DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 57.BERTEMU


__ADS_3

Arum terus bermonolog sendiri , wajahnya tampak gusar, panggilan telepon yang dia lakukan dan berharap Bara akan mengangkat telepon darinya tapi Ternyata semua sia-sia hingga waktu sampai dering berakhir Bara tidak juga mengangkat telpon nya.


Ada perasaan kecewa marah dan juga kesal semua bercampur menjadi satu.


Orang yang telah mengajaknya melewati malam panaas ternyata hanyalah orang yang tidak berperasaan dimana dirinya tidakkah berarti apapun padahal malam itu Bosnya melakukan berkali-kali padanya.


Tidak terasa buliran bening airmata nya menetes di pipi.


"Aku cuma mau memberitahu jika Abangku datang mencari nya dan Aku cuma ingin agar Bapak Bara tidak bertemu dengan nya, tapi ternyata panggilan ku sudah tidak berarti baginya, lalu bagaimana Nasib ku ini, bagaimana jika yang terjadi semalam membuat Aku hamil dan bagaimana jika Pak Bara tidak mau bertanggungjawab, Apa yang harus Aku lakukan, hizk... hizk Aku memang Bodoh, Aku justru terlena dengan sentuhan sentuhannya. sekarang apa yang harus Aku lakukan dan bagaimana jika Abang Faisal bertemu dengan Pak Bara, apa yang akan Abang lakukan Aku sangat kecewa dengan Pak Bara tapi Aku juga tidak tega jika Abang Faisal sampai mencelakai Pak Bara bagaimana kalau Pak Bara dibunuh Abang Faisal? tidak Aku tidak bisa hanya berdiam diri saja Aku harus ke kantor Aku harus melihat sendiri apa yang akan Abang Faisal lakukan disana, Abang Faisal orang nya sangat kasar dan kejaam dia tidak akan sedikitpun memberi ampun pada siapapun yang membuat nya marah, Lihat saja diriku entah harus sampai kapan Aku menjadi pohon uangnya, hidup ku selalu diatur oleh nya dan sekarang dia tau Aku sudah di perkosa orang pasti Abang Faisal tidak akan melepaskan nya Abang Faisal sangat kuat dia bekas pimpinan mafia yang kala itu Abang bergabung dengan perusahaan CEO dan akhirnya semua ditangkap tapi Abang Faisal bisa lolos dengan mudah itu karena dia sangat licik dan pandai bahkan tidak ada yang tau jika Abang Faisal lah pimpinan dari para Mafia itu, Aku harus cepat pergi sebelum semuanya terlambat bagaimana pun juga Aku tidak mau Abang Faisal membunuh Pak Bara Aju sangat mencintai nya."


Bergegas Arum segera memesan taksi online dan pergi menuju Kantornya.


Dalam perjalanan tidak henti-hentinya Arum berdoa semoga dirinya tidak terlambat dan jangan sampai Abangnya menyakiti Bosnya.


Bara yang melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena merasa khwatir dan was-was dengan apa yang sudah di laporkan oleh salah satu pegawai nya kini sudah mulai memasuki halaman gedung perusahaan nya.


Bara menatap ke sekeliling dimana keadaan kantor perusahaan nya terlihat sangat kacau banyak pot pot bunga yang jatuh dan pecah.


Bara bergegas melangkah ke dalam dan di dalam ruangan ternyata keadaannya lebih parah.


bukan hanya pot bunga saja yang berserakan dilantai akan tetapi kursi dan mejapun sudah tidak beraturan.


Pemandangan yang kacau ini ternyata belum seberapa dibandingkan dengan ketika Bara maju ke Ruangan dalam.


Kantor Bara memiliki dua ruangan bebas, Ruangan pertama hanya untuk duduk duduk dan bersantai meskipun di sekitar nya ada meja yang bisa di buat untuk bersantai.


Di dalam ruangan kedua Bara benar-benar dibuat Syok dengan apa yang terjadi, bukan hanya pot dan meja yang jungkir balik keadaan nya tapi ternyata para karyawannya pun dibuat jungkir balik karena mereka harus berdiri dengan satu kaki sambil memegangi kedua telinga mereka.


Bara sedikit geli karena tanpa sadar orang yang menyuruh mereka bersikap seperti itu menandakan jika dirinya orang yang sangat kekanak-kanakan.


"Pak Bara..!


Bara mengernyitkan dahinya kemudian menggelengkan kepala.


" Kenapa berdiri dengan satu kaki dan menjewer telinga, turunkan kaki duduklah dimana tamuku? "


"Pak, jangan kesana dia sangat berbahaya? " para satpam dan Bapak polisi yang kami pangil untuk kami mintai bantuan saja mereka tidak bisa mengatasi, "


"Tenanglah tidak akan terjadi apapun bukan kah dia ingin bertemu dengan ku? "


"Iya, Pak,"


"Kalau begitu katakan Aku akan menemui nya. "


Dengan sedikit ragu Akhirnya salah satu karyawan memberikan tempat dimana Orang yang telah berbuat onar itu berada.


