DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 104.Bara yang Bingung


__ADS_3

Tidak pernah Vanessa dan Bara sangka jika Mamanya akan secepat ini pulang ke rumah dan juga langsung masuk tanpa membunyikan bel rumah, Bahkan Bara tidak mendengar pintu rumah dibuka dari luar sehingga apa yang Bara dan Vanessa lakukan terpaksa ketahuan oleh Mama.


Vanessa yang merasa sangat malu segera meminta izin untuk masuk ke dalam kamarnya.


"Maaf Ma, Nesa masuk kamar dulu, "


"Pergilah, tidur yang nyenyak dan


jangan kau ulangi lagi jika mau bermesraan pastikan bukan ditempat terbuka, "


"Deg.., " ucapan sang Mama benar-benar sangat tajam, dan itu termasuk peringatan keras.


"Baik, Ma trimakasih. "


Tanpa menunggu lagi Vanessa langsung berlari masuk ke dalam kamarnya sementara Bara tersenyum kecut sambil memamerkan barisan giginya menatap sang Mama yang kala itu sedang menatapnya dengan pandangan matanya yang sangat horor menatap tajam kepada dirinya seolah-olah Bara melakukan suatu kesalahan yang sangat besar dan membuatnya marah.


"Ma, tatapannya yang slow saja Ma jangan horor begitu lagipula Aku bermesraan itu dengan istriku bukan dengan yang tidak halal, "


"Tapi seharusnya kamu juga tau tempat tidak di sembarangan tempat begini. "


"Ucapan Mama tadi itu sangat pedas dan bisa menyakiti Nesa Ma, "


"Menyakiti, hahaha, bukan Aku yang akan menyakiti Nesa tapi kamu sendiri yang akan lebih menyakitinya, "

__ADS_1


"Ma, Mama ini bicara apa dan apa maksudnya Bara ngak ngerti deh arah pembicaraan Mama, "


sang Mama tersenyum miring kemudian melambaikan tangan melangkah meninggalkan Bara yang sedang bingung dengan apa yang sudah dikatakan oleh sang Mama kepadanya sementara sang Mama memilih pergi meninggalkan Bara masuk ke dalam kamarnya.


"Aku mau beristirahat kamu pikirkan sendiri jika kamu cerdas kamu akan tau jawabannya. "sinis Mama disela selah langkah kakinya.


"Issh, Mama itu ada apa sih, aneh banget deh, sudahlah lebih baik Aku juga ingin segera beristirahat Aku harus melihat apakah Nesa tersinggung dengan ucapan Mama atau tidak, "


Dengan cepat Bara langsung berlari masuk ke dalam kamarnya dan ketika sampai di depan pintu Bara mengetuk pintu kamar karena Vanessa sudah berkali-kali mengingatkan dirinya agar setiap kali masuk ke dalam kamar harus mengetuk pintu terlebih dahulu, untuk itu Bara mengetuk pintu terlebih dulu sebelum dirinya masuk dan Bara melakukan semua yang istrinya minta.


"Masuk..!


Bara baru membuka pintu kamar setelah mendapat izin dibolehkan masuk.


"Tidak, untuk apa Aku marah bukankah apa yang Mama katakan itu benar kita tidak boleh sembarangan melakukan sesuatu hal yang tidak benar di tempat terbuka sudah malam ayo kita tidur, "


" Syukurlah jika kamu tidak marah Aku khawatir sekali kamu tersinggung dan marah bisa-bisa aku dicuekin malam ini jika kamu marah. "ucap Bara sambil mengedipkan mata.


Melihat hal itu Vanessa langsung mendelik menbuat Bara semakin tersenyum lebar.


"Meskipun tidak marah malam ini Aku mau tidur dengan tenang jangan mengagguku, "Ancam Vanessa yang langsung Naik ke atas Ranjang.


"Iya, boleh tapi boleh tidur dengan peluuk istri kan, Aku mana bisa tidur kalau Nanti di cuekin, "ucap Bara dengan tampang memelas.

__ADS_1


"Boleh sekedar memeluk tidak boleh minta lebih hari ini libur, "


"Hmmmm, "


Mendengar jawaban suaminya Vanessa langsung menatap Bara dengan tatapan Mata yang sangat tajam, Bara yang melihat hal itu langsung nyengir .


" Natapnya jangan horor begitu sayang Aku kan cuma izin peluuk doang, "


"Apaan sih dah ayo tidur. "


Vanessa yang sudah naik ke atas ranjang segera menarik selimut untuk tidur begitu juga dengan Bara dia juga langsung tidur di samping istrinya sambil memeluk.


"Ya, apes dapat punggung tidak masalah dari pada gak di bolehin, " gumam Bara sambil terkekeh tersenyum dalam hati.


Malam semakin merangkak naik akan tetapi Bara yang tidur dengan memeluk Vanessa rupanya belum bisa memejamkan kedua bola matanya perlahan-lahan Bara bangkit dari tidurnya duduk di atas ranjang dipandangnya istrinya yang sedang tertidur dengan pulas.


"Tidur kamu pulas banget sih sayang kenapa malam ini Aku tidak bisa tidur ya, kenapa Aku merasa takut, sampai saat ini Aku juga tidak mengerti apa maksud perkataan Mama, dia bilang bukan Mama yang nyakitin Nesa tapi Aku, lha Aku nyakitin apa, Mama kalau nuduh suka ngawur tapi Mama itu hebat setiap perkataannya selalu tepat dan benar dan Aku juga belum sempat bertanya mengapa Mama menyuruh Bibi pulang kampung malam-malam kayak tidak ada hari esok saja, malam ini apa Rendra bisa tidur Aku yakin Dokter sialan itu pasti memikirkan mantan Istrinya ini, malang sekali Nasibmu Dokter, sekuat apapun kamu bertahan tetap sendiri kamu tetap tidak akan bisa mendapatkan Nesa kembali karena Aku tidak akan pernah melepaskannya, silahkan menunggu sampai akhir napasmu kamu tidak akan bisa mendapatkan, Nesa milikku dan selamanya akan menjadi milikku. "


Puaas bermonolog sendiri Bara kembali tidur tapi kali ini Bara mengubah posisi dengan perlahan-lahan Bara tidak lagi tidur dengan memeluuk punggung sangat istri tapi kali ini Bara memilih tidur didepan sang Istri, sebelum memejamkan mata Bara menatap Wajah Cantik Istrinya dengan membelai lembut rambut sang Istri kemudian memberikan kecuupan tipis di kening sang Istri.


Di kamar yang berbeda Tampak Mama Bara sedang tersenyum.


"Malam ini Aku sulit tidur serasa Aku sudah tidak sabar menunggu hari esok dan Aku menunggu Boom di Rumah ini meledak, pasti akan sangat seru jika Bara tau jika selingkuhannya, jika istri keduanya juga berada di Rumah ini Aku ingin tau bagaimana sikapnya anak itu setelah tau istri keduanya berada satu atap dengannya, ini adalah pembalasan dari kelancangan kamu karena melawan keinginan Mama dan mengabaikan kata-kata Mama sudah Mama bilang Mama tidak setuju kamu menikah dengan Wanita itu kamu tidak perdulikan sekarang giliran Mama yang tidak akan memperdulikan kebingungan kamu biar kamu tau rasanya kecewa. "gumam Mama Bara bermonolog sendiri hatinya berbunga bunga penuh dengan kemenangan.

__ADS_1


__ADS_2