
Dengan senyum bahagia Vanessa masuk ke dalam, sungguh Vanessa tidak menyangka jika Mamanya kali ini mau membantu bahkan tanpa Vanessa sangka Mamanya yang bersikap sangat dingin dan sangat Acuh kepadanya tiba-tiba bersikap sangat lembut bahkan hal itu dilakukan ketika suaminya tidak ada di rumah, tentu saja itu adalah suatu hal yang sangat istimewa baginya.
Karena rasa senang dan bahagia Vanessa bersenandung kecil sambil membersihkan Rumah meskipun di dalam Rumah sudah ada Mbak Sri yaitu pengasuh Mikha yang selalu mengerjakan tugas-tugas di Rumah tapi dengan senang hati Vanessa selalu membantu meringankan pekerjaan sang pengasuhnya.
Mbak Sri yang kala itu juga membersihkan Rumah ikut tersenyum bahagia melihat Nyonya Tuannya sedang bahagia.
"Non, Nesa bahagia sekali pasti Tuan Bara baru saja memberikan hadiah ya? "
"Tidak, "
"Tidak, lalu Non bahagia kenapa tumben sangat terlihat bahagia? "
"Hmmm, kepo kamu Mbak Sri tapi tidak masalah sih, Aku akan berbagi kebahagiaan denganmu, ayo duduk sini, "Vanessa meminta Mbak Sri untuk duduk di depannya.
Mbak Sri yang juga penasaran dengan menurut duduk didepan Vanessa dengan lap yang masih ada si genggaman tangannya yang baru saja dia gunakan untuk membersihkan kaca.
" Begini, tadi Mama menawarkan diri untuk mengantar Mikha Aku pikir Mama hanya basa-basi saja ternyata tidak dan sikap Mama hari ini sangat baik kepadaku tidak seperti saat kita ada di meja makan pagi tadi."
Vanessa bercerita dengan sangat Antusias sedangkan Mbak Sri terlihat bingung sambil mengeryitkan dahinya.
"Apa ini serius Non? "
"Ck, kamu itu dikasih tau kok masih bertanya tentu saja Aku sangat serius, Mama juga memberi kepercayaan padaku, dia meminta Aku untuk membersihkan kamar tamu karena hari ini akan dipakai oleh pembantu baru.'
" Pembantu Baru di izinkan tinggal di kamar tamu, wah ini aneh, enak sekali seorang pembantu bisa tidur nyaman di kamar tamu? " tanya Mbak Sri mencibir karena Mbak Sri merasa sangat aneh dan heran dengan apa yang diceritakan oleh Vanessa kepadanya tentu saja hal itu membuat wanita sedikit geram dan kesal meskipun kekesalannya kepada Mbak Sri bukan benar-benar kesalahan tetapi gemas karena merasa Mba sri terlalu memiliki prasangka buruk yang berlebihan.
"Tentu bisa dong Mba, Mama Mas Bara itu meskipun dia terlihat sangat dingin dan galak tapi sesungguhnya Mama seorang Wanita yang lembut dan baik hati, lihat saja tadi sikapnya padaku tiba-tiba menjadi Baik, mungkin Mama sangat kesal dan Marah saja karena Aku belum memberikan dia cucu tapi rencananya Aku akan segera memberikan kabar gembira pada Mama dan Mas Bara Aku akan buang obat yang selama ini Aku minum agar tidak hamil dan Aku akan membuat kejutan pada mereka dan pastinya mereka akan sangat senang dan bahagia."
"Non, Aku kok takut. "
Wajah Mba Sri tiba-tiba terlihat sendu bagaikan orang yang baru saja berkabung, Vanessa yang melihat hal itu tertawa renyah.
"Duh Non Nesa, ketawanya kok gitu sih, bener-bener perasaan Aku tidak enak, tidak tau kenapa jadi pingin nangis dan meluk dia tapi Aku ini kan cuma Pengasuh Putrinya tapi sungguh hatiku benar-benar merasa tidak enak, Kira-kira akan ada apa ya, Aku juga tidak yakin Nyonya besar benar-benar baik dan tulus sama Non Nesa, pasti ada udang dibalik batu ini, "gumam Mba Sri dalam hati.
Vanessa justru masih tertawa dan merasa heran dengan Wajah Mba Sri yang Aneh.
"Hahaha, Takut apa Mba? takut Mama marah-marah, santai saja Mama tidak akan marah-marah karena Mama sebenarnya orang baik."cicit Vanessa memberikan penjelasan sekaligus Vanessa membela dan membanggakan Mama mertuanya.
__ADS_1
Mbak Sri hanya tersenyum kecut sambil menggut mangut ketika mendengarkan pembelaan dari Non Vanessanya yang membela mertuanya sementara Mbak Sri sangat yakin jika Sebenarnya Mama mertua dari Non Vanessanya tidaklah sebaik itu.
