
Malam semakin merangkak naik Lambat laun Vanessa akhirnya tertidur, sementara Bara yang masih sibuk dengan melihat TV akhirnya dia matikan dan berjalan mendekati Ranjang dimana Istrinya sudah tertidur dengan sangat pulas.
Bara menatap sendu pada istrinya dengan perlahan lahan Bara Naik keatas Ranjang dan duduk disamping istrinya yang sudah terlelap dalam tidur.
Dengan sangat perlahan-lahan dan dengan sangat lembut Bara membelai wajah istrinya dan menciumnya dengan sangat perlahan.
"Sayang, Maafkan Aku sungguh Aku tidak berniat untuk menduakan dirimu tapi takdir telah mempermainkan Nasibku dimana Aku harus bertanggungjawab dengan semua perbuatanku, sayang percayalah Aku hanya mencintainu tidak ada wanita lain di dalam hatiku hanya kamu dan cuma kamu semangat dalam cinta ku, '
Bara mulai merebahkan tubuhnya disamping sang istri yang tidak lama kemudian Bara pun ikut tertidur dengan lelap.
Pagi Menjelang Bara sengaja tidak bangun pagi Karena Bara masih menginginkan saat ini masih malam sehingga dia bisa bersantai dan tidur nyenyak, Bara tidak ingin membuka matanya bahkan di pertengahan malam Bara sengaja bangun dan langsung mematikan ponsel hpnya sungguh hari ini sangat menyedihkan baginya.
Vanessa yang sudah bangun dari pagi merasa heran dengan apa yang dilakukan Suaminya, karena tidak biasanya Suaminya masih tidur dan belum bangun, biasanya Suaminya sudah bangun dan sudah jahil kepadanya tapi hari ini Vanessa benar-benar melihat keanehan membuat dirinya merasa khawatir dan cemas.
"Kenapa Mas Bara masih tidur apa dia sakit, coba Aku lihat, tapi jika Aku lihat Nanti dia terbangun dan terganggu bagaimana ini? "
Vanessa mondar-mandir di dekat Ranjang tempat Bara tidur, sementara Bara sendiri juga resah karena mata di paksa untuk tidur juga tidak mau tapi karena sesuatu yang membuat nya malas membuat Bara memilih memejamkan mata berharap bisa tidur lagi selama mungkin.
Bara benar-benar merasakan takut dan Was-was akan hari ini dimana dia harus menikahi Arum gadis yang menjadi sekertaris dirinya yang terpaksa karena suatu kebodohan dia ambil dan dia rengut kesucian nya dan hal itu membuat dirinya mau tidak mau harus bertanggungjawab.
Vanessa yang bingung dan resah Akhirnya memutuskan untuk membiarkan sejenak Suaminya untuk tidur lagi.
Sambil bersantai Vanessa menikmati secangkir kopi dengan Roti bakarbakar, Tiba-tiba Vanessa teringat ponsel HP suaminya pasti sudah habis batre dan belum di cas.
Dengan cepat Vanessa segera mencari keberadaan ponsel HP suaminya dan benar saja ponsel HP Suaminya dalam keadaan mati.
"Nah kan HPnya mati ini pasti karena batrenya habis, coba Aku cas dan Aku nyalakan. "
Vanessa segera menyalakan dan mengecas ponsel hp milik Suaminya, merasa semua sudah beres Vanessa kembali ke ruang tamu dan melanjutkan Minum kopinya yang belum habis.
"Lebih baik Aku biarkan dulu Mas Bara tidur Aku mau lihat Mikha dan Mbak Sri sudah pada sarapan pagi apa belum."
Vanessa segera bangkit dari duduknya dan mulai berjalan keluar kamar.
Bara yang tidak bisa tidur tapi malas untuk bangkit mulai bergerak miring ke kanan dan ke kiri, sungguh dirinya merasa gelisah akan hari ini.
"Kenapa gue harus takut dan Was-was bukankah Ponselku sudah kematikan dari semalam itu artinya Aku aman dan bisa rileks tanpa ada yang menganggu.
__ADS_1
" Krucuk.... !
"Krucuk...!
Astaga ini perut kenapa bunyi Aku harus isi dulu biar tidak komplain ini cacing cacing yang ada dalam perut.
Bara segera bangkit dari tidurnya dan berjalan menuju ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Kurang lebih duapuluh menit Bara menyelesaikan ritual mandi kemudian mengganti bajunya yang kotor dengan yang bersih baru kemudian berjalan ke dapur kecil yang ada di dalam kamar hotel, sungguh kamar hotel yang di pesan Bara sangat istimewa karena satu kamar bagaikan satu Rumah yang lengkap.
