
Rendra hanya bisa menatap kepergian Vanessa dengan tatapan mata sendu, sejujurnya Rendra berharap jika Vanessa akan memberikan kesempatan kedua untuk dirinya kembali karena Rendra yakin Vanessa masih sangat mencintainya, akan tetapi setelah mendengar jawaban dari Vanessa hati Rendra menjadi menciut dan kini Rendra tidak yakin jika Vanessa akan mau menerima dirinya kembali.
Rendra sangat paham dan sangat mengenal Vanessa, dia tidak akan tega menyakiti siapapun kalau pun harus ada yang terluka dan kecewa Rendra yakin seratus persen Vanessa siap menerima demi kebahagiaan orang orang disekitar nya.
Pertemuan yang sangat tidak terduga di mana dalam pertemuan ini meninggalkan rasa bahagia tapi juga rasa kecewa Di mana dengan sangat jelas dan dengan sangat terang Vanessa sama sekali tidak ingin meninggalkan Bara, itu artinya kesempatan Rendra untuk bisa kembali kepada Vanessa sudah tidak ada lagi semua sudah terlambat dan berakhir sudah.
Rendra mengusap kasar wajahnya berkali-kali dan tersenyum kecut menertawakan Nasibnya sendiri.
"Semua sudah terlambat, Aku pun tidak boleh bersikap egois, jika Vanessa mampu menahan hati demi orang lain bahagia, Akupun juga harus bisa menahan hati demi keutuhan dan kebahagiaan mereka, Aku harus bisa menerima kenyataan ini, bukan kah semua terjadi karena kesalahan dan kebodohan diriku sendiri, jadi sudah pantas jika kini Aku harus menerima akibatnya, Smoga Kamu bisa bahagia Nes, dengan orang yang lebih mencintai mu, besok setelah Aku bertemu dengan Mikha Aku akan kembali ke Jakarta dan Aku tidak akan menganggu kehidupan mu lagi, Aku hanya ingin memeluk Anakku sekali saja, Setelah itu akan Aku serahkan kepada mu seutuhnya, Aku yakin Mikha bahagia dengan Mama dan Papa Bara nya tidak ada Papa Rendra, tidak ada Nama Papa Rendra untuk Mikha dan Vanessa, Trimakasih atas hari ini yang Indah,"
Perlahan lahan Rendra Melangkah menuju pintu kemudian berjalan menuju kamar hotel nya yang tidak jauh dari kamar dimana dia di rawat.
"Ceklek..!
Rendra membuka pintu dengan perlahan.
__ADS_1
" Rendra, Hei.. lo dari mana? Aku hubungi tidak di jawab dan itu kenapa keningmu di perban begitu, sebenarnya apa yang terjadi padamu? "
"Aku tidak apa-apa, kenapa kamu belum tidur, "
"Males lah masih sore, sini Ren cepat kamu duduk sini Aku ada berita bagus untuk mu, "
"Berita bagus apa? "
" Sudah cepat sini Jika kamu cepat ke sini Aku akan segera memberitahu, "
Robi merasa senang wajahnya terlihat ceria dan bahagia Rendra tidak bisa mengira-ngira kebahagiaan apa yang sedang Robi alami jika Robi hari ini terlihat sangat bahagia mungkin hari ini Robi baru saja berbicara lewat sambungan telepon dengan pacarnya yang ada di Jakarta, itulah yang ada di dalam pemikiran Rendra.
"Sudah sekarang katakan padaku ada kabar bagus apa? "
"Besok kamu ikut Aku ke sebuah Mall baju, Aku akan ajak kamu kesebuah Butik terkenal di kota London dan hal yang mengembirakan buat kamu disana Kamu bisa bertemu dengan Vanessa."
__ADS_1
Robi berbicara dengan mata berbinar hatinya terlihat begitu senang dan yakin jika Rendra akan sangat menyukai kabar yang dia berikan.
"Dengar kamu akan bisa bertemu dengan vanesha di sana bukankah kamu sangat merindukan Vanessa dan juga putrimu, kamu akan bertemu mereka di sana aku mendapatkan alamat dari Arman kemarin, Bukankah ini hal yang sangat menyenangkan, ' ucap Robi dengan mata berbinar senang sementara Rendra yang mendengarkan perkataan Robi yang sedang berbunga-bunga hanya tersenyum kecut kemudian menggelengkan kepalanya Hal itu membuat Robi sedikit bingung sehingga Robi mengeryitkan dahinya.
" Kamu Kenapa Ren? Kenapa terlihat seperti tidak senang, Bukankah ini yang selama ini kamu tunggu-tunggu kamu ingin bertemu dengan anakmu Dan juga dengan Vanessa kan lalu kenapa sepertinya kamu tidak begitu suka? "
"Aku suka dan Aku senang jika aku bisa bertemu dengan Vanessa dan putriku akan tetapi kita harus tahu jika Vanessa sekarang sudah punya suami dan tidak baik mengganggu kehidupan rumah tangga orang lain, bukankah begitu, besok kita akan kembali ke Jakarta dan aku ingin bilang padamu terima kasih atas informasi yang kamu berikan padaku aku juga mau mengatakan, Aku sudah bertemu dengan Vanessa dan luka yang ada di kepala ku ini dia merawatnya. "
"Wah, so sweet, ternyata Vanessa masih perhatian padamu dan itu artinya kalian bisa bersama lagi, " seru Robi dengan mata berbinar senang.
Sementara Rendra hanya tersenyum kecut sambil menggelengkan kepala.
"Itu, hanya mimpi, lupakan saja, sudah Ayo kita beristirahat, Aku merasa sangat capek dan lelah.
Robi menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan, membiarkan Rendra berjalan masuk ke dalam dan Naik ke atas Ranjang.
__ADS_1
" Ada apa ini? mengapa sikap Rendra begitu aneh dan seolah-olah dia sedang bersedih sebenarnya pertemuan antara Rendra dan Vanessa Apa yang dibahas, Kenapa Rendra seperti orang yang sedang patah hati seperti itu apa jangan-jangan Vanessa... tidak..tidak itu tidak mungkin Vanessa tega pada Rendra Aku yakin Vanessa masih mencintai Rendra, tapi melihat sikap Rendra hari ini Aku juga jadi tidak yakin hubungan antara Rendra dan Vanessa akan baik-baik saja. " Robi terus bermonolog sendiri sambil mengunci kamar hotel.