DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 176.Lagunya Bikin Hati syahdu


__ADS_3

Rendra masuk ke dalam kamarnya dan menguncinya dari dalam, Rendra tidak segera tidur justru berjalan menuju ke jendela membuka jendela berdiri dan menatap langit yang bertaburan kemerlip bintang di sana.


Suasana Malam yang tenang dan Indah Namun tak setenang dan seindah hatinya yang sedang resah. Antara gengsi dan Rindu, Antara Cinta dan harga diri semua bergolaak di dalam jiwanya.


"Apa yang kamu lakukan sekarang Nes, benarkah tidak ada lagi ruang untuk Aku, benarkah kita tidak akan lagi bisa bersama, Aku rindu sekali padamu tapi Aku juga tidak mau terlihat lemah dan cengeng di depanmu, meskipun hatiku benar-benar sangat mengginginkanmu, Apakah kamu bisa menerima Bara dengan keadaannya sekarang, Aku yakin kamu pasti sudah mengetahui semuanya, mengetahui kecurangan Bara tapi mengapa kamu diam dan tidak datang padaku, jangan katakan kamu tidak memiliki nomer ponsel hpku, Aku yakin Nomor ku sudah diluar kepalamu apakah sebenci itu kamu padaku, sehingga tiada sekalipun kamu menghubungi Aku. "


Rendra tersenyum kecut dengan sesekali mengusap kasar Wajahnya dengan masih terus bermonolog sendiri. Mungkin bukan kesalahan yang membuat dirimu tidak mau menggingat dan peduli padaku tapi kebencianmu, ingin rasanya Aku tidak peduli lagi agar diantara kita memiliki rasa yang sama, tapi hatiku tidak bisa sampai saat ini dan sampai detik ini Aku masih menunggu kamu mau kembali kepadaku, tapi mengapa sikapmu begitu dingin padaku sungguh Bara laki-laki yang beruntung, meskipun berbuat salah tetap mendapatkan maaf dan cintamu terbukti sampai detik ini kamu masih memilih bersamanya, sedangkan Aku, _____


Rendra menjeda ucapannya kembali tersenyum, senyum yang sesungguhnya menertawakan dirinya sendiri yang bodoh, sudah tidak di perdulikan lagi tapi masih setia menunggu bahkan tidak peduli secantik apapun godaan yang datang padanya tidak bisa membuat Iman dalam hatinya tergoyahkan, bukan tuli dan tidak tau beberapa pegawai baru dan lama yang mengejarnya tidak sedikitpun mengatai dirinya sebagai seorang Dokter yang sangat dingin, pernah satu Suster Wanita yang sangat Cantik tertaaantang untuk mendekatinya bahkan jelas-jelas di jari manisnya sudah terdapat cincin pertunangan dengan tanpa malu dan ragu masuk kedalam Ruangan Pribadinya dan menguncinya.


Pada Awalnya Rendra tidak mengerti maksud dari Suster Wanita yang baru datang di Rumah Sakit tempatnya bekerja sekitar satu minggu.


Dia Seorang Suster yang paling Terkenal di Kota X karena keahliannya dan sengaja dikirim oleh Dokter Barazk Wiliam untuk bergabung di Rumah Sakit nya.


Rendra sedikit terkejut ketika tanpa basa-basi Suster Monica William lubis dengan sangat tegas dan terang-terangan, menawarkan diri untuk memberikan kehangatan padanya.


Pada Awalnya Rendra berpikir Suster pegawainya ini sudah tidak warass atau dirinya dalam posisi yang sangat menyedihkan sehingga tanpa malu dan ragu mengajaknya untuk bercinta.


"Keluarlah jika tidak ada yang penting dan kamu salah jika ingin menawarkan kehangatan kepadaku Aku tidak berminat. "ucap Rendra dengan tenang.


Sangat terlihat jelas kemarahan dari Wanita yang ada di depannya, Wajahnya berubah merah padam dan satu hal gilaa yang tidak pernah Rendra bayangkan, Wanita itu justru dengan berani maju lebih dekat.


