DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 146.Bau Ikan


__ADS_3

Sinar Mentari mulai menerobos masuk melalui celah-celah jendela yang sudah terbuka, dimana Vanessa sudah bangun lebih awal dan berniat turun untuk membuat sarapan pagi.


Bara yang kala itu juga sudah mulai terbangun karena sinar matahari yang sudah mulai menyilaukan mata, membuat dirinya bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Kurang lebih duapuluh menit Bara melakukan Ritual Mandi, setelah semuanya selesai Bara bergegas pergi ke lantai bawah untuk menikmati sarapan pagi bersama.


Bara tidak langsung masuk ke Ruang Makan karena Bara ingin menemui Istrinya di dapur, sudah pasti Vanessa istrinya berada di dapur, saat ini. Vanessa benar-benar menjadi Istri yang sempurna dimana dirinya selalu ikut menyiapkan sarapan pagi untuk seluruh keluarganya.


Sampai di pintu dapur Bara berhenti dan memperhatikan Vanessa yang kala itu sedang mengoreng ikan.


Dengan tangan bersedekap di dada Bara memperhatikan Istrinya yang sedang sibuk.


"Mba Sri ikannya sudah siap, tolong bawa ke depan, "


"Sini, berikan padaku biar Aku yang bawa Sayang. "


"Mas Bara kamu disini, sejak kapan Mas berdiri disitu, "


"Cukup lama tapi Istriku sepertinya sangat sibuk sekali sehingga dia tidak menyadari kehadiranku hingga dia tidak memperdulikan aku sudah berada di sini."


"Hmm, Ya sudah Tolong bawa ikan ini ke ruang makan, "


"Boleh tapi, ciuum dulu, "


"Apaan sih Mas, kalau mau membantu itu yang ihklas tidak seperti ini, cepat sana pergi bawa ikan ini ke Ruang Makan ini sudah siang dan Waktunya kita harus cepat sarapan pagi. "


Dengan Wajah cemberut dan masam Bara menerima uluran Nampan berisi Gorengan ikan yang kemudian pembawanya jangan meletakkan di ruang makan ketika beranda kembalikan badan dan kembali lagi ke dapur tiba-tiba di depannya sudah berdiri Arum Menghadang.


"Selamat Pagi Mas..! " ucap Arum sambil tersenyum.


Bara yang kala itu dikejutkan dengan kehadiran Arum yang tiba-tiba yang sudah ada dan berdiri di depannya, semakin dibuat terkejut karena tanpa basa basi Arum langsung mendaratkan ciuuannya pada Wajah Bara.


Sontak saja apa yang dilakukan oleh Arum membuat Bara terkejut hingga kedua bola matanya membulat seketika.


"Arum..!"lancaang sekali kau ini, " ucap Bara sambil mendorong tubuh Arum agar menjauh darinya, Bara dengan kesal juga menggusap usap Wajahnya yang baru saja kena ciuuman Arum.


"Memangnya kenapa Mas, Aku kan, ___


" Ssstttt.... diam jangan berisik sudah sana pergi jangan mengagguku lagi, "


"Kalau kemarin sih, Aku tidak masalah Mas cuekin dan Mas abein tapi sekarang tidak lagi Aku juga punya hak penuh pada dirimu Mas, Aku berhak juga mendapatkan perhatian dan cinta mu, terlebih Aku kan sekarang sedang, __


" Sudah-sudah pusing Aku, baik, Aku saja yang pergi kamu disini saja, " geram Bara yang kemudian langsung melangkah pergi meninggalkan Ruang Makan.

__ADS_1


Sementara Arum tersenyum kecut.


"Sabar baby, Papa kamu pasti akan menyayangiku, Mama tidak akan membiarkan kamu kurang kasih sayang darinya lihat saja Nanti Mama yang akan buat Papa kamu ninggalin Wanita itu dan dia hanya akan menjadi milik kita." lirih Arum sambil mendudukkan bokongnya di depan meja.


Arum memilih menunggu dan tidak mau membantu apapun yang berhubungan dengan dapur. Bagi Arum semua pekerjaan di dapur biar di selesaikan oleh Vanessa dan pembantunya sedangkan dirinya memilih untuk duduk menunggu.


Bara yang kesal dan geram atas sikap dan kelakuan Arum memilih balik lagi ke dalam kamarnya.


Ketika hendaklah Naik ke lantai kamar atas Bara bertemu dengan Mba Sri yang sepertinya sudah selesai membantu Mikha bersiap.


"Mba Sri tolong Nanti bilang sama Non, Nesa untuk membawakan makanan ke kamar atas Aku mau makan di dalam kamar saja. "


"Oh, Baik, Tuan,"


Bara segera berlari kecil menaiki tangga kamarnya, setelah sampai dengan cepat Bara menghempaskan tubuhnya di atas Ranjang.


