DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 53.Pagi yang PANAS


__ADS_3

Mikha terus berlari sambil tertawa membuat Bibik Sri yang selalu Mikha panggil dengan sebutan Mbak Sri karena sang Mama mengajarkan untuk memanggil Bibik Sri dengan sebutan Mbak Sri, begitu juga dengan Vanessa sang Mama dia juga memanggil Bibi Sri dengan sebutan Mbak Sri hanya Bara saja yang memanggil Mbak Sri dengan sebutan Bibik.


"Kena...!


Mbak Sri telah berhasil menangkap Mikha yang kala itu sedang berlari sambil tertawa.


" Nah, sekarang katakan pada Mbak Sri, siapa itu Om Tampan, Mbak Sri kan juga ingin tau, "


Wajah Mikha mengerucut bibirnya sambil menggelengkan kepalanya.


"Lho Mbak Sri bertanya Non Mikha kok tidak mau menjawab ayo dong, bicara sama Mbak Sri, ini kan Mbak Sri juga ingin tahu siapa itu Om Tampan mbak Sri juga penasaran nih, "


"Hahaha Ada deh pokoknya yang paling Tampan itu Om Tampan dia baik sama Mikha, Oh iya Mama di kamar atas kan, Mikha mau salim mau pamit pergi ke sekolah, Mbak Sri tunggu disini ya, biar Mikha menemui Mama lebih dulu. "


Tanpa menunggu jawaban Mikha langsung berlari naik tangga ke lantai atas di mana sang Mama masih berada di dalam kamarnya.


Di dalam kamar Bara masih sibuk merayu istrinya agar mau makan dengan banyak.


"Ayo sayang satu kali lagi, "


"Cukup Mas ini sudah kenyang, "


"Biar cepat sehat dan pulih demamnya Aku tidak mau melihat kamu sakit, "


"Tenang saja, Aku ini juga seorang Suster Aku bisa merawat diriku sendiri."


"Satu kali saja buka mulut nya kalau tidak mau, Aku ciuuumm habis lho bagaimana? "


"Iiih, ngancam...!


" Biarin kan boleh sama istri sendiri, ayo pilih mana makan bubur apa makan Bibir ku, "


"Pilihan yang merugikan, "ucap Vanessa sambil tertawa.


"Hahaha, sudah kalau begitu pilih Bibirku saja, kangen semalam gak di kasih kan?

__ADS_1


" Apaan, sih, salah sendiri juga pergi dan siapa tau di kasih orang sampai lupa tidak pulang, "


"Uhuk..


" Uhuk...


Bara langsung terbatuk batuk ketika Vanessa mengatakan jika Bara tidak pulang karena lagi di layani orang.


Suatu perkataan yang membuat Bara kesulitan untuk bernapas dan terasa sulit untuk meneguk ludahnya sendiri, rasa was was karena apa yang Vanessa katakan sesungguhnya benar adanya meskipun dirinya dalam keadaan mabuk tapi dirinya telah bersama orang lain semalam semakin membuat nya resah dan khawatir.


Bara sangat takut jika Vanessa mengetahui malam panasnya dengan sang sekertaris


Mendengar Bara terbatuk dengan cepat Vanessa bangkit mengambilkan Air satu gelas Air mineral untuk Bara.


"Ini minum, kenapa bisa batuk begitu kayak orang yang lagi ngalamin dan kaget saja, "


"Byuuuurrr..!


Air yang Bara minum menyembur keluar akibat dari ucapan Vanessa yang benar-benar tepat.


"Maaf, Sayang habis nya kamu sih ngmong terus Aku kan jadi, __


" Sudahlah, mau mandi, "


"Eh, jangan ganti baju saja kamu kan lagi demam Nanti demamnya makin tinggi, "


"Biarin, habisnya basah. "


"Aku yang keringkan ya, "


"Ngak perlu, mau mandi saja, "


Vanessa segera bangkit berdiri dan hendak melangkah ke dalam kamar mandi tapi tiba-tiba pintu dibuka dan seorang anak ketiga berlari menghampiri nya.


"Mama...!

__ADS_1


" Hei.... hei Stop jangan peluk Mama, baju Mama kotor dan basah. "


Vanessa yang langsung berteriak sambil menghindar membuat Mikha yang berlari mau memeluk sang Mama menjadi berhenti mendadak.


"Mama, Mikha mau berangkat sekolah Mikha mau salim dan peluk Mama. "


"Tidak apa-apa sayang kali ini tidak usah salim dan peluk Mama, salim dan peluknya libur karena baju Mama basah dan juga Mama dalam keadaan demam jadi peluk Mama diliburkan. "


Mikha yang mendengar larangan sang Mama akhirnya diam sambil menganggukkan kepala meskipun bibirnya mengerucut karena mau komplain tapi tidak bisa.


Bara yang melihat kekecewaan di Wajah putri nya langsung mendekati sangat Putri kemudian memeluknya.


"Sayang kan cuma untuk hari ini libur biar Papa yang ciuumm Dan antar Mikha ke lantai bawah Mama biarkan mandi, Ayok, "


Dengan terpaksa Mikha menuruti apa yang Bara katakan.


Sampai diluar Bara segera meminta kepada Mang Dadang mengantarkan Mikha berangkat sekolah.


Setelah membantu Mikha masuk kedalam mobil Bara segera berlari masuk ke dalam kamar atas sampai di atas Bara langsung mengunci pintu kamarnya.


Duapuluh menit sudah Bara menunggu dan Akhirnya Vanessa keluar dari dalam kamar mandi, melihat sang istri baru keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah segar membuat Bara meneguk ludahnya.


"Untuk apa Aku harus menahannya bukan kah ini sudah menjadi Hakku." gumam Bara dalam hati yang mana langsung mendekati Vanessa yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi, tanpa bicara Bara langsung menggunakan gendong istrinya dan merebahkan keatas Ranjang.


"Mas, Kau mau apa ini masih pagi, "


"Lagi pingin,"


"Tapi Aku kan lagi demam dan, ____


" Sebentar saja Sayang dua kali cukup buat ganti semalam yang kosong. '


Vanessa tidak mampu menolak bukan tidak mampu tapi titik mau menolak karena dia sudah berjanji akan mencintai Suaminya dengan sepenuh hati.


Maka jadilah pagi yang panas, pagi yang penuh dengan keindahan dimana kini Bara sudah bisa bebas melakukan apapun sesuka nya tanpa penolakan lagi dari sang Istri, hingga akhirnya keduanya mencapai puncak kenikmatan bersama , Bara mengecup lembut punggung sang istri yang tidur disampingnya karena kelelahan setelah melayani dirinya.

__ADS_1


"Trimakasih Sayang, Apapun yang terjadi Aku tidak akan pernah melepaskan dirimu kamu harus menjadi istriku untuk selamanya, sampai akhir hidupku dan maafkan Aku yang tanpa sengaja telah menghianati mu sungguh Aku tidak berniat untuk itu, " gumam Bara dalam hati yang kemudian ikut merebahkan tubuhnya disamping sang Istri.


__ADS_2