DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 184.Tunggu Waktu Yang Tepat


__ADS_3

Rendra yang bingung dengan apa yang akan dilakukan Robi hanya bisa menatap dengan pandangan mata penuh tanda tanya, sementara Robi ternyata menggunakan sabuk milik Rendra untuk mengikat tangan dari laki-laki yang sudah babak belur setelah keduanya duduk berdampingan, Robi memerintahkan kepada Rendra untuk melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu sementara Rendra sebagai pengemudinya.


Meskipun sedikit malas akan tetapi Rendra tidak membantah Apa yang diperintahkan Robi kepadanya dirinya mulai mengemudikan mobil dan melajukannya menjauh dari tempat itu.


"Kita mau bawa kemana mereka ini, Apakah kita akan memberikan kedua orang ini kepada Tuannya atau kamu memiliki ide yang lain karena Aku lihat kamu cukup cerdas dan cukup pintar untuk itu Aku menerima saran yang akan kamu berikan kepadaku."


"Kamu itu kalau berpikir aneh-aneh saja Ren, Bagaimana mungkin kita akan memberikan kepada Tuannya, tapi kenapa kamu mau memberikan kepada Tuannya, siapa Tuannya mereka ini siapa dan mengapa kamu dimusuhi mereka Apakah mereka preman yang telah membuat keonnaran dan kamu menjadi orang yang menghalanginya sehingga mereka marah dan murka kepadamu untuk itu kamu dibawa ke hutan dan ingin di lenyapkannya? "


Rendra menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan kasar kemudian tertawa kecil sambil mengemudikan mobil, sesekali wajahnya menoleh ke belakang untuk memberikan senyuman kepada Robi yang terlihat sangat aneh karena apa yang dikatakan Robi adalah suatu hal yang tidak benar, akan tetapi Rendra memaklumi semua itu karena Robi tidak mengetahui duduk permasalahannya.


Tiba-tiba Rendra teringat akan Vanessa di mana Bara menginginkan Vanessa untuk kembali dan pastilah Bara menggunakan dirinya sebagai ancaman beserta dengan Mikha Putrinya yang kini Entah berada di mana, Rendra sudah mengetahui jika Putrinya dalam cengkraman Bara dan mengasingkannya untuk memaksa Vanessa mau menerima dan tetap bersamanya untuk itu Mikha dijauhkan dan diasingkan sebagai Sandra agar Vanessa mau melakukan apa yang diinginkan oleh Bara.


"Robi, cepat kamu telepon Vanessa dan bilang kepadanya jika Bara menelpon dan menginginkan dia kembali ke rumah itu, Katakan pada Vanessa untuk tidak datang meskipun Bara menunjukkan sebuah video ataupun foto tentang dirinya dan Mikha yang berada dalam cengkraman Bara katakan jangan pernah mendengarkan apapun yang Bara katakan dan meminta Vanessa untuk menyingkir dan pergi jauh untuk sementara karena keadaan yang dirasa cukup tidak Aman, Bara bisa berbuat Nekad. "


Robi mengeryitkan dahinya mendengar perkataan dari Rendra yang terlihat sangat aneh dan khawatir, Robi juga merasa sedikit tidak mengerti mengapa Bara bersikap seperti penjahaaat yang tidak memiliki hati dan perasaan sementara selama ini Robi melihat Bara begitu baik, perhatian dan penuh dengan kasih sayang, Hal itu membuat Robi merasa heran dan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Rendra karena mana mungkin Bara akan menyakiti Mikha dan juga Vanessa karena setahu Robi selama ini Bara sangat mencintai mereka.


"Apa lihat-lihat cepat telpon sekarang juga, Aku lagi mengemudikan Mobil Aku tidak bisa, " ucap Rendra memberikan penjelasan dan perintah kepada Robi yang kala itu terlihat sedikit bingung dengan apa yang dikatakan oleh Rendra kepadanya.


Robi merasa antara percaya dan tidak dengan apa yang dikatakan oleh Rendra karena Robi sangat yakin dan sangat mengetahui jika Bara adalah laki-laki yang baik dan penuh perhatian mana mungkin bersikap buruk dan menyakitkan dari orang-orang yang dia sayang.


"Bukan begitu Ren Kalau kamu cemburu itu wajar saja tapi setidaknya Janganlah memfitnah orang dengan sekejaam itu, mana mungkin Bara bersikap buruk kepada Vanessa dan Mikha Bara itu sangat mencintai dan menyayangi mereka berdua mana mungkin itu akan Bara lakukan Bukannya aku tidak percaya tapi, Aku sudah sangat melihat sendiri perbuatan dan perlakuan Bara kepada Vanessa untuk itu, Maaf Ren kali ini Aku tidak percaya dengan ucapanmu."jawab Robi yang langsung membuat Rendra mendelik kesakitan dengan menghentikan laju mobilnya secara mendadak.

__ADS_1


"Lo gilaaa, apa lo sadar dan tau siapa mereka berdua yang ingin membunuhku dan siapa dalang dari semua itu, mereka itu adalah suruhan Bara dan Bara yang memerintahkan kepada kedua orang itu untuk melenyapkan Aku dan kamu tahu Mikha sekarang dalam cengkraman Bara yang aku sendiri tidak tahu di mana Mikha berada, Aku tidak bisa menunjukkan dan memberikan bukti kepadamu aku hanya memerintahkan kepadamu katakan saja kepada Vanessa seperti itu, jika tidak mau Aku sendiri yang akan meneleponnya dan mengatakannya, Karena tanpa bantuanmu Aku pun bisa melakukan sendiri, " ucap Rendra dingin dan keras kepada Robi yang kala itu semakin di buat melongo.


