
Melangkah dengan hati riang dan senang Arum mengikuti langkah kaki dari Bara, Arum mengernyitkan dahinya ketika melihat Bara bukan langsung keluar Rumah akan tetapi justru Naik ke kamar atas.
Arum yang tadinya merasa senang kini berwajah muram dan menatap kecewa Arum sudah memahami dan mengerti jika Bara pasti akan mengajak istri pertamanya juga untuk pergi ke Mall bersama mereka dan Hal itu membuat Arum yang tadinya berbunga-bunga menjadi kecewa.
" Ternyata Mas Bara Masih memikirkan wanita itu bisa-bisanya hanya untuk mengantar diriku dia juga mengajak wanita lain, sungguh menyebalkan tapi apalah dayaku aku tidak bisa berbuat apa-apa, " keluh Arum yang kini Wajahnya menjadi sedih.
Tanpa Arum sadari Mama Bara yaitu Sukma keluar dari dalam kamarnya menuju ke Ruang tamu, kedua bola matanya membulat seketika ketika melihat, Putranya Naik ke kamar atas yang sepertinya pasti akan menemui Vanessa istrinya untuk diajak bersamanya.
"Kamu tenang saja tidak perlu kamu bersedih Bara tidak akan pergi dengan Istrinya, "
Suara Mama Bara yang tiba-tiba terdengar dekat olehnya membuat Arum dengan gerakan Reflek menoleh kebelakang, terlihatlah Olehnya Mama Bara sedang berjalan kearahnya.
"Tante,"
"Sudah kamu tenang saja tidak perlu khawatir Bara tidak akan pernah pergi bersama dengan istrinya, serahkan semua urusan itu padaku, "
"Trimakasih Tante, "
"Hmmm, "
Di lantai atas Vanessa yang hendak membersihkan tempat tidur Mikha Putrinya sedikit terkejut karena dengan tiba-tiba Bara menarik tangannya.
"Sayang ikut Aku! "
"Aduh, Mas. ngagetin saja, mau ajak kemana? "
"Ke Mall."
"Apa, ke Mall, bentar Aku bersiap dulu, "
"Ngak perlu, begitu juga sudah cantik, ayo...!
" Aduh, Mas. kenapa mesti buru-buru sih, iih lepasin deh Aku bisa jalan sendiri, " Vanessa berusaha memberontak ketika Bara memegang tangannya dimana Vanessa merasa Bara memperlakukannya seperti anak kecil dan sikap Bara seolah-olah sedang terburu-buru.
Bara yang terlihat tidak sabar menarik tangan Vanessa untuk segera keluar dari kamar, tidak perduli dengan Vanessa yang menatapnya dengan pandangan mata bingung.
"Kelamaan, Nanti Monsternya marah kurang sajen, "
"Siapa Monster kurang sajen itu? "
__ADS_1
"Siapa lagi kalau bukan Mama Sukma yang bawel dan pelit." sungut Bara kesal.
Vanessa tertawa geli mendengar perkataan dari Bara Suaminya, Bara terlihat sangat terburu-buru dalam mengajaknya dan ternyata karena Bara tidak ingin membuat Mamanya marah.
Sampai di lantai Bawa Bara terkejut bukan kepalang hingga tanpa sadar gengaman tangannya pada Vanessa lepas, dengan kedua bola matanya membulat seketika.
"Apa lihat-lihat Mama sambil melotot begitu, mau menelan Mama ya? "
"Mampuus dah Aku, Monster kurang sajen ternyata sudah berada disini klop dengan Lasmini, Cilih, kesenengan dia mendapatkan dukungan dari Mama, ingin rasanya Aku lempar ke laut sana biar tenggelam, ngapain juga sih mereka bertemu dan pakai pura-pura jadi pembantu lagi, Aku yakin Lasmini ini mau bersikap jahat pada Aku dan Istriku awas saja jika berani macam-macam mengacau Rumah tangga ku Akan Aku kembalikan kamu keasalmu. " sungut Bara dalam hati dimana tatapan tajam dari sang Mama hanya membuatnya tersenyum nyengir.
