DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 137.Tiket untuk tiga orang


__ADS_3

Bara melajukan Mobil dengan kecepatan sedang, kurang lebih dari dua jam perjalanan Akhirnya Mobil sampai di depan Rumah. Setelah menyerahkan mobil kepada satpam sang penjaga Bara dan Vanessa turun kemudian melangkah menuju ke pintu.


Bara dan Vanessa masuk dengan menggunakan kunci yang mereka bawa, ketika pintu terbuka Bara sedikit tertegun dan merasa heran karena di ruang tamu sudah duduk dengan manis Mama dan juga Arum yang kala itu sepertinya memang sengaja menunggu kepulangan mereka.


Tampak wajah Arum masam dan tatapan matanya begitu sinis ke arah Vanessa yang kala itu sedang berjalan bersama dengan Bara sambil bergandengan tangan, di mana memang Bara kala itu sedang menggandeng tangan istrinya.


"Kenapa lama sekali mampir kemana saja kalian? Tanya Mama Bara dengan tatapan yang sangat tajam.


Tatapan tajam sang Mama mertua terhadap Vanessa yang kala itu tangannya digenggam Bara buru-buru Vanessa melepaskan karena merasa canggung dan tidak enak.


" Mama ini bagaimana sih, memangnya kenapa, Aku pergi kan bersama Isteriku kalaupun lama itu tidak masalah kan, memangnya ada apa Mama pakai menyuruh Aku pulang cepat. "


Tampak wanita paruh baya merasa sedikit kesal dengan jawaban Putranya, akan tetapi wanita itu terlihat berusaha menyembunyikan kekesalannya.


"Memang tidak masalah cuma Mama dengar kamu ambil libur tidak masuk kerja Mama mau jika kamu mau pergi pergi lagi ajak Arum sekalian kasian dia di Rumah sendiri tidak ada pekerjaan. "


Bara mendelik mendengar permintaan dari Mamanya yang meminta dirinya untuk membawa Arum pergi bersamanya.


Semakin kesini Bara semakin curiga, karena sepertinya apa yang dilakukan Mamanya bukan sekedar hal biasa, tapi sepertinya suatu hal yang sengaja dimana Mamanya sengaja mendekatkan dirinya agar bisa selalu bersama dengan Arum.


"Apa Mama lagi jatuh hati dengan Arum, bisa-bisanya selalu berusaha mendekatkan Aku dengannya, gawat jika sampai Mama tau kalau sebenarnya Arum istri kedua ku bisa-bisa semakin di benci ini Nesa. " gumam Bara dalam hati.


Melihat Putranya diam saja tidak menjawab apapun, Mama Sukma berjalan mendekati Vanessa.


"Kamu tidak keberatan kan Nes jika Bara juga pergi membawa Arum ikut? "


"Tidak, Ma tidak apa-apa, "


"Baguslah, tunggu sebentar. "


Mama Sukma masuk ke dalam kamarnya tidak lama kemudian sudah keluar lagi.


"Ini Mama ada tiga tiket Nonton di bioskop untuk kalian pergilah dan bersenang-senanglah. "


Mama Sukma langsung meletakkan tiga tiket bioskop kedalam telapak tangan Vanessa tapi belum ada lima menit Tiket itu berada di telapak tangan Vanessa, Bara sudah langsung mengambilnya.


"Ma, Aku tidak suka Nonton buat Mama dan teman Mama saja sekalian bawa Arum Aku mau ke pantai dengan Nesa, Ayo sayang kita masuk, "


Tanpa menunggu jawaban Bara langsung menarik tangan Vanessa untuk masuk dan Naik ke kamarnya.

__ADS_1


"Bara tunggu..!


" Apalagi Ma! "


"Baik, jika kamu tidak suka Nonton dibioskop tidak masalah bukankah kamu mau pergi ke pantai kita pergi bersama, "


"Apa? maksudnya Mama apa? "


"Mama juga ikut jadi kita pergi berempat, "


"Issh, Apa yang Mama bilang tadi mau ikut pergi ke pantai apa Aku tidak salah dengar jangan jangan telingaku rada konslet," desis Bara daly hati.


"Ma maksudnya apa, Mama mau ikut yang benar saja Ma, '


"Memangnya kenapa tidak masalah kan, Sudah pergi ganti baju sana Arum kamu juga ganti baju kamu kita akan pergi bersama, "


"Iya, Tante, "


"Gawat, Aku mencium gelagat yang kurang baik dari Mama bagaimana ini dan dengan cara apa Aku bisa menolaknya dan apa yang akan Mama lakukan, semakin kesinii Mama benar-benar semakin mencurigakan sikapnya kenapa sikap Mama aneh bingung Ajaib begini tumben tumben nya suka dan ngebela orang sampai segitunya kayak membela Mantu kesayangan saja huuuuffp, sabar. sabar.. orang lanjut ruang itu memang rada aneh aneh sikapnya.


"Kamu melamun apa Mas? "


"Tidak ada sayang Ayo kita bersiap, " ajak Bara kepada Vanessa.


