DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 116.Kesedihan hati


__ADS_3

Di dalam mobil tidak henti-hentinya Oma Mikha menggerutu dan berceloteh sendiri memaki-maki dan mengumpat dengan apa yang sudah dilihatnya.


Sementara Mikha memilih menjadi seorang pendengar yang baik dan Budiman di mana dia tidak diizinkan bicara sama sekali oleh Omanya.


Mikha yang mengetahui sikap dan sifat Oma nya yang sejak dulu memang sangat dingin kepadanya dan tidak pernah bersikap baik padanya tidak ingin menambah amarah dan emosi dari Omanya sehingga Mikha lebih memilih menjadi pendengar, dengan sesekali menatap makanan yang baru dia beli, di mana makanan itu menurut Om Tampannya adalah makanan kesukaan dari Mamanya.


Sayup-sayup Mikha mendengar Omanya masih mencela, mencaci dan menghina dirinya dan Mamanya sambil mengemudikan mobil, meskipun Mikha masih kecil akan tetapi Mikha sedikit banyak memahami kemarahan dari Omanya.


"Dasar Wanita tidak tau bersyukur, sudah punya Suami masih juga gannjeenn dengan laki-laki lain mana Anak kecil juga diajarin memuji laki-laki lain dasar Wanita tidak benar, Aku sudah bilang pada Bara jika Wanita pilihannya itu bukanlah wanita baik-baik, Wanita berhati ular, bisa-bisanya memiliki hubungan dengan laki-laki lain pasti diantara mereka ada hubungannya, kalau tidak mana mungkin laki-laki itu sampai segitu perhatiannya pada Mikha dasar Wanita jaala nng, beruntung Putraku juga pintar dia diam-diam punya Istri lagi, biar tau rasa tuh Wanita Jaaalaa ng, Aku sudah tidak sabar ingin melihat reaksi dari Wanita itu ketika mengetahui Putraku juga menduakannya, pasti akan sangat seru dia pikir hanya dirinya saja yang bisa berkhianat Putraku juga bisa, kita lihat saja Nanti apakah Wanita itu akan tahan di madu ataukah kabur mencari laki-laki lain yang bisa Memuuaaskannya."


"Oma.. Oma Wanita jaala nng itu apa? "tanya Mikha dengan poloosnya.


Mikha yang sudah diam dari tadi kini tiba-tiba bertanya kepada Omanya, Mikha merasa sangat penasaran karena Omanya berkali-kali menyebutkan kata Wanita Jaala. nng dan Hal itu membuat Mikha pemanasan untuk itu Mikha bertanya, Oma Mikha sedikit terkejut dengan pertanyaan Anak kecil yang ada di belakangnya.


Mikha sengaja duduk di bangku belakang dikarenakan Oma Mikha mengatakan dia tidak terlalu suka jika duduk berdampingan di saat dirinya sedang mengemudikan mobil.


Hal itu membuat konsentrasinya dalam mengemudikan mobil bisa terganggu untuk itu Oma mikha meminta Mikha untuk duduk di belakang, meskipun di dalam mobil itu hanya ada mereka berdua dan dengan patuh Mikha menuruti semua perkataan dari Omanya.


Terkejut heran dan juga kesal karena pertanyaan dari anak kecil yang tidak seharusnya dia tanyakan kepada orang tua membuat Oma Mikha mendengus kesal.


"Ini Anak sangat tidak sopan sekali bertanya sesuatu hal yang tidak seharusnya dia tanyakan. " geram Oma Mikha dalam hati.


Karena tidak mendapatkan jawaban Mikha dari Omanya, kembali Mikha bertanya kepada Omanya dan kali ini Omanya.


"Oma apa itu Wanita Jaallaang? "


"Hei Mikha kamu itu anak kecil, tidak perlu tau dan bertanya sesuatu yang bukan urusan Kamu,"


"Mikha kan cuma bertanya Oma habisnya Oma dari tadi bilang begitu,"


"Sudah diam pegangan yang kuat Oma mau ngebut, "


"Oma jangan ngebut, Papa bilang kalau di jalan tidak boleh ngebut, "


"Issh, ini anak bawel sekali, "geram Oma Mikha yang kini langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan tidak mau mendengarkan perkataan dari Mikha.


******


Melajukan mobil dengan kecepatan sedang dan dengan pikiran yang tidak tenang membuat Rendra berkali-kali mengusap kasar Wajahnya dengan satu tangan kiri, sedangkan tangan kanan sedang mengemudikan mobilnya.


Arsel yang berada di sampingnya tampak tertidur dengan sangat pulas.


"Vanessa sudah berada di Jakarta apa yang harus Aku lakukan, jika mereka tidak ada disini mungkin Aku bisa melupakan semuanya tapi melihat mereka disini hatiku seperti tidak mampu untuk tidak melihatnya terlebih Putri kecilku yang sangat lucu, Aku sangat ingin mendengar dia memanggilku dengan sebutan Papa tapi Aku harus bagaimana, Vanessa tidak pernah mengizinkan Aku untuk dekat dengan Anakku, Aku tidak boleh hanya diam saja dengan menerima Nasib Aku harus melakukan sesuatu agar Aku dan Mikha bisa sering bertemu, Aku juga ingin merawat Anakku Aku juga ingin memberikan kasih sayang kepadanya, "

__ADS_1


Rendra terus bermonolog sendiri sambil mengemudikan laju mobilnya, tiba-tiba Rendra memperlambat laju mobilnya kemudian tangan kirinya meraih gawai yang ada di saku kemudian Rendra menepikan mobilnya setelah itu melakukan panggilan telepon.