" Apakah kamu tidak berminat melihat ini, "


Tanpa ragu Wanita tu langsung membuka baju atasnya dan memperlihatkan kulit yang begitu halus dan putih dengan dua gunung yang sangat menantang.


Pada awalnya Rendra terkejut dengan kenekatan dari salah satu Suster barunya, tapi beberapa detik kemudian Rendra tersenyum miring.


"Aku tidak suka bertanggungjawab dengan hidangan yang sengaja diberikan dengan cuma-cuma. "ucap Rendra dengan santai.


Tampak Wanita itu tidak terkejut sama sekali apalagi kecewa dengan jawaban Dokter yang ada di depannya.


"Dokter tenang saja, Aku tidak meminta Dokter untuk bertanggungjawab setelah ini, karena Aku sebentar lagi juga akan menikah, lihat Aku sudah bertunangan tapi Aku sangat tertanntang ingin bercinta dengan mu Dokter dan dengan senang hati Aku akan menyerahkan keprawananku kepadamu, mari kita bersenang-senang. "

__ADS_1


Rendra menaikkan satu alis matanya kemudian tersenyum miring.


"Kamu cari saja orang lain karena Aku tidak berseleraa dan ya pakai kembali bajumu itu karena semua yang ada padamu tidak menarik bagiku.'


Nada suara yang sangat tenang dan terkesan dingin membuat Wanita yang ada di depan Rendra melotot.


Rendra tidak memperdulikan reaaksi dari Wanita yang ada didepan nya, melangkah dengan tenang meninggalkan Ruangan kerjanya dengan kunci cadangan yang selalu ada di sakunya.


Sangat terlihat jelas Wajah Monica yang kecewa dan marah bahkan karena kesal menghentak hentakan kakinya di lantai.


Berjarak beberapa menit kemudian muncul seorang Suster masuk ke dalam Ruangan itu sambil tertawa lebar, hal itu membuat Monica semakin kesal dan geram.


"Hahaha, jangankan kamu buka baju atasmu itu Dokter Rendra akan tertarik kamu bertelanjaaang seluruh nya pun tidak akan membuatnya tergoda. "seru salah satu Suster yang masuk ke dalam Ruangan itu.


Ucapan dari salah satu Suster yang sudah lama bekerja di Rumah sakit ini, Suster Yuni Dia mengatakan jika Dokter Rendra tidak tertarik menyentuh siapapun selain Istrinya yang kini sudah menjadi mantan istrinya.


Karena penasaran akhirnya Monica bertanya siapa Istrinya atau siapa Mantan Istrinya Dokter Rendra itu, Suster Yuni menjelaskan dan mengatakan Vanessa adalah Istri dari Dokter Rendra yang kini sudah menjadi mantan istrinya.


Sejak saat itu Sikap Suster Monica tidak lagi kelewat batas meskipun sesekali Rendra bisa melihat, jika Suster Monica diam-diam sering mencuri pandang padanya.


Rendra melakukan semua agar Anak dari Alena bisa merasakan kebahagiaan begitu juga dengan Alena bisa melanjutkan hidup dengan bahagia.


Berkali-kali Rendra memberikan perintah pada Alena untuk segera mencari pendamping tapi seolah tuli Alena pun, sampai saat ini tidak memiliki Niat menikah lagi dan hal itu tidak menjadi masalah dan beban bagi Rendra karena baginya tidak masalah memberikan kasih sayang pada Anak Alena tapi tidak memberikan janji dan kesempatan padaa Alena untuk bisa masuk ke dalam hatinya.


Terbukti beberapa cara juga gagal Alena lakukan. Seolah hati Rendra tidak tergoyah, mungkin jika orang lain yang baru mengenal akan mengatakan jika Dokter Rendra laki-laki yang tidak Normal karena tidak tertarik pada Wanita manapun dan secantik apapun dia.


Bahkan Alena yang ada di dalam Rumah inipun andaikan dirinya mau pasti dengan suka rela memberikan kehangatan dan kepuuasan untuknya tapi sungguh tidak ada sedikitpun rasa untuk Wanita lain selain Vanessa mantan istrinya.


