
Pemandangan yang sangat menyakitkan dan membuat hati Bara merasa terbakar, dengan kecepatan kencang Bara melajukan mobilnya meninggalkan tempat di mana Vanessa dan Rendra sedang bercengkrama bersama.
berkali-kali Bara memukul kemudian setir Karena rasa kesal yang ada di dalam hatinya wajahnya terlihat sangat tegang dan raut mukanya merah hingga urat lehernya jelas terlihat.
"Keterlaluan kau Nes, Aku tidak akan memaafkan kalian, berani sekali kalian mempermainkan Aku . !
" Araaaaaaghh! Duuuuzz Bara kembali memukul setir
Bara terus berteriak di sepanjang perjalanan, Bara tidak melajukan mobilnya menuju ke rumahnya akan tetapi Bara melajukan mobilnya menuju ke sebuah Barr yang ada di kota itu.
Bara segera memesan minuman dan menegaknya berkali-kali hingga tubuhnya mulai sempoyongan.
"Pak Bara kenapa anda disini dan mengapa Anda minum banyak sekali, mari saya antar pulang. "
"Kau siapa, apakah kau juga mau minum, ayo kita minum bersama, cepat tuangkan minumnya lagi cepat, "
"Sudah Pak, bapak jangan minum lagi ini Bapak sudah mabuk mari Bapak saya antar pulang. '
" Pulang... hahaha Aku tidak mau pulang Aku mau minum cepat tuangkan airnya sini, '
"Pak Bara sudah, jangan minum lagi kita pulang, "
Dengan susah payah gadis itu berusaha membantu Bara untuk berjalan keluar dari Bar, akan tetapi seorang penjaga Bar mengatakan jika Bara sudah memesan kamar di lantai atas.
"Tuan ini sudah memesan kamar tadi Sore, sebaliknya Nona membawa ke kamarnya saja, tunggu sampai dia bisa sadar baru di ajak pulang, selain itu Barang barang milik Tuan juga masih ada di dalam kamar itu, "
"Baiklah kalau begitu bantu Aku membawa nya kesana, "
"Baik Nona."
Dengan sigap penjaga Bar pun membawa Bara masuk ke dalam kamar nya dan setelah semua selesai laki-laki itupun segera minta ijin pergi.
"Saya pamit dulu Nona, "
__ADS_1
"Oh, ya silakan, "
"Mana minuman nya kenapa Aku sudah disini, apakah Aku sudah dirumah, "
"Maaf Pak, Bapak saya bawa kesini itu karena, ___
belum sempat gadis situ melanjutkan ucapannya Bara sudah menarik tubuhnya sehingga jatuh ke dalam pangkuan nya dan dengan gerakan memutar Bara sudah menjatuhkan gadis itu di atas Ranjang di bawah kungkungan nya.
" Pa-k..!
"Kau sudah pulang rupanya istriku, hahaha cepat lakukan tugasmu, bukan kah hari ini kamu baru saja melayani mantan suamimu juga bukan, ayo... layani Aku juga. "
" Pak, tolong lepaskan Sa-saya bukan istri Bapak saya Arum Pak, sekertaris Bapak. "
"Jangan banyak alasan untuk menolakku lagi, karena Aku tidak akan mau lagi mendengarkan penolakan mu, bukankah kamu sangat suka dihangatkan mantanmu itu, sekarang giliran Aku yang akan menghangatkan mu, "
"Pak, tolong sadar, saya bukan istri Bapak."
"Kenapa masih mau menolakku, apa kamu tidak menyukai ku, katakan cepat... ?
Suara gadis itu tidak lagi bisa konsentrasi karena tangan Bara sudah mulai bergerilya, mencari dan menyentuh apa saja yang dia suka.
Arum yang juga memiliki perasaan suka kepada Bara sedikit terlena dengan perlakuan Bara, sehingga antara menolak dan menerima semua seakan tidak ada bedanya bibir nya terus bicara menolak tapi tubuh nya menerima setiap sentuhan yang Bara berikan.
Bara yang sudah di kuasai perasaan marah dan cemburu tidak lagi, bisa berpikir dengan siapa dia berlayar mengarungi bahtera cinta, malam itu Bara tidak memperdulikan lagi rengekan dan tangisan gadis yang ada di bawah kungkungan nya.