Setelah menunggu berapa menit kemudian terdengar suara dari seberang,


"Ada apa Boss, "


"Isssh ngledek sekali kau ini, Aku ada tugas untuk mu, "


"Hmm, apa itu soal Vanessa? "


Rendra mendelik mendengar perkataan dari Robi yang ternyata mengetahui tujuannya menghubungi Robi.


"Darimana kamu tau jika Aku akan memberikan tugas yang berhubungan dengan Vanessa! "


terdengar suara rendah dari seberang di mana Robi menertawakan pertanyaan konyol dari Rendra yang dianggap suatu pertanyaan yang tidak penting baginya.


"Aduh Ren ini pertanyaan konyol darimu yang tidak penting untuk Aku jawab, sekarang Katakan Apa tugas yang kamu ingin berikan padaku dan Aku mengerjakannya. "


"Cari Alamat tempat tinggal mereka dan cari tempat Mikha mendaftarkan sekolah jika tempatnya jauh dengan tempat Sekolah Arsel cepat pindahkan Arsel kesana Aku mau setiap hari bisa bertemu dengan Mikha Anakku, "


"Cieeee, mau setiap hari bertemu dengan Anak lo Mikha apa dengan Mamanya, "


"Diam lo, kerjakan tugasmu dengan cepat dan benar karena Aku mau semuanya beres dalam dua hari, "


"Ya, kalau gagal kamu tidak akan mendapatkan gaji kamu untuk bulan ini. "


"Astaga Ren, tega bener lo, "


"Sudah kerjakan Aku mau cepat pulang, ini Arsel sudah tidur dari tadi, "


"Ok, Bos, perintahmu akan Aku laksanakan, "


setelah mendengar jawaban dari Robi Rendra segera mematikan ponsel hp-nya kemudian kembali melajukan mobilnya menembus ramainya jalanan kota.


Mobil yang ditumpangi oleh Mikha dan yang dikemudikan oleh sang Nenek sudah memasuki halaman Rumah setelah memberikan mobil kepada penjaga pintu Nenek Mikha langsung masuk kedalam diikuti oleh Mikha di sampingnya.


Tanpa membunyikan Bel rumah Nenek Mikha membuka pintu dengan kunci yang dia bawa, setelah pintu terbuka Mikha segera berlari lari kecil memanggil-manggil Mamanya.


Sontak saja suara Panggilan Mikha yang cukup keras membuat Vanessa segera berjalan menuju ke Ruang tamu diikuti Bara di belakangnya.


"Mama....!


" Hei, Anak cantik kamu sudah pulang Nak, "

__ADS_1


"Dengan Wajah berseri Mikha mengaggukan kepala.


" Halo sayang bagaimana dengan Sekolah barumu hari ini? "tanya Bara yang sudah berada di samping Vanessa.


"Menyenangkan Pa, "


Bara tersenyum lembut sambil mengusap puucuuk kepala Putrinya, sementara Wajah dari Mama Bara yang ada di belakang Mikha mencebik kesal.


"Vanessa, kamu ajarin Anak kamu agar tidak main peluk dan meminta-minta pada orang, masih kecil sudah keceentilan sama orang. "


"Deg..!


Vanessa meneguk ludahnya mendengar perkataan dari Mama mertuanya, begitu juga dengan Bara dia tidak mengerti mengapa Mamanya berkata dengan sangat dingin dan penuh emosi.


" Ma-maksud Mama apa? "


"Tanya sama Anak kamu sendiri tuh, Oh ya apakah Gadis anak teman Mama sudah datang? "


"Sudah, Ma! "


"Oh, jadi Gadis itu Anak dari teman Mama, mau apa dia datang kesini Ma? "tanya Bara menyela pembicaraan.


"Tentu saja bekerja bantu bantu bagaimana apakah kalian memperlakukannya dengan baik? '


" Ma, ngapain sih bawa Anak gadis teman Mama kesini lebih baik suruh dia mencari pekerjaan di tempat lain saja Anak itu aku rasa sangat tidak baik dan pemalas, "


Mendengar perkataan dari putranya Mama Bara Mebdelik seketika dengan tatapan mata horor penuh kemarahan.


"Kamu tidak perlu mengatur Mama, "


"Tapi, Ma Bara tidak suka Gadis itu, ___'


" Diam..! Mama tidak butuh usulan darimu dan kau Nesa urus dan didik Anak kamu dengan benar jangan sampai dia sepertimu, "


"Deg...!


Lagi-lagi Vanessa meneguk ludahnya tidak menyangka jika Mamaw mertuanya bisa bicara kasar padanya bahkan tidak sungkan mengatakan jika dirinya termasuk Wanita yang buruk, sementara Mama Bara langsung berlalu pergi.


Bara yang menyadari perkataan Mamanya sangat menyakitkan hati istrinya mengusap dan mereemas kecil tangan Vanessa.


" Jangan dimasukkan hati mungkin Mama lagi Sensi saja, "


Vanessa menganggukkan kepala dengan lemah sambil tersenyum Getir.

__ADS_1


__ADS_2