
Seorang anak kecil yang sedang berjalan terpaksa harus terjatuh karena ditabrak oleh Oma Mikha yang kala itu tidak melihat jalan di depannya dikarenakan Oma Mikha sedang menatap ke arah Mikha yang kala itu sedang berlari menuju ke tempat berjajarnya makanan ringan, di mana Mikha mengatakan ingin membelikan makanan ringan untuk Mama dan Papanya.
"Bruugh..! Aduuuh Papa sakit, Wanita Tua itu menabrakku..?seru bocah kecil yang baru saja terjatuh karena ditabrak oleh Oma Mikha yang tanpa sengaja, sontak saja apa yang dilakukan bocah kecil laki-laki itu membuat Oma Mikha mendelik seketika dia tidak percaya jika laki-laki kecil yang ada di depannya sangatlah cengeng dan juga seorang anak yang suka mengadu kepada orang tuanya
" Hei, Anak kecil Nenek kan tidak sengaja, stop jangan berteriak dan berhentilah menangis. "ucap Oma Mikha dengan suara pelan.
Bagaimanapun juga Oma Mikha sangat merasa malu apabila sampai suara dari bocah laki-laki kecil itu mengadu kepada Ayah-nya dan didengar oleh banyak orang yang sedang berlalu-lalang atau lewat di tempat itu.
Seolah tidak mau mendengar Anak kecil itu masih terus saja berteriak Memanggil Nama Papa nya yang tidak lama kemudian muncullah Papanya dari belakang.
Sedikit panik dan juga tergesa-gesa sang Papa bergegas menghampiri putranya yang kala itu sedang terjatuh di mana ketika itu Omah Mikha mengulurkan tangannya untuk membantu laki-laki yang sedang terjatuh akan tetapi laki-laki yang sedang terjatuh itu tidak mau.
Dalam hati Oma Mikha menggutuk Anak kecil yang di Nilai sangat manja dan cengeng.
"Arsel, kamu kenapa? "
Sebuah suara dari laki-laki yang baru saja berlari mendekat karena suara teriakannya dan sepertinya laki-laki itu adalah Papanya.
"Maaf, Aku tidak sengaja menabraknya, tapi Aku rasa Aku menabraknya tidak begitu keras tapi Anak kamu ini sangat Cengeng dan manja seolah-olah Aku sengaja saja, " ucap Oma Mikha panjang lebar.
Oma Mikha tidak mau jika dirinya disalahkan apalagi dirinya merasa hanya menyengol sedikit.
Setelah membantu Anak laki-laki yang cengeng untuk berdiri laki-laki itu menatap Omah dengan pandangan mata yang penuh hormat dan santun bahkan mengulas senyum Ketika sang Nenek memberikan alasan mengapa Anak kecil itu bisa jatuh.
"Tidak apa-apa Nenek tidak perlu merasa bersalah, Namanya anak anak sudah biasa begitu. "
"Tapi Anak kamu Nangis begitu bikin Aku merasa malu dihadapan orang orang yang lewat karena mereka mengira aku apa apain anakmu itu. "
"Dia memang seperti itu, maaf, "
"Oh, baiklah kalau begitu Aku pergi dulu, "
"Silakan Nek, "
Ketika Nenek Mikha membalikkan badan dan hendak berjalan meninggalkan Anak kecil yang masih menangis dan juga seorang laki-laki yang tidak lain adalah Ayahnya di mana laki-laki itu sangat ramah dan santun kepadanya, tiba-tiba Mikha yang sudah selesai mengambil makanan ringan untuk oleh-oleh Papa dan Mamanya datang sambil berteriak girang.
"Oma... ayo kita pulang oleh-oleh untuk Papa dan Mama sudah dapat nih, "
Mikha yang berteriak sambil berjalan mendekati Oma yang kala itu masih berdiri diantara Anak kecil laki-laki yang menangis dan Papanya menatap Mikha yang berjalan sambil berlari kearahnya.
"Lihat Oma Mikha sudah dapat, "seru Mikha dengan hati girang.
