DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 131.Janji Bodoh


__ADS_3

Bara tersenyum miring setelah tidak mendapati suara apapun di luar itu Artinya Arum sudah pergi dari dalam kamarnya.


Dengan perlahan lahan Bara membelai lembut Istrinya yang tertidur karena kelelahan.


"Sayang maafkan Aku, karena kekesalan ku kamu yang harus menanggung semuanya, " gumam Bara sambil membelai dan mengecup lembut kening Istrinya.


Vanessa yang merasakan sentuhan dari Suaminya mengeliat dan mulai membuka mata.


"Apa kamu belum puaas Mas, "


"Tidak sayang Aku sudah puaas, "


"Lalu kenapa menatapku begitu, pelayananku tidak menarik ya?


" Hmmm, kalau iya bagaimana? " ucap Bara sambil mengedipkan mata.


"Ya sudah sekarang Aku harus bagaimana biar bisa memuuuaaskanmu, "


"Hmmm, yakin mau tau, "


Vanessa menganggukkan kepala.


"Cintai Aku dengan sepenuh hatimu dan jangan pernah tinggalkan Aku, "


"Kamu ini bicara apa sih Mas aku kan hanya bertanya tentang itu, "


"Tidak ada Sayang sini tidur dipangkuan Aku, "


"Vanessa membiarkan Bara membantunya tidur di dalam pangkuannya. "


"Krucuk.. krucuk.. krucuk..!


Vanessa menatap Bara dan Bara tersenyum nyengir.


" Perutmu bunyi Mas Pasti kamu lapar, tunggu Aku mandi dulu setelah itu akan Aku ambilkan makanan. "


"Aku gendong ke kamar mandinya, "


"Tidak perlu, Aku bisa jalan sendiri, "


"Yakin kuat, " tanya Bara sambil mengedipkan mata.


"Apaan sih, kuatlah, "


"Hmmm, ya sudah mandi bareng ayok, "


"Tidak mau, Aku tidak mau mandi bareng Nanti ada setan ketiga Aku capek tidak mau di ganggu lagi, "


"Yaa, ya baiklah Sayang, mandilah Aku tunggu di sini "

__ADS_1


Vanessa segera masuk ke dalam kamar mandi sementara Bara hanya menggelengkan kepalanya.


"Masih saja begini padahal Aku juga sudah melihat semuanya tapi selalu tidak di izinkan ikut mandi bersama, padahal sudah janji pula Aku tidak akan macam-macam tapi sudahlah, tapi jika dipikir-pikir Nesa selalu memberikan larangan padaku untuk meninggalkan jejak pada tubuhnya, karena saat pertama menyentuhnya Aku sudah menerima perjanjian itu jadi Aku selalu berusaha tidak meninggalkan jejak pada nya, tapi siapa yang tidak gemas dan ingin melihat tanda cinta itu ada berhari-hari di tubuhnya, dan tadi sengaja Aku melanggarnya Aku ingin orang lain melihat nya ada tanda cinta ku di kulit Istriku."


Sungguh sial hanya bisa memberikan dia di lehernya sedangkan Aku ingin juga memberikan jejak kepemilikanku pada dadaanya tapi entah itu hanya perasaan ku atau memang kebetulan, Aku merasa secara tidak sadar Vanessa berusaha menghalangi dengan mengalihkan keinginan ku, Ah sudahlah mungkin hanya perasaan Aku saja yang konslet berpikir Negatif terus Istriku sudah melayanikku itu artinya sepenuhnya dia menyerahkan padaku kan, lebih baik Aku cari makanan ringan dulu untuk menganjal perutku yang lapar."


Bara segera turun dari kamarnya langsung menuju ke dapur sementara di dalam kamar mandi Vanessa segera mengguyur tubuhnya dengan air shower.


"Menjengkelkan sekali bukankah sudah berjanji tapi kenapa dilingkari Aku sudah melarang jangan meninggalkan jejak kepemilikan ini apa di leher ku ada dua bikin kesal saja bagaimana kalau Mas Rendra tau dia pasti marah, haiss kenapa juga Aku harus memikirkan dia buat apa Aku pegang janji dan laranganNya bukankah Mas Rendra juga sama dia pasti sudah berkali-kali ninggalin kepemilikannya pada Wanita itu, sudahlah kenapa Aku harus bodoh mengikuti semua larangan dia, "


Dengan cepat Vanessa menguyur tubuhnya dengan Air, kurang lebih tigapuluh menit Vanessa melakukan Ritual mandi kemudian keluar setelah merasa semua sudah selesai.


