DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 28.KESAL


__ADS_3

Mikha yang merasa bosan dan kesal dikarenakan melihat layar monitor yang tidak kunjung menampilkan wajah dari om tampan yang sedang dia tunggu, akhirnya Mikha memilih untuk keluar dari ruangan mencarinya sendiri di butik bawah.


Dengan langkah riang dan berhati-hati Mikha menuruni anak tangga, sampai di bawah Mikha menarik napas lega, karena pada Akhirnya dia akan bisa bertemu dengan Om Tampan yang dicari nya.


Mikha menatap ke sekeliling ruangan bibir kecilnya mengerucut karena tidak melihat sosok orang yang di cari nya.


Perlahan lahan akhirnya Mikha mulai berjalan mencari disetiap ruangan yang ada di bawah.


Sementara Vanessa yang sudah keluar dari dalam kamar mandi sangat terkejut ketika tidak mendapati putrinya ada disana.


"Mikha...!


"Mikha, kamu dimana Nak, "


Dengan panik Vanessa segera berjalan ke arah pintu dan hendak turun Vanessa yakin Anaknya pasti ada di Butik bawah, ketika Vanessa membuka pintu bertepatan dengan salah satu karyawan butik yang hendak masuk sehingga mereka bertemu di depan pintu.


"Mbak Nesa, Ada apa kenapa Mbak Nesa terlihat sangat Panik? "


"Asti apakah kamu melihat Mikha.? '


" Oh, Ade Mikha, tidak Mbak memangnya Ade Mikha kemana? "


Dengan gemas Vanessa menjentikkan tangannya ke jidat Asti.


"Kalau Aku tau untuk apa Aku harus bertanya? "geram Vanessa gemas sementara Asti sang karyawan tertawa lebar menyadari kebodohan nya.


Disaat keduanya sedang sibuk bicara datang seorang Karyawan yang sedikit tergesa-gesa sambil berteriak memanggil nama Vanessa.


" Mbak Nesa... Mbak...!


"Hei, ada apa, kenapa berteriak-teriak, apakah ada pembeli yang membuat gaduh atau mereka mau Bon dan tidak mau bayar cash. "tanya Vanessa sambil menatap intens salah satu karyawan nya yang terlihat sangat gugup dan panik.


Tidak jauh berbeda dengan Asti yang mana juga ikut merasa sangat penasaran dengan apa yang terjadi karena salah satu karyawan yang baru saja datang begitu sangat tergesa-gesa dan juga terburu-buru bahkan masih terlihat wajahnya sampai mengeluarkan keringat.


"Itu Mbak, Ade Mikha saya ajak masuk ke dalam tidak mau dia Berkeliling Butik mencari Om Tampan, saya khawatir Mbak Nesa tidak tau untuk itu saya pergi ke sini untuk memberitau Mbak Nesa, Saya sangat khawatir sekali dengan Ade Mikha Mbak, karena siang tadi Ade Mihka tiba-tiba memeluk orang itu dan yang saya heran orang itu juga memeluk Ade Mikha, Ade Mihka bilang Mbak Nesa sudah mengenalnya Untuk itu saya ingin memberitahu Mbak Nesa jika Ade Mikha sekarang lagi berkeliling di butik mencari om tampan yang dia temui di depan butik tadi siang."

__ADS_1


"Apa? mikha memeluk orang Asing kok bisa kenapa kamu biarkan, Aku dan Papa nya Mikha tidak tau siapa itu Om Tampan, jangan jangan dia seorang penculik yang berusaha merayu anak anak, haisss kenapa Aku berpikir Negatif begini, Ayo kita cari..! "


Bergegas Asti dan salah satu karyawan yang lain turun dari lantai atas untuk mencari Mikha yang mana kala itu berniat mencari om tampan yang selalu menjadi kebanggaan Mikha beberapa hari terakhir ini.


"Kita berpencar kamu cari kesana biar Aku yang ke arah sini, "


Suatu kepanikan terkadang memang membuat seseorang yang cerdas menjadi bodoh dimana mereka memilih mencari dengan berkeliling dan capek, sedangkan cara yang cepat dan tidak perlu membuang waktu dengan melihat CCTV lupa mereka lakukan.


Di sisi lain Rendra yang masih berbincang dengan salah satu model dari London mengenai penawaran dan rayuan dari gadis yang bernama Alice terus berlanjut dimana Rendra sudah berkali-kali menolak tawaran dari Alice untuk mau menjadi patner model iklan yang akan dia bintangi.