"Oh baguslah, ayo kita pulang. " ajak Oma kepada Mikha yang langsung mendapatkan anggukkan kepala.
Anak laki-laki yang menangis dan sudah diam karena bujukan dari Papanya yang bersikap dengan sangat lembut mengusap puucuuk kepala dan kini berniat untuk membawanya pergi tiba-tiba terkejut karena Suara Gadis kecil yang tidak asing di telinganya, segera menoleh dan menatap lurus kedepan dimana Mikha dan Nenek nya sudah melangkah berjalan.
"Mikha..! itu suara Mikha," gumam Laki-laki berwajah tampan dan teduhteduh yang tak lain adalah Rendra.
"Arsel tunggu sebentar disini Papa ada urusan, Mas.. tolong jaga sebentar putra saya , " seru laki-laki itu kepada salah satu satpam yang ada disana.
"Papa mau kemana Arsel ikut! "
"Papa ada urusan penting kamu sama Pak Satpam dulu, "
__ADS_1
Tanpa menunggu jawaban dari Arsel laki-laki berwajah Tampan itu segera pergi meninggalkan Putranya berlari-lari kecil mengejar Mikha dan Neneknya yang kala itu sudah berjalan pulang.
"Nek tunggu..!
Teriakan laki-laki itu yang cukup keras membuat Nenek Mikha menghentikan langkah kakinya Begitu juga dengan Mikha dan keduanya membalikan badan menoleh ke sumber suara yang memanggil.
Nenek Mikha mengeryitkan dahinya ketika melihat laki-laki yang sebagai Papa dari Anak yang baru saja di tabraknya menangis dan mengadu berjalan kearahnya, merasa heran karena Nenek Mikha berpikir semua masalah sudah selesai dan dirinya sudah meminta maaf kepada laki-laki itu akan tetapi Entah mengapa laki-laki itu justru masih memanggil dirinya.
Berbeda dengan Mikha yang melihat Siapa laki-laki yang berlari dan berjalan ke arahnya wajah nya langsung berbinar senang dan berseri tanpa meminta izin kepada Oma yang kala itu berada disampinya langsung berteriak sambil berlari ke arah laki-laki yang ada di depannya.
"Om Tampan..!
Laki-laki itu langsung membungkukkan sedikit badannya sambil merentangkan kedua tangannya.
Rasa haru dan bahagia ketika Mikha langsung berlari datang memeluknya.
Melihat cucunya berlari pada orang Asing dan langsung memeluk seperti pada keluarganya sendiri membuat Mata Sang Nenek menatap tajam pada Mikha.
"Dasar Anak dari Wanita jaa laang melihat orang langsung main peluk tidak Anak tidak juga Ibunya kalau melihat laki-laki sedikit tampan langsung Nyosoor saja, " Sungut Oma Mikha dalam hati yang melihat pemandangan di depan matanya dimana cucu dari istri Anaknya tanpa malu-malu langsung main peeluk orang Asing.
"Mikha, apa kabarmu sayang, "
"Mikha baik, Om kemarin Mikha minta sama Mama untuk mencari alamat Rumah Om dan Mama bilang Mama masih sibuk jadi Mama bilang Nanti kalau sudah tidak sibuk, tapi perasaan Mama itu tidak punya kesibukan apapun tapi mama bilang sibuk setiap kali Mika ajak mama untuk bertemu dengan Om tampan."
Rendra tersenyum kecut mendengar perkataan poloos dari Mikha, Rendra tahu Vanessa akan mencari cara untuk tidak bertemu dengan dirinya bahkan untuk menghindarinya, Rendra sangat paham akan hal itu dan Rendra tidak bisa berbuat apa-apa selain hanya pasrah dan berharap Vanessa memberikan kesempatan kepadanya untuk bisa melihat dan mengasuh Putrinya meskipun semua harapan itu hanya sebuah mimpi belaka, karena Kenyataannya Vanessa sama sekali tidak ingin menemui dirinya atau bertemu dengan dirinya bahkan berusaha menjauhkan Mikha darinya.