Bara mengeryitkan dahinya ketika melihat bekas satu cangkir kopi yang masih dibiarkan tergeletak di meja.
"Nesa, ceroboh sekali dia, kan tidak boleh minum kopi kenapa dia justru membuat kopi kalau dia kenapa napa bagaimana," Bara segera bangkit dan berniat mencari Istrinya Vanessa akan tetapi Bara urungkan niatnya.
"Nanti sajalah ini perut Aku juga sangat lapar Aku makan dulu saja pasti Nesa sedang bersama dengan Mikha putrinya. "
Bara segera membuat satu cangkir susu coklat dan roti bakar yang sudah tersedia di atas meja, rupanya Vanessa sudah menyiapkan sarapan pagi untuknya.
Ketika Bara Asik menikmati Roti bakar dan susu coklat nya, Tiba-tiba sebuah dering ponsel berbunyi.
Bara yang mendengar hal itu tidak mau peduli dan mengindahkannya karena menurutnya Yang berbunyi itu ponsel milik istrinya dan Bara tidak ingin mengangkat atau menjawabnya.
"Mas, kamu sudah bangun kenapa telponnya tidak diangkat. "
"Aku ngak mau menganggu sayang, "
"Mengaggu? mengaggu bagaimana Mas, Aku kok ngak paham. "
"Ya, tidak mau langsung angkat HP kamu, "
"Apa? HP Aku, itu bukan HP Aku Mas itu kan HPnya Mas Bara yang bunyi, baiklah biar Aku angkat. "
"Apa? HP Aku, Aduuh Sayang jangan diangkat, " teriak Bara sambil berlari mendekat. "
Vanessa yang tangannya sudah terulur menjadi terkejut dan tidak jadi.
Vanessa sedikit heran melihat Bara yang berlari dengan cepat kearahnya hanya untuk menerima satu panggilan telepon, membuat Vanessa mengeryitkan dahinya.
__ADS_1
Sementara Bara menumpat dalam hati.
"Kok bisa berbunyi sih bukankah semalam sudah aku matikan ini kok bisa nyala lagi lebih baik Aku matikan saja. "gumam Bara dalam hati dengan raut wajah yang sangat masam.
Bara langsung mematikan ponsel hpnya tapi sedetik kemudian berbunyi lagi disertai dengan satu pesan.
Dengan malas Bara membuka pesan yang baru diterima nya.
"Mas, Aku sudah menunggu mu sedari tadi jika dalam sepuluh menit kamu tidak datang Aku yang akan datang ke kamarmu, (Arum)
" Busyet ini anak nekad Aku tidak boleh membiarkan dia datang kesini Aku harus cepat, Vanessa yang melihat Bara seperti orang yang sedang panik merasa heran dan bingung.
"Kamu kenapa Mas? "
"Sayang Aku pergi dulu, kamu jaga diri baik-baik di Rumah Aku hari ini ada, ____
"Aku tau kan kemarin sudah bilang, pergilah Mas, Aku tunggu kepulangan mu, Nanti malam. "
"Iya, Sayang Aku pergi dulu, "
Bergegas Bara memberikan ciuuman di kening sangat istri kemudian dengan sedikit berlari Bara keluar dari dalam kamar hotel.
Vanessa yang merasa heran hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Di panggil Papa takut nya minta Ampun apa iya Papa Mas Bara sangat galak, entahlah Aku lebih baik membereskan kamar saja, Nanti kalau Aku bertemu dengan beliau bagaimana ya dan apa mungkin Papa Mas Bara mau menerima Aku dan Mikha yang nyata nyata Mikha bukan cucunya, smoga Nanti kehadiran kami di trima dengan baik, "gumam Vanessa dalam hati.
Di luar Bara yang berjalan sambil berlari akhirnya sampai di tempat dimana dirinya dan Arum bertemu.
" Akhirnya kau datang Mas, "ucap Arum sambil tersenyum sementara Bara memilih membuang muka.
"Kamu tidak akan mendapatkan kebahagiaan apapun dengan menikah denganku, karena Aku tidak pernah mencintaimu dan yang terjadi antara kita itu sebuah keterpaksaan karena Aku melakukannya tanpa sadar. "
"Aku tidak masalah Aku akan bersabar Ayo Mas kita pergi sekarang Aku mau hubungan kita segera diresmikan agar Abang Faisal tidak lagi bertanya padaku, "
"Tapi, ____
Belum sempat Bara bicara Arum sudah memanggil taksi dan menarik tangan Bara untuk masuk bersamanya yang mana mau tidak mau akhirnya Bara ikut masuk ke dalam taksi.
__ADS_1
Arum tersenyum dalam hati karena dia yakin hari ini Bara sang Bos tampan nya akan segera resmi menjadi Suaminya.