
Dengan kecepatan sedang Rendra mengemudikan mobilnya dengan hati riang meskipun hari ini Rendra tidak bertemu dengan Vanessa dan juga Mikha yang ternyata adalah putrinya Rendra tidak berkecil hati dan tidak merasa sedih dikarenakan besok Rendra bisa datang dan menemui Vanessa kembali, serasa hati tidak sabar untuk bercerita dan berbagi rasa bahagia dengan Robi yang kala itu Robi sedang pergi entah ke mana.
Sampai di depan pintu Hotel Rendra segera turun dari mobil taksi kemudian masuk ke dalam kamar hotelnya di mana Rendra berharap Robi sudah pulang, Akan tetapi ternyata Robi belum pulang akhirnya Rendra memilih duduk dan menunggu kedatangan Robi sambil menatap layar ponsel yang kini terpanjang foto Istri dan Anaknya.
Tidak ingin mengganggu dengan menelponnya ataupun mengganggunya dikarenakan Rendra juga mengerti dan memahami jika Robi sedang sibuk memilih atau membeli baju untuk pacarnya.
Berbeda dengan Vanessa di dalam kamar dia merasa cemas dan merasa sangat was-was sementara Bara yang ditelepon untuk tidak usah datang ke Butik dan membawakan kejutan hadiah untuk Mikha pulang ke rumah saja dikarenakan Vanessa sudah berada di rumah membuat Bara semakin cemas, Bara tidak tahu dan tidak mengerti mengapa tiba-tiba Vanessa pulang Akan tetapi Bara yakin ada sesuatu yang terjadi padanya untuk itu Bara bergegas pulang Setelah membeli piano hadiah kejutan untuk putrinya
"Cepat sedikit Pak saya ingin segera sampai di Rumah, "ucap Bara pada salah satu sopir taksi yang kala itu memang Bara tidak menggunakan sopir pribadinya akan tetapi memilih menggunakan taksi online.
" Maaf Mas, di depan sedikit ada kemacetan jadi kita tidak bisa berjalan kita harus menunggu macet ini rendah dan kembali normal."
"Haisss, menunggu Berapa lama lagi Aku sedang buru-buru, "ucap Bara yang saat itu begitu cemas karena Bara yakin ada sesuatu yang tidak beres dengan Vanessa, pikiran Bara sudah melayang kemana-mana terlebih hari ini Mikha ikut berada di Butik, Bara khawatir putrinya Nakal akan tetapi Bara juga khawatir jika mungkin ada sesuatu yang buruk pada Putrinya, Bara mengusap kasar wajahnya, dia benar benar sangat panik, terlebih berberapa kali mencoba menelpon tidak ada jawaban bahkan telpon Rumah pun tidak ada yang mengagkat.
"Pak, cari jalan lain saja jika masih terlalu lama, saya benar-benar sedang buru-buru. "
"Tenang, Mas macetnya sudah mulai berkurang sebentar lagi kita bisa berjalan dengan Normal. "
Bara menarik napas panjang dan menjadi. menghembuskan nya dengan kasar, tidak ada pilihan lain selain mencoba untuk bersabar.
Disini Lain Vanessa mondar mandir bagaikan setrika berjalan.
"Bagaimana ini, kira kira Mas Rendra sudah bertemu dengan Mikha belumbelum, smoga saja Mas Rendra tidak tau dan tidak bertemu dengan Mikha, Aku harus Telpon ke Butik, Aku lupa Fotoku ada di lantai Atas meskipun tidak mungkin Mas Rendra kesana akan tetapi berjaga-jaga itu lebih baik, "
bergegas Vanessa memencet nomor telepon butik di mana telepon itu langsung diangkat oleh salah satu pegawai yang ada di sana.
"Hallo, Mbak Nesa! "
__ADS_1
"Hai Asti tolong bilang sama Mbak IDA suruh menyingkirkan Foto yang ada di lantai atas. "
"Baik, Mbak saya Akan katakan sekarang, "
"Asti tunggu hubungi Aku kalau sudah selesai, "
"Baik, Mbak Nesa tenang saja pasti semua beres, ngomong ngomong kenapa Mbak Nesa pulang lebih cepat sih, "
"Oh, itu kepala ku pusing jadi Aku putuskan untuk pulang agar bisa beristirahat di Rumah lagi pula semua urusan Butik sudah pada kelas kan? "
"Iya, Mbak benar kalau begitu Mbak Nesa istirahat saja Nanti saya akan kabari jika apa yang Mbak Nesa pesan sudah di lakukan Mbak IDA.'
