DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 39 . BAU PARFUM


__ADS_3

Entah mengapa melihat keadaan Rendra yang begitu memprihatinkan membuat hati Vanessa seperti dicabik-capit dan teriris-iris tanpa sadar sesekali Vanessa menciium lengan Rendra di mana Rendra masih memejamkan mata karena belum sadar dari pingsan.


Bersimpuh di bawah ranjang di mana Rendra sedang dirawatnya dengan penuh perasaan yang sangat sedih.


"Mba, ini Air hangat dan kain untuk membersihkan luka Tuan itu, hei..?kenapa Mbak duduk di lantai begitu, itu kan dingin tunggu Saya ambilkan kursi. "


Kedatangan salah satu karyawan Hotel membuat Vanessa buru-buru menyeka air matanya, kemudian bangkit berdiri dengan senyum ramah Vanessa menerima baskom berisi air hangat dengan kain handuk kecil untuk membersihkan luka Darah yang masih menetes kemudian Vanessa meminta kepada Santi untuk mengambilkan obat merah betadine dengan kain perban.


Hal itu di gunakan Vanessa untuk menghentikan darah agar tidak terus mengalir.


Kurang lebih hampir satu jam Vanessa membantu dan merawat Rendra hingga akhirnya Rendra berangsur-angsur membaik.


"Jika Mba Santi cape, Mbak boleh pergi biar Saya yang menemani."


"Apa, Mba tidak keberatan saya tinggal."


"Tidak apa apa, pergi saja Mba, saya akan menungguinya. "


"Trimakasih, Mba, "ucap Santi yang kemudian langsung melangkah pergi meninggalkan Vanessa sendiri di dalam kamar.


Vanessa menatap sendu pada laki-laki yang pernah mengisi hari hari nya, ada perasaan senang ada juga perasaan sedih, semua seolah olah kembali berputar di dalam memori kenangan nya.


"Mas, Rendra. Aku begitu ingin menghindari dirimu tapi siapa sangka justru hari ini kita berada di dalam satu kamar yang sama, Aku melihat mu bukan hanya sekilas tapi lebih dekat, tapi mengapa keadaan mu seperti ini, mengapa kita di pertemukan dengan situasi yang begini sebenarnya apa yang terjadi dengan mu, bukan kah kemarin kamu sedang bahagia bersama gadis foto model itu, " lirih Vanessa bermonolog dalam hati.

__ADS_1


Menyebut Nama gadis sang foto model yang bersama dengan Rendra mantan Suami nya dadaa Vanessa serasa sesak, terlebih dengan mata kepala sendiri Vanessa melihat betapa manjanya gadis foto model itu, sungguh rasanya Vanessa ingin menampar dan mencakar gadis itu, andai saja Vanessa tidak ingat jika Rendra bukan lagi miliknya.


Satu jam lebih sudah Vanessa berada di dalam kamar menunggu Rendra sadar dari pingsan hingga membuat nya menguap dan pada akhirnya tertidur di kursi di dekat Ranjang Rendra.


Jarum jam sudah menunjukkan pukul 7.30 malam dan perlahan-lahan Rendra mulai sadar dari pingsannya, Rendra membuka kedua bola matanya.


"Aku dimana, kenapa serasa sakit semua," dengan mengerjap ngerjapkan mata Rendra mulai melihat ke sekeliling.


"Hei, siapa Wanita ini, kenapa dia tertidur disini, Aduh kepalaku..! Astaga apa ini, kenapa kepala ku di perban begini, Apakah Wanita ini yang merawat ku, kasian dia sampai ketiduran begitu."


Rendra bergerak turun dari Ranjang dengan sangat perlahan agar Wanita yang ada di dekat nya tidak terganggu tidur nya, dengan kepala sedikit pusing Rendra mengambil selimut untuk di selimutkan pada Wanita yang telah menolong nya.


"Trimakasih, Nona. kamu sudah merawat ku,"bisik Rendra dengan suara luruh bahkan sangat lirih dan hanya angin saja yang akan mampu mendengar.


"Krucuk..


"Krucuk..


" Astaga Aku sampai lupa makan, sekarang Aku harus keluar masuk ke dalam Restoran itu, untuk memesan makanan. "


Perlahan-lahan dengan kaki berusaha tidak menimbulkan suara, karena Rendra tidak ingin Wanita yang telah menolong nya terganggu tidurnya, Rendra melangkah ke arah pintu dan ketika Rendra membuka pintu tiba-tiba di depan nya sudah muncul Pak Satpam yang sebelum Rendra hilang kesadaran dia mintai untuk membelikan makanan.


"Tuan.. kau sudah sadar? "

__ADS_1


"Pak Satpam, Aku sangat lapar bawakan makanan kesini untuk ku! "


"Baik, Tuan. "


"Pesankan dua porsi, Aku yakin Wanita itu juga belum makan, "


"Oh, Nona itu, apa dia masih di dalam Tuan."


"Iya, dia sedang tidur, cepatlah pergi dan pesankan makanan untuk kami, sekalian minuman nya. "


"Baik, Tuan."


Bergegas Pak Satpam pergi untuk memesankan makanan buat Rendra dan Wanita yang telah membantu nya.


Rendra kembali masuk ke dalam dan duduk di samping Wanita yang sedang tertidur dengan Wajah telungkup, hal itu membuat Rendra tidak bisa mengenali dan melihat Wajahnya.


Sambil sesekali Rendra memijit keningnya yang masih terasa sedikit nyeri, Rendra menunggu Wanita itu terbangun sendiri.


Rendra yang duduk cukup dekat dengan Wanita yang ada di samping nya menciuum bau parfum yang sangat tidak asing baginya.


"Ini bau parfum kesukaan Vanessa bau nya sangat khas dan Aku sangat hafal itu, Vanessa Wanita yang baik dan ternyata Wanita ini juga baik, apakah semua yang menyukai parfum model begini orang nya baik-baik, "gumam Rendra bermonolog sendiri.


Tanpa sadar Rendra mendekatkan hidungnya pada rambut Wanita yang ada disamping nya dan tanpa sadar Rendra menciuum rambut Wanita itu.

__ADS_1


" Maaf, bukan maksudku ingin lancang dan kurang ajar pada Nona, tapi bau parfum Nona benar-benar mengingatkan Saya dengan parfum yang sering istri Saya pakai, sungguh Saya tidak bermaksud lancang dan kurang ajar, " lirih Rendra sambil mulai mengeser duduknya agar tidak berada dekat dengan Wanita itu, Rendra benar-benar tidak ingin khilaf seperti yang baru saja dia lakukan, karena secara sengaja Rendra menciuum Rambut Wanita itu bukan hanya sekali tapi tiga kali bahkan saat hidungnya menciuum rambut Wanita itu Rendra melakukan nya sambil memejamkan mata membayangkan jika pemilik rambut itu adalah Vanessa mantan istrinya.


__ADS_2