
Bara yang kesal melihat Arum tiba-tiba berada di dalam kamarnya bergegas turun ketika tidak mendapati istrinya di dalam kamar, dengan sedikit tergesa-gesa Bara segera mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan Bara tidak melihat Vanessa berada di sekitar tempat itu, Bara Yakin Vanessa mungkin berada di dalam kamar Putrinya di mana sebentar lagi Mikha pasti akan segera datang karena hari sudah Sore.
Sudah kebiasaan Mikha pulang sekitar pukul 5.00 karena dirinya setelah pulang sekolah Mang Dadang akan mengantarkan Mba Sri ke pasar untuk sekalian belanja.
Mendapati pintu sudah tertutup Bara segera membuka akan tetapi Bara mendengus kesal karena pintu Kamar Mikha rupanya sudah di kunci dari dalam.
"Tok.. Tok.. Tok..! Sayang buka pintunya kenapa di kunci Aku juga ingin masuk. "
Seruan Bara seolah hanya di deru angin yang berhembus meskipun Vanessa mendengarnya akan tetapi Vanessa tidak berkeinginan untuk membukannya,
Entah mengapa perasaan Cinta yang hampir bersemi dengan indahnya kini tiba-tiba padam tidak tersisa.
Bara menarik napas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan.
"Nesa, sepertinya tidak mau membukakan pintu, Aku harus terus membujuknya, memang untuk saat ini Vanessa pasti masih sangat marah dan kesal, tapi sering berjalannya waktu Aku yakin Nesa akan bisa menerima semuanya, Aku akan menyakinkan padanya jika Aku hanya mencintai dirinya dan setelah anak yang dikandung Arum lahir Aku bisa membawanya pergi jauh ke London bersama dengan Mikha dan Vanessa dan Aku akan hidup bahagia bersama mereka." gumam Bara yang mulai mengetuk pintu untuk yang kedua kali,
__ADS_1
kali ini Bara mengetuk pintu dengan cukup keras berharap Vanessa terganggu dan mau membukakan pintu untuknya dan benar saja ketika Bara mempercepat ketukan pintu dan Sedikit keras tidak lama kemudian terdengar suara pintu dibuka dari dalam Bara tersenyum bahagia dan senang hatinya merasa lega karena Vanessa mau membukakan pintu untuknya dengan bibir tersenyum Bara menatap Vanessa yang kala itu membukakan pintu dengan wajah yang sangat datar dan terlihat Acuh kepadanya meskipun Apa yang dilakukan oleh Vanessa sedikit membuat Bara merasa sangat kecewa dan juga merasa sangat sedih.
Karena sangat terlihat jelas jika Vanessa tidak menyukai kehadirannya semua bisa terlihat dari sikap dan Pancaran mata Vanessa yang terlihat membelakangi dan tidak mau menatapnya, meskipun sedikit sesak dan menyakitkan akan tetapi Bara cukup bersyukur dan senang karena Vanessa mau membukakan pintu kamar untuknya.
"Sayang mengapa kau disini, apakah, __
Bara belum menyelesaikan ucapannya Vanesa sudah memotong pembicaraan terlebih dahulu, membuat mengusap kasar Wajahnya.
Ada seraut kekecewaan dan kesedihan disana yang sakitnya sangat mendalam meskipun tidak berdarah tapi lukanya betul-betul membuat Bara sedikit tersiksa.
"Sayang, Aku tau kamu marah, Sayang kita belum makan dari pagi bagaimana jika Aku bawakan makanan kesini, "
"Tidak perlu berpura-pura baik dan peduli jika Aku lapar Aku bisa makan sendiri, pergilah jika tidak ada yang penting dan perlu untuk kamu bicarakan lagi, '
" Deg.!
__ADS_1
Bagaikan batu besar yang sedang menghimpit dadaa Bara, Kata-kata Vanesa benar-benar sangat dingin dan menyakitkan.
Bara berjalan mendekati Vanesa berniat untuk meraih tangannya. Tapi dengan cepat Vanesa mengangkat tangan dan berjalan menjauh.
"Tidak perlu memegang megang atau menyentuhku, Aku tegaskan hubungan kita sudah berakhir jika saat ini Aku masih di sini semua karena perjanjian konyolmu itu, sekarang pergilah tidak perlu khawatir Aku tidak akan mati bunuh diri, "Sinis Vanesa dengan tersenyum miring.
Bara yang mendengarkan perkataan Vanesa sungguh sangat terkejut seluruh persendiiannya terasa lemas.
" Nes, Ja-jangan bicara begitu hatiku sakit mendengarnya. "
"Tuan Bara keluar lah Aku ingin sendiri kamu tidak perlu khawatir karena Aku hanya capekn"jawab Vanesa yang langsung melangkah menuju pintu buka dan mempersilahkan para untuk segera keluar dari dalam kamar Mihka meskipun sangat sakit dan kesal serta kecewa akhirnya Bara mau tidak mau melangka.
keluar dengan rasa yang sangat berat hati.
Vanessa segera menutup dan Mengunci pintu kamar Mikha kembali setelah Bara keluar dari dalam kamarnya.
__ADS_1
Bara menatap sendu pintu yang ini sudah tertutup sungguh Bara merasa sangat sedih dan sakit melihat perlakuan dan sikap dari Vanessa istrinya yang mana benar-benar sangat dingin dan juga sangat Acuh padanya.