Hal yang sulit untuk dirinya tahan ketika dekat dengan Vanessa, gaaiii raaaah itu tiba-tiba datang membuncah tapi sayangnya tidak pernah bisa dia saluurkan.


Lagi-lagi Rendra tersenyum kecut, menyadari betapa sulitnya mendapatkan maaf dan hati dari mantan Istrinya lagi, jangankan cintanya Menggingatnyapun tidak, meskipun begitu sakit dan sangat menyakitkan, entah mengapa dirinya masih setia menunggu meskipun tau mungkin semuanya sia-sia.


Rendra kembali menutup jendela dan kelambu kemudian mencoba merebahkan tubuhnya di atas Ranjang dengan hati dan pikiran yang melayang-layang sungguh akan sangat indah seandainya kau berada disisiku dan entah bagaimana Aku bisa menahan dan mengontrool diriku jika esok kita kembali bertemu.

__ADS_1


Apakah Aku akan sanggup melihat dirimu bermesraan dengan Suamimu, harus sanggup dan harus bisa itulah tekad yang sedang Rendra lakukan semua demi ingin mengetahui dan memastikan jika orang yang sangat dirinya cintai baik-baik saja dan bahagia.


Biarlah dirinya yang terluka asal bisa melihat Anak dan Mantan Istrinya bahagia.


Rendra mulai merebahkan tubuhnya di atas Ranjang dan meletakkan ponsel hpnya, sayup-sayup tedengar sebuah sair lagu yang cukup keras.


Lagu yang saat ini sedang popular dimana syairnya benar-benar menyentuh, lagu yang dinyanyikan oleh Tri Suaka dengan judul Merayu Tuhan.


Di saatku menatap langit apa engkau juga menatapnya.


Cobalah kau pejamkan mata gerimis jatuh bagai Air mata.


Kuharap dirimu bisa menunggu, besar harapanku ingin bertemu.


Sumpah mati diriku sungguh rindu,


Aku coba merayu Tuhanku, berdoa di dalam sujudku, jika kita ditakdirkan bersatu betapa bahagia Hatiku...


Memiliki kamu Anugrah kau perhiasan yang Aku punya, ku sebut Namamu di dalam Doa Smoga kita bersama.


Panas dingin rasanya hati Rendra mendengarkan Alunan sair lagu yang begitu terasa menyindir dirinya, lagu yang saat ini sedang popular dan dinyayikan oleh Tri Suaka membuat Rendra seperti masuk di dalam nya.


Dengan gerakan cepat Rendra turun meloncat dari Ranjang dan langsung membuka pintu dan tampaklah Robi sedang tersenyum sambil mengedip ngedipkan matanya.


"Robi, ternyata ini kamu, brisik tau, matikan musiknya brisik...!


"Cieeee, brisik apa brisik, " ucap Robi mengoda membuat Rendra menarik dan menjeweeer telinga Robi.


"Aduuuh, Ren sakit iyaaa, yaaa ini sudah Aku matikan musiknya,"


"Sana pergi kembali ke tempat ruang kerjaku tidur disana, "


"Ogah Aku mau tidur disini, Aku tau malam ini kamu tidak akan bisa tidur dengan tenang, sabar Ren, besok pasti bertemu, '

__ADS_1


"Robii...! buugh, " Rendra memukul kecil temannya kemudian Naik ke atas Ranjang dan menarik selimut menutupi tubuhnya dari ujung kaki sampai atas kepala membuat Robi menggelengkan kepala.


"Dasar cinta, bisa juga membuat orang bapeeerann begitu ya Aku yakin Rendra di dalam selimut tidak bisa tidur dan dirinya ingin segera pagi, Paman ada ada saja Aku mau melihat momen mereka bertemu besok ini justru di kasih tugas,huuuffp sabar-sabar, smoga besok Paman cancel tugasnya biar Aku bisa ngintipin mereka pasti seru, yang satu keras kepala yang satu gengsinya tinggi, dah kayak apa kalau ketemu lagi, ' lirih Robi yang mulai merebahkan tubuhnya diatas Ranjang disamping Rendra.


__ADS_2