DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 90. Hampir terjatuh


__ADS_3

Dengan wajah masam dan sangat kesal Bara membuka pintu mobil dan duduk di depan kemudi, kemudian mengangkat telepon Arum dengan perasaan yang sangat kesal dan malas.


"Apalagi?


" Halo, Mas Aku kan belum ngomong apapun kenapa kamu tanya apalagi? "


"Sudah cepat bicara mau apa kamu menelpon ku, "


"Idih, galaknya Aku ini kan juga istrimu dan sudah tugas kamu juga Mas untuk memberikan perhatian kepadaku, "


"Ya... ya cepat, sekarang katakan ada apa?


" Aku sudah melihat-lihat Rumah yang ada di kota Jakarta ini dan Aku suka dengan Rumah yang ada di jalan Mawar xx, Nanti temani Aku untuk melihatnya ya? "


"Kamu lihat saja sendiri, Aku sibuk Aku tidak ada waktu ini saja Aku masih dalam mengerjakan tugas-tugas dari Papa, jadi jangan mengagguku, "


"Oh jadi Mas Bara hari ini sudah bekerja? "


"Ya, "


"Maaf Mas Aku tidak tau lalu bagaimana pembayarannya, kalau Mas tidak ikut, "


"Pakai kartu yang Aku beri itu, "


"Apa cukup Mas, kemarin Aku cek jumlahnya cuma, ____


" Nanti Aku kirimkan lagi, sudah jangan mengagguku,"


"Baiklah Mas, selamat bekerja, buat beli Rumah baru untuk kita ya, "


"Hmmm, "


"Selamat bekerja Mas, I love you u, "


Bara tidak menjawab perkataan dari Arum dan langsung mematikan ponsel hpnya begitu saja, kemudian langsung membuka pintu mobil dan kembali berjalan menuju ke pantai Bara ingin menemui Istrinya.


Bara merasa heran karena tidak melihat Vanessa istrinya disekitar pantai, hsl itu sedikit membuat Bara panik.


"Nesa kemana, kenapa tidak ada disekitar sini, perasaan Aku cuma sebentar meninggalkan nya, hanya sekitar dua puluh menit, Araaaagh... bikin pusing ini semua gara-gara Arum lebay itu dia selalu saja mengganggu Aku harus mencari Vanessa smoga dia berada disekitar tempat ini, " gumam Bara dalam hati sungguh hatinya sangat terasa kesal dan geram dengan Arum yang telah membuat dirinya kehilangan jejak Vanessa, yang mana Dia pikir Vanessa tidak akan pergi jauh darinya akan tetapi fakta dan kenyataannya Vanessa tidak berada di tempat, di depan Pantai pun tidak terlihat Vanessa di sana hal itu semakin membuat Bara uring-uringan dan kesal.


"Di sisi lain Vanessa yang berjalan hendak kepantai tiba-tiba menghentikan langkah kakinya ketika melihat seorang Anak kecil sedang lahap menikmati Es Doger yang kelihatannya sangat menggiurkan.


Vanessa yang sedari kecil sangat suka dengan Es doger, langsung mendekati sangat Anak kecil dan bertanya dimana bisa membeli Es Doger seperti itu, akhirnya si Anakpun memberitahu Vanessa dan dengan cepat tanpa menunggu bahkan tanpa meminta izin kepada Bara Vanessa langsung pergi ketempat yang ditunjukkan si Anak kecil.


Meskipun harus mengantri Vanessa sedikitpun tidak merasa keberatan dan lelah, Es Doger tidak hanya disukai anak-anak tapi juga orang dewaasa, terlihat banyak juga orang Dewasa yang juga membeli Es Doger.

__ADS_1


Setelah beberapa menit lamanya menunggu akhirnya Vanessa bisa menikmati Es Doger kesukaannya, sangat Asik dan nikmaat membuat Vanessa lupa dengan dengan siapa dirinya datang ke pantai.


Duduk diantara para pengunjung pantai yang sedang bersantai Vanessa menikmati Es Dogernya, hampir satu jam lamanya Vanessa hanya duduk-duduk sambil menikmati Es Doger setelah Es Doger nya habis Vanessa yang teringat akan Bara Suaminya segera bangkit berdiri.


"Astaga, Mas Bara kan tidak tau Aku ada disini, Aku harus cepat kembali, "


Karena terburu-buru akhirnya Vanessa tidak melihat jika di depannya sedang berlari anak kecil.


"Bruuugh...!


Anak kecil yang sedang berlari karena jalannya terhalang Vanessa yang kala itu juga sedang terburu-buru membuat anak kecil itu jatuh dan menangis.


"Huaa.. Huaa... Huaaa..! Tante ini jahat.


" Maaf, tante tidak sengaja, '


Mendengar suara tangis seorang Wanita berlari kecil menghampiri Vanessa rupanya dia adalah Mama dari anak kecil yang Vanessa tabrak.


"Maaf Saya tidak sengaja saya tidak tau jika ada ade kecil yang sedang berlari, "


Bukannya marah Wanita itu tersenyum.


