DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 89.Kesal


__ADS_3

Meskipun Vanessa istrinya tidak mengatakan atau mengungkapkan segala sesuatu yang ada di dalam hatinya, akan tetapi Bara bisa melihat dan juga bisa merasakan jika istrinya saat ini dalam keadaan bersedih dan kecewa, Meskipun Bara sendiri sangat tidak mengerti mengapa Vanessa merasa sangat sedih mungkin perkataan dirinya ada yang menyinggung perasaan sang Istri, untuk membuat suasana ruang makan yang hening Bara memulai percakapan.


"Sayang hari ini bersiap ke Rumah Mama ya? "


"Iya, tapi apakah kita tidak akan membawakan oleh-oleh Untuk Mamamu, "


"Aduh sayang itu kan juga Mama kamu Mamaku adalah Mamamu juga kan untuk itu yang benar Mama kita, iya sayang kita akan membeli sesuatu diluar untuk oleh-oleh mungkin sore atau malam kita baru akan ke Rumah Mama dan sekarang kita cepat habiskan makan setelah itu aku akan ngajak kamu untuk jalan-jalan di kota Jakarta ini bukankah kau sudah lama tidak berada di Jakarta Aku memiliki beberapa tempat yang sangat romantis untuk kita dulu aku pernah ingin mengajakmu ke sana tapi, ____


Bara tidak melanjutkan ucapannya dia membiarkan ucapannya menggantung membuat Vanessa mengeryitkan dahinya.


"Tapi kenapa Mas? "


"Tidak kenapa napa sayang, ayo bersiaplah, "


Bara segera bangkit dari duduknya menyambar kunci mobil yang tergeletak di atas meja dekat dengan televisi.


Tidak lama kemudian Vanessa juga sudah bersiap dan mereka keluar bersama dari dalam kamar hotel, sebelum itu Bara menuliskan pesan pada sang Pengasuhnya untuk menjaga Mikha karena dirinya akan pergi bersama dengan Vanessa dan Bara meminta Pengasuhnya untuk memenuhi semua kebutuhan putrinya, meskipun Mikha bukan putri kandung Bara akan tetapi Bara lebih mengetahui dan lebih ingat apa-apa yang putrinya perlukan.

__ADS_1


Vanessa sendiri tidak lagi meminta dan harus bersusah payah untuk memperhatikan keperluan putrinya karena Bara sudah melakukan lebih dulu dan hal itulah yang membuat Vanessa berjuang keras untuk bisa mencintai Suaminya.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang menembus dan melewati sejuknya pagi hari pada sengaja membuka kedua Jendela pintu mobil agar Vanessa bisa melihat sekeliling keadaan kota Jakarta yang sangat indah.


"Bagaimana apa kau suka, kita jalan-jalan. "


"Suka sekali tapi sayangnya Aku lupa tidak mengajak Mikha coba kalau dia ikut pasti akan sangat senang sekali dia, "


"Uhuk..!


Mendengar suaminya terbatuk Vanessa buru-buru mengambil air mineral yang ada di tempat penyimpanan yang ada di dalam mobil yang selalu tersedia di sana.


"Ini minum dulu Mas, "


"Trimakasih, Sayang ke pantai sebentar ya sebelum kita pergi ke Mall untuk membeli oleh-oleh. "


"Boleh Aku juga sudah lama tidak pergi ke pantai, "

__ADS_1


Mendapat persetujuan dari istrinya Bara langsung menancap gas dengan kecepatan cukup tinggi agar dia bisa sampai ke pantai dan bisa berlama-lama di pantai karena Bara ingin menghabiskan waktu bersama dengan istrinya hanya berdua saja.


Sampai dipantai tanpa menunggu Vanessa langsung membuka pintu dan keluar dia segera berlari ke arah pantai sementara Bara harus memarkirkan mobilnya terlebih dahulu.


Melihat sang istri berlari dengan riang gembira Bara tersenyum sambil menggelengkan kepala.


"Ngemesin banget sih kamu itu Nes, " lirih Bara dalam hati sambil menatap sang Istri yang berlari lari kecil kearah pantai.


Bara tidak menyia-nyiakan kesempatan indah dengan cepat diambil ponsel hpnya dan dibisikkan pada sang Istri.


Berbagai macam gaya Bara potret tidak peduli gaya membungkuk ketika Vanessa melepaskan sepatu hak tingginya dan memilih berjalan tanpa sepatu atau ketika Vanessa kepalanya tengadah keatas karena mungkin merasa terik matahari membuatnya panas, Bara Senyum-senyum sendiri ketika melihat gaya dan tingkah istrinya yang menggemaskan.


Senyum Bara memudar dan hilang dengan seketika, ketika satu pangilan telpon masuk untuknya dengan Nama dilayar depan tertera Arum.


Wajah ceria dan bahagianya langsung memudar bagaikan bunga yang layu.


"Ini Anak mau apalagi sih, ngagguin orang saja dan Aku tidak bisa menerima telpon disini, Aku khawatir Nesa akan melihat dan mendengarkan, lebih baik Aku balik lagi ke mobil untuk menerima telpon Arum, benar-benar mengaggu dia, ' sungut Bara dengan kesal akan tetapi mau tidak mau Bara harus mengangkat telepon Arum.

__ADS_1


__ADS_2