"Jika seperti ini Aku bisa gilaa Arum semakin hari semakin Nekad dan situasi seperti ini sangat membahayakan bagiku, lebih baik Aku harus bersikap hati-hati dan berusaha menghindarinya saja bisa gawat jika Rahasia ini ketahuan Nesa. " gumam Bara bermonolog sendiri.


Mama Sukma yang sudah siap untuk pergi ke tempat temannya dan kini juga sudah berada di Ruang Makan untuk sarapan pagi, merasa heran karena tidak melihat putranya di Ruangan itu.


"Nesa...!


"Ya, Ma, "


Vanessa terpaksa menghentikan langkah kakinya ketika sang Mama memanggil dirinya. kala itu Vanessa baru saja selesai menyiapkan semua hidangan untuk sarapan pagi.


"Mas, Bara, "


"Iya, Mana dia kenapa belum turun juga. "


"Tadi sudah turun kok Ma, dan tadi juga sudah ada di dapur bahkan tadi membantu Nesa menaruh ikan di Ruang Tamu. "


"Maaf, Nyonya besar, Tuan balik ke kamarnya Tuan tadi berpesan agar Non Nesa membawakan makanan masuk ke dalam kamarnya. "


"Oh, begitu, "


Mama Sukma mangut mangut mendengar perkataan dari Mba Sri pengasuh Mikha.Bibir Wanita paruh baya yang tidak begitu Tua menyunggingkan sebuah senyuman.


"Ini kesempatan yang Bagus, " gumam Mama Sukma dalam hati.


"Nesa..!


" Ya Ma!

__ADS_1


"Hari ini kamu antar Mikha ke sekolah, cepat masuk ke dalam kamarmu dan berganti baju tapi jangan bilang pada Bara jika kamu ditanya jawab saja, Mama meminta kamu untuk menganti baju saat sarapan Nanti. "


"Baik, Ma. "


Vanessa segera pergi ke kamarnya, Bara yang melihat Istrinya datang langsung meloncat dari tempat tidur.


"Sayang mana sarapannya? "


"Di bawa Mas, bentar Aku mau mandi dan ganti baju ini bau ikan. "


"Hahahaha, bau ikan lebih enak sayang. "


Vanessa tidak menghiraukan perkataan dari Bara dirinya langsung masuk ke dalam kamar mandi. Kurang lebih duapuluh menit akhirnya Vanessa sudah keluar dengan tubuh yang segar dan rambut yang basah membuat Bara yang menatapnya meneguk ludah hingga mengusap tengkuknya.


"Sayang, rapi dan cantik mau kemana? "


"Tidak kemana-mana kan mau sarapan bersama Mama. "


"Oh,"


Bara bangkit dari duduknya mendekati Istrinya Aroma Parfum maskulin membuat dirinya sedikit bergaairah.


Dengan manja Bara memeluk tubuh Istrinya dari belakang kemudian menenggelamkan Wajahnya pada punggung sang Istri.


"Mas, jangan gini,"


"Biarin saja Aku sungguh rindu semalam Aku tidak kamu peluuk begitu. "


Vanesa langsung memutar tubuhnya berbalik menghadap ke arah Suaminya.


"Bukankah semalam Mas berada di dalam kamar Arum, ngapain disana Mas, kok sampai lama? "


"Deg.. !


Bara langsung tersentak kaget dengan perkataan Istrinya hingga dengan gerakan spontan melepaskan pelukannya.


" Sayang kamu, ___


Vanessa langsung tersenyum sambil menutup mulut Suaminya dengan dua jari tangannya.


"Ssssst, tidak perlu bicara apapun, Aku percaya pada Suamiku, Aku pergi dulu Mas Tunggu saja Nanti Mama yang akan membawakan Makanan untuk Mas Bara kesini, sudah ya, Aku pergi dulu, "


"Sayang, Nesa..! kamu mau kemana sih? "

__ADS_1


"Mengantar Mikha sekolah Mas. " jawab Vanessa sambil menutup pintu kamarnya.Bara mendengus kesal karena Istrinya langsung ngloyor pergi tanpa memperdulikan dirinya.


"Astaga beneran pergi Aku kalau di Rumah sendiri bisa gawat Arum bisa bertingkat nekad lebih baik Aku pergi juga toh Aku juga tau tempat Mikha sekolah Aku bisa kesana sekalian memberikan kejutan pada Istriku yang gemesin itu, biar dia tau Suaminya juga bisa pergi untuk mengikutinya, baiklah Aku bersiap dulu sekalian nunggu Mama membawakan sarapan pagi buat Aku. " gumam Bara dalam hati yang langsung pergi ke kamar ganti untuk menukar bajunya dengan baju yang lebih rapi.


__ADS_2