"Kami meminta dia untuk masuk di rumah isolasi, Pak, "

__ADS_1


"Ruang isolasi apa memangnya disini itu Rumah sakit pakai ada Ruang isolasi? "


"Hehehe, maaf Pak maksdnya Ruang yang biasa di gunakan Bapak untuk menghukum karyawan yang teledor dalam bekerja. "


"Oh, di ruangan itu, baik Aku pergi kesana, "


Bara bergegas melangkah meninggalkan Karyawan nya,


"Sssstttt....! Apa kita akan biarkan Pak Bara sendirian dia Bos kita kan dan sudah sepatunya dia itu kita lindungi, untuk itu Ayo kita temani Pak Bara jangan sampai terjadi sesuatu pun padanya.


Bergegas beberapa karyawan segera mengikuti langkah kaki dari Bara yang kala itu menuju ke sebuah ruangan dimana digunakan untuk memberikan hukuman kepada para karyawannya yang melakukan pekerjaan dengan teledor atau sengaja melakukan kesalahan.


"Pak Bara tunggu? kami akan ikut menemani Bapak. "


"Baiklah, Ayo,"


Di dalam ruangan yang pintunya tertutup.


"Mana Bos kalian kenapa belum datang juga atau jangan jangan kalian mau membohongi ku, jawab? "


"Ampun, Man...! kami benar-benar tidak bohong, "


"Berapa lama lagi Aku harus menunggu? "


"Sebentar lagi, Man, "


Dua orang karyawan dan satu orang pekerja dari aparat keamanan polisi yang disandera oleh Faisal saling berpandangan di tempat itu.


karena mereka diam saja Faisal kembali berteriak dengan sangat keras.


"Jawab..! seru Faisal sambil mencengkram krah baju dari salah satu karyawan perusahaan itu.


Cukup cerdas Faisal mengikat sandranya dengan kuat mengunakan tali dan diikatkan pada kursi, sementara dua orang karyawan masih masing-masing hanya di ikat tangannya kebelakang.


"I-itu Aku memanggilmu kamu kan preman jadi Aku panggil Man, " ucap salah satu karyawan dengan gugup.


"Brengsek tapi tidak masalah sekarang Aku tunggu sepuluh menit lagi karena jika Bos kalian tidak datang makan Aku akan melenyapkan kalian semua disini. "


"Deg...!


" Sssssttt... bagaimana ini? "


"Mana Aku tau, mungkin sudah Nasib kita harus matii di tangan orang gila ini, "


"Aku tidak mau mati Aku belum Nikah, "


"Haiss kamu pkir Aku mau ini Aku hutan terpaksa, Aku menyesal masuk kerja hari ini, coba kalau kita tidak kerja pasti kita akan selamat,"

__ADS_1


"Waktunya tinggal lima menit lagi.! "


"Bagaimana ini kita juga tidak bisa kabur. "


"Sudah kubilang ini Nasib kita Apess. "


"Aku hitung mundur, sepuluh, sembilan, delapan tujuh, enam, lima, empat tiga dua...


" Doooorr..!


"Aaahh...! teriakan ketakutan keluar dari mulut Kedua karyawan perusahaan sementara Sandra yang dari pihak keamanan memilih memejamkan mata karena tidak kuat jika harus melihat kematian dari para karyawan itu, petugas kepolisian itu berpikir laki-laki ini benar-benar preman.


Bunyi pistol yang diarahkan kearah salah satu karyawan ternyata tembakannya mengenai langit-langit ruangan dengan disertai jatuhnya pistol itu dari tangan Faisal.


" Cepat amankan pistol nya, "


"Baik Bos? "


pistol yang di pegang Faisal melesat terlempar jatuh akibat dari potongan kayu kecil yang di lempar kan Bara tepat pada tangannya.


"Kurang ajar, siap kau beraninya ikut campur urusan ku? '


" Kenapa masih bertanya bukan kah kamu ingin bertemu dengan ku, "


"Apa kamu Bos dari perusahaan ini? "


"Iya, benar sekali, Aku pemilik dan pemimpin dari perusahaan ini, Kalian cepat bantu melepaskan ikatan dari semua yang disandra tamu kita ini, "


"Baik, Bos, "


"Hei tunggu seenaknya saja mau membebaskan kalian akan aku beri pelajaran. "


"Bukan kah kamu ingin bertemu dengan ku, kita sudah bertemu jadi biarkan anak buahku melepaskan temannya , jangan halangi karena Aku juga tidak akan tinggal diam jika kamu mau coba coba, "


Faisal terdiam mendengar perkataan Bara.


"Setelah ini kalian keluar lah biar Aku bicara empat mata dengan nya, "


"Tapi Bos dia itu, _____


" Keluar lah, jangan membantah, "


"Baik, Bos, "


Bergegas mereka keluar.


"Bagaimana Nasib Bos di dalam ya? "

__ADS_1


"/Mana Aku tau, " ucap salah satu teman mereka.


__ADS_2