Arum yang kala itu hanya ke sebuah Bar untuk bertemu dengan temannya untuk memenuhi undangan pesta terpaksa tidak datang karena melihat Bara sebagai Boss pimpinan nya sedang mabuk dan terlihat sangat kacau membuat Arum tidak tega terlebih diam-diam Arum pun memiliki perasaan suka pada Bara meskipun Arum tau Bara sudah berkeluarga akan tetapi Arum yang memang memiliki rasa cinta sering kali mencari cari cara agar Bara memperhatikan nya dan malam ini Ketika Bara menyentuh nya dalam keadaan mabuk.
Arum pun tidak sepenuh hati meminta Bara untuk menghentikan nya karena pada dasarnya Arum pun menikmati semua, meskipun ini adalah kali pertama bagi-Nya dan Arum harus menyerahkan keperawanan nya.
Malam itu Bara melakukan berkali-kali bahkan Bara berusaha mengabaikan tangisan gadis yang ada dibawahnya yang merintih antara sakit dan nikmat hingga Bara jatuh tertidur disampaing Arum setelah merasa puas.
"Malam ini Aku telah menyerahkan milikku untuk mu Pak, Aku tidak menyesal karena Aku sangat mencintaimu dan Aku Yakin kamu akan bertanggungjawab atas apa yang kita lakukan malam ini, Aku titik masalah seandainya hanya akan menjadi istri kedua mu Aku rela karena Aku sangat mencintai mu." lirih Arum yang kini mulai tertidur disamping Bara.
__ADS_1
Lain Bara lain pula dengan Vanessa dimana kala itu mulut nya benar benar terkunci diam tidak ada sepatah katapun yang Vanessa ucapkan.
Rendra yang menyadari kesalahannya berkali-kali meminta maaf atas kekhalifahan yang telah dia lakukan.
"Maafkan Aku Nes, sungguh Aku tidak bisa menahan diri, tolong jangan diam begini Aku tidak sanggup jika harus kamu diamkan, "
Vanessa yang sudah memesan taksi online dan taksi itu kini sudah tiba di depan nya dengan cepat membawa Mikha untuk berjalan masuk ke dalam taksi.
Rendra yang di acuhkan tidak trima dengan segera meraih tangan Vanessa untuk menghentikan langkah kakinya.
"Tolong lepaskan tangan anda dokter Rendra, "
"Nes, maafkan Aku, sungguh Aku tidak, __
" Dokter sudah cukup anda merendahkan saya apa Anda tau saya sudah seperti wanita murahan di depan anda, mentang mentang saya memiliki rasa pada Dokter dengan seenaknya juga Dokter melakukan sesuatu sesuka dokter pada saya, tolong lepas dan minggir jangan mengaggu saya."
"Vanessa.. kenapa kamu berpikir seperti itu, Aku tidak pernah memandang rendah dirimu, apa yang kulakukan itu karena Aku masih mencintai mu? "
Mendengar perkataan Rendra yang mengatakan masih mencintai Vanessa segera membalikkan badan kin kedua bola matanya beradu pandang dengan Rendra.
"Cinta? cinta yang bagaimana dokter? cinta yang hanya berbalut naffsssu begitu kah, bukan kah dokter juga mencintai anak dan istri dokter yang dirumah lalu cinta yang bagaimana yang ada untuk saya, sudahlah jangan mengaggu saya lagi, sudah cukup dokter merendahkan saya, "geram Vanessa dengan nada penuh penekanan, Vanessa segera melangkah pergi.
" Terserah pandanganmu Suster Vanessa, asal kamu tau Aku sangat mencintaimu dan baiklah mulai hari ini Aku tidak akan mengaggu kehidupan mu lagi, berbahagialah dengan keluarga mu, Aku titipkan anakku padamu jaga dia baik-baik, karena mulai hari ini kita akan menjalani kehidupan kita sendiri sendiri, smoga engkau bahagia Suster Vanessa, "
Vanessa sudah tidak memperdulikan teriakan, Clotehan dan ucapan Rendra dengan cepat Vanessa langsung membawa Mikha masuk ke dalam taksi.
"Jalan pak, "
, Baik, Non, "
Dengan cepat bapak sopir taksi melajukan mobilnya, sementara Rendra berteriak dengan histeris hatinya hancur dan sakit karena apa yang dia lakukan dianggap merendahkan dan menganggap Vanessa wanita murahan.
"Vanessa...!
__ADS_1
" Araaaaaaaagghh...!"Rendra berkali-kali mengacak kasar rambutnya, berkali-kali juga Rendra mengusap kasar wajahnya.