" Ok, trimakasih Asti. "
Asti segera berlari ke lantai Atas dan setibanya di lantai atas Asti segera mengatakan apa yang di inginkan Vanessa.
"Oh, jadi Vanessa menyuruh dirimu ke atas untuk meminta aku menyingkirkan foto miliknya Memangnya kenapa mengapa Nesa meminta untuk menyingkirkan fotonya Apa dia mau berhenti, "
"Baiklah, kamu boleh pergi, biar Aku telpon Mbak Vanessa nya. "
Tidak menunggu lama sambungan telepon pun segera tersambung di mana memang Vanessa sedang menunggu panggilan telepon dari butik yang mana dia sudah sangat harap-harap cemas dan was-was dengan pemikirannya sendiri.
"Halo..!
" Halo Assalamu'alaikum Nes, tadi Asti kesini meminta agar foto kamu yang terpajang disini di lepas, kalau boleh tau kenapa Nes, apa kamu berniat untuk berhenti dari kerjasama kita, apakah ada sesuatu yang membuat kamu tidak suka lagi kita bekerjasama? "
"Hahaha, bukan Mbak IDA Aku hanya ingin Fotoku tidak di pajang saja, Aku khawatir ada yang kepo, " jawab Vanessa sambil tertawa meskipun sebenarnya tawanya adalah satu tawa keterpaksaan karena bibir dan hatinya lagi tidak bisa sama, di bibir baik baik saja akan tetapi di dalam hati sungguh mati khawatir dan was was karena nya.
__ADS_1
"Hahaha, iya kok kamu tau Nes kalau akan ada yang kepo dengan Fotoku, bukan hanya fotomu lho tapi juga anakmu, kamu memang cantik jadi banyak juga yang melirik, hahaha kamu ingatkan cowok London yang ingin melamarmu kemarin lusa, dia bilang sangat tertarik padamu kan beruntung Waktu itu ada Bara Suami kamu, dia jadi mundur pelan pelan, " jawab IDA dengan antusias.
Sementara Vanessa merasakan kerongkongan nya tiba-tiba kering ketika mendengar masih ada yang kepo dengan nya.
"Mbak, siapa yang kepo? "tanya Vanessa dengan hati cemas, " smoga bukan Mas Rendra, " gumam Vanessa dalam hati.
"Ada cowok lokal seperti kita Wajahnya sangat tampan kamu beruntung sekali sih Nes, di lirik banyak orang,"
"Apa? cowok lokal itu artinya orang Indonesia ya, trus bagaimana ciri-ciri nya. "
"Haiss, sadar Nes kamu itu istri Bara, kenapa jadi ikut kepo kasianliah kami kami para jomblowan, jangan di embat semua, " ucap IDa dengan tawa meledek.
"Mbak, jangan meledek Aku serius, tunggu Aku kirim satu foto untuk mu apakah orang seperti itu yang kepo pada Aku dan Anakku, "
Vanessa segera mematikan telpon kemudian dengan cepat mengirimkan satu gambar melalui Wasap kepada IDA teman kerjanya.
"Ting..!satu pesan masuk Ida langsung membuka pesan yang dikirimkan oleh Vanessa dan ketika Ida sudah membuka dan melihat gambar yang dikirimkan Vanessa Ida sedikit terkejut karena Vanessa memiliki foto dari laki-laki yang siang tadi bertanya-tanya tentang Vanessa dan putrinya.
Setelah mengirimkan pesan gambar dari foto Rendra Vanessa segera menelpon kembali dan bertanya dengan harapan semoga orang yang kepo kepada dirinya dan Putri nya bukan lah Rendra tapi orang lain seperti hati hari yang lalu.
"Hallo, bagaimana bukan orang yang kirim itu kan yang bertanya tentang Aku dan Anakku, "
"Nes, kamu dapat foto orang ini dari mana dan tepat sekali dia yang bertanya tentang mu bahkan Nekad memfotret foto kalian, "
"Apa?
Tanpa bicara Apapun lagi Vanessa segera mematikan sambungan telpon tubuhnya yang kala itu berdiri kini sudah jatuh terduduk di Ranjang, pandangan matanya menatap kosong ke depan.
__ADS_1
Sementara IDA di buat binggung dengan sikap Vanessa yang langsung menggunakan
mematikan sambungan telpon.