "


Merasa geli dengan ucapan dang Suami Vanessa membalikkan badan dan Pandangan mata mereka yang tidak pernah bertemu dengan begitu dekat kini bisa sama-sama mereka rasakan.


" Kenapa menatapku begitu?


"Aku bertanya tapi belum mendapatkan jawaban nya. '


" Yang mana? "


"Itu, jangan abaikan cinta ku. '


" Hmm, Iya apa? "


"Tidak akan mengabaikan cinta Suamiku, "Ingin rasanya Bara tertawa mendengar perkataan dari istrinya akan tetapi Bara tahan.


" Kalau begitu buktikan, "


Vanessa mengeryitkan dahinya.


"Buktikan..!


" Apa, kan sudah, "


"Bukan hal itu, "


"kalau begitu apa? "


"Aku belum pernah merasakan istriku menciuumku lebih dulu. "


"Apa?


"Jangan melotot begitu, Aku hanya ingin merasakan istriku menciuumku lebih dulu, '


Vanessa menarik napas panjang kemudian menghembuskan dengan perlahan sebelum.


" Cupp.. ! satu kecuupan mendarat di pipi Bara dan setelah memberikan keccupaan itu Vanessa berniat pergi tapi Bara menariknya kembali masuk kedalam pelukannya.

__ADS_1


"Bukan disini sayang tapi disini, Bara menunjuk bibir nya, tapi, ngak bisa kan,"


Tanpa menunggu lagi Vanessa langsung mendekat kan bibir nya dan pagi itu lagi lagi suasana kamar kembali memanas, untuk beberapa saat Bara membiarkan Vanessa melakukan sendiri tapi lama kelamaan membuat Bara tidak tahan yang akhirnya membalas pagutan ssng istri dengan lebih ganas.


Merasa cukup puuas Bara melepaskan pagutan dan pelukan nya.


"Sayang kita pergi bulan madu yuk, "


"Bulan madu, ngak perlu Aku ngak mau. "


"Hari Ini Mbak Ratih telpon katanya mau menjemput Mikha dan dibawanya ke Rumah katanya dia kangen sama keponakan dan itu artinya Mikha menginap disana, kita pergi bulan madu Aku masih ingin, menikmati keindahan cinta kita.


" Ah, ngak mau lah pergi jauh keluar Negri. "


"Hmmm, yang mau membawa kamu bulan madu keluar Negri juga siapa Aku mau membawa istriku bulan Madu di Hotel termewah di London ini saja, bagaimana satu malam saja, "


"Apa ke hotel, ngak maulah pokoknya tidak, kalau mau minta lagi di Rumah saja. " seru Vanessa dengan cepat wajahnya terlihat sangat gusar dan dan tidak suka.


"Aku tidak mau keluar apalagi ke hotel bisa bisa Aku bertemu dengan si play boy itu, " gumam Vanessa dalam hati.


Seolah memahami ketakutan dari sang istri Bara kembali bertanya.


"Kamu takut jika bertemu dengan Rendra? "


"Tidak."


"Benarkah? "


"Ya, benar ngapain harus takut dengan laki-laki play boy seperti dia, "


"Play boy, siapa yang play boy, "


"Bukan siapa-siapa, "


"Hmmm, jadi gimana, mau kan, "


"Ngak maulah Mas aku, _


"Takut sama Rendra, takut tiba-tiba ketemu dengan Rendra, kan ada Aku lagi pula kamu itu sudah milikku, semuanya jadi Rendra tidak akan mengaggu kita lagi, mau ya, ijinkan Aku menyenangkan istriku di hari setelah dia menyerah kan semuanya untuk ku, "pinta Bara dengan nada memohon.


Dengan lemah Akhirnya Vanessa mengaggukan kepala, entah mengapa setiap hendak diajak keluar hati Vanessa begitu was was, dunia itu memang luas tapi keadaan dia dan Rendra itu bagaikan dunia cuma selebar daun kelor, bergerak kesana sini selalu saja takdir membuat nya bertemu.


"Tapi, bukan kah Rendra dengan istri barunya itu artinya kehadiran nya atau seandainya bertemu tidak akan ada pengaruh apapun, mungkin hanya dirinya saja yang akan merasakan sesak dan sakit ketika melihat Rendra bermesraan dengan orang lain.


Melihat istrinya sudah setuju Bara langsung mendaratkan kecuupan untuk nya.


"Kalau begitu Aku pergi kerja Dulu Nanti Aku akan pulang menjemput, sayang kamu mau hadiah apa dariku, "


"Hadiah, untuk apa?


" Hadiah untuk istri yang sudah melakukan kewajiban nya pertama kali, kau mau apa? "


"Tidak, ada, ngak perlu hadiah apapun. "


"Baiklah, Nanti aku sendiri yang pikirkan, Aku pergi dulu sayang dan trimakasih atas kenikmatan hari ini , jaga stamina kamu untuk kita Nanti malam, Masih kurang, " seru Bara sambil melambangkan tangan sementara Vanessa hanya bisa mendelik melihat tingkah konyol suaminya.

__ADS_1


"Smoga perasaan dan firasat hatiku tidak salah smoga Nanti Aku tidak bertemu dengan Mas Rendra meskipun Aku tidak yakin. "gumam Vanessa sambil menutup pintu Rumah setelah mobil Bara sudah pergi.


__ADS_2