"Maaf, Nona saya tidak bisa lagi pula saya akan segera kembali ke Jakarta, untuk itu saya titik bisa Nona mencari orang lain saja. "


"Tidak bisa Mas, Aku sudah sangt tertarik padamu Aku mau hanya Mas Rendra saja yang jadi patner saya sungguh ini akan menjadi iklan yang luar biasa,"


"Maaf, Nona saya tidak bisa, "


"Bagaimana kalau dua baju boleh Mas ambil asal mau bergabung dengan saya, "


"Sekali lagi, maaf Nona, pendirian saya tetap. "


Terlihat gadis itu menarik napas panjang kemudian menghembuskan nya dengan kasar, ada rasa kecewa di dalam hatinya.


"Maaf, Nona jangan mengikuti saya karena saya tidak akan berubah pikiran. "


"Aku akan menunggu Mas Rendra berubah pikiran karena Aku yakin Mas Rendra akan memikirkan nya, " jawab gadis itu dengan percaya dirinya.


"Haiss ini cewek benar-benar, Aku harus mencari cara agar bisa menghindar darinya. "


Ketika Rendra sibuk berpikir tiba-tiba dari arah belakang Rendra merasakan tubuh nya di tubruk dan di peluk dengan erat membuat Rendra mendelik seketika.


"Om Tampan, rupanya kamu ada disini, Aku kira Om Tampan sudah pergi. "


Rendra menarik nafas panjang kemudian menghembuskan nya dengan perlahan bibirnya mulai mengembangkan sebuah senyuman kita menyadari siapa yang sedang memeluknya.


Perlahan lahan Rendra membalikkan badan.

__ADS_1


"Hai, sayang rupanya yang memeluk Om kamu, "tanya Rendra sambil menyentiil gemas pipi Mikha.


Dengan senyum manja Mikha mengagguk, Alice gadis yang sedang bersama dengan Rendra mengusap kasar wajahnya melihat kehadiran Mikha yang langsung memeluk Rendra bahkan membuat Rendra lupa jika dia sedang bersama dengan nya.


" Isssh Foto model terkenal di kota London seperti ku, di cuekin gara gara anak kecil, sungguh memalukan, " geramnya dalam hati.


"Ayo, Mikha Aku antar ke tempat Mama Nanti Mama khawatir mencari, lain kali Om Akan datang temui Mikha disini, "


Tanpa menolak Mikha mengagguk.


"Apa Mikha Mau Om gendong."


Tanpa berpikir lama Mikha langsung mengagguk, sudah mendapatkan ijin Rendra dengan cepat mengendong Mikha yang mana Mikha meminta Rendra untuk mengantarkan nya ke Ruangan Mama nya yang ada di lantai Atas, Alice yang merasa kesal karena di abaikan tanpa bicara mengikuti langkah kaki Rendra yang mana jika dilihat orang Awam dan tidak tau pasti mereka berpikir itu adalah satu keluarga, karena Alit berjalan menjajari langkah Rendra.


Sampai di tempat paling tengah Rendra bertemu dengan salah satu karyawan yang siang tadi bertemu dengan nya di depan Butik.


"Ade Mikha..!Maaf Pak tolong turunkan dan berikan Ade Mikha pada saya, tadi Mama nya sangat panik dan bingung mencari. "


Dengan tersenyum Ramah Rendra menurunkan Mikha dan meminta Mikha untuk ikut dengan Mbak Karyawan yang ada di depan nya.


"Mikha harus dengar kata si Mbak itu ya, kasian Mama mencemaskan Mikha lain kali Om Akan datang kesini, "


Dengan patuh Mikha mengaggukan kepala, setelah berbasa basi sedikit Rendra pamit pergi sementara Mikha melambaikan tangan.


"Kenapa kamu masih mengikuti Aku, "


"Memangnya kenapa Mas, Aku senang dan tidak masalah, Aku masih menunggu kesedihan darimu untuk menerima tawaran ku,"


"Sudah kubilang Aku tidak bisa, "


"Baiklah kalau begitu kita berfoto sebrntar disini, baru Aku mau pergi bagaimana?


Karena Rendra tidak memiliki pilihan lain akhirnya dia menyetujui untuk berfoto bersama, dengan meminta bantuan salah satu karyawan toko mereka berdua berfoto dengan berbagai pose yang mana terpaksa Rendra diamkan meskipun gadis model itu merebahkan kepala nya di lengan kekar Rendra.


Tidak jauh dari tempat Rendra berfoto tanpak Vanessa sedang berjalan kearah nya,

__ADS_1


" Mbak jangan lewat sini itu ada yang sedang berfoto." seru salah satu karyawan memberi tau pada Vanessa, sontak saja hal itu membuat Vanessa melihat ke arah yang di tunjuk dan ketika kedua bola matanya melihat siapa yang sedang berfoto.


"Mas Rendra..?apa hubungannya dia dengan gadis foto model itu apakah Mas Rendra selingkuh lagi, dasar laki-laki buaya... dasar brengsek, " umpat Vanessa kesal yang mana langsung memutar arah pergi meninggalkan tempat itu.


__ADS_2