"Non Saya permisi bersih-bersih dulu dan Kalau boleh saya sarankan Non Nesa jangan terlalu percaya pada Nyonya Besar karena saya tidak yakin jika Nyonya Besar benar-benar tulus sama Non Nesa. "
"Sudah, Mba Sri tidak perlu khawatir dan Aku harap MBa Sri tidak berpikir negatif lagi tentang Mama, buktinya Mama sekarang mempercayakan semua kepadaku, Baiklah Mbak Sri silahkan kamu lanjutkan pekerjaanmu Aku mau membersihkan kamar tamu yang Sebentar lagi mungkin pembantu yang dipesan oleh Mama akan segera datang dan Mba Sri perlu tahu kenapa pembantu itu sedikit di spesialkan dan tidak dibiarkan tidur di belakang, itu karena dia hanya membantu di rumah ini sementara.
Gadis itu sebenarnya adalah anak dari temannya teman Mama jadi Sudah wajar jika Mama memperhatikan serta memberikan sedikit tempat yang nyaman sehingga Gadis itu yang membantu di rumah ini menjadi di spesialkan, untuk itu Mba Sri jangan lagi berpikiran buruk tentang Mama Mba Sri harus memahami jika pembantu yang akan datang itu bukan pembantu layaknya seperti pembantu lain, tetapi hanyalah seorang anak dari temannya teman Mama yang ingin membantu bantu bekerja di rumah ini saja."
Dengan tersenyum kecut lagi-lagi Mbak Sri menganggukkan kepala kemudian meminta izin undur diri untuk melanjutkan pekerjaannya sementara Vanessa langsung masuk ke kamar ruang tamu dan membersihkannya karena di kamar tamu inilah nantinya sang pembantu dari temannya teman Mama akan datang.
Kurang lebih 30 menit Vanessa membersihkan kamar tamu yang akan ditempati oleh pembantu baru yang sudah dipesan oleh sang Mama, setelah merasa semua selesai dan beres Vanessa berniat keluar ruangan ketika Bell pintu Rumah berbunyi pertanda ada orang yang sedang berdiri di luar rumah.
Dengan buru-buru Vanessa segera menuju ke ruang tamu kemudian berjalan ke arah pintu yang mana Bel rumah sedang berbunyi berkali-kali.
"Non Nesa, tunggu..!
Suara Mbak Sri tiba-tiba menghentikan langkah kaki Vanessa yang ketika itu hendak membukakan pintu rumah yang mana Bell rumah berbunyi berkali-kali.
" Ada apa Mba? "tanya Vanessa heran.
" Biar saya yang membukakan pintu, "
"Baiklah cepat bukbukakan pintu Aku mau mandi dulu, "
"Baik, Non..!
Bergegas Mbak Sri segera menuju ke depan pintu dan membukanya. ketika pintu terbuka Mbak Sri menatap gadis yang berdiri di depan pintu dari ujung kaki sampai kepala, Hal itu membuat Gadis yang ada di depannya merasa sangat risih dan kesal.
" Apa yang kamu lakukan dan Mana Nyonya besar. "
"Oh, Nyonya besar lagi keluar silahkan masuk dan Mari ikut saya saya akan tunjukkan di mana kamar kamu untuk beristirahat. "
Dengan tenang dan terlihat santai Gadis itu mengikuti langkah kaki dari Mbak Sri sementara Mbak Sri merasa sangat kesal entah mengapa memiliki perasaan tidak suka.
Vanessa yang mendapatkan pesan untuk menyambut pembantu baru segera keluar setelah menyelesaikan ritual mandi dan bergegas pergi ke Ruang tamu untuk mengajak pembantu baru itu makan siang.
Ketika Vanessa hendak masuk Vanessa berpapasan dengan Mbak Sri yang keluar dari dalam kamar.
__ADS_1
"Non Nesa ngapain kesini? "
"Aku mau ajak dia makan siang. "
"Biar saya saja yang bilang Non Nesa tidak usah menemuinya, '
" Tidak apa-apa kamu selesaikan saja tugasmu Aku akan bicara sendiri padanya, "
"Tapi Non? "
"Pergilah Mba Sri, biar dia Aku yang urus, bukankah Mama Menitipkannya padaku, "
Dengan berat hati akhirnya Mba Sri pergi dan Vanessa segera masuk ke dalam kamar Ruang tamu.
"Tok,.!
" Tok...!
"Masuk. . ! "
Vanessa segera membuka pintu ketika sudah mendengar suara diizinkan untuk masuk, ketika pintu dibuka Vanessa langsung menyunggingkan sebuah senyuman.
Tampak Wajah gadis yang ada di depan Vanessa menatap tidak berkedip.
"Oh ternyata ini Istri Mas Bara Cantik juga pantas sama Aku jual mahal istrinya memang sangat cantik tapi sayangnya Mama mertua sepertinya lebih suka kepadaku, kita bertemu satu atap maduku, Mas Bara bukan hanya milikimu tapi dia juga milikku, " gumam Arum dalam hati.
"Hei halo apa kabar siapa namamu? "
"Oh, iya apa kabar namaku Arum Mba, "
"Setelah selesai kamu menyimpan semua barang kamu, Nanti kamu pergi ke Ruang makan kita makan bersama, "
"Baik, Mba trimakasih, "
"Kalau begitu silakan lanjutkan Aku tunggu di ruang makan, "
"Iya, Mba. "
__ADS_1
Setelah Vanessa menghilang dari balik pintu Arum bersorak senang.
"Yeeess... akhirnya Aku bisa satu atap dengan Mas Bara Suamiku. "