"Mama kenapa ada disini seharusnya Mama beristirahat di kamar, bersantai ria Nanti akan Aku bawain oleh-oleh kesukaan Mama, "
"Diamlah Mama mau bicara dengan Istrimu, Nesa, apa Bara mengajakmu pergi? "
"Iya, Ma, Mas Bara mau mengajakku ke Mall, "
"Nes, Mama mau minta tolong Arum kan tidak punya baju dan Mama mau menyuruh Bara mengatarkan ke mall untuk membeli baju kamu tidak usah ikut apakah kamu tidak keberatan Aku khawatir, jika kamu ikut Arum akan sungkan memilih dan minta baju yang dia suka,"
"Oh, boleh Ma, "
"Apa Sayang? kamu ngijinin Aku cuma pergi sama Lasmini ini, Ogah Aku tidak mau pokoknya kamu harus ikut baru Aku mau mengantarnya. "
Wajah Mama mendelik dan menatap tajam pada Bara, melihat tatapan horor dari Mamanya Bara memilih memalingkan muka, wajahnya masih menampakkan kekesalan.
" Nesa, Aku tau kamu sangat pengertian untuk itu kamu pasti tidak akan ikut, lagipula mereka pergi juga tidak akan lama. "
"Ya, Ma tidak apa-apa, Nesa tidak keberatan,"
"Baguslah kalau begitu bujuk Suamimu agar segera pergi mengantarkan Arum kasian dia tidak ada baju ganti. "
"Iya, Ma. "
Vanessa berjalan mendekati Bara yang kala itu memalingkan muka dengan memilih berdiri sedikit jauh diantara Mama Arum dan istrinya.
Melihat Vanessa menuruti keinginannya Mama Bara tersenyum puaas karena telah mampu membuat menantunya menuruti keinginannya.
"Mas, pergi saja dengan Arum kasian dia biarkan Arum memilih baju yang dia suka. "
"Memangnya kenapa apa kamu lebih menuruti perintah Mama dari pada Aku Suamimu, "
__ADS_1
"Bukan begitu Mas, untuk kali ini apa salahnya kita menyenangkan Mama, Aku tau Mama sangat khawatir jika anak dari temannya diperlakukan dengan tidak baik, jadi pergilah, "
"Baik, tapi ciuum Aku dulu, '
Vanessa langsung mendelik mendengar permintaan dari Suaminya.
" Mas, ini kita di luar, " teriak Vanessa dengan suara tertahan dan berat.
"Memangnya kenapa kalau di luar, '
" Aduuh, Mas malu lah kan ada Mama dan Arum."
"Peduli lagi pula siapa suruh melihat kita, "
"Tapi Mas, "
"Kalau tidak mau ya sudah Aku tidak mau pergi, "
"Baiklah, "
Perlahan-lahan Vanessa mendekat meskipun sesungguhnya dirinya merasa sangat engan dan malu, bagaimana mungkin mau berciumman di Ruang terbuka terlebih ada Mama mertua dan Arum gadis baru di Rumah itu.
Tapi karena Bara tidak mau pergi jika dirinya tidak mau menuruti apa yang Mamanya Bara inginkan dengan terpaksa akhirnya Vanessa menuruti keinginan dari Suaminya.
Bara tersenyum senang dan dengan sengaja membungkukan Wajah.
"Disini, " ucap Bara sambil menunjukan jari ke pipinya.
Meskipun dengan malu-malu akhirnya Vanessa menuruti keinginan dari Bara Suaminya, perlahan Vanessa mendaratkan ciumannya di pipi suaminya.
Apa yang dilakukan Vanessa dan Bara membuat Arum yang kala itu melihat mendelik seketika Begitu juga dengan Sukma Mama Bara, dia yang tidak menyangka jika Bara memberikan syarat yang begitu aneh dimana akhirnya mereka berciuman di depan mereka, membuat dirinya memalingkan muka bahkan karena tidak tahan dengan kemesraan Putranya Mama Bara melangkah pergi masuk kedalam kamarnya sambil mengrutu.
"Dasar Buncin, sudah tau Istrinya tidak cinta masih juga di banggakan, benar-benar Anak bodoh, berciuman kok di Ruang terbuka dasar tidak tau Malu.
lain Sukma lain juga dengan Arum di mana Arum pun yang melihat kemesraan antara Vanessa dan Bara Mencabik kesal.
"Issh, Norak pakai pamer kemesraan lagi awas saja ini tidak akan berlangsung lama silahkan dinikmati sepuaasmu karena setelah ini Mas Bara hanya akan menjadi milikku, bukan lagi Milikmu. " geram Arum dalam hati dimana didalam hatinya tiba-tiba terasa panas terbakar.
Sementara Bara tersenyum senang melihat kedua orang yang menyebabkan dirinya kesal kini juga merasakan kesal yang sama.
__ADS_1