
Mobil melaju dengan kecepatan tinggi sehingga tidak membutuhkan Waktu lama Bara akhirnya sampai dihalaman Rumah nya.
Mendengar deru mobil berhenti di halaman bergegas Vanessa yang ada di dalam Rumah keluar dari dalam kamarnya.
Vanessa segera pergi ke dapur.
"Mbak Sri, Tuan sudah pulang, cepat siapkan makan siang untuk kami, "
"Baik, Nyonya, " bergegas Mbak Sri segera menyiapkan makan siang untuk Tuan dan Nyonya Vanessa.
Sementara Vanessa setelah memberikan perintah kepada Mbak Sri segera keluar dari dapur kemudian menuju ke ruang tamu menunggu Bara masuk ke dalam rumah.
Tidak lama kemudian pintu pun terdengar dibuka dari luar bibir Vanessa mengembangkan sebuah senyuman karena suaminya kali ini menepati janji dengan pulang tidak terlalu malam
. Bara segera melangkah masuk ke dalam rumah setelah menutup kembali pintu rumahnya dan Alangkah terkejutnya Bara ketika membalikkan badan dan ternyata Vanessa istrinya sudah berdiri di depannya, tidak jauh berbeda dengan Bara, Vanessa pun terkejut bukan kepalang ketika melihat wajah suaminya yang terlihat penuh memar dan terdapat beberapa luka di sana.
"Mas kamu kenapa? " mengapa Wajahmu seperti ini, apa kamu habis berkelahi dengan orang? "
Bara yang terkejut mejadi serba salah dan bingung mana mungkin dia bicara terus terang yang jelas untuk saat ini Bara masih tidak ingin istrinya tau apa yang telah terjadi padanya dan mengapa semua itu bisa terjadi.
Melihat suaminya belum menjawab apapun Vanessa segera menyentuh wajah suaminya dengan tangan halus nya.
"Ini pasti sakit ayo Aku obati, "
Vanessa segera mengambil kotak obat dan meminta Bara untuk duduk agar Vanessa mudah memberi kan perawatan kepada nya.
"Mas, kamu belum menjawab pertanyaan ku Wajahmu kok bisa seperti ini, itu kenapa? apa kamu baru saja berkelahi, atau kamu di jalan habis berantem dengan pencopet? "
Bara menyunggingkan sebuah senyuman, tangannya menyentuh tangan sangat istri yang menyentuh wajahnya yang sakit
"ini cuma luka kecil biasa tidak perlu khawatir sebentar lagi juga sembuh. "
"Aku tau Mas sebentar lagi sembuh tapi bukan kah semua ini pasti ada penyebab nya, sekarang katakan padaku apa penyebab nya apakah benar di jalan kamu sedang berkelahi dengan seorang pencopet Mas, lihat sampai babak belur begini. "
Bara memegang tangan Vanessa yang sedang menyentuh Wajahnya yang terluka sambil mengulum senyum.
"Apa kamu mengkhawatirkan Aku? "
"Tentu saja, mana ada istri tidak mengkhawatirkan Suaminya, "
"Sini Peluk Suamimu kalau begitu, "
Vanessa tidak lagi menolak ketika Bara membuka kedua tangannya dengan senyum mengembang Vanessa langsung memeluk suaminya.
"Masuk yuk, biar Aku obati lukanya, "ajak Vanessa pada suaminya.
__ADS_1
"ayo..sayang."
Bara segera mengendong Vanessa naik ke lantai atas kamar nya.
Dengan menggunakan siku tangan Bara membuka pintu kemudian merebahkan Tubuh Vanessa diatas Ranjang dengan sangat pelan dan penuh dengan hati-hati.
" Aku mandi dulu sayang gerah nih, "
"Ya sudah cepat mandi sana salah sendiri berduel dengan preman beruntung cuma memar kenapa kamu tidak memanggil petugas keamanan saja, seharusnya kamu memanggilnya sehingga kamu ngak babak belur begini Mas. "
"Ngak apa-apa sudah Nasib sayang, Aku mandi dulu, tunggu Aku disitu, "
Bara bergegas masuk ke dalam kamar mandi, menguyur seluruh tubuhnya dengan Air deras yang keluar dari shower.
"Pokoknya Aku mau Pak Bara menikahiku?
" Kalau Aku hamil bagaimana?
"Aku sudah tidak suci lagi mana ada laki-laki yang mau dengan ku?
Perkataan dari Arum terus terngiang ngiang di telinga nya, membuat Bara berteiak sambil mengusap kasar wajahnya.
" Tidak.. Aku tidak mau menikahinya, Aku tidak mau kehilangan Vanessa Aku tidak mau, tidak... Semua gara-gara dokter sialan itu, mau apa dia datang kesini lagi, dan kurang ajar sekali dia berani mencium istriku di tempat umum dia lupa apa Vanessa bukan lagi miliknya dia milikku.. mulikku....milikku dan selamanya harus menjadi milikku, kau tidak berhak dan tidak boleh mengambil nya dariku tidak boleeh... Araaagh...!