"Ren, lo serius..? "


"Tidak, Aku main-main, tentu saja serius dodol cepat telpon atau Aku sendiri yang menelpon Aku tidak mau Bara yang menelpon Vanessa terlebih dahulu, itu Vanessa termasuk Suster Pooloos yang muda sekali di pengaruhi dengan ancaman. "


"Ya, ya baiklah Aku Akan menelpon Vanessa, kamu diam dan lajukan kembali mobilnya kita bawa mereka ke kantor poliiisi biar mereka di urus dengan baik dan tepat. "


"Cepatlah kalau begitu, "


"Ok, sabar Bos, orang sabar itu luas rejekinya. "


Rendra tidak mau menanggapi kekonyolan dari sikap Robi yang sangat menjengkelkan dirinya di mana Pada awalnya Robi membela dan meyakini jika Bara adalah orang baik yang tidak akan tega dan tidak akan pernah mampu berbuat buruk kepada Vanessa dan Mikha.


Rendra tidak bisa membayangkan apa yang Mikha alami saat ini ketika dirinya dijauhkan dari orang tuanya sungguh Rendra tidak akan memaafkan Bara jika terjadi sesuatu hal yang buruk kepada Putrinya.


Tidak akan ada Ampun dan Maaf jika hal buruk terjadi pada Mikha putrinya, Rendra akan membuat perhitungan dan pastinya Bara akan mendapatkan semua balasan yang setimpal dengan perbuatannya karena Rendra tidak akan pernah tinggal diam.


Robi yang di perintahkan oleh Rendra untuk menghubingi Vanessa mulai memenceet satu Nomor telpon milik Venesa.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya terdengar suara telepon dari seberang sambungan telepon yang dikirimkan Robi kepada vanesha rupanya langsung dijawab tanpa menunggu Robi harus menunggu dalam yang lama.

__ADS_1


"Halo..!


" Halo, Nes, ini Aku Robi aku mendapatkan pesan dari Rendra agar kamu tidak mendengarkan dan menuruti apa yang menjadi permintaan dari Bara Suamimu, apabila kamu diminta untuk kembali ke rumahnya dan kamu diminta untuk mengabaikan segala ancaman yang Bara berikan kepadamu mungkin kamu akan melihat Rendra yang dalam cengkraman Bara ataupun Mikha yang sudah disandera dan diasingkan terlebih dahulu, Rendra mengatakan Jika kamu harus mengabaikan semuanya dan tidak perlu memperdulikan semua yang dikatakan Bara dikarenakan Rendra berada disini dengan saya di sini kami baik-baik saja dan dia akan segera membantumu untuk menemukan Mikha, kamu yang tenang dan tidak perlu Terlalu mengkhawatirkan karena semua akan baik-baik saja sekarang terserah kamu mau pergi ke mana dan di mana Yang jelas dan pasti jangan kembali ke rumah para untuk sementara sampai kamu benar-benar memutuskan apa yang kamu inginkan. "


"Baiklah trimakasih infonya Aku akan lebih berhati-hati dan tidak lagi mudah percaya dengan apa yang dikatakan oleh Mas Bara kepadaku, tapi kamu harus berjanji Jika kamu dan Mas Rendra akan benar-benar mau membantu mencari Mikha karena Aku tidak ingin berada jauh darinya aku ingin secepatnya bisa bertemu dengan Mikha. "


"Kamu tenang saja Mikha juga menjadi tanggungjawab Rendra kan kamu tidak perlu khawatir Bapaknya Nanti yang akan menggurus semuanya dan setelah ini Aku harap kamu tidak egois lagi Nes, kamu harus mengatakan pada Mikha jika Rendra itu Bapaknya. "


"Informasi nya cuma itu kan kalau begitu Aku tutup telponnya dulu, "


"Hei, tunggu!


" Apa lagi? "


"Jawab dulu kamu setuju dengan apa yang Aku katakan. "


"Aku tidak mengerti apa maksudmu, " ucap Vanessa yang berpura-pura tidak mengerti, meskipun sesungguhnya Vanessa sangat mengerti dan memahami arah dari pembicaraan dan pertanyaan Robi Akan tetapi jika harus jujur Vanessa masih belum siap.


Terlebih jika Mikha mengetahui yang menjadi Papanya adalah Rendra di mana Rendra sendiri juga sudah memiliki seorang Putra yang pastinya akan sangat memuukul dan membuat hati Mikha menjadi sangat sedih dankecewa, bahkan bisa jadi Mikha akan membenci ataupun tidak menerima kehadirannya terlebih yang menjadi Putra Rendra Dia juga teman sekolahnya, bisa dibayangkan betapa sedih dan hancurnya ketika dia mengetahui Papa temannya adalah Papanya juga.


"Astaga, Nes kamu tuh sebenarnya pura-pura Bodoh Atau memang bodoh, Tentu saja tentang Rendra biarkan dia mengatakan kepada Mikha Jika dia adalah Ayah-nya dan biarkan Mikha mendapatkan kasih sayang dari Rendra Karena itu adalah haknya dan kamu jangan lagi menghalangi ataupun memisahkan mereka."

__ADS_1


"Aku mengerti, tapi tunggu waktu yang tepat, meskipun Mikha sangat periang sebenarnya Mikha juga seorang anak yang keras kepala aku khawatir jika kita terburu-buru dalam memutuskan sesuatu bisa jadi apa yang kita lakukan tidak baik untuknya bahkan bisa membuatnya kecewa, untuk hal itu kita perlu Waktu yang tepat, sekarang Aku matikan dulu teleponnya dan terima kasih atas informasi yang sudah kamu berikan kepadaku. "


"Haiss, ya sudahlah terserah kalian saja pusing Aku melihat kehidupan kalian. "jawab Robi yang kemudian ikut mematikan panggilan telponnya.


__ADS_2