"Tidak apa-apa Sayang kan sekarang kita sudah bertemu, "
"Iya, Om, "
Dengan cepat Mikha mengagguk.
"Mikha Apa sudah beli makanan ringan kentang goreng yang rasanya ada pedas manis dan gurih. "
"Belum Om, "
"Kalau begitu Nanti belikan ya, Mamamu suka itu, "
"Oh, Baik Om, "
Oma Mikha yang melihat keakraban Mikha dengan laki-laki Asing berdehem kecil untuk mengingatkan jika ditempat itu masih ada orang lain.
"Mikha, ayo pulang, "
Suara Oma membuat Mikha tersadar dan melepaskan pelukan nya pada Rendra.
"Iya, Oma..!
Rendra mengeryitkan dahinya kemudian berdiri mendekati Oma Mikha, dengan menganggukkan kepala dan dengan senyum tersungging di bibir Rendra bertanya.
" Maaf, Nek apakah Mikha cucu Nenek? "
"Pertanyaan kamu itu tidak begitu penting untuk kujawab, Ayo Mikha kita pulang Papamu sudah menunggu di Rumah, "
__ADS_1
"Baik, Nek, Om Tampan Mikha pulang dulu ya daaa..!
Rendra tersenyum sambil menganggukkan kepala, ingin rasanya kembali menciiuum Putrinya tapi melihat sikap Nenek Mikha yang terlihat seperti tidak suka membuat Rendra mengurungkan Niatnya.
Mikha segera berjalan disamping Omanya.
" Tunggu Oma, ada yang tertinggal, makanan kesukaan Mama belum Mikha beli, "
"Bukannya tadi kamu sudah membelikan? "
"Tadi punya Papa dan punya Mikha punya Mama lupa tunggu sebentar, "
kita segera berlari kembali masuk ke dalam Mall tempat makanan dan dengan cepat meraih makanan ringan yang terbuat dari kentang jika mengambil warna merah di mana dalam kemasan itu memiliki rasa pedas.
"Oma, cepat sini bayar..? "
Mikha berteriak ketika sudah berada di depan kasir.
Oma Mikha mendelik melihat kelakuan cucu angkatnya yang sesungguhnya bukan cucunya sendiri.
Dengan sedikit kesal Oma Mikha berjalan menuju kasir tempat dimana Mikha berteriak.
"Biar Om yang bayar, ini mba, "
Rendra segera menggulurkan card hitam nya pada penjaga kasir dan ketika Oma Mikha sudah sampai dia merasa heran karena Rendra ada disana
"Apa yang kamu lakukan disini? "
"Oma, Om tampan yang bayar makanan ini, "
"Apa?
" Maaf, Nek kebetulan saya juga mau bayar tagihan listrik jadi ini tadi sekalian bayarnya, "
"Mikha ayo cepat pulang, " ajak Oma Mikha dengan sedikit buru-buru.
"Trimakasih, Om, "
Rendra menganggukkan kepala sambil tersenyum.
Di luar Oma Mikha segera menarik tangan Mikha.
"Cepat masuk, kamu itu tidak pernah diajarin sopan santun Mamamu ya, sehingga kamu suka meminta-minta sama orang, "
"Om Tampan bukan orang lain Om tampan itu teman Mama, "
"Oh, begitu ya kelakuan Mama kamu selama di London selalu membiarkan anaknya meminta minta pada temannya, "
"Om tampan itu baik Oma, "
"Sudah diam, Om Tampan.. Om tampan, anak kecil sepertimu sudah diajarin memuji laki-laki tampan heran Aku sama Mamamu sudah punya Papamu tapi masih memuji tampan laki-laki lain dibelakangnya bahkan memuji tampan pakai ngajarin Anaknya lagi, "
"Mama ngak ngajarin kok Oma, "
__ADS_1
"Sudah Diam kecil-kecil pandai beralasan dan membantah orang tua, "
Mikha langsung tterdiam Mikha tidak lagi bicara di dalam mobil karena Mikha tau Neneknya sedang emosi.