"Ada yang sedang kamu pikirkan? "


"Iya Sayang, kamu tau tidak Mama terlihat sangat Aneh, sepertinya Mama sangat menyukai Arum dan, ___


" Sudah jangan dipikirkan Mas, itu hanya perasaan kamu saja, Mama sudah bersikap benar dia ingin memberikan yang terbaik untuk anak dari temannya dan kurasa itu adalah hal yang Wajar." jawab Vanessa dengan bibir tersenyum.


Tampak Bara kurang puas dengan jawaban dari Istrinya, berkali-kali Bara menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar.


Sementara Vanessa pergi berlalu untuk mengganti bajunya.


"Sebenarnya Aku juga sudah tau Mas bahkan sebelum kamu merasa curiga Aku sudah tau Jika Mama memang bersikap sangat berlebihan dan Aku hanya bisa menilai dalam hati karena Aku tidak ingin melukai hatimu apalagi sampai membuat kamu tidak suka dan tidak respek dengan Mamamu, Aku merasa Mama sangat menginginkan Arum untuk bisa menjadi menatumya, berkali-kali Mama membuat kesempatan agar Arum bisa dekat denganmu Aku bisa merasakan hal itu, tapi Aku tidak bisa mengatakan kepadamu Aku hanya bisa diam dan memendam dalam hatiku, Aku sadar Mama sangat kecewa dan tidak menyukai Aku karena Aku belum bisa memberikan keturunan padamu dan itu semua bukan salahnya tapi salah diriku yang merasa belum siap untuk bisa memiliki Anak darimu, untuk itu diam-diam Aku meminum obat Anti hamil untuk sementara Waktu hingga Aku yakin dan siap dengan hatiku. "gumam Vanessa di dalam kamar ganti bermonolog sendiri.


"Sayang bagaimana kalau kita tidak jadi pergi saja biar tidak perlu membawa mereka, "seru Bara dari luar.


"Mas itu tidak baik dan itu sangat terlihat sekali kalau Mas tidak suka dan pastinya Mama akan semakin marah." ucap Vanessa sambil keluar dari dalam kamar ganti menemui Bara yang masih duduk dengan bermalas-malasan di atas Ranjang nya.

__ADS_1


Melihat Istrinya sudah selesai menganti baju Baru melompat turun.


"Sayang cari alasan lain agar kita tidak jadi pergi dengan mereka. "


"Sudahlah Mas, percuma Mama juga akan mencari cara lain untuk bisa selalu mendekatkan kamu dengan Anak temannya itu, "


"Lalu kita harus bagaimana diam saja dan menerima begitu? "


Vanessa mendekati Suaminya yang duduk di pinggir Ranjang kemudian menggalungkan tangannya pada leher Bara.


"Mau bagaimana lagi, nyenengin hati Mama kan tidak masalah Mas "


"Hmmm, Baiklah, tapi cepat kemasi barang-barang kita dan masukkan semua ke dalam koper, "


Vanessa yang merasa heran dengan perintah Suaminya menaikan satu alis matanya sebagai tanda isyarat untuk bertanya.


Bara yang merasa gemas melihat Wajah istrinya segera bangkit berdiri dengan tetap tangan istrinya melingkar di lehernya.


Tangan Bara melingkar dengan manis di pinggang Istrinya kemudian bibirnya dengan Nakal mengecuup leher jenjang istrinya membuat Vanessa terkejut hingga dengan gerakan spontan melepaskan tangannya yang melingkar di leher Bara.


"Mas, geeli..!


" Hmm, tapi enak kan Sayang, "


"Apaan sih cepat sana pergi ganti baju, " seru Vanessa sambil mendorong tubuh Suaminya menjauh darinya.


Bara terkekeh melihat Vanessa yang tersipu malu.


"Baiklah sayang, tapi ingat cepat masukkan semua Baju baju kita ke dalam koper."


" Mas, kita kan cuma mau kepantai bukan mau berlibur ngapain memasukkan banyak pakaian, "


"Sayang bukan memasukkan berapa banyak pakaian tapi kemasi semua Barang kita karena setelah dari Pantai kita pindah ke tempat kontrakan dan untuk sementara kita nginap di Hotel saja dulu sampai Aku menemukan Rumah baru untuk kita, "


"Tapi, Mas Nanti Mama marah, "


"Sudah urusan Mama biar Aku yang urus Nanti cepat kamu kemasi semuanya Sayang. "


Tanpa membantah lagi Vanessa mulai masukkan semua baju ke dalam koper, meskipun Vanessa yakin Nanti pasti Mama Sukma akan Marah dan pasti melarangnya.

__ADS_1


Sementara Bara yang berada di dalam kamar ganti.


"Kali ini Aku turuti keinginan Mama untuk bisa membuat Aku bisa mengajak Mama dan Arum pergi tapi setelah ini, jangan harap lagi kalian bisa mengagguku, " gumam Bara bermonolog sendiri.


__ADS_2