Karena emosi Bara meninjuukan tangannya pada cermin yang ada di dalam kamar mandi hingga pecah dan jatuh berkeping-keping.
" Vanessa yang kala itu sedang membaca buku terkejut mendengar suara keras benda jatuh di dalam kamar mandi.
Bergegas Vanessa turun dan melangkah menuju kamar mandi.
"Tok...
" Tok..
"Tok..
" Mas ada apa kamu baik-baik saja bukan? "teriak Vanessa panik dari luar.
Bara yang mendengar suara Vanessa berteriak mengkhawatirkan dirinya segera bangkit dari jatuh terduduk nya.
perlahan lahan Bara mengusap sisa sisa buliran bening Air matanya hatinya begitu resah dan gundah.
" Aku tidak apa-apa sayang jangan khawatir semuanya Aman. "jawab Bara berbohong.
Vanessa menarik napas lega setelah mendengar jawaban dari suaminya, Vanessa kembali berjalan menuju ke atas Ranjang berselonjor kaki sambil membaca buku.
__ADS_1
Bara yang sudah merasa lebih baik dan emosi dirinya sudah mulai mampu terkontrol, Bara mulai menguyur tubuh nya dengan Air.
Kurang lebih 30 menit Bara berada di dalam kamar mandi kemudian setelah semuanya dirasa cukup dan sudah selesai Bara keluar dari dalam kamar mandi.
Bara yang tidak ingin istri nya tau tentang luka yang ada di tangannya karena Bara memukul cermin kaca yang ada di dalam kamar mandi dengan sedikit mengendap endap Bara mengambil kotak obat, dan dengan cepat pula memberi kan plester agar luka yang ada di tangannya tidak terlihat.
Semua sesuai dengan rencana Vanessa yang sibuk membaca buku tidak mempedulikan Bara yang sedang sibuk mengobati lukanya setelah Bara selesai Menutup luka di jarinya dan mengganti baju dengan baju santai dan bersih Bara segera berjalan menuju ke arah ranjang di mana Vanessa sedang duduk berselonjor kaki sambil membaca buku.
Tanpa bicara apapun Bara langsung tidur di pangkuan sangat istri.
"Sudah selesai mandinya Mas, "
"Sudah, ini sudah seger dan ganteng tapi belum diberikan ciuuman sama istriku, "
"Ngak usah hari ini Absen, Mas kamu berat angkat kepala mu jangan disini "
"Emang kenapa, Aku kan mau peluk perut istriku siapa tau di dalam sudah ada dedek bayinya, "
"Idih ngaco deh mana bisa secepat itu, bikin nya saja baru satu minggu, "
"Kita bikin saja terus biar cepet jadi, "
"Mana bisa kamu harus sabar Mas, sudah jangan manja minggir berat, "
Dengan tersenyum nyengir Bara tidak memperdulikan permintaan sang istri justru Bara memeluk perut Vanessa dengan lebih erat.
"Mas Aku masuk kerja pukul tiga sore, Aku ngantuk mau tidur sebentar, kepala nya Mas jangan tidur di pangkuan Aku begini Aku tidak bisa tidur".
"Sayang sekali-kali turuti dan biarkan Aku tidur begini, Aku lagi ingin tidur dipangkuan kamu, "
Tidak ada gunanya berdebat dengan suaminya yang entah mengapa menjadi sangat manja padanya dengan tangan kiri Vanessa meraih bantal dan meletakkan di belakang punggung nya kemudian Vanessa mulai terlelap dalam tidur.
"Sayang kenapa jadi diam, apa kamu marah Aku kan cuma ingin tidur sebentar saja di pangkuan istriku sambil memeluk guling perutmu, Sayang..!
Merasa tidak ada jawaban Bara segera mendongakkan kepala nya menatap sang istri.
" Astaga.. Istriku tertidur, "
Dengan cepat Bara bangkit dari tidur nya dan dengan perlahan lahan Bara merebahkan kepala Vanessa pada dada bidang nya.
Ditatap nya dengan sendu Wanita yang kini telah halal menjadi milik nya, tangan Bara membelai lembut Wajah istri nya.
"Kau benar-benar cantik dan memabukkan sayang, Aku sungguh akan selalu khilaf jika tidak menahannya, kamu cuma tidur di pangkuan Aku begini kamu sudah membuat aliran darahku naik dan tubuh ku meremang serta adik kecil ku sudah mulai memberontak ingin di puuasskan tapi, dia harus bisa bersabar tunggu malam tiba, kasian kamu kalau harus setiap saat Aku gempur tapi mau bagaimana lagi kau benar-benar membuat Aku selalu kurang dan kurang, lebih baik Aku tidur juga dari pada memandanginya membuat ku resah karena menginginkan nya.
Bara mulai ikut memejamkan mata dan mulai terlelap dalam mimpi.
__ADS_1