Bara tersenyum melihat istrinya sudah keluar dari dalam kamar mandi.


"Sayang tadi Aku ambil jagung rebus milik Mikha, makan ini dulu Nanti baru kita makan Nasi. "


"Iya, Mas, "


Vanessa merasa heran melihat Bara belum beranjak dari duduknya dan masih memandangnya dengan tersenyum.


"Ada apa kenapa melihatku senyum senyum begitu apa ada yang aneh? "


"Leher kamu cantik, "


Vanessa mendelik memahami maksud dari Suaminya.


"Apaan sih, "


"Apaan sih, cepet mandi sana, "


"Mau ikut gak Ayo, "


" Sudahlah Mas Cepat mandi sana Aku sudah sangat lapar nih, "


Bara bangkit dari duduknya kemudian berlari masuk kedalam kamar mandi sementara Vanessa menikmati rebus jagung yang dibawa Bara dari dapur.


kurang lebih 20 menit Bara menyelesaikan ritual mandi kemudian keluar dengan mengganti baju kotor dengan baju bersih rambutnya yang basah dibiarkan tanpa Bara keringkan.


"Sayang ayo kita pergi,"


Melihat suaminya sudah terlihat sangat rapi Vanessa merasa heran dan aneh.


"Tumben rapi,'


" Sayang kan kita mau makan, "


"Ya, ayo, "


"Tunggu sayang ganti baju kamu ini kan baju yang kamu pakai ini seperti baju yang mau ke dapur. "

__ADS_1


"Memangnya kenapa kan memang kita mau makan, "


"Iya, tapi Aku mau bawa kamu makan di luar, "


"Kenapa harus di luar, sudah makan di Rumah saja Mas, "


"Aku ajak ke tempat Makan yang cukup enak, ayo Kalau tidak mau ganti juga tidak apa-apa Nanti kita bisa pergi beli baju di mall. "


"Tidak usah buang-buang uang Aku ganti di rumah saja. "


Vanesa segera berlari mengganti bajunya dengan baju yang lebih rapi. Setelah semua dirasa rapi Vanessa dan Bara turun dari kamar sampai di ruang tamu Bara melihat Arum sedang menatap dirinya dan Vanessa yang kala itu hendak keluar rumah.


"Mau kemana Mas? "


"Keluar, "


"Aku ikut, "


"Tidak kamu di Rumah saja Aku akan pergi dengan istriku jangan kau ganggu. "


"Tapi, Mas Aku di Rumah sendiri, Mba Aku boleh ikut kan? "rayu Arum pada Vanessa.


Bara menggelengkan kepala dengan menatap tajam pada Vanessa, melihat itu Vanessa berusaha cuek karena dirinya tidak tega jika Arum di Rumah sendiri.


Melihat Vanessa istrinya masih diam sepertinya bingung Bara segera berjalan mendekati dan dengan suara lirih Bara bicara.


"izinkan saja tapi jangan salahkan Aku jika Aku buat kamu remuk di Ranjang, "


Vanessa langsung mendelik mendegar perkataan Bara suaminya sementara Bara dengan santai keluar lebih dulu membuka pintu.


"Maaf, Arum Aku juga ada urusan penting dengan Mas Bara jadi lain kali saja kami permisi dulu. "


Vanessa segera keluar dari rumah untuk mengejar Bara yang kala itu sudah duduk di dalam Mobil sambil tersenyum simpul Bara yakin Vanessa tidak akan berani mengijinkan karena dia memberikan ancaman yang artinya Vanessa pasti malas dan tidak mau untuk melakukannya.


melihat Vanessa sudah datang seorang diri Bara mengembangkan senyumnya sambil membuka pintu.


"Lho Arum nya mana katanya mau ikut, "


"Apaan, sih dah jalan keburu lapar Nih, "


"Hmmm, takut ya kan enak sayang masak ngak ingin lagi Aku saja kurang, "


"Sudahlah ngomong yang lain bosan ngomongin itu, "


"Hmmm, Apa kamu masih memikirkan Rendra? "


"Mas, Kamu itu bicara apa sih, jangan buat Aku kesal, "


"Hmm, Baiklah, "

__ADS_1


Di dalam mobil Bara tidak lagi bicara hal-hal yang aneh yang pastinya tidak di sukai oleh Vanessa.


__ADS_2