"Tidak apa-apa Mbak, putraku sudah biasa berakting seperti ini, dia yang salah tapi karena tidak mau disalahkan dia Nangis agar terkesan dia yang jadi korban, "


Vanessa sedikit Terkesima dengan perkataan dari wanita yang ada di depannya wanita yang ada di depannya tidak marah ataupun membela putranya akan tetapi justru mengatakan jika putranya sengaja menangis hanya untuk mencari perhatian agar dirinya tidak disalahkan karena sesungguhnya putranya sangat tahu jika dirinyalah yang bersalah, karena berlari tanpa melihat ke depan sementara Vanessa juga sedang terburu-buru tanpa melihat ada anak kecil di depannya hingga terjadilah perbenturan antara Vanessa dan anak kecil itu,


Tangis dari anak kecil yang sudah berhenti dan mulai bisa tersenyum ketika Vanessa meminta maaf padanya.


"Arsel, Tante..!


" Arsel Sayang Tante minta maaf ya, karena Tante telah membuat Arsel terjatuh. "


"Arsel juga minta maaf Tante, "


Dengan rasa haru Vanessa memeluk bocah laki-laki kecil yang berusia sekitar delapan tahun usia yang sama dengan Putrinya Mikha.


"Nah ini baru Anak Mama yang baik, harus berani meminta Maaf jika melakukan salah tidak boleh berakting lagi, "


"Bukan Arsel tidak seperti Mama Arsel seperti Papa Mama sering bohong sama Bik ijah dirumah dan Mama suka berakting untuk mendapatkan perhatian Papa kan? "


"Sssstttt...!


Dengan cepat Wanita cantik itu menutup mulut putranya yang sedang membongkar kelakuannya, di depan Vanessa, membuat Vanessa tetawa.


" Aaah, Mama...!Arsel kan bicara jujur katanya tidak boleh bohong, "

__ADS_1


"Wah, Arsel sepertinya sayang banget sama Papa ya..?


" Iya, dong Tante Mama juga sangat Sayang sama Papa, tau gak Tante Setiap Papa mau pulang Mama sudah bersiap mandi dan selalu Mama Pakai baju berlobang, disini dan pakai roknya segini"ucap Arsel sambil menunjuk pada dadanya dan juga pada Paa hanya, sontak saja pengakuan Arsel membuat Wanita itu wajahnya langsung merah merona karena malu.


"Arsel...! ngomong apaan sih kamu, Mbak anak kecil yang suka berakting ini jangan didengar dia suka bicara ngawur dan menghalu, '


Vanessa tertawa riang mendengar perkataan dari Wanita yang ada didepannya.


" Tidak usah Malu kalau sama Suami itu hal biasa, pasti Anda sangat mencintai Suami, "


"Iya Tante Mama sangat mencintai Papa, karena Papa Arsel orangnya sangat ganteng dan di kantor tempat kerjanya banyak Mbak mbak yang kecentilaan sama Papa, "


"Oh ya, wah Tante jadi penasaran nih, "


"Itu Papa Tante ...! "


Tunjuk Arsel pada satu salah satu laki-laki yang sedang berjalan kearahnya, dengan gerakan Reflek Vanessa menoleh dan mengikuti arah telunjuk dari Anak kecil yang bernama Arsel.


Jantung Vanessa serasa mau lepas ketika melihat siapa yang sedang berjalan kearahnya, meskipun laki-laki itu menggunakan kacamata hitam Vanessa bisa dengan mudah mengenalinya.


"Mas Rendra..!" desis Vanessa yang langsung buru-buru membalikkan badan, Nafasnya tiba-tiba memburu dan kerongkongan terasa kering, beberapa kali Vanessa meneguk kasar ludahnya.


Apa yang diucapkan Vanessa dengan lirih akan tetapi bisa didengar dengan Jelas oleh Arsel.


"Benar Nama Papa Rendra Tante, bagaimana Tante bisa tau apa Tante ini temannya? Arsel bertanya sambil menatap Wajah Vanessa yang kala itu Wajahnya berubah tidak lagi ceria.


Bukannya menjawab Vanessa justru menatap lekat-lekat Wanita yang ada didepannya.


" Apa dia Papamu, " tanya Vanessa pada Arsel tanpa melihat kearah Arsel akan tetapi menatap pada Wanita yang ada didepannya.


"Iya, Tante itu Papa Arsel bagaimana Tante Papa Arsel memang tampan kan, makanya Mama sangat sayang dan cinta sama Papa.'


" Arsel.. jangan bikin malu Mama, '


Vanessa tersenyum kecut.


" Maaf Tante lupa ada Urusan saya pergi dulu, "


"kok pergi Tante, Arsel mau kenalin Tante ke Papa, "


"Lain kali saja, Tante sedang buru-buru ini, maaf, Tante pergi dulu, '


Tanpa menunggu jawaban Vanessa segera berlalu pergi dengan sedikit berlari.


" Ternyata itu Istri dari Mas Rendra dia sangat Cantik Pasti mereka sekarang hidup Bahagia, bodohnya Aku yang masih mengharapkan dirinya, "gumam Vanessa bermonolog dalam hati berjalan dengan sedikit berlari tanpa memperdulikan orang orang yang menatapnya dengan wajah penuh keheranan.

__ADS_1


Karena berlari tanpa melihat apapun di tengah pasir kaki Vanessa menabrak ranting kayu yang cukup besar didepannya, membuat tubuhnya limbung dan terjatuh, beruntung disaat yang tepat sebuah tangan menahannya sehingga Vanessa tidak sampai jatuh tersungkur di pasir.


__ADS_2